MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 65


 


Cukup lama Fira mengutarakan isi hatinya pada Vania , Hingga Membuat mata gadis itu merah dan sembab, tanpa ia sadari ada 2 pasang mata yang sudah mendengar dan melihat apa yang ia bicarakan sejak tadi , mereka adalah Papa dan mama mereka yang datang tepat saat Fira baru masuk ke dalam ruangan itu .


 


Mendengar apa yang Fira katakan, membuat mereka semakin dirundung rasa bersalah karena selama ini selalu mengabaikan Vania , dan tak pernah memperdulikan putri sulung mereka . Melihat keadaan Vania yang di ambang maut antara hidup dan mati , mereka benar-benar tak bisa lagi menahan rasa sedih dan penyesalan . bukan tidak sayang tapi Karena rasa kehilangan pada putri bungsu mereka , mereka sampai lupa bahwa mereka masih memiliki satu Putri lagi yaitu Vania.


"Maafkan Mama nak!! Mama mohon bangun lah sayang, kami akan memperbaiki semuanya walau terlambat tapi mama mohon beri kami kesempatan untuk itu !!" Ucap mama Vania dalam hatinya , wanita paru baya yang masih tampak cantik dan elegan itu tak kuasa menahan tangis , ia berlalu pergi meninggalkan ruangan yang belum sempat ia masuki hanya berdiri di depan pintu saja sejak tadi . melihat istrinya pergi dan menangis , papa Vania yang mengerti pun menyusul istrinya .


Varrel yang sudah kembali setelah mandi dan berganti pakaian mengerutkan keningnya bingung , melihat mama Vania yang tak jadi masuk dan malah pergi dengan mata yang mengeluarkan cairan bening . Varrel berjalan cepat untuk melihat apa yang sedang terjadi , saat sampai di depan ruangan itu ia hanya melihat Fira yang merebahkan kepalanya di samping Vania dengan tangan yang menggenggam tangan Vania, Varrel baru menyadari jika bukan hanya dia yang bersedih akan keadaan Vania , dia sampai melupakan jika Fira adalah adik kandung dari Vania kekasihnya , Varrel jadi merasa bersalah pada Fira ,dia sibuk dengan kesedihan nya sendiri tanpa memikirkan perasaan Fira yang juga tak kalah sedih dari dirinya , apa lagi Vania kakak kandungnya .


Jangankan Vania yang kakak kandung gadis itu , dirinya saja yang hanya kakak angkat ,Fira sangat menyayangi nya . Varrel lupa jika Fira adalah gadis yang terlihat kuat di luar tapi dia sangat lah rapuh .


Varrel yang sangat mengenal luar dalam gadis itu karena mereka tumbuh bersama sejak kecil .


" Bahkan dia masih bisa terlihat tegar dihadapan ku tadi " gumam Varrel pelan . ia kembali duduk di kursi depan ruangan itu , Varrel menunggu Fira keluar karena tak boleh lebih dari satu orang yang masuk kedalam sana .


Setelah jam besuk berakhir Fira segera bergegas keluar dari sana .


" Kak, aku keluar dulu ! Tapi aku akan tetap disini , kakak jangan khawatir sendirian .oke !! jangan lama-lama tidur nya , banyak yang ingin aku ceritakan pada kakak , Dan aku juga akan memperkenalkan kakak pada orang yang aku sukai saat ini , kakak akan menjadi orang pertama yang tau hal ini , aku janji !! bang varrel akan menjadi yang kedua , aku tak peduli dia akan marah nanti karena aku memberi tahu kakak lebih dulu dari pada dia . Aku akan memukul kepala nya jika dia marah nanti " Oceh Fira tersenyum sambil mengusap air mata nya yang terus saja keluar . bibir gadis itu memang tersenyum tapi hatinya tak bisa membohongi bahwa ia sangat sedih .


" Tapi kakak harus janji tidak akan marah padaku jika aku memukul kekasih kakak itu , Oke !! aku keluar dulu , segeralah Bagun kak Vania " Fira mencium pipi dan kening Vania , air mata gadis itu tetap saja tak berhenti menetes . saat ia mencium kening Vania cukup lama air mata nya menetes dan mengenai mata Vania . membuat Vania sedikit berkerut . Fira cepat cepat menghapus air matanya dan segera keluar dari sana . Tanpa ia sadari Vania memberi respon , Jarinya sedikit bergerak tapi tetap gadis itu belum bangun .


