
London
Satu bulan berlalu sejak Varrel Lulus kuliah S1 , Semasa liburan ia Kembali ke Negara x Bersama Ayah ,bunda dan adik adik nya, kini ia tidak kembali lagi ke negara London untuk melanjutkan S2 nya di universitas yang sama yaitu Cambridge University . Hari ini Sudah mulai masuk kuliah ,kali ini dia hanya mengambil satu jurusan yaitu Management Bisnis .
Soal penyerang Jen juga sudah mereka ketahui yang tak lain adalah Zoya kakak kandung Varrel , Jen hanya memberi mereka pelajaran sedikit , Karena dia juga harus menjaga perasaan varrel putra nya , Bagaimana pun jika varrel tau jika Jen melakukan hal yang buruk pada kakak kandung nya dia takut jika varrel akan marah dengan nya .jadi Jen tidak ingin mengambil resiko itu . Walau varrel belum mengetahui tentang hal itu dia tetap berusaha untuk tidak berbuat lebih .
Jen memberi nya pelajaran dengan , sedikit demi sedikit menghancurkan karir wanita itu yang saat ini berprofesi sebagai model, Sejak Perusahaan Ayah nya Turun perlahan dia memutuskan merintis karir di dunia entertainment . Hingga kini ia sukses menjadi model terkenal . Saat Zoya mengetahui bahwa dibalik kebangkrutan perusahaan orang tua nya karena ulah Jen dia menyuruh kelompok mafia menculik Jen dan ingin memberi pelajaran pada Jen tapi ternyata dia gagal dalam hal itu .
Vania saat ini sedang berada di London ,itu sebab nya Jen memerintahkan anggotanya untuk menjaga ketat keamanan Putra nya varrel ,walau bagaimanapun Varrel dulu tidak di inginkan ayah nya , Jen juga sudah menyelidiki ternyata mereka belum tau jika Varrel adalah anak ayah Zoya .yang tak lain adik kandung nya .karena selama ini mereka seperti tak peduli dengan varrel bahkan sampai sekarang mereka tak berusaha mencari keberadaan varrel .
**
Varrel dengan gagah nya berjalan menyusuri koridor kampus di gedung yang berbeda dengan kedua sahabat nya itu ,mereka akan bertemu jika ada waktu luang dan jadwal mereka tidak berbenturan. Varrel masuk ke dalam kelas yang ternyata dia satu kelas dengan gadis cupu bernama Vania dan bahkan mereka duduk bersebelahan .tapi karena varrel tidak kenal dengan nya hanya sekali dulu saat mereka bertabrakan ,tapi mungkin varrel sudah melupakan nya .
Vania melirik sekilas ke arah varrel yang baru datang dan duduk di bangku nya .
" Kenapa dia semakin hari semakin tampan ? Ya ampun Vania Lo harus sadar !! " Vania segera menepis pikiran aneh nya dan mulai fokus pada buku yang sempat ia baca tadi .
Tak berapa lama masuk lah 2 orang wanita yang tampak cantik dan sexi memasuki kelas tersebut , mereka melihat Varrel mahasiswa S1 yang sangat mereka puja puja selama ini .
" Gila kalau di lihat dari dekat ganteng banget ,sumpah !! " ujar Lisa
" Iya ,Pokok nya kita harus bisa mencuri perhatian nya " kata Nevada yang mendapat tatapan tajam dari Lisa
" Dia harus jadi milik gue " kata Lisa penuh penekanan pada sahabatnya nya itu
" CK , belum tentu juga dia mau sama Lo " jawab Nevada dengan nada sinis
" Lo lihat aja nanti " ujar nya sambil menyeringai licik , Ternyata percakapan mereka sejak tadi di dengar oleh Vania tapi gadis itu hanya diam dan tak berkata apapun . Ia yang selama ini hanya bisa mengagumi varrel dalam diam tak berani mendekat juga tak mampu untuk menjauh . Vania tidak Sekelas dengan Roza sahabat nya karena Roza belum lulus S1 sama seperti Ezhel dan Aiden .
Tak berapa lama Dosen masuk ,Varrel yang tadi memakai handset pun langsung melepaskan nya . Dengan seksama dia memperhatikan materi yang disampaikan oleh dosen tersebut ,tak terasa jam pun berakhir ,karena tak ada jam lagi Varrel menghubungi Aiden dan Ezhel di grup wa , Mereka janjian akan bertemu di cafe depan kampus ,cafe favorit para mahasiswa.
Sambil berjalan ke parkiran Varrel menghubungi Ezhel .
" Hallo ! Lo dimana ? Gue udah keluar Kampus nih .."
" ...."
" Oke ,gue tunggu di cafe !!"jawab Varrel dan langsung mematikan ponsel nya begitu saja yang membuat Ezhel mengumpati nya di sebrang sana .
