
Di London
Sudah 2 bulan sejak Varrel kembali dari negara nya , dan ia telah menepati janji nya pada derren .. Tesis nya telah selesai dan tinggal menunggu sidang Setelah itu dia akan lulus S2. Tapi tidak dengan Vania dan Ketiga sahabatnya mereka masih menjalani rutinitas belajar dengan santai .
Dan kemungkinan mereka akan menjalani hubungan jarak jauh karena Vania akan menyelesaikan S2 nya sekitar 1 tahun lagi . Sesuatu yang Ezhel katakan saat di Indonesia dia dan Aiden kini telah mulai membuka restoran Padang juga restoran khas masakan Indonesia di Sana , Tapi masih dalam tahap pengerjaan dan belum rampung .
Hari ini tampak Varrel dan Vania tengah duduk di cafe berdua .
" Selamat ya , besok kamu udah sidang !" tutur Vania pada varrel sambil mengaduk-aduk minumannya
" Iya ! Kamu kenapa gak seneng gitu wajahnya ?" tanya varrel , padahal dia tau apa yang menyebabkan Vania Seperti itu , Jelas Karena mereka akan berpisah untuk waktu yang cukup lama .Jika Varrel sudah mengurus perusahaan jelas dia akan sangat sibuk .Vania bisa saja merampungkan kuliahnya dengan cepat tapi dia masih ingin menikmati masa kuliah dengan santai bersama teman-teman nya .
" Kamu masih tanya kenapa ?" Ujar Vania cemberut ..
" Kamu kan bisa pulang kalau liburan semester bee" Yap !! Bee adalah panggilan sayang Varrel untuk Vania
" Hm .. " jawab Vania singkat
" Hei !! Ayo lah , Ini juga demi masa depan kita . oke !!" Varrel berpindah duduk di samping Vania ,ia merangkul pundak gadis nya itu dan menenggelamkan wajah Vania dalam ketiak nya .
" Ya . ya .ya .!! Oke !! tapi sekarang lepaskan , Ini sungguh menyiksa " gurau Vania menutup hidung nya . Bukannya Varrel melepaskan tangannya ia malah mempererat panggutan tangannya pada leher Vania .
" Lepaskan !! Apa kau ingin membunuh ku !!" Omel Vania memukul lengan Varrel , Membuat pemuda itu terkekeh .
" Mana mungkin ! jika aku membunuh mu , bagaimana dengan ku !" jawab varrel
" Makanya jangan begitu !! kau sungguh menyebalkan !" sunggut Vania
" Tapi kau suka !"
" Tidak !"
" Baiklah " Varrel memalingkan wajahnya pura-pura merajuk
" Cih , Sok-sokan merajuk ! Itu tidak cocok dengan mu !" Saut Vania menyesap minumannya kembali . tapi varrel masih tetap seperti itu
" Ya sudah lah , Aku mau pergi dulu ,siapa tau ada Pria tampan yang mau mengantarkan ku jalan-jalan " Vania berdiri dan meraih tas nya , Ucapan Vania berhasil membuat Varrel mengalihkan pandangan nya dan menatap Vania dengan tajam .
" Memang ada yang lebih tampan dari ku ?" tanya Varrel ..
" Ada !!" jawab Vania serius .
" Siapa ?"
" Varo !!" jawaban Vania membuat Varrel mendengus kesal . jelas bocah itu lebih tampan dari nya .tapi dia kan jauh di negara nya sana jadi disini ia lah yang paling tampan
" Cih , bocah itu !! Dia bahkan sudah punya kekasih kau tau itu !"
" Benarkah ??" tanya Vania penasaran . Iya kah bocah ajaib itu sudah memiliki kekasih
" Ya. bahkan setiap hari dia mendatangi kekasih nya itu " Jawab Varrel serius
" Siapa ??" Tanya Vania mengerutkan alisnya
" Dira , putri paman Gabriel dan Tante Disha" jawab Varrel enteng
" Iya kah ??" tanya Vania tak percaya
" Iya . Kami selalu mengejek nya , sehari saja dia tidak bertemu gadis kecil itu mungkin dia tidak akan makan "
" Tapi kenapa aku belum pernah melihat nya ya ?" Vania tampak berfikir , bagaimana rupa kekasih kecil Varo .mungkin sangat menggemaskan pikirnya.
