MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Episode 47


Siang itu Jen begitu terkejut melihat pemandangan didepannya yang mana seorang wanita duduk di pangkuan suaminya dan Mencium nya , Jen segera menepis pikiran buruk nya karena ia tau jika itu bukan kemauan derren .Tapi kali ini dia akan memberi pelajaran pada suaminya itu .ia memilih pergi setelah meletakkan makan siang deren .


Dengan santai Jen berjalan keluar kantor tersenyum pada karyawan yang menyapanya . Memang sebelum Jen kekantor derren ia sudah berencana Untuk Ke yayasan yang ia bangun untuk anak-anak jalanan di kota itu , Sebelum itu Jen mampir ke pusat perbelanjaan untuk membeli hadiah dan tidak lupa ia memesan makanan untuk anak-anak asuh nya .


Sudah lama Jen menampung anak-anak yang ditelantarkan oleh orang tua nya ,mereka diberi fasilitas, tempat tinggal hidup nyaman, pendidikan sesuai kemauan mereka ,Jen merasa bersyukur bisa membantu anak-anak seperti mereka . setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam Jen telah sampai di yayasan nya . Tempat itu bukan seperti yayasan pada umumnya ,malah seperti


rumah kos kosan mewah dengan masing-masing kamar yang lengkap dengan furniture didalam nya. ada 2 orang pengurus disitu sepasang suami istri yang dipekerjakan Jen mengurus anak-anak asuh nya.


Kedatangan nya disambut hangat oleh mereka .


" Bunda...." Teriak anak anak itu dengan bahagia


" Hallo anak anak bunda yang tampan dan cantik " sapa nya memeluk satu persatu anak anak nya .


" Bunda kemana aja tidak pernah kesini " ucap Mia dalam pelukan jen gadis kecil berumur 4 tahun anak termuda disitu yang disayangi oleh kakak kakak nya .


" Maafin bunda sayang ,bunda terlalu sibuk hingga tidak punya waktu mengunjungi kesini lagi .


" Tidak apa-apa bunda , Kami ngerti kok bunda pasti capek ya cari uang buat kita " kata Mia dengan nada khas anak kecil


" Kata siapa bunda capek , Tidak ada kata lelah untuk anak-anak bunda " Cubit Jen pada hidung mancung Mia " Bang tolong ambil barang barang yang bunda bawa di mobil ,ini kuncinya, Ajak Safira untuk bantu" ucapnya pada Varrel Remaja Tampan anak tertua disitu ,saat ini Varrel kelas 2 SMA di usia nya yang masih 15tahun,karena dia memang anak yang pintar. dia anak yang pendiam dan dingin tapi biar begitu ia sangat memperhatikan dan menjaga adik adik nya disitu ,ia sangat menyayangi dan menghormati Jen .


Flashback On


Varrel saat itu usianya 6 tahun dia masih kelas 1 sekolah dasar, Jen saat itu baru lulus SMA dan Sedang mengurus kepindahannya ke London . Varrel saat itu kondisinya sangat mengenaskan .luka di sekujur tubuhnya seperti cambukan ,anak itu duduk dibawah pohon dengan kepala yang ditenggelamkan dikakinya .


Jen yang kala itu Sedang berjalan tidak sengaja melihat anak kecil sendirian di bawah pohon dengan punggung bergetar. Perlahan Jen berjongkok mengelus punggung Varrel kecil , Varrel yang terkejut karena ada seseorang yang mengusap punggung nya mendongak melihat siapa orang itu .


Kala itu Jen melihat wajah Varrel terkagum kagum , bagaimana tidak Wajahnya yang sangat tampan dan imut menurut Jen tapi sorot mata itu tidak bisa menyembunyikan betapa terluka nya anak itu .


" Kenapa menangis disini .hmm ? Anak cowok gak boleh nangis ,anak cowok harus kuat gak boleh cengeng " ucap Jen menatap Varrel yang sejak tadi menatapnya .


" Kakak siapa " tanya nya


" Oh iya kenalin nama kakak Jennie " ucap Jen ceria melihat itu Varrel pun tersenyum . di umur yang segitu dia sudah bisa mengerti mana orang yang tulus dan tidak . Mereka pun saling bercerita .awalnya Varrel enggan mengatakan masalah nya dan Jen pun tidak memaksa .


