
Di Bandara tampak sepasang kekasih sedang berpelukan .
" Kau yakin gak mau ikut ?" tanya Radith yang di jawab gelengan oleh nada
" Kakak hati hati ,jangan lupa kabarin kalau sudah sampai " Kata nada tersenyum pada nya
" Hmm, Sungguh aku berat meninggalkan mu sayang ... Aku .." belum sempat Radith melanjutkan ucapan nya sudah terdengar pemberitahuan keberangkatan pesawat nya .
" Sudah sana , sampai jumpa " ujar nada sedikit mendorong Radith agar cepat pergi jika berlama lama nada juga tidak yakin bisa menahan air mata nya
" Baik lah .. Sampai jumpa honey ,Love you " ujar Radith sambil memberi kecupan di kening Nada lalu ia berjalan perlahan meninggalkan nada .
" Kak " panggil nada menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah nya
Cup
" Hati hati " Ujar nada setelah memberi ciuman singkat di pipi Radith lalu ia segera berbalik dan berjalan cepat keluar bandara tanpa terasa air mata nya menetes bagai mana mungkin Ia sanggup melepas kepergian seorang pria yang sudah mengisi hari hari nya akhir akhir ini walau jujur dia belum bisa mencintai Radith sepenuhnya setidak nya belakangan ini ia merasa nyaman Bersama kekasih baru nya itu .
Di dalam mobil nada Menghapus air mata nya segera menancap gas menuju kantor Ga Company .
Radith yang mendapat kecupan dari nada tersenyum senang karena ini pertama kali nya untuk nada mencium nya walau hanya di pipi , ah aku sungguh bahagia pikir nya kembali melanjutkan perjalanan nya .
**
Akhir pekan Jen dan keluarga nya sedang asik bersantai di gazebo dengan menikmati kebersamaan mereka .
" Bun kapan Abang berangkat ke London ? " tanya Varrel pada bunda nya
" Emm , ntar deh bunda cek lagi , uncle Radith baru aja kembali kesana Beberapa hari lalu dia akan mengurus segala sesuatu nya disana dulu jadi nanti Abang tinggal berangkat aja , Kalau Abang berangkat sendiri dengan beberapa orang pengawal bagaimana ,bukan bunda tidak mau mengantar tapi jika bunda pergi bagaimana dengan adek dia masih terlalu kecil untuk dibawa bepergian jauh "
" Tidak apa bunda , Abang sendiri aja" jawab Varrel santai sambil memakan buah yang sudah di kupas oleh Jen sedangkan derren lagi asik bersama Varo yang terus berceloteh pada ayah nya itu .
" Bagai mana dengan jurusan , Kamu mau ambil jurusan apa nanti ?" tanya derren yang sejak tadi asik dengan Varo walau begitu dia mendengarkan pembicaraan mereka .
" Mungkin management Bisnis yah " jawab nya
dan di angguki oleh derren
" 3 tahun !!! " ujar derren yang membuat dua orang itu mengerutkan keningnya bingung
" Ayah beri waktu 3 tahun kamu harus bisa menyelesaikan kuliah mu dalam jangka waktu segitu . bagaimana ?? Jika kau menyelesaikan dalan jangka waktu tiga tahun ayah akan membebaskan mu apa pun yang akan kau lakukan setelah nya , kehidupan mu , wanita semua sesuai keinginan mu " ujar nya menantang sang putra
" Deal " ujar Varrel langsung tanpa berpikir lebih dulu " 3 tahun depan Lulusan terbaik " lanjut nya yakin
" Oke !! Ayah akan tunggu hari itu " saut nya menepuk pundak Varrel Jen yang sejak tadi mendengar hanya menggeleng kan kepala nya saja karena menurut nya itu sangat konyol apa lagi yang di taruh kan hanya hal seperti itu ,tanpa taruhan pun Jen akan membebaskan anak nya itu karena memang dari awal dia ingin putra nya itu menikmati hidupnya dia tidak akan memaksa apalagi masalah wanita . tidak sama sekali .
Lain itu juga dia yakin bahkan sebelum 3 tahun Varrel pasti sudah menyelesaikan studi nya itu .
Saat sedang asik mengobrol mereka di kejutkan dengan kedatangan 3 orang dirumah mereka ,siapa lagi kalau bukan papa mama derren dan juga aletha .
