
Varrel yang hari itu memang tidak masuk kantor, Saat ini dia sedang duduk santai di tepi kolam bersama Jen dan Jihan yang berada di pangkuan Varrel saat ini , Di temani Cemilan dan Jus jeruk juga Susu kedelai kesukaan Jihan . Ya ! selama ini Varrel memang membantu Jen di Perusahaan GA sebagai Wakil CEO Disana, karena CEO sekarang masih Jen yang memegang.
Hari ini tak ada Rapat atau pekerjaan yang harus di kerjakan Varrel jadi dia memutuskan untuk tetap di rumah, Sedangkan Vania Siang ini ada Kelas dan dia juga sibuk-sibuknya menyelesaikan Tesisnya sebelum sidang Magister nya yang kemungkinan akan dilaksanakan kurang lebih 2 bulan lagi.
" Varo kemana Bun ?" Tanya Varrel yang sejak pulang sekolah tadi adiknya tidak kelihatan batang hidungnya
" Tadi dia pamit ke rumah Rara " Jawab Jen sambil menyesap jus jeruk nya , Varrel mengangguk mengerti dan kemudian ia diam tak bertanya apapun lagi ,Ia asik menggoda Jihan yang ada di pangkuannya.
" Rel kapan kau akan menikah dengan Vania ?" tanya Jen tiba-tiba
Varrel menoleh kearah Jen dan tersenyum kepadanya .
" Setelah dia lulus Kuliah ,bagaimana menurut bunda ?" Tanya Varrel pada Jen ,yang memang itulah rencananya saat ini ,ia ingin mendengar pendapat Jen tentang hal ini .
" Itu ide yang bagus , bunda akan membantu mempersiapkan semuanya , Bukankah 3 bulan lagi juga proyek yang kau kerjakan sudah akan selesai ? Saat itu tiba ,akan menjadi waktu yang tepat untuk pernikahan kalian " Tutur Jen yang sangat antusias akan pernikahan Varrel
" Baiklah bunda , sebelum itu aku akan melamarnya lebih dulu dan membicarakan hal ini pada ayah "
" Masalah ayah ,biar bunda yang bicara padanya , Sesuai janjinya dulu kau berhak memilih jalan atau pasangan hidupmu sendiri , Vania gadis yang baik,dan kalian saling mencintai , Bunda yakin ayah tidak masalah dengan hal ini " Ujar Jen dengan Lembut
" Bunda .. Pernikahan itu apa ?" tanya Jihan dengan wajah polosnya, Dia yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka dalam diam
Varrel dan Jen tersenyum mendengar pertanyaan polos Jihan
" Pernikahan itu Seperti sebuah janji yang dilakukan oleh dua orang untuk selalu bersama seumur hidup mereka ,baik dalam keadaan susah ataupun senang , Kelak jika Jihan sudah dewasa ,Jihan akan mengerti semua itu " Tutur Jen sambil mengelus lembut kepala Jihan penuh kasih sayang.
" Baiklah bunda , Jihan akan segera tumbuh dewasa dan membuat janji dengan seseorang kelak " Jawab Jihan dengan polosnya membuat Jen dan Varrel tertawa melihat kepolosan gadis kecil itu .
Setelah cukup lama mereka berbincang, Jen pun beranjak untuk menyiapkan makan malam karena waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore ,dan derren mungkin sebentar lagi akan pulang .
" Rel tolong jemput Varo ,Ini sudah sore ! Anak itu kalau tidak di jemput pasti akan lupa waktu " Gerutu Jen sebelum ia meninggalkan Varrel dan Jihan tadi .
" Siap bunda !!" Jawab Varrel dengan senyum manis nya
" Abang aku ikut !" Rengek Jihan yang sangat manja kepada Abangnya itu
" Baiklah, Tuan Putri ! Let's go" Seru Varrel sambil menggendong Jihan dan mencium pipi gembul bocah itu.
Sudah setengah jam Setelah Varrel dan Jihan pergi memanggil Varo di rumah Gabriel ,tapi mereka juga tak kunjung pulang membuat Jen yang tengah memasak mengomel tak jelas ,bibi yang mendengar itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya .
" CK , Dasar sama saja ! Disuruh memanggil adik nya ,dia malah ikutan Disana tak kunjung pulang , Mana sudah sore dan mereka belum pada mandi " Di tengah-tengah omelan nya sebuah tangan Memeluk nya dari belakang membuat Jen terkejut ,tapi itu hanya sebentar setelah ia mengetahui bahwa itu Derren suaminya .
