MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Episode 70


Ceklek


Pintu ruangan IGD terbuka Seorang dokter wanita yang masih muda nan cantik dan di ikuti 2 orang suster keluar dari ruangan itu , Melihat itu Jen langsung menghampiri dokter itu dan bertanya kepada nya tentang kondisi Disha .


" Dok apa dia baik baik aja, bagaimana keadaan nya ?" tanya Jen khawatir Ken yang berada di belakang nya hanya diam memperhatikan .


" Anda keluarga nya ?" tanya dokter Via yang menangani Disha


" Iya , saya kakak nya " jawab Jen dan di angguki oleh dokter via


" Mari ikut ke ruangan saya" dokter via berjalan ke ruangannya diikuti oleh Jen . sedangkan Ken menunggu diluar .


sebelum menjelaskan pada jen dokter via menghela nafasnya.


" Nona seperti nya adik anda mengalami kekerasan seksual "


" Apa???? Bagaimana mungkin ?? " ucap Jen menutup mulutnya tak percaya


" Benar nona , Kalau anda tidak yakin kita bisa melakukan visum " mendengar itu Jen menolak nya karena dia akan bertanya lebih dulu apa yang sebenarnya terjadi pada Disha .


" tidak dok!! dia sudah menikah saya akan tanyakan terlebih dahulu Apa yang terjadi padanya" jawab Jen dan di angguki oleh dokter via.


" Baiklah , saya sudah memberinya obat penurun demam sebentar lagi mungkin dia akan sadar , dan perlu di rawat inap 2 hari karena kondisi nya saat ini masih lemah " jelas dokter Via


" Baiklah Terima kasih , bisa kah saya melihat nya dan tolong pindah kan adik saya ke ruang VIP saya akan mengurus administrasi nya " ujar Jen


menjabat tangan dokter via dan keluar dari ruangan itu .


" Kak apa kak Disha baik baik saja " tanya Ken setelah Jen keluar dari ruangan dokter via


" Iya , dia hanya kelelahan , sebaiknya Kamu pulang dan beristirahat ,pulang lah ke rumah Daddy biar ada yang menjaga mu ,jika apartement kau akan sendiri , kau kan sedang kurang sehat " ujar Jen


" baik lah kak , jika ada apa-apa tolong hubungi aku, Aku pergi dulu!" Ken berjalan keluar rumah sakit, setelah Ken tak terlihat lagi dia segera mengurus administrasi dan melihat disha keruang VIP karena Disha sudah di pindahkan kesana.


ceklek


Jen masuk dan duduk di samping Disha di belai nya rambut Disha di sisipkan anak rambut yang menutupi wajah nya .


" apa kau tidak bahagia menikah dengan nya ? jika benar dia yang melakukan ini semua pada mu aku sendiri yang akan memberi nya pelajaran dengan tangan ku sendiri , Jika dia sahabat ku kau adalah adik ku " gumam Jen tapi nada nya terdengar tegas dan kesal .


Tak berapa lama Disha tersadar . ia mengedarkan pandangannya menatap langit langit ruangan yang asing bagi nya , ia mencium bau obat obatan lalu menoleh ke arah Jen yang sedang memperhatikan nya sejak tadi .


" Kau sudah sadar ?? Apa yang kau rasakan sekarang ? " Disha hanya menggeleng kan kepala nya mencoba tidak menangis di hadapan Jen


" Apa Gabriel yang melakukan nya pada mu hingga Seperti ini ?" kini pertanyaan itu lolos dari mulut Jen " Jawab lah jangan takut , aku sudah mengetahui semua nya " kini Disha tidak bisa membendung air matanya lagi Jen yang melihat itu bangun dan menenangkan Disha dengan memeluk nya dari samping mengelus lengan Disha dengan lembut .


