
Setelah mempersiapkan semua nya , dimalam hari mereka Berkumpul di taman Dekat kolam renang .
Tampak ramai disana , Jen dan Nada membantu derren dan Radith membakar daging ,udang sosis dan yang lain nya .
Paman Mike duduk memangku gadis kecil Jihan , Kevan dan Rio menggelar karpet untuk mereka makan nanti . Sedangkan Varrel dan kawan kawan asik bersama Varo bernyanyi ria . Varrel memainkan gitar nya , Ezhel dan Aiden yang menyanyi dengan suara yang lumayan bagus setidak nya masih enak di dengar .
" Pegang nih !" ujar Varrel memberikan gitar pada Ezhel , dan dia berdiri menghampiri sang Bunda yang sedang membakar daging bersama ayah nya.
Dengan tangan mengulur Varrel hendak mencomot daging yang sudah matang di meja sebelah Jen , tapi sebelum itu terjadi Jen lebih dulu memukul punggung tangan Varrel .
" Kebiasaan deh ,Abang !! Ntar Napa bareng bareng sama teman nya " omel Jen yang hanya ditanggapi kekehan oleh putranya itu.
"Dikit doang Bun , Masak gak boleh sih " Ujar nya dengan wajah memelas
" No !! " tegas Jen
" Ih ,bunda pelit !" Gerutu nya berlalu kembali pada teman teman nya sambil menghentakkan kaki nya seolah dia kesal .
Jen ,derren,Radith dan Nada hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya melihat kelakuan varrel.
Varrel kembali Mengambil gitar yang sempat Ia berikan pada Ezhel tadi . Varrel duduk bersila sebelum memetik senar gitar nya ia menyuruh kedua sahabat nya untuk diam dan tak ikut menyanyi ,karena kuping nya sudah panas sejak tadi mendengar teriakan kedua sahabat nya itu saat bernyanyi . Mereka pun mengangguk menurut apa yang Varrel kata kan .
Varrel mulai memetik senar gitar nya ,memulai dengan Nada yang indah .
**On my pillow
Can't get me tired
Sharing my fragile truth
That I still hope the door is open
'Cause the window
Opened one time with you and me
Now my forever's falling down
Wondering if you'd want me now
How could I know
One day I'd wake up feeling more
But I had already reached the shore
Guess we were ships in the night
Night, night
Hoo, hoo, hoo, hoo, hoo, hoo
Hoo, hoo, hoo, hoo, hoo, hoo
We were ships in the night, night, night
I'm wondering
Are you my best friend
Feel's like a river's rushing through my mind
I wanna ask you
If this is all just in my head
My heart is pounding tonight
I wonder
If you
Are too good to be true
And would it be alright if I
Pulled you closer
How could I know
One day I'd wake up feeling more
But I had already reached the shore
Guess we were ships in the night
Night, night
Hoo, hoo, hoo, hoo, hoo, hoo
Hoo, hoo, hoo, hoo, hoo, hoo
Hoo, hoo, hoo, hoo, hoo, hoo
Hoo, hoo, hoo, hoo, hoo, hoo, hoo
We were ships in the night
Night, night
( Sweet Night : V )
Varrel menyanyikan lirik demi lirik lagu yang sangat menenangkan itu di malam yang manis penuh cinta bersama keluarga nya .Jika ia boleh meminta ia ingin tetap seperti ini berkumpul dan selalu bahagia bersama keluarga kecil nya .
Mereka semua pun ikut terlarut dalam lagu yang di bawakan oleh Varrel .
Setengah jam berlalu semua hidangan sudah matang Kevan dan Rio membantu menata di atas karpet yang sudah mereka gelar tadi .