Fira melepas baju berwarna hijau yang ia kenakan saat masuk keruang ICU dan meletakkan pada tempatnya kembali , Fira mengambil kaca dari tas nya guna melihat wajahnya yang berantakan . Fira memoles sedikit bedak menutupi wajah nya yang habis menangis ,tapi tetap mata gadis itu tak bisa membohongi orang yang melihat nya . Fira menghela nafas sebelum benar-benar keluar dari ruang itu .


" Mungkin Abang udah di luar " pikir Fira


Ceklek


Dan benar saja varrel sudah menunggu nya di luar ruangan itu .


" Bang , Udah dari tadi ?" tanya Fira sambil tersenyum


" Belum ,baru aja ! Sini dek " Varrel menepuk kursi di sebelah nya , mengisyaratkan Fira agar duduk di sampingnya .


" Abang gak liat kak Vania kedalam ?" tanya Fira Setelah ia duduk disamping Varrel


Varrel Tersenyum dan mengelus lembut kepala Fira " Gak , nanti aja ! kamu kan habis menemaninya tadi ,jadi biarkan dia beristirahat dulu " jawab Varrel


" Kalau begitu ayo kita sarapan dulu , tadi bunda udah nyiapin sarapan buat kita " Ujar Fira kembali ceria , fira menarik tangan Varrel ntah mau Diman mereka makan .


" Hei , apa kau belum sarapan?" tanya Varrel


" Belum ,aku sengaja mau sarapan bareng Abang , Tapi kita makan dimana ya " ujar Fira berhenti dan berfikir mereka akan makan dimana .


" Dasar !!" Varrel mengacak rambut Fira dan menarik tangan gadis itu membawanya ke ruang pribadi keluarga Admaja yang ada di atas , dengan fasilitas lengkap seperti hotel. ada ruang tamu ,2 kamar tidur dan dapur .serta kamar mandi yang ada di masing-masing kamar .


Kini Varrel dan Fira sudah duduk berhadapan di meja makan yang ada di dapur. Fira membuka kotak bekal dan menaruh nya di atas meja . ia mengambil piring ,sendok dan air mineral .


Varrel tak mau lagi menunjukan rasa keterpurukan nya di hadapan orang lain ,dia akan kuat menunggu Vania kapan pun itu .


" Ayah dan bunda gak kesini ?" tanya Varrel di sela-sela makannya , walau tak berselera tapi ia tak mau membuat Fira sedih.


" Nanti siang , bunda tadi mengantar Stelly pulang lebih dulu kalau ayah gak tau katanya ada urusan , tapi nanti juga kesini " jawab Fira di angguki oleh Varrel .


Setelah selesai makan mereka kembali ke ruangan Vania , Ternyata di sana sudah ada Mama dan papa Vania dengan wajah panik .


" Pa , ma ... Ada apa ? kenapa kalian panik seperti itu?" tanya Fira juga ikut panik


" Fira !!" mama Nya langsung memeluk tubuh gadis itu, selain rasa rindu pada Fira juga rasa khawatir pada Vania didalam .


" Ma , ada apa ? apa terjadi sesuatu pada kakak ?" tanya Fira cemas


" Vania , , sedang di periksa dokter .. tadi dia kejang , mama takut .. dia .. dia " Mama Vania menangis karena rasa takut akan kehilangan , Fira berusaha menahan air matanya agar tak jatuh , ia harus kuat , kalau dia lemah siapa yang akan menguatkan orang tuanya .


Varrel yang mendengar penuturan mama Vania pun terkejut ,ia diam dan langsung duduk pikirannya melayang kemana-mana , Tapi ia tak bisa lemah pada saat seperti ini .


" bee , kau harus bertahan , aku gak akan sanggup jika harus kehilangan mu untuk ke dua kalinya " ucap Varrel dalam hati .


Tak berapa lama dokter keluar dari ruangan itu .


