
Setelah membersihkan diri Fira turun ke bawah menemui keluarganya yang sedang menunggu untuk makan malam . Dia duduk dalam diam di kursi nya yang bersebelahan dengan Jihan , Fira tak berani melihat ke arah derren ia tak ingin melihat tatapan dingin pria yang sudah ia anggap ayah nya itu . Fira menyadari jika ia salah telah kebut-kebutan tadi , ia bahkan melupakan jika dimana pun dia berada disana ada mata Jen dan derren .
" Huh !!" Fira menghela nafasnya pelan , Setelah makan malam Fira mendekati ayah dan bundanya yang sedang duduk di ruang keluarga bersama Varo Jihan juga Varrel . Fira baru saja selesai membantu bibi membereskan piring piring kotor di dapur ,kini ia sudah berdiri di hadapan Jen dan derren .
" Ayah bunda maaf !!" Ujar Fira memasang wajah seimut mungkin sambil tangannya memegang kedua telinganya . Ia juga menyesal atas apa yang ia lakukan.
Derren menaikan sebelah alis nya melihat wajah Fira yang imut sedang meminta maaf . Sedangkan Jen hanya diam tak berbicara .
" Kau tau apa kesalahan mu ?" derren berkata dengan suara yang tegas , Fira menganggukan kepala nya mengerti akan kesalahannya .
" Apa kau akan mengulangi nya lagi ?" dengan cepat Fira menggelengkan kepalanya
" Promise?"
" Yes , I promise" jawab Fira cepat
Varrel dan Varo juga Jihan sejak tadi hanya melihat tanpa mengerti apa sebenarnya kesalahan Fira .
" Duduk lah , ayah tak ingin marah pada mu , hanya kau tetap akan mendapatkan hukuman mu ,karena telah naik motor tanpa aturan " sukses !!! jawaban derren membuat Varrel terkejut . Fira ?? naik motor tak aturan sungguh tak bisa di percaya .
" Baik ayah ,aku akan menerima hukuman yang ayah dan bunda berikan " jawab Fira
" Baik , Biar bunda kasih tau apa hukuman mu !" ujar Jen
" Pertama .. Kau tidak akan bunda atau ayah ijinkan pergi kemanapun kecuali ke kampus itu pun harus ada yang mengantar sampai waktu yang bunda sendiri tidak tau , Kedua Kau harus bisa mendapatkan nilai terbaik di ujian semester nanti , dan yang ke tiga .... nanti bunda kasih tau setelah ujian semester mu berakhir " ujar Jen dengan santai .Fira hanya mengangguk lesu sebagai jawabannya . kalau hanya di antar jemput supir dan tidak pergi kemanapun Fira tidak masalah . tapi ??? mendapat nilai terbaik saat ujian semester nanti Fira tidak yakin akan hal itu . bukan nya dia pesimis tapi kan mahasiswa seangkatan nya cukup banyak , dia memang anak yang cerdas tapi kan masih ada yang lebih cerdas dari nya . contohnya anak yang mendapat nilai tertinggi saat ujian masuk universitas ,dan dia hanya mendapatkan urutan ke dua ..tapi dia akan tetap berusaha .
Fira duduk di sebelah Varrel yang sejak tadi menatap nya dengan tatapan tak percaya dengan kelakuan adiknya itu. Fira masih memikirkan bagaimana caranya mendapat nilai terbaik nanti . seketika mata nya melihat kearah Varrel dan muncul ide di benaknya untuk meminta varrel mengajari nya . Fira menampilkan senyum manis nya dengan maksud tertentu pada Varrel
" Apa ???" tanya Varrel heran ,tapi dia tau tatapan Fira itu
" tapi tunggu !! Abang kan kuliahnya jurusan bisnis sama desain ya kaki gue minta ajarin ilmu kedokteran sama dia . gak nyambung dong " seketika senyumannya hilang dan dia langsung cemberut tak menatap Varrel lagi .Jen dan derren yang tau maksud Fira hanya terkekeh melihat nya .