" Yu huu !! Makan Makan kita " seru Ezhel
" Berisik " Ucap Aiden sambil memukul lengan Ezhel
" Sakit be** ! Bilang dulu gitu kalau mau mukul ,biar aku nya gak kaget " ujar Ezhel
" Dasar Aneh ! Mana ada orang mau mukul bilang bilang " Gerutu Aiden
" Mau makan ? Atau berdebat ?" tanya Varrel datar
" Makan dong !! ya gak Zhel ?" Jawab Aiden
" You Man !!" jawab Ezhel sambil merangkul kedua sahabat nya .
Suasana malam ,dengan pesta sederhana menjadi ramai karena ada nya Ezhel dan Aiden yang memang mempunyai sikap konyol walau kadang sikap Arogan Ezhel keluar tetap saja di ikuti sisi konyol nya . Jen dan derren bahagia putra nya di sini memiliki teman yang bisa membuat nya tidak kesepian .
***
Di Rumah William
Ara sedang duduk termenung di balkon kamar nya . tatapan nya kosong kedepan entah dosa apa yang di perbuat nya di masa lalu ia pun tak mengerti kenapa kehidupan rumah tangga nya seperti ini padahal Masi se umur jagung . Akhir akhir ini Tubuh nya terasa tidak fit ,ibu mertua nya selalu saja merepotkan nya dengan menyuruh ini itu padahal di rumah ini banyak sekali pelayan .
Jika dalam ke adaan sehat mungkin Ara akan dengan senang hati mengerjakan nya ,apa lagi kalau hanya memasak . Tapi jika sudah masuk ke dalam dapur Ara pasti akan merasa pusing apa lagi melihat bumbu bumbu dapur seperti bawang yang menyengat , Huh rasa nya ia ingin membuang semua bawang bawang itu . Walau ia berhasil memasak apa yang di inginkan mama Willi tetap saja Mama Willi tidak menerima dan kadang menghina bahkan membuang masakan Ara ke dalam tong sampah .
Kalau bukan orang tua ,rasa nya Ara ingin menceburkan nya ke laut ..
Jika Willi dirumah ,mama mertua nya itu pasti akan bersikap sangat baik pada nya . ntah lah apa rencana nya ia tak tau , tapi yang jelas Ara tidak akan tinggal diam sekarang . Selagi dia tidak bersalah dia tidak akan takut .
Ara beranjak masuk ke kamar ia memilih pakaian casual ,hari ini rasa nya bosan dirumah ia ingin pergi ke yayasan jen di kota B ,rasa nya kangen pada bayi gembul nan tampan leo . Ya beberapa bulan ini semenjak memutuskan tidak jadi mengadopsi leo , Ara sering mengunjungi yayasan itu tanpa sepengetahuan Willi karena ia malas berdebat biar kan saja ,pikir Ara .
Hari ini Willi akan pulang terlambat ,dia sudah mengabari Ara tadi . itu sebab nya Ara ingin ke yayasan dan kembal sebelum Willi pulang .
Setelah bersiap Ara keluar kamar menuruni tangga ,ia melihat sekitar ingin berpamitan pada mama mertua nya , bagaimana pun dia masih menghormati orang tua yang kejam itu .
" Mama kemana ya ?? " gumam nya . Ara berjalan ke dapur di sana hanya ada bibi .
" Bi , mama kemana ya ??" tanya Ara
" Nyonya tadi keluar non ,gak tau kemana " jawab bibi ,Ara mengangguk mengerti
" Ya udah deh, Bi nanti kalau mama atau Willi tanya ,bilang aja aku mau keluar menemui teman ku Jen " ujar Ara pada bibi
" Iya non .. nona hati hati " ujar bibi
" iya bi , aku pergi dulu. " pamit nya , Bibi menatap punggung Ara dengan tatapan sendu ,ia kasihan pada Ara yang selalu di perlakukan buruk oleh nyonya nya ,tapi wanita itu tetap sabar dan Bahkan tak pernah mengadu pada tuan nya . ia hanya berharap nyonya Eline bisa berubah dan bersikap baik pada Istri tuan nya .
