
Keesokan harinya , Sesuai apa yang mereka rencanakan , Siang ini Fira memaksa Vania untuk Pergi kesalon bersamanya , Karena awalnya Vania tidak mau jadi Fira terus memaksa sampai akhirnya Vania mau ikut dengannya kesalon .
" Kau sungguh menyebalkan " Gerutu Vania saat mereka sampai di salon yang sudah fira booking untuk kakaknya itu .
" Tidak masalah aku menyebalkan, yang penting bahagia " Saut Fira tanpa merasa bersalah
Fira membisikkan sesuatu pada Pekerja salon Disana . Orang itu mengangguk mengerti dan mengacungkan jempol nya bahwa semua akan beres ditangannya .
" Ra bukan kah kau yang mau perawatan , kenapa kau tidak ikut dan kenapa hanya aku ?" tanya Vania bingung dan sedikit tidak terima.
" kakak menurut saja, aku juga akan melakukan perawatan di ruang sebelah" saut fira dengan gampangnya dan langsung pergi meninggalkan Vania, karena malas berdebat dengan kakaknya itu. Vania yang ditinggal begitu saja oleh Fira pun hanya bisa menggerutu kesal dan terpaksa melakukan sederetan perawatan yang Fira pesan untuk nya.
Di tempat lain Varrel juga tengah bersiap dirumahnya , Dibantu Jen dan Jihan memilihkan Jas yang pas untuk nya . Dengan antusias kedua wanita yang tidak lain ibu dan anak itu mendandani Varrel untuk malam ini .
" Abang Terlihat keren " Seru Jihan sambil berlonjak di atas tempat tidur saat Melihat Varrel keluar dari Ruang ganti dengan Jas pilihan mereka .
" Apa Abang sekeren itu ?" Tanya Varrel sambil menata rambutnya
" Tentu , Abang yang terkeren !!" Jawab Jihan kembali .
" ehem !! Apa kami tidak cukup keren " Tiba-tiba terdengar suara 2 orang pria beda usia masuk kedalam kamar itu . membuat mereka menoleh ke arah derren dan Varo yang baru saja datang .
" Tentu saja Kalian bertiga pria terkeren dirumah ini " Saut Jihan dengan cepat dan melompat turun dari tempat tidur menghambur kepelukan ayahnya . Jen yang melihat itu hanya terkekeh dengan kelakuan putri kecilnya .
Varo berjalan duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan Abangnya yang sudah bersiap .
" Abang jangan gugup , Jika kau gugup biar aku saja yang menggantikan mu " Goda Varo sambil terkekeh
" Bunda !" Varrel memasang wajah memelas mencoba mengadu pada Jen .
" Sudah-sudah , Kau segera lah berangkat nanti terlambat "
" Baiklah , Aku pergi dulu Ayah ,bunda , Doakan semoga aku berhasil "
" Baiklah , Jika kau tidak berhasil bilang pada ku , Aku yang akan mengurusnya untuk mu " Bukan Jen atau Derren tapi Varo lah yang menjawab dengan Nada Sombongnya .
" Ya .baiklah tuan muda " Jawab Varrel sambil membungkukkan badannya seolah memberi hormat pada Varo untuk hal ini .
Derren Dan Jen hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak-anak mereka.
Setelah cium pipi gembul Jihan Varrel pun segera pergi ke tempat tujuannya saat ini.
Sesampainya Di Resort milik Jen yang terletak dekat pantai ,Varrel pun menuju Lokasi dimana ia telah menyiapkan Kejutan untuk kekasihnya Vania . Disana ia disambut oleh Para Pelayan yang membantu menyiapkan dekorasi yang sangat indah Disana .
" Apa semua sudah siap ?" tanya Varrel pada mereka
" Sudah tuan "
" Baiklah terima kasih , Apa Mereka sudah datang ?" tanya Varrel kemudian.
" Sudah tuan , Mereka ada Di Kamar mereka saat ini "
" baiklah , kalian boleh pergi, Aku akan menemui mereka " Varrel mengirim pesan pada Fira bahwa Disana semua sudah siap . tinggal menunggu kedatangan mereka saja .
Setelah itu , Varrel memutuskan untuk menemui' Mereka' yang ia tanyakan pada pelayan tadi .
Disisi lain Vania sangat bingung karena di dandani dan dipaksa memakai gaun oleh Fira , Walau dandanannya natural tapi tetap saja Vania bertanya-tanya untuk apa . Untuk menghilangkan kecurigaan Vania Fira pun terpaksa membohongi kakaknya itu .
" Aku ingin membuat kejutan untuk Keanu ,agar dia tidakarah lagi padaku . dan aku meminta bantuan Abang jadi kakak harus ikut menemani Abang Disana saat aku bersama Keanu " setelah Fira berkata seperti itu barulah Vania percaya dan Menuruti keinginan Fira .
Malam Ini Vania terlihat Cantik dengan Gaun Berwarna Soft blue ,riasan natural menambah Kecantikan nya saat ini . Fira berdecak kagum melihat penampilan kakak nya saat ini . Tak mau Varrel menunggu lama Fira segera mengajak Vania pergi dari salon .
" Tunggu ! Bukan kah kau akan memberi kejutan pada Keanu ? Lalu kenapa penampilan mu seperti ini ?" tanya Vania heran melihat fira hanya mengenakan kaos oblong berwarna putih dan jepit rambut yang ia kenakan .