Mereka langsung berdiri dan menangi jawaban dari dokter yang menangani Vania .


" Bagaimana keadaan nya dok ?"


" Apa dia baik-baik saja ?"


" Dia baik-baik saja kan dokter ?"


" Dokter ?"


" Tenang lah , tuan , Nyonya ! Nona Vania baik-baik saja saat ini, dia sudah melewati masa kritis nya . Dia juga sudah menunjukkan respon yang baik , Terus lah ajak bicara dia dengan hal-hal yang positif , Setelah ini kita akan memindahkannya di ruang rawat , Kita hanya perlu merawat luka nya dan menunggunya bangun , selain itu tetap kami masih harus memasang alat untuk nya bertahan sambil menunggu donor hati yang cocok untuk nya , Setelah mendapatkan donor hati dan melakukan operasi pencangkokan hati yang baru dia pasti akan segera membaik " jelas dokter tersebut .


" Baiklah, terima kasih dokter ! Kami juga akan berusaha mendapatkan donor hati untuk nya tolong lakukan yang terbaik untuk putri saya " tegas papa Vania .


" tentu tuan , kalau begitu saya permisi "


Setalah kepergian dokter itu , Vania pun kini sudah di pindahkan keruang VIP ruang sakit tersebut . Setelah melihat keadaan anak nya papa dan mama Vania pun pamit pada Fira dan Varrel , mereka akan berusaha mencari donor untuk putri nya itu .


" Abang , istirahat lah ! aku yang akan jaga kak Vania, Abang pasti lelah dan tidak tidur semalaman kan " ujar Fira .


Varrel Tersenyum menanggapi perkataan Fira.


Fira duduk di samping Vania dan terus menatap wajah pucat kakaknya itu , Jika sampai waktunya nanti mereka tak mendapat kan donor hati , Fira berfikir akan mendonorkan hati nya untuk Vania , walau semua orang menentang dia tak peduli asal kakaknya tetap hidup dan baik-baik saja.


Siang hari derren sampai lebih dulu dibanding Jen . Semua pegawai rumah sakit yang berpapasan dengannya memberi hormat dan menunduk kepada tuan muda mereka . Dokter yang menangani Vania kebetulan lewat dan melihat derren . dia memberi tahu jika Vania sudah di pindahkan ke ruang rawat VIP , setelah itu derren langsung berjalan menuju kesana .


Di sana ia melihat Fira yang menatap Vania dengan pandangan kosong dan sulit di artikan , Entah apa yang di pikirkan gadis itu ,jangan sampai ia berfikir yang macam-macam .pikir derren


Derren melihat Varrel yang tertidur di sofa ,tampak wajah lelah pemuda itu,derren tak mau mengganggu nya .


" Ra .." panggil Derren mengejutkan Fira yang sedang melamun


" eh .. yah ? Sudah tiba ? dimana bunda ?" tanya Fira


" Bunda masih dijalan " jawab derren " Bagaimana keadaan nya ?" tanya derren lagi


" Dia sudah melewati masa kritisnya , Tapi harus segera mendapatkan donor hati untuk nya " Ujar Fira ,tampak kesedihan Dimata gadis itu .


" Jangan khawatir ! semua akan baik-baik saja , pihak rumah sakit sedang mengusahakan nya , kita juga sedang mencari donor hati untuk nya " tutur derren


" Terima kasih ayah " jawab Fira tulus


Karena mendengar suara orang berbicara ,Varrel terbangun dari tidurnya .dilihatnya derren sedang berbicara pada Fira .


" Yah !" panggil Varrel


" Kau sudah bangun ?"


" Hm " Derren berjalan mendekati Varrel dan duduk di sofa di samping Varrel .


Mereka mengobrol ringan tentang kesehatan Vania . setengah jam kemudian Jen datang bersama Varo ,Jihan dan Keanu . Serena tidak ikut karena dia menunggu mama nya yang masih lemah dirumah . tapi besok dia akan menjenguk Vania bersama kedua orang tuanya kalau kesehatan mama nya sudah membaik.