Hingga saat Jen akan mengantarkan Varrel pulang tapi dia menolak keras tidak ingin pulang malah meminta Jen membawanya . Jen yang bingung meminta Alasan Varrel kenapa tidak mau pulang .karena dia juga tidak ingin dianggap menculik anak orang .


" Kakak ,aku gak mau pulang , bawa aku kemana saja " ucap nya tertunduk sedih


" Tapi kenapa , bisa kau beri kakak alasannya "


" ......"


Hening tidak ada jawaban apapun dari Varrel


" Kalau kau tidak mengatakan apa-apa kakak tidak bisa membawa mu sayang , Kau kan punya orang tua nanti kakak disangka penculik lagi " ucap Jen terkekeh


"Kakak...." Varrel menatap Jen dengan sendu


" Aku pergi dari rumah , Ayah selalu memukuli ku karena dia menganggap ibu meninggal karena ku" ujar Varrel menangis


Jen segera menghapus air mata Varrel .


" Inget apa yang kakak bilang ,anak cowok gak boleh cengeng . mengerti??, dan Kenapa bisa ayahmu menyalahkan mu "


" Ibu meninggal saat melahirkan aku ,dan itu yang membuat ayah selalu menyalahkan aku ,Dia menganggap ku anak pembawa sial " Varrel tertunduk sedih


Jen merasa iba melihat Varrel dia juga tidak tega jika anak sekecil itu harus menjadi pelampiasan ayah nya dengan alasan yang tidak masuk akal .diapun bertekad membawa Varrel dan mengangkat nya sebagai anak tapi karena dia harus melanjutkan pendidikan nya ke London ia pun menitipkan derren Di panti asuhan yang sering ia kunjungi untuk memberi bantuan .dan ia juga sudah mengenal baik pengurus panti itu .


" umi, Saya mau nitip anak saya disini ,tolong jaga dia baik2 ,setiap bulan saya akan mengirim uang untuk kebutuhan nya , sekolahkan dia di sekolah terbaik ,jika waktu nya tiba saya akan menjemputnya " ujar Jen pada Umi pengurus panti


" Tentu nak ibu akan menjaganya dengan baik "


" Sayang , untuk sementara kamu tinggal disini bersama umi ya ,disini juga banyak teman , Kakak tidak bisa membawa mu karena kakak masih sekolah dan harus meneruskan pendidikan kakak di London .kakak akan mengirim uang setiap bulan untuk keperluan mu . Sekolah yang bener dan jadi anak baik .oke ! Nanti jika kakak sudah kembali kakak akan menjemput mu ,tidak apa kan jika kau harus tinggal disini " ujar Jen


" Iya,tidak apa-apa . terimakasih banyak bunda ". untuk pertama kalinya Varrel memanggil nya bunda dan itu sangat menyentuh hati Jen ia pun langsung memeluk Varrel .


Sebelum ke panti tadi Jen sudah membeli perlengkapan varrel dari perlengkapan pribadi hingga perlengkapan sekolah nya .


" Sayang , Bunda pulang dulu , sebelum bunda berangkat bunda janji akan mengunjungi mu terlebih dulu,jaga diri baik-baik ,hemm " Jen mengelus kepala Varrel dengan penuh kasih sayang . Varrel mengangguk dan memeluk Jen .Ini pertama kali Varrel mendapatkan kasih sayang yang tulus seperti seorang ibu , Varrel berjanji pada dirinya sendiri dia akan menjadi anak baik dan bisa membanggakan Jennie .


Flashback off


Jen melambaikan tangan nya diwajah tampan Varrel .


" Abang kok ngelamun " ucap Jen


" Maaf bunda ,Abang ke sana dulu ,ayo Fira " Varrel berjalan di ikuti Safira dibelakangnya mengambil barang barang bundanya yang tidak lain hadiah untuk dirinya dan adik adik nya .


Setelah membagikan hadiah nya merek pun makan malam bersama sebelum Jen kembali kerumahnya . Anak anak disitu ada 8 orang termasuk Varrel dan 2 orang pengurus suami istri .


Jen sudah berpamitan akan pulang tapi dia tidak melihat sosok Varrel saat berpamitan tadi . ia berjalan keluar dilihatnya Varrel sedang duduk di taman samping bangunan itu sendiri menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi taman mendongakkan kepalanya keatas dengan mata yang terpejam.


