MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 27


Ke esokan hari nya , Vania memutuskan pulang ke rumah nya sendiri setidaknya sampai Minggu depan karena mereka akan ke Bali untuk liburan di sana .. Karena dia juga merasa tidak enak dengan keluarga varrel jika tinggal disitu lebih lama , Walau Jen dan derren sangat baik pada mereka tapi tetap saja Vania merasa sungkan.


awal nya Mereka tidak setuju ,tapi Vania memaksa akan hal itu .


Vania pulang di antar sahabat sahabat nya , mereka ingin tau dimana rumah nya , Karena Vania pulang ke rumahnya jadi Roza pun memutuskan untuk ikut dengan nya saja . keluarga Roza yang berada jauh di luar kota membuat Roza enggan untuk pulang kerumahnya .tapi mungkin nanti setelah liburan ke Bali dia akan langsung terbang ke kota halaman nya .


Mereka menggunakan satu mobil untuk mengantar Vania dan Roza , Memakan waktu satu jam akhirnya mereka Sampai di depan rumah mewah milik keluarga Vania tapi tak sebesar rumah Jen . Varrel , Ezhel dan Aiden membantu menurunkan barang barang mereka .


" Kalian yakin gak mau tinggal bareng kita ? ini cukup jauh Lo Van dari tempat Varrel dan kita bakal susah ketemu , Katanya kita disini mau liburan " Gerutu Aiden sambil menurunkan koper milik Roza


" iya , Lagian minggu depan kita juga kan akan liburan , biar beberapa hari ini aku habisin waktu ku dirumah dengan Keluarga ku " jawab Vania yakin


" Baiklah " Ujar Aiden mencoba mengerti , bagaimana pun Pasti Vania juga rindu orang tua nya .


Mereka masuk untuk sekedar mampir kedalam rumah Vania .


" Assalamualaikum " seru Vania


" Wa'alaikum salam " Saut seseorang dari dalam


" Eh .. Non Vania pulang ?" ujar bibi pelayan rumah Vania


" Iya bi , Apa Papa dan mama ada ?" tanya Vania


" Em tidak non , tuan dan nyonya sedang di kantor "


" Sudah ku duga " gumam Vania " Baik lah , Ayo masuk " ajak Vania pada teman teman nya


" Bi tolong bikin kan minum untuk teman teman ku ya "


" Baik nona"


" Ayo duduk dulu " ujar Vania yang kini mereka sudah berada di ruang tamu rumah itu dan Vania membawa koper nya ke kamar bersama Roza


" Sepi sekali rumah Vania " ujar Ezhel di angguki oleh Aiden ,mereka memperhatikan rumah itu ,hanya ada beberapa pelayan yang sedang mengerjakan tugas nya masing-masing .


Tak berapa lama Vania turun bersama Roza menghampiri mereka.


bibi juga sudah mengantar minuman dan Cemilan untuk Vania dan teman-teman nya .


Lama mereka mengobrol akhirnya Varrel ,Ezhel dan Aiden berpamitan untuk pulang dan mereka akan bertemu Minggu depan saat mereka akan berangkat ke Bali .


Sore itu Vania memutuskan untuk memasak makan malam untuk kedua orang tua nya , Jam berapa pun mereka pulang Vania akan menunggu mereka .


" Vania memasak Beberapa macam makanan kesukaan Papa dan mama nya tentu di bantu oleh Roza dan bibi pelayan . setelah selesai Vania dan Roza membersihkan diri di kamar Vania . Kamar bernuansa Putih gold yang sudah beberapa tahun tidak ia tempati ,tidak ada yang berubah disana .


Vania selesai membersihkan diri bergantian dengan Roza .


" Za gue mau kebawah dulu ,Lo gak usah sungkan disini "


" oke , gue gak akan sungkan " jawab Roza terkekeh dan Vania hanya bisa menggelengkan kepala nya


Roza masuk ke kamar mandi , Setelah berganti pakaian Vania keluar kamar hendak ke perpustakaan pribadi nya tapi saat hendak ke sana dia melewati sebuah pintu kamar yang tidak pernah ia masuki . Bukan tidak ingin tapi tidak pernah di izinkan oleh orang tua nya untuk memasuki kamar tersebut .


