MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 16


Varrel terbangun pukul 6 , sudah terdengar suara berisik dari luar kamar nya tepat nya di ruang keluarga apartement nya .siapa lagi kalau bukan Ezhel dan Aiden sahabat nya, memang mereka tau kode apartement varrel , varrel juga membebaskan mereka kapan saja masuk kedalam apartement nya .


Setelah membasuh wajah nya varrel turun kebawah ,ia berjalan ke dapur membuka kulkas membuka minum dingin dan meneguk nya perlahan . ia berjalan menghampiri kedua sahabatnya yang sedang asik bermain game online di ponsel mereka .


" Kalian udah dari tadi ? " tanya nya


" Baru satu jam yang lalu " jawab Ezhel tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel yang berada di tangan nya .


" Kalian udah makan ?" tanya varrel dengan kompak Ezhel dan Aiden menggelengkan kepalanya


" Mau makan apa ?" tanya nya lagi . Ezhel dan Aiden mematikan ponsel nya dan mengalihkan pandangan mereka pada Varrel yang masih berdiri sambil memegang minuman kaleng di tangan nya


" Nasi goreng seafood " jawab mereka bersama


" Ya udah ayo !" ajak varrel pada mereka


Ezhel dan Aiden saking tatap


" Kemana ?"tanya mereka


" ya masak lah , biar kalian sekalian belajar gak minta masakin terus " jawab Varrel santai sambil berlalu ke dapur di ikuti mereka berdua .


" Lo potong nih bawang nya , Dan Lo bersihin udang sama cumi nya , gue yang bikin bumbu " ujar Varrel pada kedua sahabatnya.


Lima belas menit berlalu , kini hidangan mereka telah selesai, Ezhel menata nya ke dalam piring menambahkan kerupuk udang dan Telor mata sapi setengah matang di atas nya .


Aiden membawa nya ke meja makan , Varrel sedang membuat minuman untuk mereka semua jus Jeruk dingin sebagai pelengkap makan malam mereka kali ini .


" Rel liburan semester nanti ke Indonesia mau gak ? gue pengen banget berkunjung kesana , jengukin bunda sama ayah " ujar Ezhel sambil memakan nasi nya


" Boleh deh , ntar aku ajak ke Bali ,di sana indah banget tempat nya " jawab Varrel


" Lo mau kan Den ?" tanya Ezhel


" Ya jelas gue mau , gue juga kangen tau sama Beby cantik Jihan " jawab nya sambil mengunyah makanan nya


" Oke ,berarti kita sudah sepakat ya "


" hm "


Setelah makan malam mereka saat ini sedang berkumpul di di ruang keluarga,sesuai janji mereka Tadi mereka akan main PS bersama.


" Gue dulu ya sama Varrel " kata Aiden


" Oke !! Gue juri nya " jawab Ezhel


" helleh sok jadi juri , Padahal nanti dia main game sendiri " saut varrel ,sedangkan yang di bilang tak merasa dan hanya acuh saja .


Mereka bermain PS bergantian hingga larut malam di temani cemilan dan minuman . sampai akhir nya merek semua tertidur di ruangan itu hanya beralaskan karpet tebal yang ada di lantai .


**


Di tempat lain tepat nya di apartemen Vania , Sejak pulang dari cafe tadi Vania masih tampak murung , perasaan nya sangat hancur karena perkataan varrel tadi . pukul 5 sore suara ketukan pintu menyadarkan nya ,ia segera membasuh wajahnya agar terlihat segar lalu ia keluar dari kamar Berjalan ke depan membukakan pintu untuk tamu nya yang ternyata adalah Roza sahabat nya .


"Van Lo gak apa apa kan ? " tanya Roza khawatir


" Iya gue baik baik aja " jawab Vania sambil tersenyum" Ayo masuk "Ajak nya pada sahabat nya itu


" Lo jangan bohong Van , kalau Lo baik baik aja Kenapa lu tadi pulang gitu aja kita kan udah janjian aku di kafe tadi" cerca nya yang tak percaya ya jika sahabatnya itu sedang dalam keadaan baik.