" Hallo all " teriak letha" hai Keponakan tampan kok makin tampan aja siih" ujar nya gemas pada Varrel sambil mencubit pipi nya
" Sakit aunty " ujar nya cemberut yang di balas kekehan oleh letha " Hai embul ya ampun makin embul aja " kata letha mengambil Varo dari derren
" Hai ma pa , bagaimana kabar kalian " kata Jen dan derren bersamaan Mencium tangan orang tua derren .
" Tentu saja tidak baik , karena tidak ada kalian dirumah , hidup mama terasa hampa " ujar mama Anita mendramatisir
" Gak usah drama ma , Rumah kita bukan nya jauh " ujar derren
" Hahaha iya iya , tapi kenapa kalian gak pernah main kerumah "
" Kami sibuk mama sayang " jawab derren sambil mencium pipi mama nya itu .
" Sudah sudah , Pa ma , ayo duduk dong masa berdiri aja , aku akan bikinin minuman dulu " ujar Jen lalu masuk kedalam membuat minuman untuk mertua dan adik iparnya tak lupa dengan cemilan nya .
" Jadi Varrel akan ke London ?" tanya papa derren
" Iya pa , Biarkan dia menyelesaikan studinya disana " jawab derren dan di angguki oleh sang papa
" yah bakal kangen dong sama cucu Oma yang tampan ini " ujar mama derren sambil memeluk Varrel dari samping
" Oma kalau kangen kan bisa jengukin Varrel kesana " ujar varrel pada sang Oma
" Hei boy , Oma mu ini sudah tua tidak akan kuat lagi jika harus naik pesawat sejauh itu " Ujar mama Anita memelas
" Mana ada ,Oma ku ini belum tua masih sangat cantik " Kata varrel tersenyum tulus karena memang kenyataannya begitu walau di umur yang hampir menginjak kepala 5 tapi mama Anita masih tampak muda dan masih cantik .
" Iss cucu Oma sudah belajar ngegombal ya pasti ayah mu deh yang ngajarin " kata mama Anita melirik sinis ke arah derren
" Sembarangan mama ini , mana ada seperti itu !?" seru derren " Mama tau Saat kemarin Dia di goda oleh seorang gadis dia tak berhenti mengumpat , bahkan sampai rumah baju yang di pakai nya saat itu di buang nya langsung dan lagi ma dia mandi Sampai 2 jam " jelas derren dengan kekehan meledek putra nya itu saat di goda oleh Sania anak teman bisnis nya .
" Ayah !!! " seru Varrel menahan kesal karena ayah nya selalu saja meledek nya masalah itu
" Wah benarkah itu , Oma jadi curiga pada Mu bang ,jangan jangan kau tidak menyukai wanita ya ???" kata mama Anita yang juga malah menggoda varrel
" Omma !!! Mana ada seperti itu aku hanya tidak suka wanita seperti itu, Sebagai wanita seharusnya dia bisa menjaga kehormatan nya bukan malah menggoda pria yang bahkan masih di bawah umur " jelas Varrel dan di acungi jempol oleh papa derren
" Bagus Son . jangan seperti ayah mu dulu saat belum menikah bahkan wanita nya tak terhitung " kini gantian papa derren yang menggoda anak nya
" Wah benarkah opa , Aku baru mengetahui nya sekarang , apa bunda tau ? " dengan cepat derren menutup mulut anak nya karena ia melihat Jen datang membawa makanan dan minuman untuk mereka
" Emm. emmm " Teriak Varrel saat mulut nya di bekap derren mereka yang menyadari di itu tertawa melihat tingkah derren
" Hei kau apa kan anak ku mas " seru Jen lalu meletakkan apa yang ia bawa " Lepaskan !! kau mah macam macam heh "
" Sayang kau tau ,putra mu ini sejak tadi mengejek ku " ujar derren dengan wajah memelas yang membuat jen memincingkan mata nya tidak yakin
Varrel yang sudah lepas dari tangan derren kini tersenyum senang dan meledek ayah nya seakan berkata aku punya kartu mati ayah sekarang . Derren yang mengerti pun jadi kesal dan memelototi putra nya itu .
Mereka semua kini asik berbincang menghabiskan waktu akhir pekan dengan bahagia .tanpa mereka sadari di rumah sakit seseorang sedang berjuang dengan hidup nya .
