MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Episode 60


Pagi menjelang , setelah sarapan mereka sekeluarga memutuskan untuk pulang kekediaman Admaja begitu juga Varrel yang ikut ke rumah utama . Kalau Ken dia pagi-pagi sekali sudah ada urusan yang mengharuskan nya pergi ke markas .


" Bang , ini kamar Abang yang di sebelah ini kamar adek kalau yang itu kamar bunda ayah yang sebelah sana kamar Oma Opa dan yang pintu putih itu kamar aunty Aletha , kalau perlu apa apa Abang bisa panggil bunda atau minta pada pelayanan " terang Jen membuka kamar Varrel , kamar yang bernuansa Putih silver khas lelaki sesuai selera Varrel yang sudah siap kan pelayan atas permintaan Jen .


" Iya bunda ,Bun kalau Abang tinggal disini bagaimana dengan adik-adik disana " tanya Varrel setelah mereka duduk di tepi ranjang karena bagaimanapun varrel kepikiran dengan adik adiknya disana , Jen tersenyum senang walau varrel disini tapi masih memikirkan adik adik nya di yayasan .


" Abang gak perlu khawatir , Disana kan masih ada Safira , bibi dan juga paman , Bunda juga selalu memantau mereka , apa Abang selama ini gak tau kalau kalian selalu ada yang mengawasi untuk menjaga kalian dari jauh ? "


Dijawab gelengan oleh varrel


" Bunda sudah memerintahkan puluhan bodyguard untuk menjaga kalian, walau tak terlihat untuk berjaga jaga jika ada sesuatu yang tidak di inginkan " jelas Jen yang membuat varrel lega


" tapi kenapa selama ini Abang gak tau ya Bun"


" itu karena Abang aja yang gak peka " ledek Jen " Sudah , istirahat lah dulu jika kau bosan di belakang Mension ada tempat berlatih bela diri , memanah dan menembak jika Abang mau berlatih " ujar Jen


" Sungguh Bun " antusias varrel di jawab anggukan oleh Jen " Nanti setelah istirahat saja berlatihnya " saut Jen sebelum varrel meminta ijin berlatih , " baik bunda " jawabnya lesuh " ya sudah bunda keluar dulu "Jen berjalan keluar mencari Varo sedangkan derren sedang berlatih dibelakang bersama aletha .



Jen menghabiskan waktunya bersama Varo di kamar nya sebelum jam makan siang , setelah lelah Varo pun terlelap dalam dekapan sang bunda . Jen turun dari ranjang perlahan tak lupa menarik selimut menutupi tubuh anaknya lalu dia keluar membiarkan pintu tertutup tidak rapat agar dapat mendengar jika Varo terbangun nanti .


Dia berjalan menyiapkan makan siang untuk keluarga nya , siang ini dia memasak makanan kesukaan Varrel yang sama dengan sang suami yaitu udang asam Manis mengingat ini hari pertama anaknya disini dengan bantuan bibi dengan cepat Jen menyelesaikan masakannya dengan menu tambahan Cah kangkung , sambal goreng balado, gurame goreng dan cumi goreng crispy . Setelah dirasa cukup ia meminta tolong bibi menatanya di meja makan lalu dia berjalan memanggil suami dan adiknya di ruang berlatih . tak lupa ia juga membangunkan Varrel dikamar nya . sedangkan papa dan mama derren tadi Keluar ada janji makan siang bersama teman lama kata nya . tapi ntah lah .


Dimeja Makan Sudah ada Derren ,Jen , Aletha, Varrel. Jen mengambilkan Nasi dan lauk terlebih dulu untuk suaminya lalu juga untuk Varrel sedangkan aletha sudah mengambil makan untuk nya sendiri .


" Masakan bunda selalu luar biasa " ucap varrel


" Benarkah ? kalau begitu makan yang banyak agar kau tidak kurus begitu "


" Aku tidak kurus bunda " jawabnya cemberut


" Ya ampun gemas nya Keponakan ku yang tampan ini , jangan cemberut seperti itu rasanya aku tidak tahan untuk mencubit pipi mu itu " gemas aletha


" Sudah .sudah makanlah dengan tenang nanti malah tersedak " tegas derren


Mereka melanjutkan makan dengan tenang , setelah makan siang mereka memutuskan untuk berkumpul diruang tv .