Varrel masuk kedalam cafe ia mengedarkan pandangan nya ,mencari tempat yang pas untuk mereka nongkrong dan dia memutuskan untuk duduk di pojokan dekat jendela buang langsung menghadap ke arah jalanan .
Pelayan datang menghampiri nya membawa buku menu
" Green tea dingin , makan nya nanti aja nunggu temen " Ujar nya sambil memberikan buku tersebut pada pelayan cafe itu .
"" Baik lah , Silahkan tunggu sebentar tuan " Setelah pelayan itu pergi varrel lebih memilih memainkan ponsel nya sambil menunggu dua sahabat nya .
Tampak dari pintu masuk seorang gadis berkacamata ,menggunakan kaos Oblong putih dan celana jeans ,rambut yang di kuncir kuda walau memakai kacamata dan berpakaian sederhana tanpa polesan makeup ,Masih tidak menutup kecantikan gadis itu ,hanya karena sikap nya yang pendiam dan cenderung tak peduli sekitar itu lah yang membuat orang lain atau para teman sekelas nya enggan berteman dengan nya .
Vania berjalan sambil memainkan ponsel nya sesekali melihat bangku kosong dan hendak duduk disana . tepat nya meja sebelah Varrel ,tapi saat ia berjalan seorang pelayan tak sengaja menyenggol nya dan ia pun terhuyung jatuh tepat di pangkuan Varrel .
Varrel yang terkejut menatap gadis yang berada di hadapan nya itu dengan tatapan datar dingin dan menusuk ,ia sangat tidak menyukai wanita menyentuh tubuh nya selain Adik dan Bunda nya .
Vania yang tak kalah terkejut pun sampai bengong dan tak percaya bahwa yang berada di hadapan nya ini adalah sosok pria yang selama ini di kagumi nya secara diam diam .
" Maaf kan saya nona , Saya tidak sengaja " ucapan Pelayan itu membuyarkan keterkejutan mereka , secepat kilat Vania bangun dari pangkuan Varrel .
". Maaf , maaf !!" Lirih nya karena takut dengan tatapan dari varrel
Varrel Membersihkan baju dan celana yang terkena sentuhan Vania seolah Vania adalah Kotoran yang mengotori tubuh nya .
" Berani nya kau menyentuh ku , hah !!" seru varrel pada nya
" Maaf " ujar Vania sambil menunduk ,rasa nya ia ingin sekali menangis kalau tidak malu karena mereka saat inimenjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di kafe tersebut.
" Maaf kau bilang ? Cih , Aku tau ini hanya akal akalan mu untuk menyentuh ku , Aku sudah sering bertemu wanita wanita seperti mu , Dan asal kau tau aku sama sekali tidak akan tertarik dengan trik kotor mu itu " Ujar varrel penuh penekanan
Mendengar ucapan varrel Vania mendongakkan kepalanya nya ,ia menatap lelaki yang berada di hadapan nya itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Vania menarik nafas nya perlahan membuang semua emosi yang bergejolak di dada nya . bagaimana tidak tuduhan varrel sangat melukai nya ,melukai harga diri nya
"Maaf " Ujar Vania berusaha agar tidak menangis dihadapan pria tersebut, lalu ia berlalu begitu saja keluar dari kafe itu, di depan kafe dia bertemu dengan Roza sahabatnya ,Roza yang melihat Vania keluar dari kafe pun heran karena mereka tadi sudah Janji untuk makan siang bersama Di sini dan apa ini sahabatnya itu terlihat menangis sambil berjalan tanpa mempedulikan Roza yang memanggil nya . Vania menyetop taksi dan pergi meninggalkan kafe tersebut . Roza hanya bisa menghela nafas nya dan ia urungkan niat nya untuk makan di kafe , Dia memilih kembali ke kampus karena masih ada satu mata kuliah lagi nanti , Setelah itu baru dia akan ke apartemen sahabat nya itu untuk bertanya apa yang terjadi pada nya ,karena tak ada Vania dia memutuskan untuk makan di kantin kampus saja .
" Ma ..Maaf tuan !" ujar nya terbata sambil menunduk ,karena ia juga takut melihat tatapan Varrel , Mendengar seseorang berbicara Varrell mengalihkan pandangan nya pada orang tersebut.
" Ada apa ?" tanya nya datar
" E .. Sebenar nya Nona tadi tidak bersalah tuan , Saya yang tidak sengaja menyenggol nya saat ia sedang berjalan tadi sehingga dia terjatuh ke arah tuan , Sekali lagi mohon maaf kan saya " ujar pelayan itu
" Apa kau bilang ?? " Varrel mengusap wajah nya kasar karena merasa bersalah telah melontarkan kata kata kasar pada gadis yang ia tidak tau nama nya itu . " Kenapa kau tidak bilang dari tadi ,hah !! gara gara kau aku memaki orang yang tidak bersalah " seru nya pada pelayan tersebut .