Jen yang sejak tadi memang merasa tak enak ,tapi ia segera menepis pikiran nya itu hingga suara handphone letha berbunyi memecah pikiran nya .
" Hallo " jawab letha
"......."
" A Apaa" jawab letha suara nya seakan tercekat bahkan ponsel di tangan nya pun terjatuh karena shock .
" Letha . letha ada apa ? " tanya Jen khawatir " Letha jawab kakak " ujar Jen menggoncang tubuh letha karena ia semakin merasakan perasaan tidak menentu
Mereka yang melihat itu pun tak kalah panik dengan Jen juga bertanya tapi letha tak kunjung menjawab karena ia juga masih terkejut dengan apa yang ia dengar
" Ken" hingga pada akhirnya kata itu keluar dari mulut letha
" Ken ??? " seru mereka bersama dan juga terkejut apa sebenar nya yang terjadi pada Ken mengapa letha sampai seperti itu
" Kakak ayo , Kita harus kesana . ayo ikut aku kita harus selamatin Ken " ujar letha cepat cepat mengambil tas nya tanpa bertanya lagi mereka mengikuti letha dan meninggalkan Varo dirumah bersama Alia . Karena mereka tau bertanya sekarang pun tidak ada guna nya karena letha masih terlihat shock belum bisa menjelaskan apa pun .
Di dalam mobil derren menyetir mobil dengan kecepatan sedang karena ia juga belum tau mau kemana , papa yang duduk di sebelah derren dan mama dan Jen di tengah letha dan Varrel di kursi belakang .
" Kakak cepat sedikit " seru letha yang sejak tadi pikiran nya kacau
" iya tapi kita ini mau kemana " tanya derren yang sejak tadi belum tau tujuan mereka
" Astaga !!! Kerumah sakit tempat aku bekerja " ujar letha mereka yang mendengar kata kata rumah sakit juga jadi cemas apa lagi Jen pikiran nya bertambah kacau ,dia jadi teringat bertemu dengan Ken seminggu yang lalu dirumah sakit saat mengantar Disha ditambah wajah anak itu tampak pucat .
" Letha sekarang jujur pada kakak , apa yang terjadi pada Ken , kau tenang lah dan jelaskan pelan pelan " tanya Jen yang kini berusaha tenang kalau dia juga panik tak akan ada solusi juga " Letha apa kau mendengar kakak, jika kami tidak tau apa yang terjadi bagaimana bisa kita menolong ken ,karena aku yakin dia tidak kecelakaan atau terluka saja "
Mendengar penuturan Jen kini letha tersadar jika keadaan Ken kritis itu artinya Ken harus segera mendapatkan donor ginjal , sebelumnya diam diam letha sudah mengecek ginjal nya tapi tidak cocok dengan tubuh ken
" Kak , Ken .... Ken dia ... " ujar letha terbata
" kata kan letha "
" Dia terkena gagal ginjal dan sekarang kondisi nya kritis dan harus segera mendapatkan donor " terang letha
" APA ???" seru mereka kecuali Jen
Deg
Jen diam Jantung nya seakan berhenti mendengan adik yang sejak dulu sangat ia sayangi kini berjuang untuk hidup nya tanpa keluarga yang mengetahui nya , Jen yakin itu pasti Keluarga nya tak ada yang tau .
" Sejak kapan " tanya Jen kini nada bicara nya berubah dingin pandangan nya kosong siapa pun yang melihat nya akan takut
" 1 tahun lalu , Aku mengetahui nya belum lama ini saat melihat Ken akan cuci darah dan dia tiba-tiba tak sadar kan diri , karena penasaran aku bertanya pada dokter Rian sahabat nya Ken sekaligus dokter yang menangani nya , Itu pun aku bertanya sebagai orang asing karena jika aku bilang mengenal nya dokter Rian tidak akan memberi tahu hal itu karena itu juga permintaan Ken " jelas letha yang sudah khawatir melihat ekspresi Jen jadi dia tak bisa menutupi lagi .
" Dia menanggung nya sendiri kak , Kata dokter Rian mereka sudah mencari donor kemana mana tapi belum menemukan yang cocok dengan tubuh Ken bahkan tingkat ke cocokan nya paling tinggi hanya 30 % dan itu sangat beresiko "
Jen terdiam mendengar penjelasan letha ,dia juga sedang berpikir untuk jalan keluar nya , Lagi dia teringat akan Darah nya yang sama dengan Ken mungkin ginjal nya juga akan cocok dengan adik nya itu .
