
*The game is about to start*
Tak tak tak
Terdengar suara langkah kaki dari luar ruangan dimana Fira di sekap .
Ceklek
" Apa dia belum sadar ?" tanya Orang yang baru datang yang tak lain tangan kanan Tn Soni bersama beberapa pengawalnya .
" Belum tuan ! tapi sepertinya dia sebentar lagi akan sadar ,dia tampak sudah mulai tidak nyaman " jawab Axel
" Bagus , lakukan tugasmu setelah pemuda ini bangun , letakkan kamera disana dan disana aku dan Mr. x akan memantau kegiatan kalian " Ucap orang itu tersenyum miring .
"mau memantau katanya ? mimpi saja kau !!" ucap Fira dalam hati .
" Baik tuan !" jawab Axel , Setelah berkata seperti itu , orang itu keluar dari ruangan itu .
" Apa dia sudah pergi ? " tanya Fira
" Sudah ! Tunggu aku akan memasang kamera ini , Nona ber acting lah dengan benar ! " Goda pemuda itu
" Cih ! kau jangan mengambil kesempatan ya ! awas kau !!" Sengit Fira pada Axel .
Setelah Axel meletakkan kamera pada posisi nya , mereka memulai rencana yang telah mereka siapkan .Fira yang terbaring mulai menggeliat seolah ia merasa kepanasan .
" Ugh !! !!" Gadis itu dengan mata sayu melihat ke arah pemuda tampan di sampingnya .
" Panas !!" Lirih Fira
Fira bangun meraih tangan Axel dan menatap pemuda tampan itu , Di bawah Keanu mulai Bagun dari posisi
nya dengan tangan yang terikat , ia melihat ke arah sekeliling ,dan pandangannya terpaku pada tempat tidur . Fira mulai meraba dada bidang Axel yang masih terbalut dengan kemeja fresh body menampakan tubuh kekar pemuda itu .
" Nona kau yang menggodaku lebih dulu !" Ucap Axel tepat di telinga Fira . Fira yang mendengar itu bergidik geli dan mendekatkan wajahnya pada Axel . Fira membisikan sesuatu dan bersungguh pada pemuda itu , memperingati nya agar tidak macam-macam .jika di lihat dari kamera yang terpasang posisi Fira saat ini seperti sedang mencium Axel .
" Fira !! hentikan " Teriak Keanu , Fira yang ber acting Setengah sadar menoleh ke arah Keanu , tapi kemudian gadis itu mengacuhkan nya kembali
" Sayang , apa kau mengenal pemuda itu ? kenapa dia tau nama ku ?" Ucap Fira yang terus menempel pada Axel .
" Kau lihat pembalasan ku, Suruh siapa kau tadi mengacuhkan ku !!" batin Fira bergumam ingin membalas Keanu .
Axel sejak tadi sudah menahan ,Agar tidak bertindak lebih jauh terhadap nona mudanya itu ,kalau tidak matilah dia di tangan Derren .tapi Fira seperti sengaja menggoda nya.
" Nona !! Jangan berlebihan .. Aku masih sayang dengan nyawa ku " bisik Axel
" Diam lah! aku ingin memberinya pelajaran !" Balas Fira yang juga berbisik di telinga Axel .
" Haih !! Aku sudah seperti Wanita penggoda kalau seperti ini " ucap Fira dalam hati .
Keanu terus berseru menghentikan Fira , sampai ia melepas ikatan tali di tangannya dan mematikan kamera yang di pasang Axel tadi .ia cepat cepat menghampiri Fira dan menariknya dari sisi Axel .
" Hei !! Kalian tidak perlu sampai Seperti ini !!" seru Keanu menatap tajam ke arah Fira dan Axel .
" Maafkan saya tuan muda !" Ucap Axel merasa bersalah , Keanu tidak menjawab perkataan Axel , dia malah menatap Fira dengan tatapan tajam nya.
" Kenapa kau menatapku seperti itu ?" tanya Fira Seolah tak tau apa apa, membuat Keanu semakin kesal .ini memang rencana mereka tapi kan tidak perlu sampai seperti itu pikir Keanu, jelas saja dia sangat cemburu melihat adegan yang bahkan dia sendiri belum pernah melakukan nya bersama Fira , walau tak ada adegan ciuman tapi kan posisi mereka sangat intim , apa tadi itu Fira membelai dada Axel dengan begitu menggoda , Memikirkan hal itu saja membuat Keanu semakin kesal saja.