" Gak jadi " jawab Fira ketus
" Apaan sih , Kamu pasti bermaksud minta ajarin Abang ya ??" goda Varrel
" Gak !! siapa bilang !!" jawab Fira
" Kamu gak usah bilang juga Abang tau !!" saut Varrel ,"bahkan ayah dan bunda pun tau " lanjutnya
" Hii PD ,lagian ni ya Abang kan kuliahnya bertolak belakang sama Fira gak mungkin lah aku minta ajarin sama Abang , yang ada nilai aku nanti jadi 0 besar semua " ujar Fira tanpa sadar perkataannya membenarkan bahwa dia memang berniat meminta bantuan Varrel
" tu kan , Kalau Abang bisa pasti kamu udah minta ajarin kan sama Abang " ledek Varrel
" Gak tau ah , Abang ngeselin, aku mau tidur aja " saut nya " Selamat malam ayah bunda , adek-adek kakak yang comel " sambung Fira beranjak dari tempatnya tanpa mengucapkan selamat malam pada Varrel
" Hei nona ! kau melupakan ku " seru varrel pada Fira yang hendak menaiki anak tangga
" Bodo'amat !!wlee" ejek nya lalu ia berlari ke kamar nya .
**
Ke esokan harinya Varrel sudah bersiap hendak ke kantor Ayah nya , Jen juga hari ini akan sibuk di kantor nya , derren sudah berangkat lebih dulu hendak menemui investor asing yang akan menyalurkan dana ke perusahaan nya . Perusahaan Jen mampu saja menjadi investor di perusahaan derren ,tapi mereka tak mau melakukan itu, karena selain perusahaan mereka bergerak di bidang yang berbeda ini juga salah satu taktik Untuk mengelabui musuh nya . Mereka akan berfikir jika derren sedang kalang kabut mencari investor dan membuat mereka merasa menang ,tapi nyatanya mereka salah besar , Derren tak se miskin itu
" Adek !! bunda dan ayah mana ?" tanya Fira pada jihan yang baru turun setelah bersiap ke kampus
" Ayah udah berangkat dari tadi kak , Bunda juga udah berangkat sama Abang Varo " jawab gadis kecil itu dan di angguki oleh Fira .ia mengambil sandwich dan memakannya bersama Jihan , tak lama Varrel datang sudah mengenakan pakaian kantor nya ,ia tampak menawan berpenampilan seperti itu . ketampanan nya bertambah berkali lipat membuat wanita berteriak histeris jika melihat nya .
" Ra berangkat sama Abang !!" ujar Varrel
" Gak ah kan ada Riko " jawab Fira
" Riko sedang pergi bersama ayah Ra tadi bunda pesan untuk mengantar mu lebih dulu " ujar Varrel sambil memasukan sandwich kedalam mulutnya.
" Baiklah" jawab Fira terpaksa .bukan apa-apa dia hanya tidak ingin menjadi di pusat perhatian jika diantar oleh abangnya itu pasti para wanita di kampus akan berteriak histeris apalagi jika melihat penampilan abangnya yang mengagumkan saat ini.
Fira menghela nafasnya pasrah , ia mengambil tas nya tak lupa ia mencium pipi Jihan sebelum pergi begitu juga dengan Varrel . Jihan tidak merengek ikut karena dia akan bermain dengan Dira nanti .
" Bang .. berhenti di halte depan deh " ujar Fira pada Varrel
" kenapa ? kan masih lumayan jauh Ra kalau ke kampus kamu " jawabnya
" Ya ellah bang , cuma 50 meter doang jalan kaki juga nyampe" saut Fira
" Gak!! Abang tetap anterin kamu sampai kampus " kekeh Varrel
" Bang . please!!! aku gak mau jadi pusat perhatian apalagi jadi bahan ngegibah cewek-cewek kampus kalau Abang nongol disana , aku mohon !! oke " Fira menangkup kan kedua tangannya memohon pada varrel agar menurunkan nya di halte dekat kampus .
"huh !! baiklah " tak lama mobil Varrel berhenti di halte itu .
" Makasih ya bang " Fira meraih tangan Varrel dan mencium punggung tangan abangnya setelah berpamitan Fira keluar dari mobil itu .
