
" Apa Papi butuh sesuatu ?" tanya Jen lembut dan di balas gelengan oleh tuan Nugraha
" Setelah ini sebaiknya papi tinggal lah di rumah ku sementara waktu , agar aku bisa memperhatikan kesehatan papi " sambung Jen lagi
" Benar om , sebaiknya om tinggal di rumah kami jika di hotel tidak ada yang memperhatikan kesehatan om nanti , Gak mungkin juga om kembali ke Eropa dalam keadaan seperti ini " ujar derren menanggapi
" Apa tidak akan merepotkan kalian ?"
" Merepotkan apa , tidak ada yang merasa direpotkan untuk seorang ayah " kata Jen
" Baik lah ,Kurasa itu yang terbaik " jawab Tn Nugraha " Apa ini putra mu nak ?" tanya Tn Nugraha melihat ke arah Varrel sejak tadi
" Iya , dia putra pertama ku Pi " jawab Jen senang
" Wah .. tampan sekali siapa nama mu nak ?" tanya Tn Nugraha pada Varrel
" Varrel Opa " jawab nya sopan
Mereka berbincang bincang sampai waktu nya Jen dan Derren serta Varrel pamit membiarkan Tn Nugraha beristirahat . Mereka memutuskan kembali kerumah karena jen dari kemaren tidak pulang dia juga sangat merindukan Varo putra kecil nya yang semakin hari semakin bawel .
Saat Di parkiran rumah sakit mereka bertemu dengan Ara dan nada yang akan kembali lagi ke kantor .
" Jen mau kemana ?" tanya Ara
" Pulang , gue sangat lelah dan juga merindukan Varo " jawab nya dan di angguki oleh Ara
" Baiklah kami juga akan kembali ke kantor "
" Oke . hati hati " Jawab nya tersenyum pada sahabatnya itu
" Mari kak " pamit Nada ramah mengikuti Ara masuk kedalam mobil dan di angguki oleh Jen yang juga mengikuti derren dan Varrel yang sudah lebih dulu masuk mobil .
****
Hari hari berlalu hingga kini akhir pekan Jen sedang duduk bersama Willi di sebuah restoran Hotel nya .sesuai yang mereka rencanakan Minggu lalu . dan kini Keadaan Ken sudah semakin membaik Jen selalu memantau nya tapi sampai saat ini dia belum menemui Ken di rumah sakit karena dia tidak ingin bertemu dengan mama Ken yang menjengkelkan menurut nya .
" La Gimana persiapan nya ?" tanya Willi
" Emm .. sudah 80% sih kak , Gimana sama rencana nya . ntar aku yang Hubungin Ara untuk ketemu di mall . kakak bawa Laurent aja gimana ? kakak bilang dia lagi disini , hubungin gih !!" perintah Jen
" Oke " Willi segera merogoh ponsel nya Menghubungi Laurent untuk datang .
Setengah jam menunggu tampak perempuan cantik dan anggun ,senyuman yang manis dengan mata grey yang meneduhkan masuk kedalam restoran menghampiri mereka .
" Hai Rere " Sapa Jen berdiri cipika cipiki dan saling memeluk .
" Kakak Ella apa kabar ?makin cantik aja sih bikin gemes deh" ujar Laurent dengan gaya khas nya
" Baik dong , kamu kesini kok gak main kerumah kakak sih ,kangen tau udah berapa tahun ya kita gak ketemu ?" sejenak Jen dan Laurent berfikir
" Lupa deh kak " mereka pun tertawa bersama
" Ehem !! " deheman seseorang menyadarkan mereka karena merasa di cuekin oleh kedua wanita penting dalam hidupnya itu
" Eh ,Ada kak Willi Sampek lupa " ujar Laurent cengengesan
pletak
sebuah sentilan pun mendarat di dahi Laurent
" Ish kakak !!! sakit tau " sunggut nya mengusap dahi nya yang di sentil oleh Willi
" Udah duduk , Kakak punya tugas buat kamu " dengan kesal Laurent pun mendarat kan bokong nya duduk di salah satu kursi disana .
" Jadi gini ........." Jen menjelaskan rencananya pada Laurent " Bagaimana ??? kamu bisa kan ?"