" Kenapa ,hmm" tanya Jen


" Bunda " Varrel membenarkan posisi nya menghadap Jen .


" Tidak apa-apa bunda " ucapnya tersenyum yang menampakkan lesung pipi dan gigi kelinci nya.


" Apa bunda mau pulang " tanya nya


Jen mengangguk menanggapi pertanyaan Varrel. ia menggenggam tangan anaknya itu dan menatap nya dengan serius .


" Bang ,Apa Abang tidak ingin ikut bunda pulang kerumah " tanya Jen memang semenjak Jen kembali dari London dia sudah mengajak Varrel tinggal bersama nya tapi Varrel menolak karena ingin menjaga adik adik nya .


" Bunda pasti sudah tau alasannya , Abang gak mungkin ninggalin adik adik disini sendiri Bun ,mungkin nanti jika mereka sudah bisa menjaga diri sendiri " ucapnya .


" Tapi bunda ingin nanti setelah lulus Abang kuliah di Inggris sambil belajar Di perusahaan disana " ucap Jen menatap Varrel serius


Varrel yang mendengar itu hanya diam ,dia juga tidak ingin melihat orang yang selama ini dia sayangi sebagai ibu kecewa karena penolakan nya .


" Abang tenang aja , masalah adik adik kan masih ada Safira yang menjaga nya ,bunda juga kan disini ,nanti bunda akan sering meluangkan waktu untuk mereka " bujuk Jen ,Jen tau Varrel anak yang cerdas dia hanya ingin Varrel menjadi orang yang sukses dimasa depan .


" Baiklah bunda " Ucap nya


Jen meraih tangan Varrel memberikan kunci mobil untuk nya .


" Ini hadiah dari bunda ,besok akan ada orang yang mengantar mobil mu " ucap Jen


" tapi Bun, umurku bahkan baru 15 tahun , dan juga aku belum bisa bawa mobil "


" kamu tenang aja. nanti akan ada orang orang yang ngajarin, untuk masalah umur kamu gak perlu khawatir ,bunda yang akan mengurusnya "


Setelah perdebatan panjang akhirnya Varrel menyetujui permintaan bundanya .


" Sayang sesekali main kerumah ya ,Apa kau tidak merindukan adikmu Varo " ujar Jen


" Bunda nih bicara apa tentu saja Abang merindukan prince nya Abang yang tampan itu" ucap Varrel tersenyum manis .


" Ya sudah ,bunda pamit dulu ya , jaga diri baik-baik oke "


" siap bunda ,Bunda hati hati ya "


" Iya sayang " Jen mengecup kening Varrel penuh kasih sayang sebelum masuk ke mobil nya .


Pukul 9 malam Jen tiba dikediaman Admaja tapi dia tidak melihat mobil derren ,itu artinya dia belum kembali . pikir nya .


Jen memasuki rumah yang tampak sudah sepi padahal masih jam 9 . setelah mandi dia masuk kekamar anak nya yang memang malam itu Varo tidur di kamar nya sendiri di temani Alia ,Jen mengecup kening dan pipi Varo sekilas karena tidak ingin membangun kan nya . lalu dia pun berjalan keluar kembali kekamar nya untuk beristirahat


Pukul 10 Derren sampai dirumah dengan keadaan kacau ,ia berjalan lesuh menuju kamar nya .


ceklek


Matanya membulat melihat orang yang dicari nya seharian ini ternyata sedang tidur dirumah nya.


Astaga Derren !!!


Derren berjalan dan berdiri disamping Jen ,ia membungkuk mengecup kening Jen


" Maaf " lirih nya


lalu ia pun bergegas kekamar mandi membersihkan diri.


Tanpa derren sadari Jen membuka matanya karena memang ia baru saja memejamkan mata dan belum tertidur . Jen tersenyum tipis mendengar derren mengucapkan kata maaf , Dia sebenarnya tidak marah pada derren hanya saja ia ingin memberi sedikit pelajaran Untuk suaminya itu . walau dia tidak bisa memungkiri jika dia memang cemburu melihat derren dicium wanita lain .tapi dia juga tidak mau egois karena ia pun mendengar penolakan Derren saat itu .


**Bersambung


# maaf ya kalo di part ini banyak typo nya .


Happy reading**


Bonus visual Varrel dan Safira


si Abang kesayangan Bunda




Safira