" Dah Abang !! hati-hati dijalan " ujar Fira sedikit membungkuk melihat Varrel dari kaca mobil yang sudah di turunkan
Varrel membalasnya dengan senyuman dan mengangguk mengiyakan perkataan Fira .
Fira berjalan menuju kampusnya , Varrel belum menjalankan mobilnya, Karena ia menunggu Fira sampai di kampus dengan selamat.
Varrel melajukan mobilnya Setelah Fira memasuki gerbang kampus , 20 menit dia mengendarai mobil akhirnya sampai lah dia di perusahaan Admaja Grup . Derren telah menyiapkan seseorang untuk menjadi asisten varrel . Varrel berjalan memasuki gedung yang menjulang tinggi itu . di lobi kantor Arga asisten yang di siapkan Derren telah menunggu nya sejak tadi .
" Mari tuan muda " mereka berdua berjalan memasuki lift khusus Presdir , banyak karyawan yang berbisik bisik membicarakan varrel , apalagi para wanita yang mengagumi ketampanan nya itu setelah derren presdir mereka tentunya .sebagian dari mereka apa lagi karyawan yang sudah lama bekerja disana , mereka sudah mengetahui siapa Varrel .
Arga membukakan pintu ruangan Varrel yang bersebelahan dengan ruangan derren .
" Silahkan tuan muda ! ini ruangan anda . dan ini berkas yang harus anda pelajari " ujar Arga sambil menyodorkan berkas yang ia bawa pada Varrel .
" Sebentar lagi tuan Muda derren akan tiba , nanti beliau yang akan memberi tahu masalah nya " lanjutnya lagi
" Baiklah terima kasih " jawab Varrel
" Baik , permisi tuan ! jika anda membutuhkan bantuan saya ada di ruangan yang ada di depan ruangan ini " Varrel menganggukan kepala nya mengerti . Setelah Arga keluar varrel duduk di kursinya , ia mulai membuka lembar demi lembar berkas tebal itu , Berkas yang mana data keuangan perusahaan yang anjlok dalam sekejap.
Varrel mengerutkan keningnya melihat itu .
" Berani-beraninya orang itu , siapa dia ? " gumam varrel turut kesal dengan masalah ini . setengah jam berlalu derren telah tiba di perusahaan setelah menemui investor asing .
" Apa Tuan muda Varrel sudah datang ?" tanya derren pada Arga
" sudah tuan !!" jawab Arga langsung berdiri membungkuk hormat pada Derren.
" baiklah * derren masuk keruangan Varrel untuk membahas apa yang akan mereka lakukan .
" Yah!! " Varrel beranjak mendatangi ayah nya yang sudah duduk dengan santai nya di sofa ruangan tersebut .
" kau sudah melihat nya ?" tanya Derren
" Sudah , apa ayah sudah tau siapa pelaku nya " tanya Varrel
" Sudah, kau tau kenapa ayah ingin kau yang menyelesaikan masalah ini ?" tanya derren
Varrel menggelengkan kepalanya tak mengerti , kafe bukan hal yang sulit untuk seorang derren menuntaskan masalah seperti ini , apalagi orang ini benar-benar sudah berbuat hal yang di luar batas .
Derren menarik nafas dalam-dalam sebelum mengatakan yang sebenarnya pada varrel.
" Ayah bisa saja menuntaskan masalah ini dengan mudah , tapi ayah atau bunda tidak ingin Setelah itu kau membenci kami karena dalang di balik ini semua adalah ..... Ayah kandung mu " Jelas derren sambil menatap wajah Varrel . ia ingin melihat bagaimana reaksi Varrel saat ini
Sungguh Varrel terkejut dengan hal ini , sekian tahun ?? Dia pergi dari rumah bersama Jen , karena perlakuan Ayah kandungnya , Kini orang itu muncul kembali di kehidupan nya dan malah membuat masalah pada orang yang sudah merawatnya .
Varrel tidak meragukan perkataan derren , Derren berbicara seperti itu pasti sudah mencari tahu nya .
" Bisa ayah cerita kan masalah sebenarnya ?" tanya Varrel kemudian , ia geram dan marah dengan ulah ayah kandungnya.bagaimapun Varrel sudah tidak ingin berurusan dengan masa lalu nya .tapi sekarang ?? Apa yang terjadi mau tidak mau dia kembali berurusan dengan masa lalunya.