Di tempat lain , Tn Soni yang berada di sebuah ruangan bersama anak buahnya juga dengan orang tua Keanu yang sudah mereka sekap sejak tadi , Mereka turut memperlihatkan Apa yang terjadi Di kamar Fira . Mereka melihat putra mereka berteriak dan memohon agar Fira sadar dan tidak melakukan hal seperti itu .
Mama Keanu yang tidak tau apa-apa menangis tersedu , ia Sangat mengenal Fira karena gadis itu sering bersama nya jika sedang main kerumah walau itu sekedar belajar bersama Keanu dan teman-teman nya . Ia yakin Fira tak mungkin melakukan hal seperti itu tanpa jebakan dari pria yang tak lain kakak sepupu nya itu .
Tapi tiba-tiba Adegan itu terputus karena memang saat itu Keanu mematikan kamera nya.
" Aku tau kau yang menjebak gadis itu Soni !! Apa mau mu sebenarnya ? hah !! Bahkan gadis itu tak bersalah sama sekali " Teriak Mama Keanu pada Tn Soni
Tn Soni tertawa terbahak bahak mendengar teriakkan mama Keanu yang tak lain adik sepupu yang dulu ia sayangi dan ia lindungi. Ia berjalan perlahan menghampiri Papa dan mama keanu yang saat ini duduk di kursi dengan posisi terikat , Papa Keanu tak bisa berbuat apapun , Mulutnya yang di tutup dengan plaster hanya bisa menahan kemarahan pria paru baya itu dan menatap tajam pada Soni .
" Dia memang tak bersalah ! Tapi nasibnya lah yang buruk karena berhubungan dengan putra mu itu !" Ujar Soni dengan seringainya .
" Apa mau mu !!" Ucap mama keanu menatap tajam pada Soni , kini tak ada lagi air mata yang mengalir di pelupuk matanya , wanita paru baya itu menatap Kakak sepupunya penuh dengan tatapan kekecewaan . Bagaimana pun pria itu dulu sangat menyayangi nya hingga ia terhasut oleh ayah nya karena rasa iri dalam hatinya .
" Tepat sekali !! pertanyaan itu lah yang sejak tadi aku tunggu tunggu " Tn Soni menarik kursi dan duduk di hadapan Mama Keanu , Tn .Soni memberi kode pada tangan kanan nya untuk memanggil Seseorang masuk ke dalam sana . Tampak Keanu dan Fira di dorong masuk dengan tangan terikat dan penampilan yang sudah berantakan dengan wajah yang penuh memar , kondisi Fira juga cukup memprihatinkan dipandangan papa dan mama Keanu .
" Keanu !! Fira " Teriak Mama Keanu
" Lepaskan mereka ! Dasar bre**sek !!" Seru mama Keanu pada Soni , Tn Soni tersenyum sinis dan semakin menikmati wajah wanita itu yang penuh dengan kebencian padanya .
" Jaga bicara anda Nyonya !" Seru Tangan kanan Tn Soni
Tn Soni mengangakat tangannya agar Orang kepercayaan nya tak melakukan apapun pada Mama Keanu .
" Lepaskan Keanu , Soni !! Bagaimanapun dia masih keponakan mu " lirih mama Keanu yang tak berdaya melihat keadaan putranya .
" Baiklah , kali ini aku akan berbaik hati padamu ! Jika kau ingin aku melepaskan Putramu kau harus menuruti keinginan ku " Ujar Tn Soni Tersenyum sinis
" Katakan ! " Tegas mama Keanu
" Suruh dia masuk !" perintah Soni .
Tak tak tak
Suara langkah kali terdengar memasuki tempat itu, hingga menampilkan sosok wanita cantik berambut pirang berjalan kearah mereka .
Papa dan mama Keanu melotot tak percaya dengan Apa yang ia lihat .
