
" Sasha " Lirihnya
Tidak !! ini tidak mungkin !! Dia sudah kehilangan kedua orang tua nya sebelum ia meminta maaf atas kesalahannya selama ini , Tidak !! Ia juga tidak ingin kehilangan sang adik , Jika itu terjadi hidupnya akan benar-benar hancur , Rasa bersalah karena meninggalkan ! Rasa bersalah karena tak bisa melindungi ! Rasa bersalah karena membiarkan sang adik kesepian . Tidak , Dia tidak sanggup untuk menerima hukuman itu .
Tok tok
Suara ketukan berhasil menyadarkan Calvin dari lamunannya , Calvin menoleh ke arah Fira yang berada di luar mobilnya , Ia membuka pintu mobil dan keluar dari sana.
"Kita sudah sampai kak , Ayo " Kata Fira ragu , Ia sudah bisa menebak jika Calvin saat ini sedang syok dan bingung . Perlahan Calvin mengikuti langkah Fira dan sampailah mereka tepat berada di depan Pusara Tuan dan Nyonya Haris .Seksama Calvin membaca tulisan yang terukir di atas batu nisan itu hingga matanya menangkap Sosok nama yang Yang membuat Jantungnya berhenti berdetak , Kakinya lemas seakan tak bertulang , Air mata nya tanpa di minta pun berhasil lolos dari mata indah nya .
Salsabila Haris !! Nama seorang gadis yang tak lain adalah adik yang sangat ia sayangi , Sasha adalah nama yang ia sematkan dari adiknya itu masih bayi .
Fira masih berdiri mematung di belakang Calvin saat ini , Melihat Calvin yang sangat terpukul , pemuda itu terduduk di tengah-tengah pusara Papa dan mama nya ,tangannya perlahan mengulur mengusap Nisan kedua orang tuanya .
" Pa , Ma , maafin aku yang selama ini terlalu egois hingga meninggalkan kalian semua , Apa ini hukuman untuk ku pa ? Ma ? Kalian benar-benar menghukum ku saat ini. Kalian membalas meninggalkan ku seorang diri disini , Tapi pa ! ma ? kenapa kalian juga membawa Sasha bersama kalian ? Apa karena kalian tau bahwa dia merasa kesepian disini ? Sekarang aku merasakan betapa kesepian nya dia saat kalian pergi dan aku tak berada disisinya ,Hingga kalian memilih membawanya bersama kalian dan meninggalkan ku disini sendiri sebagai hukuman untuk ku , Benar kan ? " Cal bin terus menyesali perbuatannya dimasa lalu , ia merasa semua ini salah nya. Calvin berdiri dan berjalan ke pusara Sang adik , Hati nya terasa sakit dan sesek hingga rasanya ia sulit untuk bernafas , Tidak ada kata selain maaf yang mampu Calvin ucapkan ,tangannya mengusap lembut Nama yang terukir di batu nisan tersebut .
" Maaf " Lirihnya , Air mata kepedihan dan penuh penyesalan terus mengalir membasahi pipi nya .
Fira yang sejak tadi memperhatikan Calvin pun turut Menangis , ia dapat merasakan apa yang Calvin rasakan saat ini , Walau dia seorang pria tapi dia juga punya hati dan perasaan , Bukan berarti seorang pria tak boleh menangis bukan ?
Fira memberanikan diri untuk memegang pundak Calvin .
" Maaf " Ucap Fira penuh penyesalan .
Calvin mengerutkan keningnya mendengar kata maaf dari Fira . ia mendongak menatap Fira yang berdiri disampingnya sambil memegang pundaknya dengan wajah penuh penyesalan .
" Maaf , Semua salah ku ! " Calvin perlahan berdiri dan menatap Fira dengan tatapan yang sulit di artikan .
Fira menarik nafasnya dan mulai menjelaskan apa yang terjadi .
" Saat kami hendak pulang dari taman , Aku mendapat telepon dari rumah sakit lalu aku menyuruh Sasha untuk menyebrang lebih dulu , Aku yang mendapat kabar dari rumah sakit bahwa kakak sedang kritis pun saat itu .. A ..aku tidak bisa berpikir apapun . La ...Lalu " Fira mengusap air matanya dan tertunduk tak berani lagi menatap kearah Calvin " Lalu Aku tak menyadari jika ada sebuah mobil yang melaju kencang kearah ku sampai aku tersadar akan teriakan Sasha dan sebuah dorongan yang ia lakukan untuk menyelamatkan ku , Ia begini karena salah ku ..maaf kan aku kak "
Calvin terasa lemas , ia tak tau harus bersikap seperti apa saat ini , Ia bukan anak kecil yang akan langsung menyalahkan seseorang atas Kejadian yang baru ia dengar dan mengakibatkan kecelakaan yang merenggut nyawa adiknya , Jika Sasha melakukan itu , Itu artinya gadis dihadapannya ini begitu sangat berarti bagi sang adik . Calvin menghela nafas panjang menengadahkan kepalanya menatap langit yang begitu cerah saat ini .Ia memejamkan matanya dan berfikir sejenak, Ternyata masalah nya tidak hanya sampai disitu . Calvin kembali menunduk menatap Fira yang tengah menunduk merasa bersalah .
Tangan Calvin mengulur memegang kedua pundak Fira ,membuat gadis itu menatap kearah nya ." Ini bukan salah mu ! Ini kemauannya dan sudah menjadi keputusan nya " Ujar Calvin , Walau ia menahan sesak atas setiap perkataan nya yang mencoba mengikhlaskan kepergian adiknya dan kedua orang tuanya .