" Jika kau belum siap , aku tidak akan memaksa mu menceritakan nya" ujar Jen menatap dalam ke mata Disha . Disha yang melihat kedamaian di mata Jen perlahan berhenti menangis dan mulai menceritakan sejak awal pernikahan nya dan terakhir tentang kejadian kemarin dari ia pamit ke luar kota dan bertemu sahabat nya di cafe hingga pulang ke rumah Gabriel memperlakukan seperti seorang ja****.


" Kak , Aku akan menerima nya jika dia meminta nya dengan baik baik , karena memang itu kewajibanku sebagai rapi istri ,tapi malam itu dia memperlakukanku seperti binatang harga diriku seperti tercabik-cabik, rasanya jiwa dan ragaku sudah hancur berkeping-keping" ujar nya menutup cerita nya sambil terisak merasakan yang ia rasa selama ini dari perlakuan papa nya yang tak pernah menganggap nya sekarang suami nya pun tak menganggap nya .


Mendengar cerita Disha Jen mengepalkan tangan nya kuat , tak habis fikir dengan gabriel yang sangat lembut jika bersama dan sahabat sahabat nya tapi begini kah dia memperlakukan istri nya .


" Sha , Dengarkan aku setelah keluar dari sini ,ikut lah dengan ku dan jangan kembali ke rumah nya , Aku akan memberi dia pelajaran dengan tangan ku sendiri , Biar dia menyesal dan mencari mu sendiri , saat dia menemukan mu dengan usaha nya sendiri itu arti nya dia telah menyesal karena perbuatan nya dan mencintai mu karena merasa kehilangan mu " jelas Jen menggenggam tangan Disha


" Tapi kenapa kakak membantu ku ,bukan kah dia sahabat kakak " tanya disha


" Sha ,benar dia memang sahabat ku tapi kau sudah seperti adik bagi ku ,jika dia menyakitimu. itu artinya dia juga menyakiti ku , Aku juga tidak tau kenapa dia bisa bersikap seperti itu ,tapi jika di simpulkan dari cerita mu tadi seperti nya dia cemburu mengetahui kau bertemu pria lain , Tapi ntah lah hanya dia dan author yang tau , aku juga sebel sha sama tu author gak ada seneng seneng nya bikin cerita ,orang mah di buat patah hati semua " omel Jen gak jelas


" Biarin aja lah kak nanti juga ada saat nya untuk kita semua bahagia walau gak tau di part berapa , tapi makasih ya kak, kakak udah mau bantuin aku , Jujur untuk saat ini memang aku belum ingin bertemu dengan nya , mungkin aku membenci nya jika mengingat perlakuan nya padaku "


" Jangan sedih oke . kau tau aku bahkan udah melewati masa masa sulit itu , dan sekarang aku yakin kau pasti bisa . !!! Em aku tinggal dulu gak apa apa ya , nanti aku suruh orang untuk jagain kamu disini , besok aku kesini lagi "


" Iya kak ,sekali lagi terima kasih "


" tidak ada kata Terima kasih untuk keluarga " Jen Mengelus rambut Disha lalu berjalan keluar ruang rawat Disha . setelah pintu ditutup pandangan Jen jadi gelap dan tajam seakan jika tatapan mata nya bisa membunuh orang mungkin orang itu akan mati seketika.


Jen Merogoh tas nya mengambil ponsel nya Menghubungi seseorang untuk menjaga Disha .


Lalu ia berjalan dengan anggun dan tegas menyusuri lorong rumah sakit .walau dia hanya menggunakan pakaian rumahan tadi karena memang dari tadi dia kan gak niat kemana mana bahkan dia hanya menggunakan sendal jepit kan sungguh sesuatu Jen itu .


Jen melajukan mobil nya menuju kantor Gabriel dengan pakaian seperti itu tentu nya . Kaos putih press body celana jeans 7/8 rambut nya terikat satu dan sandal jepit rumahan tentu nya.


Sampai nya di kantor Gabriel Jen berjalan dengan tatapan mata yang tajam karena sejak tadi ia sudah menahan gejolak Amarah yang ada pada diri nya, Kali ini sahabat kesayangan nya itu benar-benar keterlaluan , Jen yang sebelumnya memang tidak pernah ke kantor Jen langkah nya sempat terhenti di depan Resepsionis untuk menanyakan ruangan Gabriel .


