
Sedari pemakaman, Fira dan Calvin pergi ke rumah sakit menggunakan mobil masing-masing. Lumayan jauh dan memakan waktu kurang lebih hampir satu jam dari pemakaman itu .
sesampainya dirumah sakit Fira dan Calvin berjalan bersama memasuki rumah sakit Keluarga Admaja.
Fira berhenti sejenak di depan pintu ruangan Vania dan menoleh ke arah Calvin yang berdiri dibelakang nya . tangan Fira memegang bunga dan Calvin membawa Parcel buah yang sempat mereka beli saat di jalan tadi.
" Kenapa ?" tanya Calvin
" Apa kakak tidak apa-apa?" tanya Fira , ia merasa sangat jahat pada pemuda itu .ntah lah rasa bersalah itu masih saja bersarang di hati nya dan menjadi luka yang mungkin akan membekas seumur hidupnya, Melihat Calvin yang tak marah dan malah menerima semuanya dengan lapang dada semakin membuat rasa bersalah itu memuncak dihari Fira . Bersalah karena pengorbanan sahabatnya, merasa bersalah karena membuat Calvin harus kehilangan adiknya sekaligus kedua orang tua pemuda itu.
" Tentu , Ayo " Calvin Tersenyum dan mengusap rambut Fira .Fira mengangguk dan membuka ruangan Vania .
" Fira .." Vania Tersenyum melihat kedatangan Fira , Di sana hanya ada varrel membuat Fira mengerutkan keningnya bingung, pasalnya tadi Jen bilang akan kesini bersama derren ,begitu juga dengan orang tua Keanu . tapi kenapa hanya ada Varrel disana ? begitulah pikirnya
" Kak.." Fira berjalan menghampiri Varrel dan Vania yang sepertinya tadi sedang mengobrol .Fira meletakkan bunga yang ia pegang di nakas sebelah tempat tidur Vania .
" Bagaimana keadaan mu hari ini ?" tanya Fira dengan lembut sambil menggenggam tangan Vania .
" aku sudah baik-baik saja , Jangan khawatir " Vania Tersenyum membalas pertanyaan sang adik
Calvin sejak tadi masih berdiri mematung di depan pintu , pasalnya dia enggan untuk masuk , Hatinya terasa sesak melihat Gadis yang menerima donor dari adik semata wayangnya itu, Matanya tampak berkaca-kaca tapi ia tak mampu untuk mengeluarkan nya .perasaan nya campur aduk saat ini , satu kata yang mampu menggambarkan perasaan Calvin .Kacau !!
" Oh ya , kak kenalin ..." Fira menoleh ke arah Calvin yang ia kira berada di dekatnya,tapi ternyata Calvin masih berdiri didepan pintu.
" Kak Evin sini " Ujar Fira seolah tak terjadi apapun di antara mereka .
Calvin tersentak mendengar seruan Fira , tapi tunggu !! Apa dia tidak salah dengar ? tadi Fira memanggilnya apa ? Evin ? Tak mau berpikir Bangka Calvin mengangguk dan mencoba menetralkan hati dan pikirannya saat ini . ia berjalan mendekati Fira , Varrel dan Vania dengan wajah yang sulit di artikan . Fira menerima Parcel yang Calvin sodorkan dan ia letakkan di atas Nakas sebelah bunga tadi .
" Kak, Bang kenalin .. ini kak Calvin " Ujar Fira sambil tersenyum manis
" Kak Evin , Ini Kak Vania dan Bang Varrel "
" Calvin " Calvin mengulurkan tangannya pada Varrel dan juga Vania , tak ada senyum di wajah tampan pemuda itu . bukan juga wajah datar tapi wajah sendu yang ia tampilkan .
" Varrel " varrel menyambut uluran tangan Calvin dengan ramah ,tapi tak mengurangi kewibawaan yang ia miliki
" Vania " ntah hanya perasaan nya saja atau memang benar , tapi Vania merasa tatapan Calvin begitu menyedihkan menurutnya.
" Dek, Abang gak pernah tau kamu dekat dengan tuan Calvin "tanya Varrel , pasalnya ini memang kali pertama mereka bertemu dan dia memang tak pernah tau jika fira dekat dengan Calvin , jika tak dekat tak mungkin Fira membawa nya kesini dan memperkenalkan nya pada mereka .
" Ya iya lah Abang gak tau , Abang kan selama ini sibuk jadi gak pernah tau lagi tentang aku " saut fira dengan entengnya
" CK , Bukannya kamu yang gak pernah cerita sama Abang " balas varrel tak mau kalah
" Hei .. bukan aku tak mau !! tapi Abang yang gak punya waktu " Fira juga tak mau kalah begitu saja oleh Abang nya itu.
" Jika kau bilang Abang pasti akan punya waktu, tapi kau kan tidak pernah bilang" Saut Varrel lagi ,Vania dan Calvin sejak tadi hanya memperhatikan mereka yang tengah berdebat tidak penting dan tak berfaedah , Vania menggelengkan kepala nya melihat tingkah Varrel dan Fira ,tak ada rasa cemburu sedikit pun pada mereka , Ia malah bahagia melihat kedekatan mereka yang seperti saudara kandung .
Melihat Fira dan Varrel ,Calvin teringat akan Sasha .. Dia Dulu begitu menyayangi Sasha ,tapi rasa sayang itu ia tunjukan dengan ke posesifan dan juga selalu memanjakan gadis itu , apapun yang adiknya minta pasti ia akan menuruti nya . Dulu memang mereka suka bercanda dan juga menghabiskan waktu bersama, tapi semenjak Calvin sibuk di kantor ia jarang punya waktu untuk Sasha apa lagi semenjak dia mengenal Zoya ,ia semakin jauh dengan adiknya itu, hingga Sasha merasa kesepian dan merasa kehilangan nya . Menyesal ?? tentu saja terlambat untuk menyesal .