Tak berapa lama mobil yang mereka tumpangi sampai di rumah sakit , mereka terburu buru menuju ruang ICU tempat Ken dirawat karena kritis .
Jen langsung berjalan cepat menemui dokter yang menangani Ken
" Kalian ?? Kamu dokter aletha kan ?? " tanya Rian yang juga bingung dia tadi hanya menghubungi letha karena permintaan Ken sebelum ia tak sadarkan diri tadi .
" Iya benar dok , ini kakaknya Kenzo " kata letha
" Bisa kita bicara doktor " ucap Jen dengan nada nya yang masih tak bersahabat dan tatapan yang mematikan derren mengelus lengan Jen seakan menenangkan istri nya agar tenang .
" Baik " dokter Rian yang ditatap seperti itu hanya bisa menelan ludah nya kasar , cantik cantik nyeremin pikir nya sambil berjalan ke ruangan nya di ikuti Jen dan derren , derren tidak bisa melepas istri nya dalam ke adaan seperti ini .
" Bagaimana ? " tanya ke. masih dengan nada yang sama
" begini , Sejak setahun lalu Ken positif gagal ginjal dan mulai melakukan cuci darah ,yang awal nya hanya sebulan sekali tapi sekarang keadaan nya semakin melemah dia bahkan harus cuci darah 4 hari sekali dan itu juga tidak baik untuk tubuh nya , kami sudah berusaha mencari donor bahkan sampai ke luar negri tapi tidak mendapatkan hasil tubuh Ken dalam kondisi yang langkah ,bahkan dari ratusan orang yang kami cek paling besar kecocokan nya hanya 30 % " jelas dokter Rian pada Jen dan derren yang kini duduk di hadapan nya
" Kau bisa periksa kecocokan ginjal ku , aku dalam keadaan sehat " ujar ke datar derren seketika menoleh ke arah nya karena terkejut dengan keputusan Jennie
" Sayang apa yang kau katakan " protes derren tapi malah mendapat tatapan tajam oleh Jen yang membuat nya menelan ludah nya kasar .bukan dia tidak berani membantah Jen sebagai lelaki dia bisa saja tapi tidak dengan kondisi istri nya yang seperti ini
" Apa Kau yakin nona , Karena jika Kau mendonorkan ginjal mu Mungkin kau tidak akan bisa hidup seperti sebelumnya nya , Pola makan dan kegiatan mu akan terbatasi " terang dokter Rian
" Setidak nya aku masih hidup , lakukan yang terbaik untuk adik ku " kata Jen datar yang membuat dokter Rian tertegun dan menatap derren seakan meminta persetujuan .
" Sayang kau yakin ? Aku tidak ingin kehilanganmu , Apa kau tidak kasihan pada anak anak kita hmm " ujar derren dengan lembut membujuk Jen agar tak mengambil resiko
" Percaya pada ku , walau dengan satu ginjal aku akan hidup dengan baik " Jen berdiri dan menatap pria nya dan sekarang Jen tersenyum hangat pada derren " Apapun yang terjadi aku akan tetap disisi mu " bisik Jen sedikit membungkuk ke arah derren lalu ia kembali tegak dan menatap dokter Rian .
" Ayo , lakukan !!" tegas Jen pada nya dan di angguki oleh dokter itu .
Kini mereka berjalan keluar menuju ruang pemeriksaan hanya Jen dan dokter Rian , tidak dengan derren karena dia tak di perbolehkan masuk keruangan itu . Derren berjalan lesuh menghampiri keluarga nya ia berdoa semoga ginjal Jen tak cocok untuk Ken ,bukan dia tidak mengkhawatirkan Ken tapi dia tidak ingin mengambil resiko keselamatan istri nya , Dia berpikir jika waktu nya banyak dia pasti akan membantu mencari donor untuk Ken . tapi mau bagaimana lagi keputusan sudah di ambil dia tak bisa berbuat apa-apa .
**Bersambung
Jangan pada sedih dong , bahagia selalu gays
Jangan lupa like comment n vote nya ya .
Visual akan nyusul nanti** .