Dia memperhatikan sekeliling kantor ini sambil menunggu Resepsionis itu menghubungi sekertaris Gabriel jika ia akan menemui nya .


Resepsionis itu memperhatikan Jen dari atas sampai bawah .


" Seperti nya ini nona Jennie model yang dulu sempat terkenal itu , gila sih asli nya cantik banget ,tapi kenapa penampilan nya begini ya ?? Apa mungkin setelah keluar jadi model dia jatuh miskin ? kasian sekali " pikir sang resepsionis melihat penampilan Jen yang menurut nya sangat biasa .


Lalu ia segera menggelengkan kepala nya untuk tidak berfikir yang bukan bukan , dan segera memberi tahu Jen jika ruangan gabriel ada di lantai 30 . Dengan cepat Jen berjalan menuju lift khusus ke lantai itu .


" CK .Gue kok baru nyadar ya kenapa kantor boss selalu saja di atas , jika ada kebakaran yang mati boss nya duluan dong ! Kayak nya gue harus renovasi kantor gue deh bikin ruangan gue dilantai bawah " gumam Jen ,walau ia lagi emosi tapi ntah kenapa dia masih bisa memikirkan hal konyol itu .


Braaaak


Suara pintu terbuka dengan kasar yang tak lain adalah perbuatan Jen , Ia berjalan menghampiri Gabriel dengan geram tanpa mempedulikan sekertaris Gabriel yang menegurnya .


Bug


" Ini untuk Lo yang udah jadi pengecut "


bug


bug


" ini untuk Lo yang udah melecehkan Disha "


Bug


" Ini untuk Lo yang udah menghancurkan harga diri Disha"


Bug


" Dan ini Untuk Lo yang udah Bikin gue Nyesel punya sahabat kayak Lo "


Jen menghajar Gabriel habis habisan ,tanpa perlawanan dari Gabriel karena ia juga kaget dengan Jen yang tiba tiba menghajar nya . Sekertaris Gabriel yang melihat itu menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang di lakukan Jen pada bos nya ia segera menarik Jen dan menyuruh nya keluar karena sudah membuat keributan . tapi itu di Larang keras oleh Gabriel yang malah menyuruh sekertaris nya itu keluar .


" Puas Lo !!apa Lo bodoh hah!!! Lo bener bener ngecewain gue , gue malu punya sahabat br****ek kayak Lo tau gak !! Tega Lo perkosa istri Lo sendiri " teriak Jen pada Gabriel " Kenapa Lo lakuin itu Gabriel Lo pernah mikir gak dengan Lo lakuin kayak gitu bisa aja dia trauma , Apa Lo gak bisa minta baik baik pada nya ?? " kata Jen penuh penekanan sambil menarik kerah kemeja Gabriel dan menghempaskan nya hingga Gabriel mundur beberapa langkah


" Sorry ,gue juga gak tau kenapa gue bisa ngelakuin itu pada nya " jawab Gabriel lirih


" Lo gak harus minta maaf ma gue , Gue juga yakin walau lo minta maaf pada nya dia gak akan maafin Lo karena dia sekarang udah benci ma Lo " seru Jen yang benar benar geram pada sahabat nya itu " Apa Lo gak nyadar kalau Lo itu cinta ma dia tapi kenapa selama ini Lo gak pernah anggap dia ada ?"


" Gak . Gak mungkin aku suka ma dia , kau tau Riel yang aku cintai dari dulu itu nada , ya nada bukan Disha " ujar Gabriel meyakinkan hati nya walau dia juga ragu sekarang


" Cih , Nada ?? gue gak akan biarin Lo deketin nada biar bagaimanapun dia udah gue anggap sebagai adik gue sendiri , sekarang lebih baik Lo pikirin kesalahan Lo pada istri Lo , jangan sampai Lo nyesel nanti ,gue udah kasih tau Lo, kalau Disha belum maafin Lo jangan pernah Lo anggap gue sahabat lagi ,dan jangan pernah temuin gue apapun alasan nya !!!" tegas Jen lalu ia keluar dari ruangan Gabriel dan menutup keras pintu ruangan itu .


