
Di kantor Admaja Grup
Derren telah menyelesaikan pekerjaan nya saat waktu menunjukkan pukul 7 malam . ia melirik jam yang melingkar di tangannya lalu masuk dalam kamar pribadinya yang ada dalam ruang kerja nya itu. sejenak dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, 5 menit kemudian dia memutuskan untuk membersihkan diri dan bersiap ke tempat acara yang dikatakan Raka tadi . Setelah dirasa cukup dengan penampilan nya dia menyambar ponsel yang ia letakkan di atas nakas menghubungi Raka
" ....."
" Lo dimana ? "
" ......"
" Gue baru mau berangkat , kayaknya bakal telat Lo tunggu aja disana gak usah jemput gue "
" ...."
" hmm"
Derren memutus panggilannya memasukkan ponselnya kedalam saku meraih kunci mobil segera bergegas ke Bar xx . Perjalanan kesana dari kantor derren membutuhkan waktu 45 menit tapi sekarang saja sudah hampir jam 8 karena ia lama berendam tadi menghilangkan rasa lelah pada tubuhnya .
Di Bar xx
Tampak 2 orang pria tampan duduk diruang VVIP ditemani beberapa botol minuman, mereka memang tak ada niat untuk bersama wanita wanita yang ada di bar itu. sedangkan Marvel pemilik bar teman Derren dan Raka tadi pamit keluar sebentar meninggalkan William dan raka diruangan itu .
" Lo udah liat isi rakaman itu " Raka membuka suara memulai obrolan mereka
Willi mengangguk mengiyakan pertanyaan Raka
" Lalu "
" Gue akan temui derren dan minta maaf , Gue juga gak tau dia mau maafin gue atau gak " Raka menegakkan tubuhnya membenarkan posisi duduk nya menatap kamar William
" gue yakin dia bakal maafin Lo " di angguki oleh William dia tau benar sahabatnya itu pasti akan memaafkan nya jika tidak dia akan terus meminta maaf sampai Derren memaafkannya
" Ka , ada satu hal yang mau gue omongin ke Lo "
" Katakan "
" Lo inget Ella ?" tanya Willi, mendengar pertanyaan Willi otak Raka berputar mengingat nama itu
" Ella , Ella gadis kecil yang dulu pernah Lo ceritain ma kita "
Dijawab anggukan oleh William
" Iya gue sekarang inget . Kenapa ? Lo udah ketemu sama dia ?"
" Iya " Mengingat itu wajah William jadi muram
" Kalau Lo udah ketemu sama dia kenapa wajah ko begitu , harusnya kan Lo seneng Man "
" Dia Udah jadi istri orang Bray " ucap Willi tersenyum kecut
" seriously ? "
" Hmm . dan kalau Lo tua dia istri siapa Lo bakal lebih terkejut lagi " Raka diam menanti ucapan Willi
" Dia Istri Derren "
Deg
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka . Ya derren sudah tiba disitu 5 menit lalu saat dia akan masuk tadi dia tak sengaja mendengar pembicaraan mereka yang membuat dia penasaran ,walau sudah lama tidak bertemu dengan sahabat yang memusuhinya itu tapi dia ingat betul dengan suara nya sampai Willi membicarakan tentang Ella gadis kecil kesayangan William yang pernah willi cerita kan pada dirinya dan Raka dulu . Derren tau betul seberapa sayang nya Willi pada Ella tapi dia tidak menyangka jika Ella adalah jennie tapi bagaimana bisa .. Tunggu dia ingat nama depan Jennie adalah Ariella .. dan Karena itu Willi memanggilnya Ella . Oh God bagaimana ini apa yang harus dia lakukan sekarang pikirannya kacau . dia sudah lelah bermusuhan dengan sahabat nya itu tapi sekarang ditambah lagi masalah ini .
" Bagaimana Bi....." belum sempat Raka menyelesaikan perkataannya sudah terpotong dengan suara derren
" Apa yang kau katakan ?" suara derren terdengar dingin dan tak bersahabat sudah bisa dipastikan dia mendengar pembicaraan mereka .
" Habis sudah " batin Raka
" Aku bertanya apa yang kau katakan " Seru nya meninggikan oktafnya .
" Apa yang kau dengar ,itulah yang aku katakan " Jawab Willi setenang mungkin padahal dalam hatinya ia merutuki kebodohan nya sampai Derren bisa mengetahui itu .