Sebelum ke yayasan ,Ara mampir ke mall untuk membeli beberapa mainan dan hadiah untuk anak anak disana .Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam lebih Ara telah sampai di yayasan tersebut , tempat yang sungguh menenangkan ..
" Assalamualaikum !!"
" Wa'alaikum salam .. " terdengar suara dari dalam " Eh Tante Ara " ujar Fira yang membukakan pintu untuk Ara , Ara Tersenyum manis pada Safira
" Loh ,Fira kamu gak sekolah kah ?" tanya Ara sambil menenteng belanjaan yang ia beli tadi
mereka sambil berjalan menuju sofa , Dan Ara meletakkan hadiah hadiah itu di sofa .
" Gak Tante , Kan Aku udah selesai ujian akhir jadi tinggal tunggu perpisahan aja " jawab nya
" Oh ya ?? Emm nanti berikan hadiah hadiah ini untuk adik adik ya . dan juga kamu .
oh ya fir rencana mau kuliah dimana sayang ?" tanya Ara ..
" Belum tau sih Tan , Nanti gimana bunda aja ,Fira nurut " jawab Fira bagaimana pun dia harus meminta ijin dari Jen
" oh gitu !! Emang kamu pingin nya kuliah dimana sayang ?" tanah Ara lagi
" Emm .. kalau Fira sih gak penting kuliah dimana ,tapi Fira ingin kuliah di kedokteran itu kalau bunda izinin sih Tan " jawab nya santai
" Bunda kamu pasti ngizinin kok ,Tante yakin itu"
" iya gan ,bunda emang sangat baik " Fira Tersenyum manis mengingat kebaikan Jen
" oh ya dimana yang Leo sayang ?" Tanya Ara kemudian .. Safira Tersenyum manis " Di taman bersama bibi Anna Tan " jawab nya kemudian . Safira tau jika Ara sangat menyayangi Leo .
" Ayo kesana " ajak Ara , Fira langsung berdiri mengikuti Ara ke taman samping yayasan itu . disana terlihat suami bibi Anna sedang membersihkan taman , memotong Tumbuhan hias yang sudah harus di potong .
" Eh non Ara ? Sudah lama non?" tanya bibi Anna
" Gak kok bi baru aja , Hai Leo sayang " sapa Ara pada beby leo dan mengambil nya dari pangkuan bibi Anna
Bibi Anna tersenyum melihat kasih sayang Ara pada leo . Bahkan dia memanggil diri nya Mama pada leo. bayi berumur hampir satu tahun itu yang sudah bisa bicara walau hanya beberapa kata mengikuti ucapan Ara.
" Ma... ma " ujar leo
" Apa sayang ?? kamu udah bisa ngomong ?? Astaga !! Mama seneng banget. " seru Ara sambil mencium gemas pipi gembul bayi itu .
Sungguh kebahagiaan yang luar biasa untuk Ara .
Ara menghabiskan waktu di sini bersama leo dan anak anak lain nya yang sudah pulang sekolah . gadis kecil Mia yang sudah masuk sekolah dasar itu juga sangat dekat dengan nya . hingga waktu sudah pukul 3 sore Ara berpamitan untuk pulang ..
Saat Ara berpamitan leo menangis kencang ,seolah ia tak ingin di tinggal boleh Ara
" Hei kenapa nangis boy , Sedih ya di tinggal mama ,, Mama janji akan kesini lagi lain waktu .. oke !! Jangan menangis lagi " Ara mencium pipi Leo dan mengelus lembut kepala bayi itu . seolah mengerti Leo diam dan tak menangis lagi . Ara Tersenyum dan berlalu masuk ke mobil Setelah berpamitan pada semua orang .
Pukul empat sore Ara sampai di rumah nya , Langsung di tatap dengan tatapan tak suka oleh Mama mertua nya . Ara bersikap biasa aja walau rasa nya ingin sekali berteriak ,tidak bisakah sehari aja mama mertua nya itu bersikap baik pada nya ?? Astaga !! bisa bisa ia lepas kontrol nanti .. walau bagaimanapun dia adalah manusia biasa yang punya batas kesabaran .itu lah pikir nya .
