
Vania berjalan perlahan dengan kaki telanjang menikmati keindahan pantai tersebut . Ya ketika teman-teman nya sedang beristirahat Vania yang merasa tak bisa tidur pun memutuskan membersihkan diri ..kaki ini ia melepas kacamata nya memakai Celana kulot dan kaos Pres body tak lupa topi Pantai nya. Ia mengoles sun blok pada tubuh dan wajah nya .. karena menjelang tengah hari pasti lah sangat panas .. Rambut nya yang di biarkan tergerai menambah kesan indah nan imut pada wajah nya .
Dilihat nya Roza sedang tertidur mungkin karena merasa lelah .. Ntah kenapa dia ingin keluar tanpa kacamata bulat yang selalu ia pakai selama ini .. Tapi tak masalah pikir nya karena teman-teman nya sedang beristirahat dan tak akan tau .. Lagi pula dia akan kembali sebelum makan siang nanti pikir Vania .
Dan disini lah dia sekarang , Setelah cukup lelah berjalan ia duduk di bawah pohon kelapa menikmati angin pantai yang menyapu wajah nya .. Senyum indah terukir di wajah cantik nya . Mata nya terpejam seraya Merasakan setiap hembusan angin yang sangat menenangkan pikiran nya ..
" Aku gak pernah menyangka , Cinta yang bahkan sudah lama aku pendam kini harus aku kubur lebih dalam atas nama persahabatan , Menjadi sahabat nya sudah lebih dari cukup untuk ku ,yang bahkan dulu hanya bisa melihat nya dari jauh kini aku bisa selalu bersama dengan nya. Varrel !! Nama yang mungkin selama nya akan mengisi hati ku sampai akhir , Semoga kelak , Jika kau menemukan Pengisi hati mu ,kau tidak akan melupakan ku , Dan semoga kau selalu di limpahi dengan kebahagiaan " Vania berucap dalam hati dalam mata terpejam , Perlahan ia membuka mata nya di genggam nya kalung berinisial V bermata kan batu safir berwarna biru yang sengaja ia pesan bukan karena inisial nama nya ,tapi di belakang kalung itu bertuliskan Nama VRA atau Varrel Rahardian A .. walau dia tidak tau apa itu Arti dari Huruf A di belakang nama Varrel .
Tanpa ia sadari ada sepasang mata yang sejak tadi mengikuti dan menatap nya sejak tadi .
Varrel berjalan mendekati Vania yang masih menatap kosong ke arah Pantai ,tangan nya yang sejak tadi menggenggam Kalung yang ia kenakan pun belum terlepas .
sampai ia tak menyadari jika varrel sudah berada di samping nya .
" Apa itu dari kekasih mu ?" pertanyaan Varrel sungguh mengejutkan nya .
" Va..Varrel !!" Lirih nya tapi masih dapat di dengar oleh varrel karena posisi mereka memang sangat dekat
" Iya .. ini aku ! Kenapa ? kau terkejut ? kenapa kau menutupi nya ?" tanya Varrel yang membuat Vania bingung apa yang di maksud oleh varrel , Menutupi ? Menutupi apa ? pikir nya .
" Kenapa kau menutupi kecantikan mu " kata varrel lagi karena mengerti jika Vania tak mengerti dengan pertanyaan nya
Deg
Seketika Jantung Vania serasa ingin terlepas dari tempat nya . Ia teringat saat ini diri nya tak mengenakan kacamata ,walau ia tak berdandan tapi kecantikan nya terlihat sangat alami dan meneduhkan untuk orang yang melihat nya.
