
Di Markas Black Devils kini Derren ,Jen , Sam serta Kevan dan Rio berkumpul disana , Begitu juga dengan Varrel yang di minta ikut oleh Derren .
Perusahaan saat ini di serahkan pada Raka , Walau dia tak bekerja sebagai asisten derren lagi tapi dia tetap menjadi orang kepercayaan derren . perusahaan Jen dia tetap memantaunya ,karena memang Jen yang jarang datang keperusahaan kalau tidak ada yang penting .
Kevan dan Rio datang dari London atas permintaan Jen . kini mereka tengah membahas seseorang yang jadi permasalahan saat ini .
"Orang ini tidak lah mudah ! Bahkan sudah bertahun-tahun dia tak meninggalkan jejak sama sekali ,polisi pun begitu saja menutup kasus ini " Ujar Jen sambil mengutak-atik laptop nya .
"Kenapa kita harus berurusan dengan mereka nona ? bukan kah masalah ini tidak ada hubungannya dengan Kita ?" tanya Kevan yang memang belum tau akar permasalahannya.
" Ada !! Salah satu anak yang dulu mereka culik saat ini tengah dekat dengan putri angkat ku , Aku yakin orang itu akan segera muncul dan Aku hanya ingin keselamatan Fira , orang itu pasti juga akan mengincar dirinya " jelas Jen dan di angguki oleh mereka
" Ada dendam apa sebenarnya mereka pada keluarga itu ?" gumam derren tapi masih dapat didengar oleh mereka
" Seperti nya mereka bukan ingin menghancurkan perusahaan Keluarga itu , Tapi lebih tepatnya merebut dengan memusnahkan Pewaris nya , jika pewaris tiada otomatis Orang tua nya pasti akan sangat terpukul dan saat-saat lengah Seperti itu lah kesempatan mereka mengalihkan perusahaan itu ke tangan musuh , Mereka tidak bodoh dengan tidak menghabisi orang tua mereka , Karena musuh masih membutuhkan tanda tangan mereka untuk mengalihkan semua harta yang mereka punya . Aku akui Keluarga pemuda itu luar biasa , perusahaan mereka berkembang menjadi perusahaan besar walau tanpa campur tangan dunia hitam ,dan itu sebab banyak pesaing yang ingin menjatuhkan . Pengawal biasa tidak lah cukup untuk keamanan keluarga seperti itu , Tapi sayang Usaha mereka gagal saat itu !" Jelas Jen panjang lebar
" Tapi mereka tak sepenuhnya gagal , karena gadis itu masih hidup sampai sekarang !" lanjut Jen lagi
" Benarkah ? tapi bagaimana mungkin ?" Tanya Sam
" Ya saat itu gadis kecil yang sudah lemah itu tidak lah meninggal , Saat kerusuhan terjadi Kedua orang tua sibuk dengan Anak laki-laki yang terlihat syok karena mengira Adiknya telah tiada , Polisi yang sibuk meringkus Orang-orang suruhan Dalang dibalik kejadian itu pun lengah tak tau jika Gadis kecil yang sudah tak sadarkan diri di bawa pergi oleh salah satu dari mereka tanpa mereka sadari , Putra mereka menyadari nya tapi terlambat orang itu sudah membawa kabur gadis kecil itu , tapi karena Putra mereka merasa melihat penyiksaan yang dilakukan orang-orang itu secara brutal di depan matanya ,dan melihat sang adik sudah tak berdaya ia mengira Adiknya telah tewas di tangan mereka " jelas Jen lagi
" Hah .. begitu lah kira-kira .. Ini sangat rumit ! Aku yakin mereka akan memanfaatkan gadis itu suatu saat nanti untuk melawan keluarga itu , Aku tidak bisa melarang Fira dekat dengan pemuda itu , Dia pemuda yang baik juga aku yakin bisa melindungi Fira di masa depan ! Jadi kita harus tuntaskan ini "
" Sayang ! Aku sudah punya rencana untuk itu " Ujar derren sambil menyeringai
Jen Tersenyum mengerti arti tatapan derren , ia mengangguk pasti dengan itu .
" Kalian dengarkan ....." Derren Menatap serius pada Ke empat pemuda di hadapannya itu dan menjelaskan rencana yang sedikit berbahaya .
Mereka mengangguk pasti sebagai jawabannya .
" Ini akan sedikit sulit untuk mu bang " ujar Derren kemudian
" Tidak masalah yah, aku aku akan menyelesaikan nya "
" Baiklah , ayah percaya padamu ! Tapi aku masih kepikiran bahwa mereka masih mempunyai hubungan keluarga , Dan punya dendam pribadi " Ujar derren ,ia berasumsi setelah mencerna semua penjelasan Jen tadi .