Sebenarnya Vania sangat lah Penasaran , Dia berhenti sejenak , tangannya mengulur memegang handle pintu ia memberanikan diri untuk membuka pintu tersebut.


Ceklek


Ntah beruntung atau apa , Ternyata pintu ruangan itu tidak terkunci, mungkin bapak mamanya lupa untuk menguncinya atau memang sengaja karena di rumah itu hanya Vania yang tidak boleh memasuki kamar tersebut,dan selama beberapa tahun ini Vania tidak pernah pulang ke rumah itu begitupun orang tuanya yang tidak pernah mengunjunginya sama sekali selama kuliah di London.


Vania melangkahkan kakinya memasuki kamar itu, Pandangan nya beredar mengelilingi ruangan itu .


" Apa yang di sembunyikan papa dan mama di kamar ini ? " gumam nya " Kenapa aku selalu di larang masuk kesini "


Pandangan Vania terpaku pada figura foto yang besar terpajang di dinding tepat di belakang dia berdiri . Foto Bayi perempuan cantik berusia sekitar 9 bulan , Tapi seperti bukan diri nya .


" Siapa bayi ini ?" Vania mengelus Foto bayi tersebut yang tersenyum manis


Vania memperhatikan dengan seksama senyuman itu , Dia merasa pernah melihat nya tapi dimana ? pikir nya


Vania berjalan menduduki ranjang berukuran besar , kamar bernuansa pink putih yang menggambarkan kamar seorang Gadis .


Vania membuka laci nakas ,ia melihat sebuah album disana ,tangan nya mengulur mengambil album tersebut dan membuka nya perlahan .


Vania menutup mulut nya tak percaya dengan apa yang ia lihat . disana banyak foto Papa mama nya dengan diri nya saat kecil mungkin berumur 2 tahun dan juga Bayi dalam figura yang terpajang di dinding .


" Siapa Bayi ini ? apa adikku ? tapi kenapa aku tidak mengingat nya sama sekali ? lalu dimana dia sekarang ? " banyak sekali pertanyaan yang bersarang di pikiran nya. Vania mengambil satu lembar foto tersebut yang dimana ada Papa ,mama ,dia dan Bayi perempuan yang berada di gendongan mama nya .lalu Vania segera keluar dari kamar itu sebelum papa mama nya pulang dan akan memarahi nya jika ia ketahuan masuk ke kamar yang selama ini membuat nya penasaran .


Vania bergegas masuk ke kamarnya ,dia melupakan niat nya yang hendak ke perpustakaan tadi .


" Lo dari mana Van ?" tanya Roza yang baru melihat Vania masuk dan terlihat wajah nya seperti menyimpan sesuatu


" Em .. gak gue dari bawah ,minum " jawab Vania sambil menetralkan pikirannya.


" Oh " jawab Roza dan kembali melakukan aktivitas nya main game online di ponsel nya.menunggu orang tua Vania pulang untuk makan malam .


Pukul 8 malam Papa mama Vania tiba di rumah ,dan entah kebetulan atau bagaimana mereka bisa pulang bersama .


Mereka belum menyadari jika Vania ada dirumah itu ,bibi juga belum memberi tahu mereka , Papa dan mama Vania masuk kedalam kamar mereka yang bersebelahan dengan kamar Vania .


Setelah membersihkan diri , Papa Vania meraih ponsel nya dan mendudukkan diri di sofa kamar , Mama Vania yang baru selesai pun menghampiri suami nya .


" Pa bagaimana ? Apa sudah ada kabar tentang Aira ?" tanya Nyonya Yusman


" Huh !! Belum ma , 18 tahun kita mencari nya tapi tidak membuahkan hasil , Papa tidak tau bagaimana keadaannya diluar sana , Apa dia hidup dengan baik atau tidak " Ujar papa Vania sambil memijit pelipis nya lelah


Mama Vania meneteskan air mata nya , Saat mengingat Aira mereka pasti akan sangat sedih .


Kejadian 18 tahun silam yang membuat putri kedua mereka menghilang sungguh membuat mereka terpukul , sampai mereka tak menyadari jika mereka masih punya seorang putri yang butuh perhatian dan kasih sayang mereka .