Ara mencoba mengabaikan wanita paru baya itu dan berlalu ke kamar nya.
" Benar benar wanita tak tau sopan santun " Gerutu Nyonya Eline .Ia lagi malas berdebat hari ini jadi dia membiarkan saja Ara seperti itu .walau ia kesal . Jauh didalam lubuk hati nya ia terkadang lelah bersikap keras pada Ara . Sejujur nya ia menyayangi Ara ,tapi semua itu kalah dengan sikap egois nya yang menginginkan cucu .
Ara membersihkan diri karena ia merasa lengket. Ia keluar dari kamar mandi menggunakan kimono handuk dengan rambut yang terbungkus handuk kecil . Ara menatap diri nya di depan cermin ..
" Kok aku gendutan ya ?? Kayak nya harus mulai diet nih !! Udah lama juga aku gak olah raga ,kerja nya dirumah terus makan hati , Padahal setiap hari makan hati ,tapi kok aku gendutan ??" gumam nya pada diri nya sendiri ,tanpa tau ada seseorang di dalam kamar nya
" Maksud kamu makan hati apa Ra ??" tanya orang itu yang tak lain suami nya sendiri . Ara begitu terkejut mendengar seseorang bicara sampai ia terlonjak kaget dan berpaling menatap suami nya itu .
" Astaga !!"Gumam nya sambil mengelus dada nya
"Kamu kapan nyampe nya ? kenapa udah disini aja ? Katanya pulang telat ?" tanya Ara beruntun
" bawel !! Kamu belum jawab pertanyaan aku loh ? maksud kamu makan hati apa ? "
"mam*** gue !!". batin Ara merutuki kebodohan nya
" Eh .. itu ..gak ada sih yank !! Akhir akhir ini aku lagi suka sama hati .. " jawab Ara mencari alasan
" Bener ?? kok kamu gak bilang ?" tanya Willi penuh selidik ,ia khawatir mama nya memperlakukan Ara dengan buruk di belakang nya
" I .. iya yank ! Kamu apaan sih liatin aku kayak gitu ?" tanya Ara gugup karena Willi menatap nya seperti dia seorang tersangka
Willi berjalan mendekati Ara , Ia meraih pinggang istri nya hingga merapat kan tubuh mereka , Ara mengerutkan kening nya menahan sesuatu ..
Saat Willi mendekat kan wajah nya ingin mencium Ara , Ara segera mendorong wajah suami nya itu
" Wait ..wait !! " Ara menutup hidung nya dan mundur menjauh dari William
" Apaan sih ?"
" Kamu mandi dulu gih , Parfum kamu ganti ya yank ? Week gak enak banget " ujar Ara menampilkan wajah seolah tak suka . tapi emang begitu kenyataan nya
William mencium baju yang di kenakan nya , ia mengernyit heran .
" Perasaan gue gak ganti parfum dan Masi wangi " ujar nya dalam hati .
Willi menatap Ara aneh " Aku gak ganti parfum yank , ini masih sama dengan yang kamu belikan " ujar nya " Bilang aja kamu gak mau di cium sama aku " gerutu nya lalu Willi berlalu ke kamar mandi . ia merasa Ara sangat aneh .
**Bersambung
Willi
Ara
Sorry sorry readers kemaren gak up .. soal nya aku up novel Nerdy Beautiful Girl ... Aku bagi waktu biar bisa up semua .. jangan kecewa .oke !!
Karena aku udah banyakin chapter ini untuk kalian ..
Semoga suka ya ... yang menantikan kisah varrel Vania sabar ya ... Tunggu aja saat nya tiba !!!!
Jangan lupa like comment n vote nya
Happy reading n See you gays**