" E.. Eh... " Vania gelagapan bingung akan menjawab apa
" Kau mengenali ku ?" tanya Vania Setelah menemukan kata yang tepat untuk di ungkap kan
" Ya , Kate aku melihat mu sejak kau keluar dari dalam kamar tadi " jelas Varrel " Kenapa kau menutupi nya ?" tanya varrel lagi " Kau terlihat lebih baik saat tak menggunakan kaca mata "
Vania menghela nafas nya,sebelum menjawab pertanyaan varrel
" Tidak ada alasan untuk itu " jawab Vania kemudian karena ia masih enggan menceritakan kenapa dia berpenampilan Culun selama ini . sebenarnya tidak lah culun culun amat .. hanya saja karena jaman sekarang orang orang berlomba-lomba menampilkan Fashion terbaik untuk diri mereka ,Vania memilih untuk tampil sederhana
" Benarkah ?? Lalu kenapa sekarang kau melepas nya ?" tanya Varrel
" Karena aku kira kalian sedang istirahat ,dan tidak melihat ku dan aku akan kembali sebelum makan siang ,tapi karena kau sudah melihat nya . ya sudah " jawab Vania enteng
" Kau lebih cantik tanpa kaca mata itu " jujur varrel sambil menatap Vania .Vania yang mendengar itu mengalihkan pandangan nya juga menatap varrel .
Pandangan mereka terkunci ..
" Mata indah ini??" batin Varrel yang merasa pernah melihat mata indah milik Vania
Jantung Vania berdegup dengan kencang saat melihat setiap inci wajah varrel sedekat ini .
" Apa ini ?? Jangan jatuh terlalu dalam Vania " batin Vania mencoba menepis hati nya
Ia mencoba mengalihkan pandangan nya ke arah lain tapi rasa nya sangat sulit .
Varrel mendekatkan wajah nya perlahan , Mata nya terkunci dengan mata indah milik Vania .
Entah bagaimana kini bibir mereka sudah saling bertemu . Larut dalam suasana Varrel perlahan Mel***** Bibir mungil Vania dengan lembut ,tak ada respon dari Vania karena ia begitu sangat terkejut . mata nya membulat melihat dan merasa apa yang di lakukan oleh Varrel ,lelaki yang sangat ia cintai .
Saat kesadaran kembali ,Vania mendorong dada varrel hingga membuat varrel juga sadar apa yang telah ia lakukan .
" Maaf !!" lirih nya sambil mengusap pelan sisi bibir Vania .
" A.. Apa yang kita lakukan ?? Oh .. tidak .. My first kiss " Gumam Vania terbata
Varrel yang mendengar bahwa itu ciuman pertama Vania ,ntah mengapa hati nya merasa sangat senang . dia tak tau perasaan apa yang ia punya untuk Vania , walau dia meminta maaf ,tapi sungguh ia tak menyesal melakukan ini pada Vania karena ini juga pertama kali untuk diri nya .
" Rel "
" Van "
Ujar Mereka bersamaan
" Kenapa kau lakukan ini ?" tanya Vania lirih
" Kau tau , itu ciuman pertama ku ! kenapa kau mengambil nya ??" lirih vania Sedih bukan karena Ciuman pertama nya di ambil varrel lelaki yang ia cintai . tapi ia sedih karena saat ini hanya dia yang mencintai lelaki ini.
" Tapi itu juga ciuman pertama ku , Sekali lagi aku minta maaf , tapi sungguh aku tidak menyesal akan hal itu " ujar Varrel tanpa ada kebohongan disana , Vania melihat ke arah Varrel, jika benar apa yang dikatakan varrel Vania akan sangat senang . tapi juga sedih mengingat mereka adalah sahabat .
" Maksud mu ?" Vania sungguh heran dengan pernyataan Varrel .. ia Meminta maaf tapi ia tidak menyesal?
" Tidak ada maksud .. Sudah lah lupakan saja ! Ayo kita kembali ke Resort untuk makan siang .. Takut mereka sudah menunggu dan melihat mu seperti ini " ajak varrel sambil berdiri dari duduk nya
Deg
" Lupakan ? Semudah itu ? Mana mungkin aku bisa melupakan nya , Apa segitu tidak pantas nya diri ku untuk mu ?"Batin Vania , Sungguh Vania sedih dengan ucapan varrel yang menyuruh nya melupakan ciuman pertama nya.
Vania berdiri dan berjalan dengan tatapan sendu mendahului Varrel yang masih berdiri terpaku karena Vania melewati diri nya begitu saja .