" Itu bisa saja terjadi !" saut Jen membenarkan Kecurigaan derren " Kita akan tau dengan segera !" balasnya lagi
" Baiklah sayang ! Aku mengandalkan kemampuan mu untuk pekerjaan yang satu itu" Ujar derren sambil mengedipkan sebelah matanya pada Jen .Jen yang melihat itu mencebik kesal , Pria di sampingnya yang berstatus suaminya itu seenaknya saja bicara begitu , Kalau dia mau bahkan dia bisa mengerjakannya sendiri .
" Jangan menatapku begitu , Disini akulah bos nya , Asal kau tidak lupa " Ujar derren dengan sombongnya .
" Buah jatuh memang tak jauh dari pohonnya, pantas saja Varo begitu angkuh dan sombong , bapaknya saja begitu " batin Jen menatap sinis pada suami tampannya itu ..
" Kevan ,Rio kalian Siapkan Anggota , latih mereka lebih keras lagi ! kita harus bersiap jika mereka menyerang sebelum kita mulai " Perintah derren
" Baik tuan muda !" Kevan dan Rio segera melakukan apa yang di perintahkan derren , Bukan apa-apa , Derren mempercayakan hal itu pada mereka karena kemampuan mereka yang tak diragukan lagi dalam hal itu .
" Sam , Kau susun strategi yang aku bicarakan tadi , Jen yang akan memantau . Varrel laksanakan apa yang ayah ucapkan tadi , jangan membuat mereka curiga , Ini sedikit mudah karena perusahaan mereka Masih menjalin kerjasama dengan perusahaan bunda Mu , Kau temui mereka sebagai Perwakilan perusahaan GA COMPANY " ujar derren , Varrel mengangguk pasti dan langsung berdiri untuk bergegas pergi .
" Tunggu !! Ajak lah Riko bersamamu , Anggota bayangan akan selalu stay di tempat mereka " lanjut derren lagi Varrel mengangguk dan langsung pergi dari markas besar black Devils .
" Sayang !! Kau dari tadi memerintah kami , lalu apa yang akan kau lakukan ?" tanya Jen menatap tajam pada derren . Derren hanya menampilkan senyum terbaiknya pada sang istri
" Aku akan Hadir saat tiba waktunya sayang , Pemeran utama pasti akan muncul belakang bukan ?" Kata Derren dengan wajah songong nya .
" CK , Ya . ya terserah kau saja !!" malas menanggapi kekonyolan suaminya Jen kembali mengerjakan tugas nya .
" Sayang ! Aku akan ke ruang senjata rahasia , Jangan ada yang boleh mengganggu saat aku berada disana , kecuali kau tentunya !!" Jen menatap derren ,dan melihat wajah suaminya itu , Seakan mengerti Jen Mengangguk pasti mengiyakan permintaan derren .
Derren Berjalan menuju ruangan yang hanya Dia dan Jen yang dapat memasukinya , itu pun dengan Cara yang tak mudah . Di sana ia mulai merangkai senjata dan menyiapkan Senjata apa saja yang di perlukan . Tak tanggung-tanggung dia mulai merangkai senjata rahasia nya sendiri ,mungkin karena itu dia tak ingin diganggu agar konsentrasi nya tak pecah .
***
Di tempat lain Varrel yang kini sudah berada di sebuah Restoran mewah untuk pertemuan nya dengan Mr. X , Riko juga sudah stand by disana menunggu nya .
" Apa mereka sudah datang ?" tanya Varrel pada Riko
" Belum tuan muda , Tadi mereka menghubungi jika sebentar lagi mereka akan sampai "
" Baiklah , Kita tunggu di dalam " mereka berjalan masuk ke ruang VIP restoran tersebut .
Tak berapa lama orang yang di tunggu-tunggu pun sudah tiba bersama seorang wanita muda juga serta seorang pria yang Varrel yakini asisten pribadi nya , sekilas Varrel melihat Wanita itu mirip dengan ....
ternyata benar apa yang bunda bilang bahwa gadis itu masih hidup , Dan sekarang orang ini menyiapkan gadis itu untuk terjun ke perusahaan , tapi apa yang terjadi kenapa dia tidak kembali pada keluarga nya saja , Atau mungkin gadis ini hilang ingatan ?? Bisa jadi " ucap Varrel dalam hati,
Varrel kembali menyadarkan dirinya dan menyambut kedatangan Mr. X
" Selamat datang Tuan , Senang bertemu dengan anda ! Perkenalkan saya Varrel yang akan mewakili pertemuan ini " ujar Varrel Ramah tapi
tidak menghilangkan ketegasan serta wajahnya yang tetap terlihat datar .