" Siap , tapi ??" Laurent menaikan satu alis nya melirik ke arah mereka berdua dengan senyuman yang dapat di mengerti oleh Jen dan Willi
" Mobil sport terbaru pilihan mu " ujar Willi
" Oke . deal !!" ujar nya girang
" Dasar bocah tengik!!" gumam Willi selalu saja begini jika ia meminta bantuan pada wanita di hadapan nya ini .
Jen melihat jam di pergelangan tangannya kini menunjukkan pukul 11 siang .
" Nah kak , sekarang aku akan hubungi Ara dulu" Jen merogoh ponselnya didalam tas milik nya .
"....."
" temenin makan siang di restoran xx "
" ......"
" gak ada bantahan , gue bos nya , Gue tunggu 20 menit harus sudah disana " Jen langsung mematikan ponselnya secara sepihak Willi yang melihat itu hanya berdecak .
" Kebiasaan" celetuk nya
" Oke ayo .Kita otw , kakak nanti ke toko langganan ku ya , dan Rere kakak menantikan bakat akting mu" ujar Jen sambil berlalu meninggalkan mereka berdua keluar dari restoran.
Kini Jen telah sampai di salah satu pusat perbelanjaan , Ia berjalan dengan anggun nya menuju restoran xx , Sambil menunggu Ara ia memesan minuman dan memainkan ponselnya memberi kabar pada derren tentang acara nanti malam .
" Hai , udah lama ??" tanya Ara yang baru saja tiba Jen melirik nya dengan sinis dan melihat jam di tangan nya
"CK , Telat 5 menit hilang udah waktu gue yang berharga karena nunggu Lo " ujar Jen kesal dibuat buat
" Gak usah lebay deh , Lo udah pesen makan belum?"
" Ya belum dong Ra kan nunggu Lo " saut Jen
Tidak ingin berdebat dengan Jen yang pasti tidak akan ada habisnya Ara memilih memanggil pelayan dan memesan makanan untuk mereka ,Setelah makan Jen mengajak Ara berkeliling mall dengan alasan menghilangkan penat .
" Ra kesana yuk , ke toko langganan kita " ajak Jen
" Ayok ah ,Go !!! " Jawab Ara girang
Mereka berjalan sambil sesekali bercanda, hingga kedua nya tertawa bersama sampai tanpa sadar telah sampai di depan toko perhiasan tujuan mereka .Tapi saat baru melangkah masuk seketika Ara berhenti karena melihat pemandangan yang tak mengenakan untuk nya .
" Ada apa ? Ayo" ajak Jen pura pura tidak tau apa pun
" Eh .. i iya " Perlahan Ara melangkah kan kaki nya menyusul Jen tapi rasa nya ia tidak kuat .
" kak yang ini kayak nya bagus deh , cocok banget Untuk acara pertunangan nanti " Kata seorang gadis yang bergelayut manja pada Pria bertubuh tinggi tegap dan tampan di samping nya .
" Baik lah ,kita coba yang itu " ujar Pria itu yang tak lain adalah William sambil mengacak gemas rambut Laurent gadis yang bersama nya .
Laurent itu berpawakan Tinggi semampai , tinggi nya mencapai 178 , tubuh nya yang profesional padat berisi,mata nya yang berwarna grey jernih yang meneduhkan menjadi penyempurna penampilan nya .
Bahkan seorang wanita yang melihat nya pun bisa terpesona dengan nya , Dia juga seorang artis terkenal di Amerika ,usia nya masih sangat muda yaitu 20 tahun ,ia ke negara ini karena lagi liburan semester kuliah nya dan tidak ada kegiatan apa pun yang berhubungan dengan pekerjaan nya . Jadi dia memutuskan untuk berlibur ke negara xx mengunjungi Willi dan Jen .
Deg
Ara terpaku melihat kemesraan mereka ntah kenapa hati nya terasa sesak dengan pemandangan itu ,bahkan dia bingung kenapa bisa seperti itu disaat dirinya dan pria itu tidak punya hubungan apapun, hanya Perhatian yang selalu ditunjukan lelaki itu hingga membuat diri nya merasa nyaman tanpa status apapun .
Jen berhenti melihat Willi dan tersenyum tipis pada nya yang juga di balas oleh Willi , lalu Jen menoleh kebelakang melihat Ara yang terpaku melihat Willi bermesraan dengan wanita yang bahkan ia tidak kenal .