Varrel kembali teringat , Di umurnya yang masih belia sampai yang seharusnya dia sekolah di taman kanak-kanak , tapi tidak dengan nya .. Dia selalu mendapat perlakuan buruk dari ayahnya , karena kematian ibu nya setelah melahirkan dirinya , ayah nya selalu melampiaskan kesalahan itu padanya . tapi kesalahan apa ?? dia bahkan tak mengerti apapun , jika dia boleh meminta dia tak ingin dilahirkan jika membuat ibu ya meninggal .
Ayah nya tak peduli akan pendidikan nya , dia di paksa mengerjakan pekerjaan ini dan itu di usia yang masih belia .sedangkan kakak perempuan nya yang tak peduli sama sekali terhadapnya pun tak ambil pusing jika ayah nya memukuli dirinya saat melakukan kesalahan kecil sekali pun .sampai akhirnya ia bertemu Jen yang saat itu baru pulang sekolah dan mengetahui masalah nya . sampai pada akhirnya ia memilih ikut bersama Jen pergi meninggalkan masa lalu yang kelam .
Dan hal itu yang membuatnya menjadi anak yang dingin dan pendiam . Bayangan bayangan masa lalu berputar seperti film di benaknya .
" Baiklah , ayah akan menceritakan semua nya .. Dulu pernah ayah mendatangi acara rekan bisnis di luar kota , disana Aku bertemu dengan Ayah dan juga kakak mu , pada saat itu ayah tidak mengetahui sama sekali siapa mereka yang ayah tau mereka rekan bisnis saja , Di sana ada kejadian yang membuat Zoya menjebak ku dengan mengirim foto-foto yang terlihat lumayan intim pada bunda . padahal tidak seperti itu ,foto itu mungkin di ambil dari tempat yang tepat . bundamu tentu tidak percaya begitu saja , jadi dia mencari tau kebenarannya . disana juga dia menemukan fakta bahwa mereka keluarga mu , jadi bunda hanya memberi pelajaran dengan menurunkan saham perusahaan mereka sedikit demi sedikit , tidak sampai bangkrut karena mengingat mereka keluarga mu "
" Hingga sekarang mereka bisa bangkit kembali dan ingin balas dendam dengan mengutus orang ke dalam perusahaan ini dan menggelapkan dana perusahaan yang sangat fantastis" jelas derren
" Jadi kali ini kami tidak ingin bertindak semua keputusan ada di tanganmu , jika kau ingin Kami diam dan tak membalas maka kami akan melakukan nya , tidak masalah perusahaan ini masih bisa mencari investor dari negara lain , Kami tidak ingin kau membenci kami karena menghancurkan keluarga mu " tutur derren . ia sengaja menempatkan Varrel di posisi yang sulit saat ini . karena derren ingin Varrel sendiri yang memutuskan untuk membalas mereka dengan tangannya sendiri.
" Tidak ayah !! mereka harus menuai apa yang mereka tanam tidak peduli siapapun itu aku akan menghancurkan nya dengan tanganku sendiri" Tepat !!! perkataan Varrel sangat tepat dengan apa yang ingin derren dengar .
Varrel berkata dengan tegas , matanya memancarkan kebencian yang sangat dalam . dia anak yang sedari kecil tak pernah mendapat secuil kasih sayang dari ayah kandungnya apa lagi wanita yang di sebut kakak ,kami ini dia akan membalas setiap perbuatan mereka pada dirinya dan juga Ayah bunda nya . ..
" Kau yakin ??" tanya derren memastikan
" bahkan aku lebih dari yakin " jawab nya dengan tegas . mendengar biru derren menyeringai dengan wajah Devils nya .
***
Bersambung
Gaya nya sok pusing mikirin perusahaan , padahal emang udah rencananya bikin varrel ambil keputusan sendiri.dasar Daddy
Bang Varrel kasian di jebak Daddy
Jangan lupa like comment n vote nya
Follow akun ig author ya ,kita bisa sharing disana .
@Noveliaprasojo
Happy reading gays.