Jen memarkir kan mobil nya di sebuah cafe ia berniat mengisi perut nya karena memang ini sudah waktu nya makan siang ,di tambah dia habis menghajar orang dan marah marah benar benar menguras tenaga dan emosi nya .


Kini dia berjalan santai memasuki cafe tersebut dan duduk di pojok seorang diri , ia memainkan ponselnya sambil menunggu pesanan datang .


Tak lama pesanan nya pun datang ,ia memakan nya dengan santai sambil sesekali melihat ponsel nya . tapi kini pandangan nya beralih pada sepasang manusia yang ia kenal .


" Radith ?? Kenapa gak ngabarin kalau lagi disini kapan dia kembali kesini , dan itu seperti nya nada " gumam Jen sambil memperhatikan mereka yang sedang asik mengobrol sambil sesekali tertawa bahagia . " Apa mungkin mereka ada hubungan ya ?? kalau ia bagus sih biar gak ngenes lagi tu si Radith" gumam Jen sambil terkekeh sendiri biar kan saja lah pikir nya dengan begitu juga gabriel gak akan mikirin nada lagi .


***


Di tempat lain Ara sedang berkutat pada pekerjaan nya tapi tiba tiba ponsel nya berbunyi


Ting


" Udah makan siang kah ? " isi pesan Willi


" Sudah , kamu " balas nya


" Ini lagi makan siang , Jangan Terlalu lelah bekerja ,jaga kesehatan mu " isi pesan Willi


" Baik , Kamu juga " balas nya lagi


" Oke , sampai jumpa "


" Hmm "


Begitu lah sehari-hari mereka , Ara yang bahagia mendapat perhatian kecil dari Willi membuat nya semakin menyukai pria itu , tapi ntah kenapa sampai sekarang diantara mereka tidak ada yang mengungkapkan perasaan mereka .


Di sisi lain letha berjalan keluar rumah sakit dengan perasaan bahagia tapi juga sedih mengingat kondisi Ken .letha melajukan mobil nya pulang ke kediaman Admaja .


" sore pa ,ma " sapa nya pada papa dan mama nya yang sedang duduk di taman samping sambil menikmati waktu sore hari


" sore sayang , kau sudah pulang " ujar mama Anita memeluk putri nya itu bergantian dengan sang papa


" Ada apa ini , kamu terlihat sangat bahagia " tanya papa nya


" Iya dong , letha kan memang selalu bahagia , duh ma, pa rasa nya kok kangen ya ma si embul serasa sepi gitu nih rumah gak ada ocehan nya, Sama sih Abang juga tu sepi banget gak ada mereka " ujar letha sambil mengalihkan pembicaraan papa nya agar tak bertanya lebih lanjut .karena ia belum siap memberi tahu mereka walau cepat atau lambat papa nya akan tau sih tapi ya sudah biar saja .


" iya sayang , bagaimana kalau akhir pekan kita kesana , Kata kakak mu Jen juga Varo sudah bisa jalan loh "


" Serius ma , wah pasti lucu banget deh tu si embul . jadi gak sabar " ujar letha kini mereka mengobrol menghabiskan waktu sore hari bersama dengan bahagia .


**Bersambung


Beby Varo makin cakep aja siihh




ya iya lah cakep bibit gue kan unggul Thor



Cih gaya nya sih bapak yang ngandung kan gue



Suut jangan berisik oke . Varo itu adek Abang dan gak ada yang bisa merubah fakta itu .



Udah aku tambah 1 episode nih hari ini . jangan lupa like comment n vote nya ya .. Dukung terus author biar tetep semangat nulis nya .


Happy reading gays**