Tapi setelah itu Varrel langsung berjalan menyusul Vania .
Varrel memanggil nya tapi Vania tak menghiraukan diri nya ,
Sesampai nya di Resort , belum tampak Teman teman nya itu berarti mereka masih di dalam kamar .. Vania bergegas masuk ke kamar tapi tak di lihat nya Roza disana .. Tapi tak lama pintu kamar mandi terbuka tampak Roza baru selesai membersihkan diri .
" Loh Van ? dari mana ?" tanya Roza yang sedikit terkejut melihat Vania , kafe sebelum nya ia tak mendapati Vania saat bangun tidur tadi .
" Jalan jalan sebentar tadi " jawab nya dan di angguki oleh Roza .
" Ya udah , mandi gih !"
" Oke " Vania berjalan ke kamar mandi membersihkan diri sebelum makan siang.
Varrel yang juga baru sampai pun langsung membersihkan diri nya . Ia masih bingung dengan sikap Vania. Di kamar itu hanya ada varrel karena Ezhel dan Aiden berada dalam satu kamar . dan dia memilih untuk sendiri .
"Apa aku salah bicara ?" gumam nya yang tidak peka terhadap apa yang ia ucap kan telah menyakiti Vania .
Sesuai rencana mereka Tadi , Setelah makan siang mereka bersenang-senang di pantai ,tapi tampak ada yang berbeda antara Varrel dan Vania , tetapi teman teman mereka tak ada yang menyadari hal itu ... kali ini Vania memakai kaca mata bulat nya .
Vania dan Roza membuat istana Pasir , sedangkan para lelaki karena lelah Menaiki Jetski memilih beristirahat di kursi pantai .. pantai tersebut cukup ramai oleh para pengunjung ,karena memang tempat itu sangat lah indah .
" Van !!" Panggil Roza
" Hm " saat Vania melihat ke arah nya ,Roza sengaja memercikan air pantai pada Vania tepat di wajah nya .
Wanita yang masih terkejut pun hanya terbengong ,setelah ia sadar Vania langsung membalas Roza .
Alhasil di sini lah Meraka ,Vania dan Roza berlarian kesana kemari saling mengejar dan membalas perlakuan masing masing .
Mereka tertawa lepas tanpa beban . Vania sesaat melupakan kejadian tadi bersama dengan varrel.
Ketiga pria itu hanya melihat kelakuan dua gadis sahabat mereka turut senang karena mereka tampak sangat bahagia .
" Vania sangat manis jika sudah seperti itu , Kalau saja dia melepas kaca mata nya pasti dia akan lebih cantik dari gadis gadis yang ada di kampus , pasti dia akan menjadi pusat perhatian para pria disana ,kecantikan nya sungguh alami" Ezhel yang tiba tiba berucap memancing respon Varrel
" Bener banget tuh , Gue jadi penasaran bagaimana Vania jika di poles, pasti kecantikan nya bertambah berkali kali lipat . " Kali ini Aiden yang menjawab perkataan Ezhel
" Jangan banyak berkhayal " Ketus Varrel kemudian ,ntah kenapa membayangkan apa yang di ucap Ezhel dan Aiden dia menjadi tidak terima jika Vania menjadi pusat perhatian dan di pandang pria lain . bahkan mendengar mereka memuji Vania saja dada nya terasa panas .
Karena waktu sudah Sore mereka memutuskan untuk pulang . karena besok mereka harus kuliah kembali ,memulai rutinitas seperti biasa nya . kali ini Vania memilih ikut rombongan Ezhel . Dan Aiden Ikut dengan varrel .tidak ada yang menanyakan hal itu ntah lah . mereka baru menyadari ada kejanggalan pada kedua sahabat mereka .
**Bersambung
Maaf ya jarang up . author akhir akhir ini gak punya ide buat nulis . jadi ya di maklumi aja ..
Maksih yang udah dukung selalu .. jangan lupa like comment n vote nya .
Happy reading** .