" Tidak masalah , Aku akan Ganti baju Disana nanti " Malas berdebat akhirnya Vania tidak bertanya apapun lagi.
Tepat pukul 7 malam Mereka sampai di lokasi , Cukup jauh memang tapi itu sesuai dengan suasana yang indah saat ini .
Fira menggandeng tangan Vania menuju Restoran tepi pantai .
" Kak kita makan dulu ya , Aku lapar sekali " Ucap Fira dan di angguki oleh Vania karena memang dia juga merasa lapar sejak siang mereka sudah berada di salon.
" Baiklah ayo !"
" Kenapa restoran nya tutup Ra , tuh gelap sekali " Ucap Vania saat mereka telah berada di Depan restoran .
" Benarkah ? Tapi aku sudah membooking restoran ini tadi, Kenapa mereka tutup ? Ayo kita lihat kedalam " Fira menarik tangan Vania dan mereka berhenti setelah berada didalam sana.
Sampai Sebuah lampu menyorot kearah mereka, Atau lebih tepatnya Vania karena setelah lampuenyala Fira melepas Vania dan pergi dari sana, Sesuai janjinya dia duduk Di salah satu kursi dan melakukan sambungan Video call pada Keanu .
Vania yang bingung karena Fira meninggalkan nya hanya bisa mematung bingung dan melihat sekeliling tak ada seorangpun Disana .Saat Vania hendak pergi langkahnya terhenti kala mendengar Suara Seseorang Yang Cukup ia kenal .
"Dari semua yang pernah datang,
Aku belajar bagaimana cara menggenggam tangan.
Sedang dari semua yang memilih pergi,
Dan hari ini aku bersamamu,
Bolehkah aku mencintaimu dan menjagamu, hingga akhir sisa usiaku? "
Perkataan itu berhenti kala Orang itu Kini Berdiri di hadapannya tanpa bicara lagi . Vania Cukup terkejut melihat seseorang itu dan menutup mulutnya tak percaya .Kemudian Terdengar kembali suara Seseorang yang Ia juga mengenalnya.
" Bee...
Taukah kau, jika kita adalah keterasingan yang di satukan oleh Tuhan.
Kita lahir, besar dan tumbuh dewasa di tempat yang asing.
Bahkan saat Tuhan mempertemukan kita, kita adalah orang asing untuk masing-masing yang lain.
Jadi.. jangan marah dan jangan pergi,jika nanti kamu mendapati aku sebagai orang asing yang tak mengenal atau tak bisa memahamimu.
Minta saja waktuku lalu duduklah disampingku.
Ceritakan tentangmu, tentang kisah hidupmu, tentang mimpi-mimpimu dan tentang semua hal yang ada pada dirimu.
Sebanyak apapun kau bercerita, sebanyak apapun waktu yang kau minta.
Percayalah, aku akan setia duduk disampingmu sambil mendengarkan semua hal tentangmu"
Tanpa terasa Air mata Vania menetes melihat Seseorang lagi Datang dihadapannya , Sampai terdengar kembali suara seorang wanita Yang juga memberikan seuntaian kata Romantis padanya .
" Mungkin aku bukanlah temanmu yang baik, yang tau segala apa yang kamu suka dan apa yang kamu benci
Mungkin juga aku bukan sahabat terbaikmu, yang bisa memahami dan mengerti dirimu
Aku hanya seorang laki-laki biasa yang kebetulan mencintaimu
Yang selalu ingin melihat senyum di wajahmu dan berusaha mengerti dan memahami dirimu
Dengan segala ketidaktahuan dan keterbatasanku."
Vania semakin tidak percaya dengan apa yang ia lihat . Kini Ezhel , Aiden dan Roza Telah berdiri dihadapannya saat ini setelah memberikan Suntaian kata yang mengejutkan nya . Sungguh ia bahagia melihat ke tiga sahabat itu kini berada di hadapannya saat ini . Namun saat Vania ingin memeluk mereka tiba-tiba seseorang datang Membawa Sebuket Bunga dan berdiri tepat dihadapannya . Lampu lampu indah pun satu-persatu menyala memperjelas Wajah mereka .
Varrel memberikan Bunga tersebut dan Vania pun menerimanya .Kemudian Varrel merogoh sebuah Kotak kecil dan berjongkok dihadapan Vania .Varrel membuka Kotak kecil yang Berisi Cincin Berlian yang indah namun simple dan mungkin sangat pas di jari Vania .
" Berjuta rasa rasa yang tak mampu diungkapkan kata-kata. Dengan beribu cara-cara kau selalu membuat ku bahagia. Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan, yang benar-benar kuinginkan hanyalah kau untuk selalu di sini ada untukku. Maukah kau tuk menjadi pilihanku? menjadi yang terakhir dalam hidupku. Maukah kau tuk menjadi yang pertama? Yang selalu ada di saat pagi ku membuka mata?"
Air mata Vania tak bisa terbendung lagi , Ia sungguh terharu dan sangat bahagia Karena Mereka semua . Sungguh kejutan yang sangat manis untuk nya .
" Bee.. Will you marry me ?"
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Hai jangan Lupa like ,Komen N Vote ya .
Dukung terus karya Author .
Aku udah Up 2 Bab hari ini ,untuk menghilangkan rasa penasaran kalian.
Maaf kan kalau ada typo . setelah Tamat aku bakal Revisi Semua typo nya
Varrel
Vania
Fira yang cuma pakai kaos oblong
Keanu yang udah Di bully Readers 😂
Happy Reading gays