Mr. X menyambut uluran tangan Varrel dan Tersenyum ramah .
" Senang juga bisa bertemu dengan anda Tuan Varrel , Oh ya perkenalkan ini putri saya Serena !" Varrel masih dengan wajah datar menyambut uluran tangan gadis itu
" Varrel "
"Serena "
" Serena ? ternyata mereka mengubah identitas gadis ini !"
" bisa kita mulai Rapatnya ?" tanya Varrel dingin
" Baiklah tuan !"
Mereka memulai rapat itu dan menjalin kerjasama yang saling menguntungkan untuk perusahaan , Tadi derren bilang harus menyetujui kerja sama kali ini , Memang Kerjasama antar perusahaan sudah terjalin tapi kali ini mereka melakukan kerjasama untuk proyek yang cukup besar , Perusahaan Mr. x yang membutuhkan dukungan perusahaan besar seperti perusahaan Jen tentu sangat senang ,karena ini adalah salah satu langkahnya untuk membalas keluarga Keanu dengan dukungan Perusahaan sebesar itu membuat langkahnya semakin mudah .
Dia tak menyadari bahwa Orang yang di jadikan pendukung ternyata adalah rival terbesar untuk dirinya . Setelah rapat Selesai mereka berbincang-bincang sebentar .
" Wah ternyata nona Serena sangat hebat , masih semuda ini dia sudah mempunya kemampuan untuk mewarisi perusahaan anda " ujar varrel sedikit memuji ,dia hanya ingin memancing bagaimana respon Mr. x .
" Anda terlalu memuji tuan , kalau bukan dia siapa lagi yang akan mewarisi ini semua " jawab Mr. x sedangkan Serena hanya diam menatap Varrel , gadis itu sejak datang sudah tertarik dengan Pemuda tampan dihadapannya itu , tapi dia tak punya keberanian untuk mendekat.
" Bunda sedang sibuk jadi saya yang menggantikan nya " jawab Varrel santai
" Bunda ?? Anda putra nona Jennie ?" Tanya Mr. x antusias
" Ya " Jawab Varrel singkat
" Wah Senang sekali bisa bertemu dengan Anda , Saya sudah banyak mendengar tentang keluarga Nona Jen, Tapi saya baru tau kalau ternyata Putranya sangat hebat seperti anda " puji Mr. X pada Varrel , Varrel Tersenyum tipis karena ia mengerti arti pembicaraan dan binar mata orang di hadapannya itu .
" Anda terlalu berlebihan tuan , Saya tidak sehebat seperti yang anda pikirkan " Jawab Varrel
Varrel juga Menyadari tatapan gadis dihadapannya itu , ia merasa kasihan dengan gadis itu , dia seperti sangat tertekan .. walau dia sangat lugas saat rapat tadi tapi seperti ada beban berat yang gadis itu rasakan . Seharusnya dia sedang bahagia bersama keluarga nya saat ini , tapi nyata nya sekarang dia hanya di jadikan pion oleh Orang tak tau diri seperti Mr. X .mungkin setelah mencapai tujuannya Dia akan menghabisi gadis itu .pikir Varrel .
Dia teringat akan ucapan derren ,jika dia harus mendekati Gadis itu agar lebih mudah menyelamatkan nya dari tangan orang yang memanfaatkan dirinya .tapi ...
Benar apa yang derren katakan ,ini akan sulit untuk nya tapi dia sudah berjanji akan menyelesaikan tugas itu , Walau dia harus mengorbankan perasaan Vania , dia akan mencari waktu yang pas untuk membicarakan hal ini pada Vania , dia tidak ingin hubungan nya dengan kekasih nya bermasalah dan tidak ingin dalam hubungannya ada sebuah kebohongan .
Mendekati Serena ?? Bahkan dia tak pernah punya pengalaman mendekati gadis-gadis yang tidak ia sukai , Varrel menghela nafas nya dan kemudian ia menghela nafas berat , bagaimana pun dia harus melakukan nya .
" Baiklah kalau begitu , untuk kedepannya Anak saya yang akan menemui anda , karena saya Harus menyelesaikan urusan yang lainnya " ujar Mr. X
" Baiklah saya akan menunggu !" jawab Varrel singkat
" Kalau begitu saya permisi " Pamit Mr. X
" Silahkan ! Maaf saya tidak
bisa mengantar kedepan " ujar Varrel
" Tidak masalah " Setelah saling menjabat tangan mereka Pergi dari restoran itu .