" Jadi Benar Ella adalah Jennie ?" suara derren melemah menatap Willi
" Maaf "Ucapnya
seketika Willi dan Raka terkejut dan saling pandang
" Maaf karena aku kau juga kehilangan gadis kecil mu "
Willi berjalan menghampiri derren yang menatapnya " tidak masalah ,aku memang menyayangi nya ,tapi aku sudah sadar aku menyayangi nya sebagai adik bukan sebagai wanita , Jadi jaga dia baik baik " mendengar jawaban Willi derren menatap tajam pada nya mencari kebohongan Dimata nya tapi Willi berkata jujur tak ada kebohongan disana .
Willi tersenyum hangat " Best friend forever" ucap mereka bersamaan .
Suasana di club' itu terasa mengharukan untuk ketiga sahabat itu .
Meraka Duduk dan mengobrol bertukar cerita masa lalu yang mereka lewatkan , tanpa sadar waktu menunjukkan pukul 1 dini hari . derren melirik jam ditangannya , Dia menepuk jidatnya
" Mati aku " kelakuannya tak luput dari Raka dan willi ,Raka pun jadi seakan lupa dengan Jennie .
" Why ?" tanya Willi
" Habis sudah. gue harus pulang sekarang sebelum Singa betina mencabik cabik gue " ucap nya meraih ponsel dan kunci mobil dan berlari keluar segera memasuki mobil mengendarai nya dengan kecepatan penuh .
Sedangkan di club Willi terlihat bingung dengan perkataan derren
" Kenapa sih dia ?"
Raka yang seakan otak nya sudah bekerja pun ikut menepuk jidatnya .
" Semoga kau selamat bos " ucapnya masih terdengar oleh Willi
" Hei ka , emang ada apa sih " Raka menatap serius kearah Willi
" Gue kasih tau sama Lo , Hidup derren dalam bahaya bisa dipastikan besok kondisinya akan sangat memprihatikan " ucap Raka serius
" Hah , kalau gitu ayo kita susul dia "
" Gak ah , gue juga masih pengen hidup kali "
" hei ,Lo sadar gak sih sahabat Lo dalam bahaya "
" Iya gue tau , tapi gue gak mau berurusan Ama bini nya "ujar raka Membuat Willi terkejut
" Bini nya itu berarti Ella dong , tapi kenapa bisa hidup derren dalam bahaya " pikirnya
seakan mengerti kebingungan Willi Raka pun menjelaskan bagaimana galaknya jennie jika tau derren ke club' dan pulang selarut ini . bisa bisa 1 bulan kali derren di kacangin .
" Seriusan Lo " Seketika tawa Willi lolos dari mulutnya
" Gak nyangka gue derren se bucin itu " Ia masih berkata disela sela tawanya.
" Ya udah ah yuk balik , gue besok ada mitting pagi " ucap Willi di angguki Raka , mereka pun berjalan keluar dari Bar itu . di luar Meraka bertemu Marvel yang baru balik kesitu setelah tadi dia bilang mau pergi sebentar .
" Woi , dari mana Lo katanya tadi sebentar tapi jam segini baru balik " tanya Raka
" Sorry man , ada urusan mendesak " jawab Marvel cengengesan sudah bisa ditebak itu urusan wanita .
" gak pernah berubah ya Lo , insyaf vel inget Anak bini dirumah, sebelum Lo nyesel ditinggal anak bini Lo kalau tau kelakuan Lo ini " ujar Raka berjalan menepuk pundak Marvel dia pun berlalu di ikuti Willi dibelakangnya dan juga menepuk pundak Marvel.
*****
Dirumah derren Masuk dengan mengendap endap agar tak menimbulkan suara . tanpa dia sadari Sepasang mata melihat nya dengan tatapan tajam dari atas dengan melipat tangannya di dada juga memegang sesuatu ditangannya
Ceklek
Lampu menyala di ruangan itu menampakkan wajah mereka . mata mereka bertemu beberapa saat sampai Jen mengeluarkan suara nya .
" Tidur diluar " Dia memberikan pakaian tidur pada derren dan masuk menutup pintu dengan keras tepat di wajah derren
" Shit udah gue duga" dengan lesuh dia berjalan ke kamar tamu membersihkan diri dan istirahat disana .
Bukan tanpa alasan Jen melakukan itu , Tadi derren pamit akan ada pertemuan tapi ternyata dia ke club dan pulang hampir jam 2 dini hari . membuat hati Jen dongkol dan kesal . Walau dia tau disana derren tidak berbuat macam-macam tetap saja dia kesal kenapa harus berbohong . Jangan ditanya Jen tau dari mana , Anggota nya banyak dimana mana yang dapat dimintai keterangan oleh nya.
* **Bersambung
Jangan lupa like comment n vote nya gays
Happy reading**
Ayah Derren galau disuruh tidur diluar
Bunda Marah