" Sudah lah , ayo kita ke London eye , Aku ingin menikmati indah nya malam hari disana !" Ujar Varrel sambil menarik tangan Vania
" Tidakkah kita mengajak Ezhel , Aiden dan Roza ?" tanya Vania
" Tidak usah! Aku ingin berdua saja bersama mu " jawab varrel membuat pipi Vania merona .
" Cie .. baper !!!" ledek Varrel membuat Vania wajah Vania bertambah merah karena malu . ia memukul lengan Varrel kesal .dan meninggalkan pemuda itu yang masih tertawa mengejek nya .
" Hei .. tunggu bee !!" Varrel masih terkekeh merasa gemas dengan kekasih nya itu ,ia pun mengejar Vania yang sudah lebih dulu keluar dari cafe .
" Kau menyebalkan !!" omel Vania
" Tapi tampan !" saut Varrel sambil membukakan pintu mobil untuk Vania
" Cih " cibir Vania kesal dan masuk kedalam mobil begitu saja .
**
Tepat tiga hari Ara dan kedua bayi nya berada di rumah sakit dan hari ini mereka sudah di perbolehkan untuk pulang . Selama 3 hari banyak yang menjenguk mereka dirumah sakit ingin melihat Beby twins yang menggemaskan itu. Dari mulai rekan bisnis Willi ,teman-teman , dan Jen yang tidak pernah absen setiap hari nya . biar bagaimanapun selain sahabat Ara sudah di anggap seperti saudari oleh Jen . Ara yang sudah tak punya sanak saudara dan Jen lah yang menjaga nya dari pihak Ara .
Varo juga tak pernah ketinggalan untuk ikut bersama sang bunda . kini mereka telah berkumpul di rumah Willi , ada Disha dan Dira putri nya , Gabriel tadi setelah mengantar Disha pun pergi ke kantor karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan . Derren Berada disana bersama Raka . Ya Raka Setelah menikah dengan dr. via ia sekarang mengelolah bisnisnya sendiri , Orang tua Raka memang orang berada hanya dulu ia menjadi asisten derren atas keinginan nya sendiri ,karena ia merasa malas meneruskan perusahaan orang tua nya .tapi karena sudah menikah dia pun mau menjalankan bisnis itu .
Dan derren selalu mendukung setiap keputusan sahabat nya itu . Dr. via tidak hadir karena dia ada jadwal operasi yang tak bisa di tinggalkan . Ken yang juga di sibukkan oleh Pekerjaan nya juga tidak bisa datang. dia sekarang memegang 2 perusahaan sekaligus . perusahaan Sanjaya dan juga perusahaan papa nya Tn. Nugraha yang ada di Eropa. jadi Ken sering bolak balik ke sana . Aletha yang bertugas dirumah sakit tidak selalu bisa menemaninya kesana . jadi mereka sering berpisah sementara .
" Sumpah gak nyangka gue , Kita dulu kuliah gak pernah loh kepikiran sampai kesini , menikah punya anak tapi kita masih tetap bisa bareng " Ujar Raka kini mereka tengah duduk bertiga di tepi kolam renang , Raka ,derren dan Willi .
" Iya , Gue harap anak-anak kita bisa bersahabat baik satu sama lain kedepannya " saut Willi
" Anak gue mah udah pada gedek , Yang ada bukan sahabat malah macarin ntar " sambung derren di sambut gelak tawa oleh Raka dan Willi
" ikhlas banget gue punya menantu kayak Varo !!" Saut Willi
" Kalau gue terserah sama mereka aja , Tapi kalau Lo punya keinginan buat jadiin Varo menantu noh Lawan sih Gabriel , Varo sehari gak ketemu dira aja gak mau makan dia. galau "Saut Derren
" serius ??" tanya Raka dan Willi di angguki oleh derren .
" Kalian mau liat mereka ?" tanya derren di angguki oleh mereka .
" Ikut gue !!"
Mereka berdua berjalan mengikuti derren ,sampai ke taman samping rumah Willi yang terdapat taman dan ada 2 ayunan disana . mereka bertiga mengintip dari pintu samping yang mengarah langsung ke taman .