" Stel ... Stelly ..." ucap mama Keanu terbata , Mana mungkin dia tak mengenali putrinya sendiri , walau sudah bertahun-tahun mereka tak bertemu tapi tetap sebagai orang tua tidak mungkin lupa pada anak yang ia lahir kan dan besarkan dengan tangan mereka sendiri .
"Papa ! Mama !" batin Stelly . ia pun sangat merindukan papa dan mama nya ,tapi dia tidak bisa melakukan apapun saat ini .
Air mata papa dan mama Keanu menetes melihat' sosok putri yang selama ini mereka anggap tiada kini berada di hadapan mereka .
" Stelly putri ku !!"lirih mama Keanu
" CK .. Dia bukan Stelly !" Sela Tn Soni
" Apa maksud mu ! Dia Stelly putri ku " seru mama Keanu
" Kau tidak percaya ? Tanyakan saja pada dirinya " Ujar Tn Soni dengan nada mengejek . kini ia berfikir ,apa yang lebih sakit dari pada saat anak kita yang kita sayangi tak mengakui kita sebagai orang tuanya .
" Perkenalkan nama saya Serena ! Saya putri dari Tn Soni " ucap Serena membungkuk hormat
" Tidak perlu memberi hormat pada mereka " Seru Tn Soni , Stelly hanya bisa diam memainkan perannya menurut pada ucapan Tn Soni
" Tidak ! tidak ! Aku tidak mungkin salah ! kau Stelly putri kecil ku . sayang !! ini mama nak " tutur mama Keanu tak mau mempercayai ucapan gadis itu .
Di luar ruangan yang cukup jauh dari ruangan itu karena di depan ruangan itu banyak pengawal dari Tn Soni yang berjaga disana . Derren sudah tak sabar menunggu berakhirnya drama ini .
" Haih .. ini terlalu lama sayang ! kenapa harus ada drama seperti ini ?" gerutu derren pada Jen
" Tunggu lah sebentar lagi ! kau ini tidak sabaran sekali " omel Jen membuat derren mencebikan bibirnya kesal .
" Aku sudah tidak sabar untuk main tembak-tembakan " Ujarnya
" Jangan bercanda bisa ?" ucap Jen dengan tatapan yang mematikan , membuat derren tersenyum manis agar istrinya tak memarahi nya .
" Kalian bersiaplah ! Sepertinya sebentar lagi pria itu akan meminta tanda tangan Papa dan mama Keanu !" ucap Jen pada Setiap anggota yang di tugaskan menyusup sebagai anggota tuan Soni .
" Kalau kau ingin putramu itu selamat , tanda tangani berkas itu !" ujar tuan Soni pada Papa Keanu , papa Keanu menatap tajam pada Soni dan tak merespon sama sekali
" Buka plaster nya !" perintah Soni
"Cih !! Mimpi saja kau untuk mendapatkan perusahaan kami !" Tutur papa Keanu , walau tak keras tapi perkataan nya penuh ketegasan .
" Hahaha .. bahkan dalam keadaan tidak berdaya seperti ini kau masih saja sombong Tn . Irawan " Soni tertawa sinis menatap remeh pada papa Keanu.
Keanu dan Fira yang berlutut dibawah dalam pengawasan Axel dengan mulut tersumpal pun tak bisa bicara apapun .
" Baiklah ! jika kau lebih sayang harta mu dari pada Putra mu itu "
" Pa !! " Ucap mama Keanu memohon . dia lebih baik kehilangan harta dari pada anak-anaknya . begitulah pikiran sederhana seorang ibu .
" Tidak ! apa kau kurang mengenal pria ini ma ! Walau aku memberikan semua harta yang kita miliki belum tentu dia menyelamatkan kita ,mungkin setelah itu dengan mudahnya dia menghabisi kita semua " tegas papa Keanu
" Hahaha .. ternyata kau pintar juga adik ... ipar " Ucap Soni menekankan kata adik ipar pada papa Keanu .
" Baiklah tak ada cara lain , habisi pemuda itu ! agar mereka dapat melihat dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana putra mereka merenggang nyawa ." Perintah Soni pada anak buah nya .
" Tidak !!" teriak mama Keanu
Anak buah Tn Soni bersiap dengan senjata di tangan mereka, mengarahkan pistol kepada Keanu dan Fira .