" Ada apa sayang ? Kenapa kau terlihat sangat kesal ? hm" tanya derren sambil mencium Tengkuk leher Jen
" Jangan begini , Apa kau tidak malu ada bibi disini " Ujar Jen sambil menghindar hari derren
"Dimana ?" Tanya derren tersenyum penuh kemenangan, Karena memang tadi dia sudah menyuruh bibi untuk pergi saat dia hendak masuk ke dapur tadi tanpa Jen sadari hal itu.
Jen melihat ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan bibi, dan ternyata memang benar bahwa bibi sudah tidak ada di sana.
" Apa kau yang menyuruh bibi pergi?" Tanya Jen penuh curiga
" Tidak sayang !" jawab derren tanpa merasa bersalah.
" CK, aku tidak percaya padamu " sunggut Jane sambil melanjutkan pekerjaannya kembali.
" Segera lah mandi , ini sebentar lagi akan selesai " Ucap Jen saat derren kembali merengkuh tubuhnya dari belakang.
" Biarkan seperti ini sebentar saja, Aku sangat lelah hari ini" derren bersandar di bahu Jennie dan memeluk tubuh istrinya itu .Jen membiarkan hal itu dan dia kembali melanjutkan aktivitas memasaknya yang memang tinggal menunggu matang saja .
Jen mematikan kompor dan berbalik menatap derren.
" Apa kau sangat lelah ?" Tanya Jen sambil menangkup pipi derren
"Hm .." Jawab derren sambil mengangguk manja .
" Baiklah , ayo keatas ! Aku akan menyiapkan air hangat untuk mu mandi " Ujar Jen sambil menggandeng tangan derren menuju kamar mereka .
" Jangan memancing ku Sayang " bisik derren yang langsung mendapat tatapan tajam dari Jennie. Derren Hanya terkekeh melihat istrinya yang dalam mode Galak .
**
Di tempat lain sore itu ,Keanu telah selesai dengan pekerjaannya.
" Hm , ayo " Jawab Fira singkat ,namun gadis itu tetap tersenyum pada kekasihnya itu .
Keanu berjalan lebih dulu dan Fira mengikutinya dari belakang, Saat di depan meja sekertaris Keanu Fira melirik kearah sekertaris Keanu yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam dan sinis . Fira yang tak tau apa-apa hanya cuek saja ,toh dia tak melakukan kesalahan apapun . pikirnya .
Saat di perjalanan, Keanu lebih banyak diam begitu juga dengan Fira ,ia merasa Keanu hari ini sedikit berbeda padanya .
"mungkin ini hanya perasaanku " Ucap Fira dalam hati
Fira melihat keluar jendela mobil ,menatap jalanan yang mereka lalui .
" Kita mau kemana ?" Tanya Fira setelah menyadari ini bukan jalan ke arah rumah nya .
" Kita mampir ke apartemen ku dulu , Aku sangat lelah dan ingin membersihkan diri lebih dulu, setelah itu aku akan mengantarmu pulang " Jawab Keanu kemudian
" kalau kau lelah ,aku bisa pulang sendiri setelah dari apartemen mu " Ujar Fira yang merasa tidak enak .
" Tidak masalah, Aku akan mengantar mu nanti , Bukankah kau ada sesuatu yang mau dikatakan dengan ku tadi ?" mendengar itu fira kembali teringat akan sesuatu yang ingin iya beritahu pada Keanu. Dan ia pun merasa Disana tempat yang tepat untuk nya membicarakan hal ini .
Tak berapa lama mereka sampai di apartemen Keanu ,yang memang tak Jauh dari perusahaan nya .
" Kau tunggu lah disini, aku akan mandi lebih dulu , Jika kau haus atau lapar di dalam lemari es ada makanan dan juga minuman " Ucap Keanu dengan nada dinginnya saat mereka sudah berada di ruang tamu apartment miliknya .
Fira mengangguk mengiyakan bahwa ia akan menunggu disana , Setelah Keanu masuk ke kamarnya , Fira tak langsung duduk matanya menatap sekeliling ruangan itu, Ini pertama kalinya iya datang ke apartemen milik Keanu , Apartemen mewah 2 lantai yang mendominasi warna abu-abu tua sesuai warna favorit Keanu .
Setelah setengah jam ,Keanu keluar dari kamar dan menghampiri Fira di ruang tamu dan duduk di samping gadis itu .