" Ini hanya ada satu pasang tuan , ini sangat cocok dengan kalian " kata pegawai toko sambil tersenyum ramah memberikan cincin yang di maksud Willi tadi .
Willi mengambil nya dan memasang kan di jari Laurent
" Wah ,kak ini sangat indah " Ujar Laurent ceria dan mencium pipi Willi
" Kau menyukai nya ? " tanya Willi lembut
" Sangat " jawab nya antusias
" Baiklah kalau begitu pilih yang ini saja , Tolong kirim ke alamat ini " Ujar Willi menyodorkan alamat dan Kartu kredit membayar cincin tersebut .
Ara yang sudah tidak tahan melihat semua itu memilih keluar dari toko tersebut dan berlari ke toilet , Jen yang melihat itu Langsung mengejar nya karena ia tidak ingin rencana nya gagal kalau Ara sampai menghilang .
Willi yang sudah selesai Keluar dari toko dan kembali ke hotel bersama Laurent .
Ara Menangis di dalam toilet ,Sungguh hancur perasaan nya saat ini . Dia sudah membuka hati sepenuh nya untuk William tapi apa ini? apa yang ia rasakan saat ini ? Ia memukul mukul dada nya yang terasa sesak .
" Ra . . Ara " panggil Jen mengetuk pintu toilet
Mendengar Jen memanggil nya Ara segera menghapus air mata nya dan mencuci wajah nya agar terlihat segar .
ceklek
Ara keluar dari toilet dengan wajah sendu , mata nya memerah karena menabgis
" Ra ,Lo kenapa ? ada yang nyakitin Lo ? "
Tanya Jen yang hanya di jawab gelengan oleh Ara lalu ia tersenyum pada Jen
" Gue gak apa apa , udah yuk kita kemana lagi nih?" Ujar Ara mengalihkan pembicaraan mereka
" Lo yakin ? " Ara mengangguk membenarkan
" Ya udah ayo , kita ke salon langganan kita yuk ,biar pikiran sedikit rileks" ajak Jen
" hm " mereka berjalan keluar mall menuju basemen tempat mobil mereka terparkir , karena memang tadi mereka membawa mobil sendiri sendiri .
Setengah jam mereka telah sampai di salah satu salon kecantikan langganan mereka .
" Hai ci . paket biasa dong " ujar Jen memberi kartu langganan VIP disitu
" Siap bos "
Mereka menjalani berbagai perawatan tubuh dan wajah mereka , setelah itu Jen meminta Cici merias mereka yang membuat Ara bingung untuk apa sedangkan bibi saja sudah jam 5 sore .
Tapi karena Jen memaksa Ara menuruti saja hal konyol dari Jen ini .
Setelah selesai makeup Jen menyuruh nya berganti pakaian yang sudah di siapkan Jen tadi ,tanpa banyak bertanya Ara mengganti pakaiannya dengan gaun indah buang diberikan Jen , Bahkan kata indah pun belum cukup untuk mengagumi nya . Gaun berwarna peach tanpa lengan yang menjuntai ke bawah dengan belahan sampai ke atas lutut menambah kesan seksi untuk Ara . dengan tatanan rambut yang di biarkan terurai sedikit ikal di ujung nya .
" waw Amazing!!!" seru Jen , sekarang giliran Jen berganti pakaian nya . Jen pun tak kalah mengagumkan dengan gaun hitam selutut nya.
" Kita sebenarnya mau kemana sih ,kenapa seperti ini?" tanya Ara yang sejak tadi penasaran
" Udah ikut aja " Jen menarik tangan Ara dan masuk ke mobil nya . Jen memutuskan untuk pergi satu mobil dia tak ingin mengambil resiko bisa saja Ara kabur nanti .
Dalam perjalanan Ara hanya diam tanpa banyak bicara , karena memang sejak melihat Willi tadi ia sudah tidak bersemangat apa pun. Dua puluh menit mereka sampai di hotel GA.