" Sorry , gue buru-buru tadi za dan nggak sempat kabarin lo " ucapan vania merasa bersalah pada Roza


" Lo nggak bisa bohong sama gue Van , gue tadi lihat lu nangis keluar dari kafe, Ayo cerita ada apa ? apa Lo nggak percaya sama gue?"


Vania menunduk ,tak terasa air mata nya kembali mengalir mengingat perkataan menyakitkan dari mulut pria yang ia kagumi .


" Gue ....." Vania mulai menceritakan tentang kejadian di mana terjadi kesalahpahaman antara dirinya dan Varrel saat di cafe tadi. dan hal yang membuat nya menangis .


" Kurang ajar banget sih tu cowok !! Gue akui kalau dia itu emang tampan tapi gak gitu juga kali , Lo tenang aja Van gue bakal kasih pelajaran sana tu cowok belagu " seru Roza tak terima sahabat nya di bilang seperti itu


"Gak usah za , lagian itu salah gue juga karena gue jalan sambil main ponsel " ujar Vania dia tidak ingin berusaha membuat keributan Varrel .


" Gak bisa gitu dong Van ,dia udah salah karena maki-maki Lo tanpa mendengarkan penjelasan dari lo" Jawab Roza Masi tak terima


" Gue gak papa , Setidaknya tuduhan yang tidak benar" jawab Vania yang membuat Roza menghela nafas nya pasrah dengan keputusan Vania . Dia tau jika Sahabat nya itu menyukai Varrel .lagian siapa sih yang gak suka pada pria sesempurna varrel .


" Ya udah Terserah Lo aja , tapi lo harus janji jangan sedih lagi" ujar nya dan diangguki oleh Vania.


Setelah berbincang Roza memutuskan untuk membersihkan diri dan Vania memesan makan malam untuk mereka berdua karena Roza akan menginap di apartemennya, sebenarnya Vania juga biasa masak sendiri tetapi karena hari ini dia sedang tidak mood jadi dia memilih untuk memesan makanan saja.


**


Pagi hari Vania telah bersiap untuk ke kampus , seperti biasa dia tetap menggunakan kaca mata nya . Roza yang baru bangun melihat sahabat nya itu yang sedang mengikat rambut nya.Dia memang tidak ada kelas pagi hari ini


" Van Kenapa sih lo pakai kacamata seperti itu? lo kan sebenernya cantik banget Van ,Tapi kenapa lo tutupin kecantikan lo , kalau gue jadi lo itu ya gue pasti sudah akan menarik perhatian para cowok cowok di kampus"ujar nya yang mulai keluar sikap centil nya ,Vania menatap sahabat nya itu dengan tatapan tajam.


" Lo udah tahu pasti alasan gue kan za ?Kenapa masih tanya lagi " jawab Vania yang hanya di balas kekehan oleh roza


" Iya .iya ... ya udah deh gue mau tidur lagi " ujar Roza sambil merebahkan tubuhnya kembali,Vania hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya itu.


" Gak , Gue kuliah jam 1 nanti " jawab nya santai


" ya udah ! gue tinggal dulu ya ! kalau mau sarapan gue udah bikin pan Cake tadi " ujar nya sambil berlalu yang hanya di jawab deheman oleh roza .


Di kampus Vania berjalan santai menyusuri koridor kampus , ia memasuki kelas nya yang ternyata sudah lumayan ramai ,disana terlihat varrel juga sudah ada di bangku nya sedang membaca buku . Vania duduk di bangku sebelah varrel jujur ia masih kesal dengan lelaki itu tapi mau bagaimana lagi mereka satu kelas ,jadi mau tidak mau mereka setiap hari akan bertemu .


Varrel yang belum menyadari gadis yang sempat ia pikirkan kemarin karena rasa bersalah nya ternyata ada di sebelah nya yang tak lain teman sekelas nya . karena diri nya yang terlalu cuek pada sekitar jadi ia tak menyadari jika mereka berada di ruangan yang sama .