Sejak hilang nya Aira mereka menghabiskan waktu dengan bekerja dan bekerja berharap bisa mengurangi sedikit rasa rindu dan khawatir terhadap putri mereka , Mereka juga sudah mengerahkan orang untuk mencari keberadaan anak mereka buang mereka yakini masih hidup .


" Aira .. Mama harap kamu hidup dengan baik, Dimana pun kamu berada mama selalu berharap agar cepat di pertemukan kembali dengan mu , Kami terpaksa harus menutupi semua ini dari kakak kamu sayang , Karena kami tidak ingin dia sama seperti kamu yang selalu mencemaskan mu " lirih mama Vania sambil mengusap foto bayi mungil itu .


Tanpa mereka sadari , Sedari tadi Vania telah mendengar pembicaraan mereka ,dia juga tak bisa menahan air mata nya untuk jatuh setelah mendengar apa yang papa mama nya kata kan .. Awal nya dia hendak kekamar orang tua nya memanggil mereka untuk makan malam setelah setengah jam mereka pulang . Tapi ternyata dia harus di kejutkan dengan kenyataan ini .


Vania segera kembali ke kamar menghapus air mata nya , ia mencuci wajah nya dan memakai bedak agar terlihat segar .untung saja Roza sedang di bawah membantu bibi menyiapkan makanan yang tadi sempat mereka masak .


Vania menata hati dan pikiran nya kembali , ia keluar dari kamar .


tok tok tok


Mendengar suara ketukan pintu ,mama Vania segera menghapus air mata nya . ia melihat ke arah suami nya


" Kenapa bibi malam malam begini mengetuk pintu ?" tanya mama Vania heran ,karena kalau sudah jam segini bibi tidak akan menyuruh mereka makan malam karena jika mereka belum makan pasti Setelah pulang langsung menyuruh bibi menyiapkan makanan . tapi tadi mereka tak menyuruh nya .


" Ntah lah ,coba buka ! siapa tau ada yang penting " ujar papa Vania dan di angguki oleh mama Vania


Ceklek


" Ada apa Bu ?" ujar mama Vania sebelum melihat orang yang mengetuk pintu


" Loh !! Vania ??' Seru mama nya terkejut melihat putri sulung nya berada di hadapannya


" Ma " Vania memeluk sang mama ,ia sangat merindukan mama nya walau selama ini mereka tidak cukup dekat , perlahan tangan mama nya terangkat membalas pelukan anak nya .


Mendengar nama Vania papa nya langsung berdiri menuju pintu kamar yang ternyata benar Ada Vania disana .


" Sayang ?? kamu kapan pulang?" tanya papa nya


Vania memeluk sang papa


" Sudah 2 hari yang lalu " jawab Vania sambil melepas pelukan nya .


" 2 hari yang lalu ? kenapa mama tidak tahu ?" Tanya mama nya memandang heran ke arah Vania


" Iya karena Vania 2 hari lalu menginap dirumah teman Vania dan baru pulang tadi " jawab nya


" Ma ,pa ayo temani Vania makan malam , Vania tadi sudah memasak makanan kesukaan mama dan papa , di bawah juga ada sahabat ku aku ingin memperkenalkan nya pada mama dan papa" ujar Vania dengan wajah penuh permohonan


Mama Vania melirik ke arah Suami nya dan mengangguk sebagai jawaban nya . Melihat Vania tumbuh menjadi gadis yang ceria dihadapan mereka dan gadis pendiam di luar sana sungguh membuat mereka merasa bersalah , Kate sibuk dengan pekerjaan dan mencari anak bungsu mereka , mereka melupakan untuk memberi kasih sayang pada anak yang ada di sisi mereka.


" Apa kalian tidak merindukan ku ? ma pa ? " batin Vania


" Ma ,pa kenalin ini Roza sahabat aku " ujar Vania berusaha ceria di hadapan orang tua nya dan itu sedikit membuat Roza heran


" Roza Tante , Om " Ujar Roza sambil mengulurkan tangan nya pada orang tua Vania dan di sambut hangat oleh mereka .


" Wah nak , ini semua kamu yang masak ??" tanya Sang papa antusias . walau mereka sudah makan tapi setidaknya mereka tidak ingin membuat anak nya itu kecewa karena sudah memasakkan untuk mereka .


Vania mengangguk pasti dengan pertanyaan papa nya . Ia mengambilkan nasi dan lauk untuk papa dan mama nya dengan senang , melihat senyuman putri mereka , Mereka semakin tambah merasa bersalah .