Di luar Anak buah Soni sudah tergeletak tak sadarkan diri karena Jen dan derren menembakan Jarum yang dapat membius mereka .
Brak
Pintu tersebut di dobrak oleh derren dengan sekali tendangan .terpampang jelas wajah dingin dari kedua pasutri itu .
" Cih .. Berani sekali kalian ikut campur dalam urusan ku !" seru Tn Soni pada Jen dan derren .
" Urusan mu ? Kau yang sudah berani mengusik ketenangan ku ! maka bersiaplah untuk hancur " Ujar Jen .
Axel melepaskan tali yang mengikat Keanu dan Fira.
" Sungguh merepotkan !" Gumam Fira membuka Plaster dari mulutnya .
" Bre**sek !! kenapa kau lepaskan mereka hah !! berani sekali kau menghianati ku" seru Soni pada Axel" Kalian tunggu apalagi ! Serang mereka !"
Dengan mudah Derren ,Jen dan yang lainnya menghajar mereka dan mengelak dari tembakan yang anak buah Soni layangkan , Jen berjalan santai dan anggunnya melepas Ikatan tali orang tua Keanu , Keanu dan Fira juga melawan mereka . Keanu yang bergelut dengan Salah satu anak buah Soni tak melihat jika ada yang ingin menembaknya , Fira yang melihat itu dengan gerakan sigap menangkis tangan orang itu hingga pistol yang ia pegang melayang ke udara , dengan tangkas Fira menangkap pistol tersebut .
Derren Berdiri melipat tangannya melihat pergerakan Soni yang hendak kabur menyeret tangan Serena . Dia melepaskan mereka begitu saja lagian di luar masih ada Varrel dan yang lainnya . Derren memang malas berkelahi ... Sekali tembak tepat mengenai Sasaran yang ia incar , Seketika Beberapa anak buah Tn Soni tewas begitu saja di tangan derren . Tangan kanan Tn Soni yang melihat kondisi yang tak memungkinkan untuk nya pun berusaha kabur dari ruangan itu .
Tepat di Aula peresmian gedung para tamu yang mendengar suara tembakan pun berlarian menyelamatkan diri dari sana , Antara anak buah Soni dan anggota Jen melawan satu sama lain .
" Sayang ! jangan buang-buang waktu ! Habisi saja semua , Kita harus kebawah , Serena di bawa Baki*** itu tadi" ujar derren yang tak sabar .
Jen mengangguk dan mengambil jepit rambut nya , Ia melemparkan jepit rambut itu dengan gerakan memutar hingga keluar Jarum-jarum tak kasat mata keluar mengenai sasarannya. Sisa anak buah Soni yang berada di sana Lumpuh Seketika .
Mama Keanu yang melihat semua kejadian itu pun gemetar ketakutan , dalam hidupnya tak pernah melihat kejadian seperti ini . Keanu mendatangi mama nya dan memeluk wanita paruh baya itu .
" kau baik-baik saja nak ?" tanya sang mama
" Mama jangan khawatir , aku baik-baik saja !" jawab Keanu Tersenyum lembut
" Tapi ini ?" tanya sang mama meraba wajah putranya .
" Ini hanya make up ma " jawab Keanu jujur . karena memang tadi sebelum dia dan Fira di bawa keruangan itu ,mereka di make over lebih dulu agar terlihat kacau dan babak belur untuk mengelabuhi Tn . Soni
" Kean ! Fira .. Bawalah papa dan mama mu kembali , sisa nya biar kami yang bereskan ! disini masih sangat berbahaya , Anak buah Soni tidak lah sedikit , mungkin dibawah mereka bertarung , Lewat lah jalan belakang " Perintah Jen
" tapi ..." Keanu masih belum tenang karena Serena masih di tangan Soni
" Jangan khawatir , Serena akan baik-baik saja ! saat ini mama mu sedang syok ! itu tak baik baginya " ucap Jen yang memang benar . tadinya Keanu ingin tetap disini sampai selesai tapi karena kondisi orang tuanya seperti ini , mau tak mau dia harus membawa mama dan papa nya pergi dari tempat itu "
" Bunda . aku ikut dengan bunda " Tolak Fira yang enggan meninggalkan Jen dan derren
" Tidak ! kau kembali lah bersama Keanu " tolak Jen dengan tegas dan tak bisa di bantah .