" Sekali lagi maaf tuan " ujar nya sambil terduduk
" Sudah lah , kembali lah bekerja " ujar varrel lalu ia duduk dan mengusap kasar wajah nya .
" Kenapa Lo ?" tanya Ezhel yang baru datang melihat wajah kusut sahabat ny .
" Iya , kusut amat muka Lo " sambung Aiden .
Varrel menghela nafas nya , lalu ia mulai menceritakan kejadian tadi pada kedua sahabatnya, Ezhel dan Aiden sejak tadi yang mendengarkan cerita Varrel pun tak habis pikir dengan sahabat nya itu .Karena sudah main hakim sendiri .
" Wah parah Lo rel , lagian Lo juga kenapa marah marah kan enak Mangku cewek " goda Ezhel
" Enak pala Lo ! Bukan muhrim ,dosa !!" jawab Varrel kesal
" Ya elah , Sekali kaki gak papa kali rel " ujar Aiden
" Lo aja. ogah gue mah " jawab nya
" Ya kalau gue sih udah sering " jawab Aiden enteng yang mendapat tatapan tajam dari varrel .yang membuat Aiden bergidik ngeri
" Gak, Gak !! Gue cuma bercanda . gini gini gue Masi suci kali " ujar nya yang merasa terintimidasi oleh sahabat nya itu . mereka bertiga memang menetapkan peraturan dalam persahabatan mereka , Do not have sex before marriage .
" Awas Lo kalau sampai macam macam " ancam Varrel
" Iya , eh tapi Lo harus minta maaf kali rel sama tu cewek , Kasian tau ! Pasti dia terluka banget sama ucapan Lo " kata Aiden
" Iya bener tuh !" sambung Ezhel
Varrel menghela nafas kasar, Iya juga sebenarnya merasa bersalah tapi di mana, dia bisa bertemu dengan gadis itu lagi Bahkan ia pun tidak tahu nama gadis itu , Iya juga tidak tahu jika Gadis itu adalah mahasiswa di kampus yang sama dengannya Bahkan mereka teman sekelas .
" gimana mau minta maaf , kenal juga enggak gue sama tuh cewek" Kata Varrel
" Ya kali aja dia kuliah sini juga, Kalau dia kuliah disini kan besar kemungkinan lo bakal ketemu dia lagi" Ujar Ezhel
" Ya semoga aja sih " Jawab Varrel .
Mereka memesan makanan dan memakan nya dengan sesekali bercanda , Ezhel dan Aiden mampu merubah suasana hati nya saat nya . ia sangat bersyukur mempunyai dua sahabat yang sangat mengerti diri nya .
Setelah makan Varrel pulang ke apartemen sedangkan Ezhel dan Aiden tidak karena mereka masih ada kelas. tapi mereka akan menyusul ke apartemen Varrel nanti setelah kelas mereka Selesai . karena mereka sudah janjian akan main PS Di Apartement Varrel .
Varrel menaiki motor sport nya membelah jalanan kota Cambridge menuju Apartement yang tidak jauh dari kampus nya itu . Sepanjang perjalanan ia kepikiran dengan gadis yang ia maki saat di cafe , Kenapa gadis itu meminta maaf pada nya jika tidak bersalah ,pikir nya .
Sampai tak terasa ia telah sampai di apartemen nya . Varrel masuk dan segera membersihkan diri sebelum ia mengistirahatkan tubuh nya . Varrel Membaringkan tubuh nya menatap langit langit kamar nya .bayangan wajah ketakutan gadis itu selalu berputar di kepala nya .
" Ya ampun , Kok gue mikirin dia sih " ujar nya lalu ia mencoba memejamkan mata nya mencoba tidur , sampai akhir nya ia pun terlelap dengan sendirinya .
**Bersambung
Hai maaf ya kemarin gak bisa up . paket data gue habis soal nya . dan oh ya aku mau jawab Pertanyaan reader di komentar entah aku lupa part berapa .
**Ada yang tanya cerita ini sebenarnya beragama apa , Kalau Islam kok jarang menunaikan kewajiban nya ?
** Cerita ini untuk keluarga Jen dan derren itu islam , Kalau Willi karena orang Amerika dia Katolik , Yang lain nya Islam .. kenapa kok jarang aku masukin mereka saat menunaikan ibadah karena disini kan cerita nya gak yang ke religius banget . Nah kalau Dalam seharian mereka aku masukin saat mereka menunaikan ibadah 5x dalam sehari habis dong part nya untuk membahas itu doang .. jadi mohon di mengerti aja lah ya .... dan ikuti alur nya aja ... setidak nya dalam pikiran author merek selalu menunaikan kewajiban mereka sebagai seorang muslim .
Happy reading n Terima kasih yang udah support dengan Like Coment n vote nya .. Semoga kalian gak pernah bosen dengan alur cerita ini** ..