" Tapi kak , Tidak hanya sampai disitu saja pengorbanan Sasha pada ku " Ujar Fira tampak ragu
" Maksud kamu ?" tanya Calvin bingung , Apa lagi ? pikirnya . Adiknya sudah tiada ! Apa lagi yang ia korbankan demi gadis ini .
" Dia .. "
" Katakan !" Pinta Calvin .. tapi Fira masih bungkam dan merasa takut , Calvin yang menyadari itu pun kembali menghela nafas nya " Jangan takut. katakan saja ! Aku berjanji tidak akan marah , Apapun yang Sasha lakukan untuk mu , Itu keputusan nya ! Aku akan menerima nya walau itu berat , Dan jikapun aku menolak atau tak terima bukankah sudah tak ada gunanya lagi ? Saat ini dia sudah tidak ada ! jika aku tak terima itu tak akan membuatnya kembali dan malah akan membuat pengorbanan nya sia-sia bukan ?" Sungguh , Pemikiran Calvin begitu bijak ! Saat ia terpukul akan kematian semua keluarganya dia masih berpikir bijak dan dewasa .Pemuda ini hatinya sungguh luar biasa .pikir Fira! Sungguh bodoh wanita bernama Zoya itu, Yang meninggalkan lelaki sebaik ini .
" Kak , Dia..!! Di saat-saat terakhirnya dia meminta dokter untuk mendonorkan hatinya untuk kakak ku "
Deg
Tangan Calvin lolos ,terlepas dari pundak Fira begitu saja , Nafas nya tercekat tak berdaya ! Sungguh ia ingin berteriak saat ini !! Dia ingin menumpahkan segala Emosi dan perasaan Yang tercampur menjadi satu dalam hati dan pikirannya .
" Maaf " kata itu sekali lagi lolos dari mulut Fira , Calvin terdiam seribu bahasa ,tak ada satu katapun yang terlontar dari bibirnya untuk menanggapi kata maaf dari Fira . Benar-benar hari ini sungguh hari yang luar biasa untuk nya . Calvin berbalik dan menatap nanar ke arah pusara sang adik .
" Hukuman apa lagi yang kau berikan pada kakak sha ?? Apa kau sengaja meninggalkan hatimu untuk selalu mengingat kan ku jika selama ini kau tersiksa karena kesepian ? dan itu karena ulah ku sendiri ,aku tidak tau harus senang atau sedih dengan ini . Setidaknya kau juga sudah menghukum ku sekarang untuk itu " Batin Calvin menjerit setelah mengatakan hal itu .
" Bolehkah aku menemui orang yang menerima donor itu ? " Tanya Calvin
Fira diam dan menatap kearah Calvin , Fira tampak ragu karena ia takut Calvin akan menyalahkan Vania ,sungguh konyol memang pemikiran gadis itu .
" Tapi ... Kak , Jika kakak ingin marah atas hal ini , Marah saja padaku ! Aku akan menerima nya ,tapi tidak ! jangan salah kan kakak ku , Dia bahkan tak tau apa-apa mengenai hal ini " Fira menatap Calvin penuh permohonan , Calvin menatap wajah memelas gadis itu dan Tersenyum tipis .
" Aku tidak akan marah atau menyalahkan siapapun untuk hal ini , Aku hanya ingin melihatnya ! Untuk memastikan dia menjaga hati Sasha dengan baik , Aku berjanji tidak akan mengatakan apapun " Mendengar itu ,tentu saja Fira sangat lega .
"Baiklah " jawab Fira Tersenyum ceria .
" Bolehkah aku meminta sesuatu padamu ?" tanya Calvin penuh keseriusan
" A.. apa ?" tanya Fira mulai ragu jika Calvin meminta yang aneh aneh .
Cletak
Calvin menyentil kening fira membuat gadis itu mengaduh kesakitan .
" Jangan berpikiran aneh aneh ! Aku hanya ingin meminta , Jadilah adik ku ! Kau begitu istimewa untuk Sasha hingga dia melakukan banyak hal untuk mu , Sebagai gantinya, Jadilah adik ku !! Setidaknya aku tidak sendirian jika memiliki adik saat ini " Calvin menatap sendu ke arah pusara Sasha . ia telah meninggalkan adiknya waktu itu, dan sekarang dia ingin menebus kesalahannya dengan menganggap fira sebagai adiknya, Dengan alasan Fira adalah seseorang yang sangat berarti bagi Sasha maka dia juga akan memperlakukan Vira seperti itu.
" Tentu saja boleh !! Kak Calvin " jawab Fira dengan senang .
" Kalau begitu ayo,kita jenguk kakak mu itu " Fira mengangguk dan tersenyum tulus pada Calvin , Calvin membalas senyuman Fira dan mengacak rambut gadis itu dengan gemas. Sikap dan sifat Fira yang tak jauh berbeda dengan Sasha membuatnya sedikit terobati dari rasa bersalah pada sang adik . mungkin ini juga yang Sasha mau ! Pikirnya .
.
.
.
.
.
**Bersambung
Hai .. jangan lupa untuk like comment n vote nya ya.
oh ya nanti aku bahkan kasih visual Calvin disini . kalian bisa cek nanti . oke
Calvin
Hayoo .. siapa yang Ngefans Sama KAI ????
Happy reading gays** .