" Bang kapan hari kelulusan mu " tanya derren


" 1 bulan lagi yah, hari wisuda nya, apa ayah dan bunda bisa datang ? " jawab varrel


" Tentu saja nak " jawab derren tersenyum pada anaknya


" Terima kasih ayah ,bunda "


" Lalu apa rencana mu 1 bulan kedepan " tanya letha


" Mungkin aku akan belajar bersama ayah aunty" jawabnya


" wah benarkah itu? Sungguh sangat mengagumkan di umur segini kau bahkan sudah lulus sekolah menengah dan sekarang kau akan terjun ke perusahaan , Aunty bangga padamu " ujar aletha mengacak rambut Varrel


" Terima kasih aunty"


" Besok jam 7 Abang harus sudah siap ikut ayah ke kantor ,oke !


" Oke ayah "


" Baiklah kalau begitu , Bang ayo ikut bunda tadi katanya mau berlatih " ujar Jen


" Siap bunda , ayo " saut nya senang karena emang Varrel sangat ingin menjadi hebat seperti ayah dan bundanya


Mereka berempat jalan beriringan setelah Jen berpesan pada Alia untuk menjaga Varo karena memang tadi Varo masih tidur dikamar nya .


***


Pagi hari terlihat Derren sudah siap dengan pakaian kerjanya disusul varrel yang tak kalah keren karena sudah di dandani oleh Jen dengan pakaian formal . setelah sarapan dan berpamitan pada semua orang mereka berangkat menuju Kantor Admaja Grup , sedangkan Jen hari ini karena tak ada jadwal apapun dia mengerjakan pekerjaannya dari rumah .


Di perusahaan Admaja


Mobil sport Lamborghini Aventador milik derren Memasuki parkiran khusus Presdir tak lama Di susul dengan mobil sport milik Raka yang bertepatan juga sama sama baru tiba.


Derren turun dari mobil diikuti oleh Varrel, begitu juga Raka yang keluar dari mobilnya .


" Pagi Boss " ucap Raka cengengesan


" Hmm " saut derren dengan wajah datarnya


" Oh ,hai tuan muda tampan kau ikut ayah mu kesini , perkenalkan Aku Om Raka teman ayah mu sekaligus asisten pribadinya " ucapnya menjulurkan tangannya pada Varrel


" Hai juga om " jawab Varrel se adanya .


" Sudah ayo masuk bang , jangan diladeni dia " ucap derren berjalan terlebih dulu di ikuti oleh Varrel dan juga Raka


" Hei apa maksud mu , bagaimana pun aku ini juga pamannya " sunggut Raka


" Ya. ya.ya kau paman nya tapi tidak disini "


" Baiklah " jawab Raka yang menyadari mereka sedang dikantor .


Mereka berjalan memasuki Gedung Admaja , tatapan para pegawai yang tertuju pada mereka , banyak yang bertanya tanya siapa pemuda yang bersama Presdir nya itu wajahnya yang imut dan tampan pun banyak dikagumi oleh pegawai wanita di perusahaan itu . Tapi jangan bilang varrel jika terpengaruh akan hal itu ,dia bahkan sudah bosan dengan tatapan seperti itu dari teman teman disekolah nya .


sesampainya di ruangan derren Raka tak bisa lagi membungkam mulutnya


" Wah ren , Sekarang aku meragukan pesona mu , seperti nya kau sudah kalah oleh putramu " ucap Raka begitu mereka sampai di ruangan derren


" Tidak masalah , Aku bahkan risih dengan tatapan mata mereka " ucap derren santai duduk di kursi nya " Hei nak , kenapa kau berdiri saja disitu duduk lah dan kau kembali lah keruanganmu, jangan lupa kirimkan lewat email hasil mitting kemarin "


" Oke " Raka berlalu keluar dari ruangan derren


Setelah Raka keluar dan varrel duduk didepannya ia mulai menyiapkan beberapa dokumen untuk Varrel pelajari .


" Bang ini kami pelajari terlebih dahulu lalu di sini lengakap data datanya , jika ada yang tidak tau tanyakanlah pada ayah , Dan ini kamu bisa revisi disini " terang derren sambil memberikan dokumen dan laptop pada Varrel


" Baik ayah " Varrel mulai mempelajari dan mengerjakan pekerjaan yang diberi ayah nya dengan serius


Derren meraih ponselnya dan menghubungi Raka


" Ka , Siapkan meja kerja untuk varrel diruangan ku " perintah nya langsung memutuskan panggilan nya . sedangkan di sebrang sana Raka mengumpat kesal karena derren mematikan telepon nya begitu saja , Tapi lain dari itu dia juga heran kenapa derren menyuruh nya Menyiapkan meja kerja untuk varrel bukan nya Varrel masih sekolah , kenapa malah disuruh bekerja Bahakan mungkin Varrel masih SMP pikirnya . Dasar Bapak kejam ! umpatnya tapi tetap mengerjakan apa yang diperintahkan derren .


Bersambung


Abang Varrel



Ayah Derren



Nih yang kangen sama Raka