Kelas berlangsung dengan damai Hinga selesai ,karena masih ada jam lagi nanti jadi Vania memutuskan untuk ke perpustakaan saja , Lagian masih jam 10 dia juga sudah sarapan di apartemen nya tadi belum waktu nya makan siang juga jadi dia memilih untuk menambah ilmu di perpustakaan .Teman teman sekelas nya sudah pada keluar dari kelas ia pun tak menyadari nya karena dia tadi sedang mencatat materi yang tertulis di depan hingga selesai . ternyata di kelas itu hanya tinggal diri nya dan varrel .


Saat ia hendak beranjak dari duduk nya ,karena ia menunduk jadi tak memperhatikan sekitar , tidak sengaja tubuh nya menubruk seseorang yang tak lain adalah Varrel yang memang bertepatan duduk di sebelah bangku nya .


Bruk


" Aiiishhh " desis Vania yang merasakan sakit di bahu nya , tas nya pun terjatuh membuat buku buku dan isi lain nya berserakan karena ia belum sempat menutup nya tadi . Vania mengusap lembut lengan nya yang terasa sakit .


" Maaf " ucap nya menunduk segera membereskan buku buku nya . Varrel diam dan ikut berjongkok membantu membereskan buku buku gadis itu yang tercecer .


" Lain kali hati hati " ujar nya dingin tanpa menatap Vania ,ia pun berlalu begitu saja meninggalkan Vania yang masih terkejut , ia berpikir varrel akan memarahi nya seperti kemarin ,ternyata pria itu malah membantu nya .


Vania segera bergegas keluar kelas menuju perpustakaan , Ia mencari buku yang akan ia baca ,setelah dapat Vania duduk di pojokan ruangan itu mencari suasana yang lebih menenangkan .


Sedangkan Varrel, Setelah keluar dari kelas ia memilih ke roodrof atas gedung untuk menenangkan diri nya . sebenarnya ia sudah melihat Vania gadis yang ia maki maki kemarin tapi rasa nya lidah nya Kelu hanya untuk sekedar meminta maaf , jadi dia bersikap seolah tak melihat gadis itu . Varrel menghela nafas nya sambil mengusap wajah nya dengan kasar .


" Astaga !! Apa yang harus gue lakuin !!" seru nya prustasi . Ego dan harga diri nya lebih tinggi dari pada rasa bersalah nya ,itu sebab nya dia merasa berat hanya untuk berucap maaf .


" Bodo' amat lah " ujar nya , ia mengeluarkan ponsel dan memasang handset di telinga nya ,untuk mencari materi kuliah nya ... ia memiliki target akan rampung S2 Magister manajemen dalam waktu 1 setengah satu tahun saja . Karena memang Varrel mengambil kelas reguler yang hanya 3 semester . Bisa saja dia merampungkan nya dalam waktu 6 bulan ,tapi kali ini dia ingin menikmati masa masa kuliah nya seperti mahasiswa pada umum nya ,dan itu sudah di setujui oleh ayah dan bunda nya . sesuai janji derren dulu varrel bebas menentukan pilihan hidup nya.


setengah jam berada di Roodrof Varrel teringat akan buku yang ia butuh kan nanti , jadi ia segera turun dan pergi ke perpustakaan . karena jam akan di mulai setengah jam lagi jadi ia masih sempat untuk membaca sebentar disana .


Saat sampai di perpustakaan ,Varrel berjalan menyusuri setiap rak untuk mencari buku yang ia ingin kan , Varrel tersenyum kecil saat sudah menemukan nya . Saat ia hendak duduk di tempat Favorit nya yaitu di pojokan ruang perpustakaan itu di lihat nya seorang gadis sedang serius membaca buku nya dengan tenang ..


Varrel berhenti sejenak memperhatikan gadis yang ia Maki maki kemarin .


" Cantik " Satu kata itu lolos dalam pikiran nya saat melihat Vania , tapi varrel segera menepis pikiran nya itu , walau tidak bisa di pungkiri Vania memang memiliki wajah yang cantik nan manis walau tanpa balutan make up wajah nya yang cantik alami mampu mengalihkan pandangan varrel . varrel tau di balik kaca mata nya itu sosok Vania adalah gadis yang sangat cantik di pandangan nya .