Keanu berjalan mendekat pada Fira yang duduk di samping Vania , Ia menepuk pundak gadis itu seolah memberikan semangat pada gadis yang ia cintai .


" Jangan sedih !" Ucap Keanu , Fira menanggapi nya dengan senyuman dan mengangguk .


" Ayo keluar mencari udara segar " ajak Keanu , Sejenak Fira berfikir dan kemudian mengangguk .


" Ayah ,bunda aku mau keluar sebentar " pamit Fira


" Baiklah , Jangan khawatir , ada kami disini menunggu nya " jawab Jen .


Setelah berpamitan Keanu dan Fira keluar dari ruangan itu dan pergi ke taman rumah sakit .


Didalam Jen ,derren dan Varrel membahas masalah donor hati untuk Vania , Mereka juga menyerahkan masalah Soni pada Varrel , Tapi sebelum itu Tadi mama Keanu meminta untuk bertemu yang terakhir kalinya pada kakak sepupunya itu Varrel pun menyetujui hal tersebut .


Di taman rumah sakit, Keanu dan Fira masih terdiam belum ada yang memulai berbicara . Rencana Keanu setelah ujian semester untuk menyatakan cinta pada Fira secara benar pun harus batal karena Masalah ini . Mereka kini duduk di bangku taman menatap kedepan dengan pikiran masing-masing .


" Ra .. Apa yang kau pikirkan ?" tanya Keanu memulai percakapan mereka


" Tidak ada " jawab Fira menoleh ke arah Keanu


" Jangan berbohong , Aku tau kau bersedih karena keadaan kak Vania , Ra .. Maaf karena masalah keluarga ku harus ada korban dan melibatkan banyak orang " Ujar Keanu merasa bersalah


" Apa yang kau katakan !! ini bukan salah mu ,untuk apa meminta maaf ? Kean ... Ini sudah takdir , dan sudah terjadi ,jangan merasa bersalah " Jawab Fira tulus .


" Ra .." Keanu menggenggam tangan Fira dan menatap kedalam mata gadis itu .


" Jangan di pikirkan lagi . oke " Ujar Fira tersenyum manis dan menepuk punggung tangan Keanu .


" Tetap berada di samping ku ,apapun keadaannya ! Kean .. " Ucapan Fira berhenti , ia menatap kedalam mata Keanu ,rasanya sulit untuk mengucapkan apa yang ia rasakan pada pemuda itu . " Aku mencintaimu " ujar Fira dalam hati


Mungkin bukan sekarang , tapi suatu saat ia akan jujur pada Keanu tentang perasaan nya


" Hm ??" Keanu mengerutkan keningnya heran menunggu apa yang akan Fira katakan .


" Keanu .. Maaf !!" hanya kata itu yang keluar dari mulut Fira saat itu .ia tak mampu bicara lagi ,Fira menatap sendu pada pemuda yang sudah berhasil membalikan hatinya yang semula mencintai Samuel . Fira tak ingin memberi harapan palsu pada Keanu saat ini , dia belum tau bagaimana keadaan Vania kedepannya . kalau sampai Vania tak juga mendapatkan donor ,dia lah yang berniat mendonorkan Hati nya ,walau untuk menyelamatkan 1 nyawa ia harus menukar dengan nyawa lainnya .


" Hei .. untuk apa kau meminta maaf ?" tanya Keanu bingung , Fira hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya .


" Tidak ada , aku hanya ingin meminta maaf saja padamu , Kean .. boleh aku memeluk mu ?" tanya Fira ragu , Keanu sedikit terkejut dengan permintaan Fira ,tapi ia mengangguk mengiyakan permintaan Fira , Ia terkejut karena senang tapi juga bingung dengan apa yang Fira pikirkan saat ini .


Fira tersenyum dan langsung memeluk tubuh tegap Keanu yang sangat pas dan nyaman untuk nya. Fira menenggelamkan wajahnya dalam dada bidang Keanu , Keanu membalas pelukan Fira dan mengelus punggung gadis itu , walau dia tak tau apa yang Fira pikirkan tapi dia mencoba mengerti bahwa Fira sedang butuh sandaran saat ini ..


.


.


**Bersambung


Keanu



Fira




Happy reading**