Varrel kembali duduk ,begitu juga dengan Riko yang sejak tadi mengamati percakapan mereka .
" Riko , Apa semuanya beres " tanya Varrel
" Beres tuan , Semua sudah terekam dengan sempurna " Jawab Riko
" Bagus , kau Print foto gadis itu , Aku akan membicarakan ini pada ayah dan bunda nanti " perintah Varrel , ia menyesap minuman yang sempat di hidangkan oleh pelayan restoran tadi .
" Baik tuan muda !"
" Kita kembali "
***
Sudah seminggu sejak pertemuan Varrel dengan Mr. X juga Gadis bernama Serena , Kevan dan Rio yang melatih para anggota pun sudah menuai banyak kemajuan pada kemampuan mereka .
Strategi yang disusun dan pun sudah sempurna ,kini tinggal Varrel saja yang masih bimbang dengan gadis itu , Sudah 2 kali ia bertemu dengan nya , dan pertemuan yang kedua saat gadis itu datang ke kantor GA COMPANY menyerahkan berkas perjanjian kerjasama mereka .
Dari sana Varrel dapat menilai bahwa gadis itu sebenarnya gadis yang ceria , hanya Karena keadaan yang membuatnya seperti orang hilang arah , sekilas tak ada yang aneh ,tapi jika menatap kedalam matanya ,hanya ada kekosongan disana .
karena kesibukannya Varrel belum memberi tahu Vania masalah ini , bahkan berkomunikasi saja jarang ,selain perbedaan waktu juga karena mereka sama-sama sibuk .
Ujian yang Keanu dan teman-temannya hadapi sudah berakhir ,hanya tinggal menunggu hasil nya saja .Kini mereka berempat sedang berkumpul di Cafe melepaskan penat setelah ujian yang mereka hadapi .
" Eh liburan mau pada kemana nih ?" tanya Airin
" Di rumah aja kali , sepertinya sedang ada masalah yang ayah dan bunda hadapi , tapi gue tidak tahu masalah apa , gue gak mau liburan disaat saat begini " Ujar Fira
" Masalah ?? " Tanya Rafi memastikan
" Hm " jawab Fira sambil mengangguk
" Iya bahkan mereka sekarang jarang banget dirumah , begitu juga bang Varrel " jelas Fira
" Ya udah deh , kita dirumah aja .. Tapi sesekali boleh lah kita jalan-jalan disini " ujar Airin
" hm .. gak masalah" jawab Fira Tersenyum
" Kean Lo kenapa ? diem diem aja " ujar Rafi
" Gak apa-apa" Jawab Keanu singkat , ntah mengapa perasaannya jadi tak menentu saat ini , dia juga tak tau akan ada masalah apa atau bagaimana ,tapi yang jelas dia merasa akan ada sesuatu yang besar yang akan terjadi .
" Lo ada masalah ?" tanya Rafi lagi memastikan raut wajah Keanu
" Gue fine "Tak ingin bertanya lagi Rafi pun memilih untuk diam .
Tiba-tiba ponsel Keanu berdering , tapi ia mengerutkan keningnya melihat siapa yang menelpon .
" Bunda Jen ??" Ujar nya dalam hati . perasaannya semakin tidak tenang , tidak mungkin bunda Jen menghubungi nya kalau tidak ada yang penting .
Kalau masalah Fira jelas tidak mungkin ,tadi Fira sudah ijin setelah kuliah akan pergi ke cafe bersama teman-temannya , lalu Apa ? pikirnya
Keanu beranjak dari duduknya untuk mengangkat telepon dari Jennie .
Teman-temannya menatap heran dan bertanya-tanya siapa yang menelpon Keanu ,hingga pemuda itu menjauh hanya untuk mengangkat telepon .
Kebingungan mereka semakin bertambah saat keanu kembali ke meja mereka seperti sedang terburu-buru.
" Gue duluan ! kalian lanjutin aja , Raf nanti tolong antar Fira kerumahnya !" belum sempat teman-temannya menjawab keanu sudah berlari keluar dari cafe ntah mau kemana pemuda itu , Fira dan yang lainnya saling pandang dan besok mereka akan bertanya langsung pada Keanu apa yang sedang terjadi .
" Semoga tidak ada masalah yang serius " batin mereka penuh harap
.
.
.
.
Bersambung