Fira melihat Keanu sudah berganti dengan pakaian santai dan rambut yang masih sedikit basah dan acak-acakan , membuat pemuda itu terlihat seksi Dimata Fira .
Fira menggelengkan kepalanya membuang pikiran kotor yang ada dalam pikirannya.
" Kau kenapa ?" tanya Keanu yang bahasa aneh dengan tingkah Fira .
" Tidak ada " Jawab Fira tersenyum salah tingkah,ia merutuki pikiran konyolnya .
" Apa kau lapar ? aku akan memasakkan makan malam untuk mu " Tawar Fira kemudian untuk mengalihkan pembicaraan yang tidak jelas diantara mereka.
" Aku belum lapar , Tadi kau ingin bicara apa padaku ?" Tanya Keanu yang memang sudah penasaran dengan apa yang akan fira bicarakan padanya sejak tadi, walau sebenarnya ia tau dan mungkin itu juga yang membuatnya Lebih dingin pada Fira .Keanu ingin Fira lebih jujur padanya . Keanu menatap kedalam mata Fira yang sedang gugup untuk memulai pembicaraan mereka .
" Kean " Fira menggenggam tangan Keanu dan memberanikan diri untuk menatap kekasihnya itu " Sebelum itu maaf aku , sebenarnya...." Fira menarik nafas dalam-dalam,ia harus siap dengan apa yang akan terjadi " Kean , sebenarnya kemarin aku pergi bersama Samuel satu hari sebelum kepergiannya,dan aku juga mengantarnya kebandara " akhirnya kata-kata itu lolos juga dari mulut Fira saat ini .
"Akhirnya kau bicara juga, ternyata apa yang di bilang Nesa benar ,kenapa kau harus berbohong padaku " Sorot mata Keanu memancarkan kekecewaan pada sang kekasih .
Ya , Saat makan siang tadi memang Keanu pergi bersama sekertaris nya yang bernama Nesa , Selain Ada pertemuan dengan klien Nesa memberikan foto-foto Fira bersama Samuel yang sedang berada di Pantai dan juga mall saat itu . ntah apa maksud tujuan Nesa memberitahu nya hal itu,yang jelas Keanu kecewa dengan Fira dan berharap Fira berkata jujur padanya .
Masalah Nesa yang berniat mengadu domba hubungan nya dengan Fira ,Keanu akan mengurus itu segera nanti .Kean melepas genggaman tangan Fira ,Sungguh ia kecewa saat ini . Mungkin karena Kean belum sepenuhnya percaya akan perasaan Fira padanya,tapi kenapa ? apa alasannya ? Yang jelas Keanu merasa Fira tak sepenuhnya mencintai dirinya saat ini dan hal itu yang membuatnya terlalu over pada Fira dan sangat tak suka jika Fira bersama dengan El .
Fira menundukkan kepalanya menerima penolakan dari Keanu , Tapi ia tetap menceritakan semua nya tanpa ada yang ia tutupi , Ia memang menghabiskan waktu di pantai bersama El ,dan kemudian pergi ke mall untuk mencari barang yang El perlukan ,dan keesokan harinya Fira mengantar El dan mamanya kebandara , hanya itu !! dan memang hanya itu yangereka lakukan . " Maaf kan aku , aku tau ini salah ! Tidak seharusnya aku tidak bilang padamu lebih dulu , Tapi aku juga tidak bisa menolak keinginan Samuel saat itu , Maaf kan aku !" Keanu mengepalkan tangannya tanpa berkata apapun pada Fira .
" Kean " Panggil Fira saat Keanu tak kunjung menjawab perkataannya , Saat Fira hendak meraih tangan Keanu dengan cepat Keanu mengalihkan tangannya dan berdiri dari duduk nya .
" Ini sudah malam, Ayo aku antar pulang " Ucapnya dengan Nada yang tegas dan dingin . Keanu mengambil kunci mobil dan berjalan lebih dulu keluar dari apartemen nya .Fira tak mampu berkata apapun lagi , Saat ini memang lebih baik untuk membiarkan Keanu seperti ini ,jika Fira terus memaksa itu malah akan semakin memancing kemarahan Keanu .
Fira segera menyusul Keanu yang sudah berjalan lebih dulu meninggalkan nya tadi .
" Emang bener apa yang kak Vania katakan , Dia sama persis dengan bang Varrel kalau marah , Haih !!" gumam Fira dalam hatinya .
.
.
.
.
Bersambung
Coming soon 🥰🥰