Jen menggandeng Ara memasuki hotel , karena tak mendapat jawaban apapun Ara memilih diam dan mengikuti saja .tapi saat mereka berjalan mata Ara tertuju pada sepasang kekasih menurut nya berjalan bergandengan dengan wanita nya yang sambil menyandar di bahu Willi , Meraka tampak berjalan memasuki salah satu kamar VIP itu pun tak luput dari pandangan Ara , ia semakin merasa sesak dengan apa yang ia lihat , Jen yang melihat wajah kecewa sahabatnya itu sebenarnya tidak tega tapi mau bagaimana lagi
" Jen , ayo kesana aku ingin memastikan sesuatu" Ara menarik Jen hingga Sampai di depan pintu kamar yang di masuki Willi dan Laurent tadi tampak pintu tidak tertutup rapat ada sedikit cela hingga Ara dapat mendengar suara dari dalam yang menurut nya ambigu .
" Kak , pelan pelan dong "
" Sabar re , ini sedikit lagi "
" Ahhh ... sakit .sakit ... "
" Iya bentar dong , Ini bentar lagi keluar "
terdengar suara dari dalam Ara mengepalkan tangan nya , Kaki nya terasa lemas tapi pikiran nya tidak membiarkan dia lemah .
Jen yang juga mendengar itu meringis geli , Apa yang sedang di lakukan mereka padahal ini kan gak ada di scenario nya.pikir Jen
" Ra ,Lo baik baik aja , kenapa kita kesini ? ini gak sopan Ra bisa bisa hotel kita di tuntut nanti " Bukan nya mendengar Jen Ara malah menendang pintu di hadapan nya itu .
Tampak di sana gelap dan sunyi .
Ara masuk dan menekan saklar .
" SURPRISE" teriak orang orang yang ada di situ
Deg
Tampak suasana kamar yang sangat indah dengan dekorasi bernuansa gold .Ara melihat satu persatu orang orang yang ada disitu .
Ada Derren , Varrel , Raka , Willi dan satu wanita yang tidak ia kenal yang sejak tadi menempel pada Willi .
" Apa ini ? " tanya Ara yang memang tidak mengerti apa pun
Laku Jen menarik Ara ke arah William . Willi meraih tangan Ara . tapi langsung di tepis oleh Ara karena ingat dengan apa yang ia lihat tadi .
" Kenapa ?hm " tanya Willi lembut
" Apa maksudnya semua ini ?" tanya Ara dengan sorot mata tajam tapi di balas senyuman oleh William
" Sebelum itu kenalin ini Laurent " ujar Willi
Laurent gadis itu dengan senang hati tanpa merasa bersalah menjulurkan tangannya pada Ara . dengan berat hati Ara menerima uluran tangan Laurent .
" Hai , Laurent "
" Khaira " ucapnya dingin
Setelah itu Willi menarik tangan Ara membawa nya ketengah tengah mereka
Ia mengeluarkan kotak merah kecil dari saku Jas nya . Willi berlutut dihadapan Ara dan membuat kotak yang berisikan cincin yang ia beli di toko perhiasan tadi .
" Khaira Anastasya Willson Will you marry me? " ujar nya tersenyum lembut pada Ara yang terpaku menatap nya laku ia beralih ke cincin yang ada di tangan Willi ,lalu ia beralih menatap wanita yang sejak tadi bersama Willi . Willi yang mengerti pun bangun dari posisi nya . ia menggenggam tangan Ara dan membawanya ke hadapan Laurent .
" Sebelum kamu jawab , aku akan ke akun dan jelasin semua kebingungan kamu , Ara kenalin ini Laurent Kciela William . Dia sepupu aku anak dari Om aku " jelas Willi
" Hah ??" seketika otak Ara jadi blank mencerna apa yang di katakan Willi .
Willi mulai menceritakan tentang rencana nya bersama Jen untuk melamar Ara tapi sebelum itu mereka merencanakan untuk membuat Ara cemburu lebih dulu .jadi semua ini hanya scenario Jen .
Mendengar itu Seketika Ara melirik tajam ke arah Jen , yang ditatap hanya cengengesan merasa tak bersalah .
" Eh tapi tadi yang kami dengar apa itu ,kayak nya gak ada dalam scenario ku deh " tanya Jen yang mendapat tatapan tajam dari Willi
Willi menarik tangan Laurent yang ternyata terkena pecahan gelas yang tidak sengaja jatuh tadi . karena mendengar suara Jen di luar derren cepat cepat mematikan lampu setelah pecahan kaca itu berhasil di ambil Willi tadi .
**Bersambung
Tentang Gabriel di episode selanjutnya ya** .