" Shuut !! jangan berisik " bisik derren pada Raka dan Willi , dan mereka pun mengangguk patuh ,berdiri membungkuk di belakang derren .
Di sana terlihat Varo sedang mengayun Dira di salah satu ayunan yang ada disana ,sambil sesekali mereka tertawa bersama .
" Abang !! pelan-pelan !!" seru gadis kecil berlesung pipi itu
" Iya . iya . bawel banget sih queen " gerutu Varo
Bruk
dan ternyata benar Dira terjatuh dari ayunan . dan lutut nya terkena kerikil membuat kaki gadis kecil itu berdarah ,terluka cukup dalam .tapi gadis itu tak menangis sama sekali
" Queen !!" seru Varo langsung berlari hendak menolong Dira
Derren , Willi dan Raka yang melihat itu pun hendak berlari menolong ,tapi tangan Willi dan Raka di tahan oleh derren , Mata nya mengisyaratkan untuk tetap disini dan lihat apa yang akan terjadi .
" Queen kamu gak apa-apa ?" tanya Varo sangat khawatir .
Hening
Dira tak menjawab Varo sama sekali , gadis itu juga menepis tangan Varo yang hendak menolong nya .
" Queen maaf " lirih Varo menatap punggung Dira yang meninggalkan nya disana dengan jalan tertatih karena luka di lutut nya ,tapi gadis kecil itu tak menangis atau bicara .
Varo tau Dira marah padanya , tadi Dira sudah memperingatkan dia agar pelan-pelan mendorong ayunan nya , tapi Varo tak mendengarkan perkataan Dira dan membuat gadis kecil itu terluka. dan kalau sudah begini Dira akan mendiamkannya selama berhari-hari . Dira gadis itu ntah menurun sifat siapa dia tumbuh menjadi gadis kecil yang dingin dan cuek tapi dia juga perhatian. Bahkan dengan Varo yang banyak bicara pun dia hanya akan menjawab ucapan Varo sesekali dan jarang sekali mengeluarkan kalimat yang panjang .
Varo Berjalan ke dalam menyusul Dira dengan lesuh dan merasa bersalah .
" Dira kaki kamu kenapa sayang ?" tanya Disha dan Jen yang sedang menyiapkan makanan di meja dan tak sengaja melihat dira berjalan tertatih Kate luka di lututnya .
" Kak Dila jatoh tu Bun Dali ayunan kalna Abang " sahut gadis kecil Jihan yang baru keluar dari kamar Beby twins bersama Fira.
" Loh kok kamu tau ? kan kamu dari kamar Beby twins dengan kakak?" tanya Jen , Disha mengambil kotak obat setelah bertanya pada Willi yang berdiri memperhatikan bersama derren dan Raka
" Iya , tadi aku liat Dali jendela Kamal twins bunda !" jawab Jihan dan di angguki oleh Jen . Jen menggendong Dira dan mendudukan nya di sofa.
Varo menghampiri mereka dengan wajah bersalah, Jen sudah melihatnya dengan tatapan tajam membuat Varo menunduk, bukan takut tapi ia tau jika ia salah.
" Abang bisa jelaskan ini ?" tanya Jen
" Sudah kak !! dia sudah merasa bersalah , lagian Dira gak nangis juga, besok juga sembuh " saut Disha agar Jen tidak memarahi Varo ,ia membersihkan luka anak nya dengan kapas steril dan memberi be*****n pada luka nya lalu di tutup dengan perban karena cukup dalam . mungkin batunya runcing hingga bisa sedalam itu luka nya.
" Tapi luka nya dalam sha !! , Varo bunda gak mau tau kamu harus dihukum karna ini " tegas Jen pada varo " Sayang apa kau tidak kesakitan ?" tanya Jen heran karena Dira tak menangis hanya meringis sesekali saat Disha membersihkan luka nya tadi
" Sakit bunda ! tapi gak apa-apa " jawab Dira . bohong jika ia bilang tidak sakit , tapi kenyataannya dia masih bisa menahan rasa sakitnya .
" Queen !! maafin aku ya karena gak dengerin kamu tadi " ujar Varo
" Hm" hanya itu yang keluar dari mulut Dira . ia menghargai Varo tidak ingin terlihat di depan orang tua mereka jika dia marah dengan Varo .