Varrel mengurungkan niat nya duduk disitu ,ia memilih meminjam buku tersebut dan membawa nya ke kelas sambil menunggu jam pelajaran nya di mulai .


Tak terasa sudah satu jam Vania membaca di perpustakaan tersebut ,ia merenggang kan otot otot nya yang terasa pegal karena duduk dan fokus pada buku nya , lalu ia beranjak mengembalikan buku tersebut segera keluar menuju kelas nya karena sebentar lagi kelas nya akan di mulai . Vania masuk dan sekilas melihat ke arah Varrel yang sedang membaca , Varrel menutup buku nya dan mendongak kan kepala nya .


Deg


Pandangan mereka bertemu , tapi Vania segera mengalihkan pandangan nya ,ia masih takut pada Varrel , Vania berjalan sambil menunduk agar tidak melihat varrel . di dalam kelas sudah ramai para mahasiswa sedang asik dengan kegiatan nya masing masing sambil menunggu dosen masuk .


Varrel tak melepas pandangan nya dari Vania sampai Vania duduk di kursi yang tepat bersebelahan dengan diri nya .


" Gue baru tau kalau dia yang duduk di situ " gumam nya Tersenyum tipis ,Lalu mengalihkan pandangan nya dari Vania dan memasukan buku yang ia baca tadi kedalam tas ransel nya .


Brak


" Woi culun !! Dasar Wanita ******" Berani banget Lo ya goda Varrel " seru Lisa sambil menggebrak meja Vania , Varrel yang merasa nama nya di sebut pun menoleh ke arah mereka


Vania mendongakkan kepala nya menatap Lisa tajam , Ia memang berpenampilan seperti itu dan selama ini hanya diam dengan sikaop Lisa dan nevada tapi dia bukan gadis lemah , Mungkin hanya di hadapan varrel dia akan terlihat lemah karena mungkin ia kalah dengan hati nya .Apa lagi perkataan Lisa sangat melukai harga diri nya


" Apa maksud lo ?" tanya nya dengan wajah yang datar dan dingin


Lisa dan Neva yang melihat raut wajah tak biasa dari Vania pun sedikit terkejut dan merasa terintimidasi .


" Jaga tatapan Lo !! Mau gue congkel tu mata , hah!!! Nih liat !! Apa nama nya kalau bukan ****** Kalau wanita seperti Lo berani duduk di pangkuan laki laki , apa lagi selama ini gak ada wanita yang berani Menyentuh nya sama sekali , tapi Lo ??" Ujar Lisa berusaha berani karena Vania masih menatap nya tajam , Lisa menunjukan ponsel nya di hadapan Vania yang berisi foto diri nya saat di cafe kemarin yang tak sengaja jatuh di pangkuan Varrel .


Ternyata ada orang yang memotret mereka kemarin , ekspresi Vania masih belum berubah ,ia melihat Lisa dengan wajah datar nya


" Lalu ?" jawab Vania singkat sambil menaikan sebelah alis nya


" Awas Lo kalau berani kayak gitu lagi , liat aja apa yang bakal kita lakuin sama Lo , Jauhi varrel !!" bisik Lisa yang hanya di balas senyuman remeh oleh Vania .


Varrel sejak tadi hanya diam dan melihat , ia sebenarnya kesal pada tuduhan Lisa untuk Vania , tapi saat varrel ingin bicara ia melihat wajah lain dari Vania jadi ia mengurungkan niat nya dan ingin melihat apa yang akan di lakukan oleh Vania tak di sangka Vania tak membela diri nya sama sekali , ia jadi penasaran dengan gadis itu !! dan pasti akan mencari tahu nya .


**Bersambung


Abang Varrel



Sorry ya .. Vania nya aku ganti .. karena aku ngerasa lebih cocok aja untuk sosok wanita kuat , Kalau yang kemaren terlalu manis ..



Hai Terima kasih untuk readers semua karena sudah mendukung karya author . selalu semangat jangan lupa like koment dan vote nya ya .


Jangan lupa Baca juga karya author lain nya .. Semoga kalian suka ...


dan jangan bilang sedikit oke !! Author udah up hampir 2000 kata loh untuk kalian ...


Semangat terus ya


Happy reading gays**