Calvin berjanji akan menjaga Fira seperti ia menjaga Sasha , tapi tentu saja ia tak akan memperlakukan Fira Seperti sasha, Dia tak akan membuat Fira tertekan dengan ke posesifan nya sebagai kakak seperti Sasha .senyum tipis terukir di bibir Calvin melihat keakraban Fira dengan Varrel , Ia beranggapan Varrel kakak laki-laki Fira karena memang Fira belum menjelaskan tadi .
" Sudah stop !!" Seru Vania yang sejak tadi diam memperhatikan tingkah kekanakan Fira dan Varrel . Dia senang akan kedekatan mereka tapi jika tak di hentikan pasti tak akan habisnya perdebatan yang tak penting itu .
" Bisakah kalian tak berdebat lagi ? Aku sungguh pusing mendengar nya !! " Eluh Vania sambil memijit pelipisnya
" CK , entah sejak kapan dia mempunyai sifat manja dan imut seperti ini" ucap Vania dalam hati yang merasa geli dengan tingkah kekasihnya itu.
" tidak !! ini Abang yang mulai " Banyak Fira tak mau kalah .
" Astaga!! tidak kah kalian malu ? lihat lah bahkan kalian mengabaikan tuan Calvin " Vania menggelengkan kepalanya tak mengerti ,bahkan mereka masih ingin melanjutkan perdebatan mereka .
" Ta...." belum sempat Fira melanjutkan ucapannya , pintu ruangan itu terbuka, tampak Derren dan Jen yang datang kesana . tapi tak lama Tampak Serena dan mamanya juga masuk keruang rawat Vania .
" Ayah .. bunda " Fira dan Varrel mencium tangan mereka begitu juga dengan Vania . mereka juga menyambut mama Keanu dan juga Serena . pandangan Calvin sejak tadi malah terfokus pada Serena , gadis blasteran yang tampak cantik padahal hanya menggunakan pakaian casual saat itu.
Lamunan Calvin terhenti saat Fira menyadarkan nya , ntah sejak kapan gadis itu kini sudah berdiri tepat disampingnya.
" Dia cantik bukan ?" bisik Fira menggoda Calvin .
Ucapan Fira sukses membuat Calvin menoleh ke arah nya dan menatap tajam pada gadis itu , sedangkan yang di tatap hanya menampilkan wajah tanpa dosa dan Tersenyum tak merasa berkata apapun .
" Calvin , Kau disini ?" Derren yang mengenali Calvin saat itu pun sedikit terkejut , otak jenius nya langsung berputar mengingat nama Calvin yang sempat Jennie sebutkan saat Fira hendak pergi ke London menjemput pemuda itu.
" Kenapa dunia ini begitu sempit " pikir derren , Pasalnya ia mengerti dan sangat tau
tentang hubungan Calvin dan Zoya . Karena dulu saat ada masalah dengan Zoya pertama kali Derren sudah mencari tahu semua tentang Zoya , Calvin dulu adalah adik kelasnya saat SMA dan mereka cukup dekat , tapi setelah Derren Kuliah di luar negeri bersama Raka dan Willi mereka tak pernah berkomunikasi lagi , Dan mereka bertemu kembali saat Mereka menjalin kerjasama antara perusahaan keluarga Haris yang saat itu di kelola oleh Calvin .
Dari situ mereka sering bertemu dan bertukar cerita , Derren yang sudah menikah dengan Jen dan baru bersatu karena Jen yang pergi dari rumah karena masalah orang ketiga dalam hubungan mereka,begitu juga hubungan Calvin dengan seorang wanita yang tak lain adalah Zoya , Tapi Calvin saat itu tak menyebut kan nama Zoya pada derren , dia hanya memberi tahu masalah hubungan nya yang tak direstui oleh kedua orang tuanya . Sampai pada saat Zoya mencari masalah dan derren mencari tahu semuanya , Ingin derren memberi tahu Calvin saat itu sebagai teman ,tapi ? ia mendengar jika Calvin saat itu sudah pergi dari rumah demi wanita itu . Rasanya akan sia-sia jika derren memberi tahunya saat itu. karena Calvin sedang dibutakan oleh cinta nya pada Zoya .
Yang derren pikirkan saat ini adalah , bagaimana jika Calvin mengetahui jika Varrel adalah adik dari Zoya , Tapi ia sangat mengenal Calvin , ia tak akan mungkin membalas pada orang yang tak bersalah .
Calvin menoleh kearah Derren setelah memberi tatapan tajam pada Fira ,ia baru menyadari jika itu derren sahabatnya , seseorang yang sudah ia anggap sebagai saudara laki-laki .ia bahkan tak menyadari Fira dan Varrel memanggil nya Ayah tadi karena terlalu fokus pada Serena .
" Ren ... " Calvin menghampiri derren dan memeluknya Sebagai teman ia merindukan derren , Dari derren juga ia banyak belajar tentang bisnis . Dia tak menyangka akan bertemu dengan Derren di sana , mungkin ini memang sudah takdir yang digariskan dalam jalan hidupnya .
.
.
..
**Bersambung
Yang kangen derren ntar aku Up visualnya .
Calvin
Serena
Jangan lupa like comment n vote nya ya
Happy Reading**