" ya sudah , Ayo kita makan dulu , Tadi mama dan bunda sudah siapin makan siang untuk kita semua " Ujar Disha mengalihkan perhatian agar tak membahas masalah ini lagi .
Di meja makan semua orang berkumpul begitu juga dengan Ara , tapi Jen dan Disha tadi sudah membuat makanan khusus untuk ibu yang baru melahirkan , sebenarnya dokter tak melarang untuk makan apapun , tapi untuk kelancaran ASI karena menyusui 2 orang bayi jadi mereka menyiapkan makanan khusus untuk nya.
Disa a tampak Varo melirik ke arah Dira yang makan dengan tenang . tapi tidak dengan dirinya . Varo bingung bagaimana membujuk gadis kecil itu agar tak marah lagi padanya .ia hanya mengaduk aduk makanannya tanpa memasukkan kedalam mulutnya .
" Varo ! ayo dimakan kenapa hanya di aduk-aduk saja !"tegur Jen
" Iya bunda " Jawab nya lesuh
Derren , Willi dan Raka saling pandang dan tersenyum melihat tingkah Varo .
setelah makan siang mereka berkumpul di ruang keluarga dan berbincang-bincang disana .tiba-tiba ponsel derren berbunyi ,dan membuat mereka semua terdiam , derren mengambil ponsel disaku celana nya dan melihat siapa yang menelpon diri nya . derren mengerutkan keningnya melihat siapa yang menelpon
" Hallo " jawab nya
"......"
" Apa !!" jawab derren terkejut dan langsung berdiri
"......"
" Bagaimana bisa !! " Bentak Derren membuat orang-orang yang ada disana pun juga terkejut. Jen berdiri menenangkan suami nya ,ia tau mungkin ada masalah tapi Jen belum tau apa masalahnya .
"....."
" Baik . Kau handle dulu , aku akan segera kesana !"
Derren mematikan ponsel nya ia memijit pelipisnya ,cukup pusing dengan masalah yang terjadi .
" Ada apa . hm ?" tanya Jen lembut sambil mengelus lembut lengan derren , agar suaminya itu bisa meredam sedikit emosinya .
" Ada seseorang yang ingin bermain-main dengan ku !" jawab derren di angguki oleh Jen . ia mengerti dengan situasinya.
" Pergilah!! kabari jika masalah tidak bisa di atasi lagi " ujar Jen di angguki oleh derren
" Kau perlu bantaun ?" tanya Raka dan Willi ,
" Terima kasih ! aku akan hubungi kalian nanti " ujar derren lalu Derren berpamitan pada orang-orang disana ,dan pergi ke perusahaan nya , setelah menghubungi seseorang . ia memerintahkan orang itu untuk datang ke perusahaan .
Di rumah Willi , mereka bertanya-tanya tentang apa yang terjadi .Jen menyuruh Varo membuka iPad nya untuk melihat kondisi perusahaan derren . walau lagi galau Varo menuruti perintah bunda nya .
Dia membuka Web perusahaan , dia terkejut melihat keuangan perusahaan menurun .
" Bun sepertinya ada yang melakukan penggelapan dana perusahaan , dan itu tak sedikit " ujar Varo , Jen langsung mengambil iPad yang ada di tangan Varo dan ternyata benar apa yang di katakan anak nya .
Kalian bisa bayangkan berapa banyak , Kalau derren sampai terkejut berarti banyaknya sudah tak terhitung .
" CK , mau mencoba bermain ternyata " gumam Jen menyeringai devil . Jen fokus pada laptop di hadapannya di dampingi Varo di samping nya . tidak lah sulit untuk Jen menemukan pelakunya begitu juga dengan derren .hanya saja derren masih tersulut emosi dan tak bisa berfikir jernih .
***Bersambung
Jangan lupa like comment n vote nya ya . yang penasaran !! Cus stay disini besok kita lanjut lagi** ...
Dan Mampir ke Sweet Night ya Di sana visual cowok nya aku ganti dan dapet ijin langsung dari orang nya dan ada revisi sedikit !
Jangan lupa Follow akun Ig author @ Noveliaprasojo