" Baik lah " Dengan terpaksa Fira mengikuti keinginan Jen .
Setelah mastikan Keanu ,Fira dan orang tua Keanu pergi dengan aman , derren ,Jen dan Axel menuju Aula peresmian gedung itu , Tampak disana para tamu yang tak tau apa-apa sudah tidak ada dan sudah pada kabur karena takut nyawa mereka terancam .
Derren menahan Jen dan Axel agar tidak muncul lebih dulu , mereka mengintai keadaan disana .
" Sam !! dimana Serena?" tanya Derren pada Sam yang berada di suatu tempat memantau tempat itu .
" Dia sudah bersama tuan muda Varrel tuan ! tapi kini tuan muda di kepung oleh anggota Soni ...." Ucapan Sam sedikit panik
" Di sebelah kanan tempat tuan berada saat ini " ujar Sam lagi ..
Derren melihat ke arah yang sam tunjukan , Begitu juga dengan Jennie , Suasana disana sangat lah Berantakan , ternyata Orang orang suruhan Soni lumayan kuat , Mereka juga cukup cerdik . Soni yang mengintai dari sisi lain setelah Serena tadi berlari kearah Varrel , dia sangat geram karena merasa dihianati oleh gadis itu .
" Ayo " Ucap derren . Derren dan Jen serta Axel keluar dengan santai masuk ke sana , 2 pistol di tangan mereka yang mereka rebut dari anak buah Soni di atas tadi sudah full dengan peluru , Mereka mengarahkan tepat pada Musuh dengan santai dan saling membelakangi .dalam sekejap banyak anak buah Soni yang tumbang, mereka terus berjalan mendekat kearah Varrel .
Varrel satu persatu berhasil melumpuhkan lawannya , tangan satunya ia gunakan untuk memegang pistol , dan satunya lagi memegang tangan Serena , cukup berbahaya bagi Serena yang tak bisa beladiri atau menembak tapi bagaimana lagi mereka di kepung saat ini .walau bersama kevan dan Rio yang juga melindungi gadis itu .
" Tetaplah di belakang ku " ujar Varrel Serena hanya bisa mengangguk mengiyakan perkataan Varrel , untung dia sudah di beri tahu sebelumnya jika akan ada aksi seperti ini , walau tak bisa apapun setidaknya dia meringankan beban Varrel dan yang lainnya dengan tidak merasa takut .
Varrel merasa kepungan musuh telah berkurang , dia segera mencari cela agar bisa keluar dari sana setidaknya menyelamatkan Serena dari tempat itu terlebih dahulu . Varrel menarik tangan Serena untuk keluar dari sana di tengah-tengah kerumunan orang-orang yang sedang baku hantam .
Soni yang memang sejak tadi memperhatikan pergerakan Varrel mengarahkan pistol ke arah Varrel . Setelah di rasa tepat ia segera menarik pelatuk pistol Tersebut .
" Brugh"
Dor Dor !!
" Arrghh" teriakan seseorang yang terkena tembakan tersebut .
Bukan hanya sekali tapi 2 kali Soni menembakan pistolnya ke arah pemuda itu . Tapi ia terkejut karena bukan Varrel yang terkena serangan nya melainkan seorang gadis .
Pandangan mata Varrel kini terpaku pada gadis yang Berlumuran darah itu . Matanya nyalang menghunus pada sosok yang telah melayangkan tembakannya pada gadis tersebut. Mata varrel Merah seakan kemarahannya akan meledak saat itu juga, Kakinya terasa lemas ketika melihat siapa gadis itu , gadis yang telah mendorongnya dan menerima tembakan dari pria yang kini bersembunyi di balik tembok ,tapi Varrel tetap bisa melihat siapa orang itu.
" Beraninya kau !!" gumam Varrel penuh tekanan
.
.
.
.
**Bersambung
Varrel
Hai Readers kesayangan jangan lupa like comment n vote nya ya ..
Jangan bilang sedikit ! di part ini aku up lebih dari 2500 kata loh ..
Selamat membaca** !!!