Bahkan sejauh ini mereka tidak pernah mau tau apa yang dilakukan oleh anak nya itu di luar sana , baik pendidikan dan lainnya , yang mereka tahu mereka sudah memberi fasilitas yang anak nya butuh kan .


Vania berjanji pada diri nya bahwa dia akan mencari keberadaan adik nya itu.


***


Di kediaman Jen


5 hari berlalu , tepat hari senin ini Fira akan masuk untuk pertama kali nya ke kampus nya .


Ia tengah bersiap siap, Ya mungkin belum belajar karena mungkin baru perkenalan dan pembahasan ospek. Fira mengenakan kemeja putih dan celana jeans panjang navy, flatshoes. Fira hanya memakai bedak bayi dan lip tint untuk menambah kesegaran wajah nya . rambut panjangnya uang tergerai indah membuat ia sangat cantik .



Fira menuruni anak tangga menuju meja makan di sana sudah ada yang lain nya ternyata hanya diri nya yang belum ada ,membuat nya jadi tidak enak karena mereka hanya menunggu nya .


"Pagi semua !!! " Sapa Fira


" Pagi sayang !!" jawab derren dan Jen


" Pagi Fira " jawab Ezhel dan Aiden


Varrel hanya mengangguk dan tersenyum


" Pagi kakak aku !! udah cantik aja !! mau kemana ?" tanya Varo yang melihat penampilan kakak nya berbeda dari biasanya yang hanya mengenakan kaos oblong dan Celana training saat dirumah . kalau sore paling baju tidur .


" Ini hari pertama kakak masuk kuliah dek , doain kakak semoga semua nya lancar ya " jawab Fira Tersenyum sambil mengusap lembut kepala Varo.


" Oh pasti dong kak, Hari ini juga Varo masuk sekolah ! kakak juga harus doain Varo . oke !!"


" Siap boss ku !!"


Mereka akhirnya sarapan dengan tenang. setelah sarapan Derren berpamitan berangkat ke kantor , Hari ini Jen tidak kekantor karena dia akan mengantarkan Varo ke sekolah untuk pertama kalinya .


" Ra , Kamu biar di antar Abang aja ya ke sekolah nya , Soal nya Riko sedang ayah beri tugas " ujar derren Sebelum berangkat ,karena biasa nya Riko yang akan mengantar Fira pergi kemana pun


" Eh , gak usah yah , nanti ngerepotin Fira bisa naik ojek atau taxi online " tolak Fira halus , Setelah kejadian beberapa hari lalu ia sedikit enggan untuk dekat dekat dengan Abang nya itu .


" Tidak ada penolakan !! Bang Tolong antar Fira ke kampus nya , Kalian juga gak apa-apa kalau mau ikut sekalian lihat lihat kampus nya Fira dan jagain dia selama disana ,karena Riko sedang ada pekerjaan dan tak bisa menjaga Fira hari ini " ujar derren tegas dan tak bisa di bantah, terpaksa Fira menyetujui nya lagian ada Ezhel dan Aiden jadi dia tidak akan merasa canggung dengan Abang nya .


" Baik yah "


Setelah derren dan Jen berangkat , Varrel dan lain nya pun berangkat mengantar Fira ke kampus nya yang tidak terlalu jauh dari rumah itu .


Awal nya Fira hendak naik belakang tetapi di cegah oleh Aiden jadilah dia duduk di sebelah Varrel yang sedang mengemudi sedangkan Ezhel dan Aiden berada di belakang . Besok mereka akan berangkat liburan ke Bali jadi hari ini mereka akan menemani Fira kemana pun . Ezhel dan Aiden tidak ada yang tau apa yang terjadi di antara kakak beradik itu jadi mereka menganggap biasa saja .


Tanpa mereka tau telah terjadi suatu hal yang membuat hubungan mereka sedikit renggang. dan itu karena kesalahpahaman yang terjadi antara mereka.


**Bersambung


Penasaran dengan kejadian apa yang terjadi di antara Varrel dan Fira , Nantikan di bab selanjutnya . jangan lupa Like Coment n vote nya agar author semangat bikin cerita ini .


Varrel



Aiden



Ezhel



happy reading**