MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 5


" I ... Ini ...? Bagaimana mungkin ?" Willi begitu terkejut membaca laporan kesehatan Ara . ia menatap wajah Ara yang datar dan tak bisa di baca .


" iya ,itu semua benar . Apa kau akan berubah fikiran setelah ini??" tanya Ara dengan suara di gin nya


" Apa yang kau katakan , Sayang apa pun yang terjadi ,walau kita tak memiliki anak se umur hidup kita , Kita akan tetap bersama " ujar Willi ia meraih tubuh Ara dan memeluk nya , Willi memberi ketengan untuk istri tercinta nya.


" Tapi ,kau juga butuh keturunan , Dan bagaimana dengan mama? Apa kau tidak memikirkan perasaan nya ? " pertanyaan Ara membuat Willi terdiam


" Kita bisa mengadopsi nya " jawab Willi kemudian setelah terdiam sesaat


" Kita bisa saja melakukan itu , Tapi apa mama akan menerima anak itu ? "


" Kita akan membicarakan nya pada mama, Sayang kita juga masih punya kemungkinan 30 % untuk memiliki anak sendiri , Tapi walau pun tak di kasih juga tidak apa "


" Jika kau setuju ,bisa kah kita mengadopsi anak dari yayasan Jen ? anak anak disana di bawah didikan Jen aku sangat percaya dengan nya "


" Tentu , Kita bicarakan dulu dengan mama ,jika dia setuju kita akan kesana dan bicara pada Ella ,tapi setelah dia sembuh "


" Walau dia belum sembuh tapi dia masih mengingat yayasan nya "


" Baik lah , janji tidak akan menyuruh ku untuk menikah lagi , Apapun ke adaan nya , sungguh aku tak ingin menyakiti mu sayang " kata Willi sambil mengelus wajah Ara lembut


Ara hanya mengangguk sebagai jawaban nya .


Saat malam hari setelah makan malam Willi duduk di sofa bersama Ara . tak lama mama Willi datang dan ikut duduk di sana .


Awal hanya ada keheningan disana sampai willi memecahkan keheningan dan berbicara pada mama nya


" Ma ,ada yang mau aku omongin " Kata Willi menatap mama nya


" Apa yang ingin kau katakan, katakan saja "Jawab sang mama


" Ma Aku dan Ara sudah memutuskan untuk mengadopsi anak !dan aku harap mama bisa menerima keputusan kami " tegas Willi seolah tak ingin di bantah


" Tidak !! Mama tidak akan menyetujui nya . yang mama inginkan itu darah daging mu bukan anak adopsi " seru sang mama


" Ma !! Tidak bisakah sekali ini saja setujui apa yang aku inginkan ?"


" Tidak , Jika kau bersih keras mengadopsi anak terserah kau saja ,tapi sampai kapan pun mama tidak akan menerima nya " kemudian mama Willi beranjak dari duduk nya " Jika kau tidak bisa memberikan cucu untuk ku dan anak untuk putra ku , jangan pengaruhi dia untuk mengambil anak orang lain yang tak jelas asal usulnya " Tegas mama Willi sambil menunjuk ke Ara .


Willi menghela nafas nya kasar ,ia sungguh tak akan mengira jika sang mama akan berubah menjadi keras hati seperti itu .dan perkataan nya jelas Sangat menyakiti istri nya .


" Sayang , Maaf kan mama , Aku ...." belum sempat Willi melanjutkan perkataan nya Ara sudah memotong nya lebih dulu .


" Sssttt ... aku Tidak apa , Wajar saja jika mama bersikap seperti itu ,dia sangat kesepian dan sangat menginginkan cucu dari mu ." Kata Ara lembut sambil meletakkan jari telunjuk nya pada bibir Willi .


" Keputusan ku sudah bulat ,kita akan mengadopsi anak ,Lama kelamaan mama pasti akan menerima nya " ujar Willi dan di angguki oleh Ara


" Apa kau tidak bisa mengundurkan diri dari perusahaan GA sayang ??" tanya Willi kemudian , dia memang sejak menikah sudah meminta Ara untuk tidak bekerja . tapi Ara selalu menolak nya ..


Bagaimana pun perusahaan itu juga bagian dari nya , Dia , Jen dan Radith sudah merintis perusahaan itu dari nol . dan sekarang jadi sebesar ini juga karena dukungan dan penggabungan dengan perusahaan Paman Mike itu semua kerja keras mereka bersama . dan di sini di kantor pusat hanya dia dan Jen yang bertanggung jawab di sini bersama Sam . Jika dia mengundurkan diri bagaimana dengan Jen nanti??


Bukan dia meragukan Jen ,bahkan Jen sangat Jenius hanya untuk mengurus perusahaan sebesar itu ,tapi ini juga tanggung jawab nya dia tak bisa meninggalkan Jen sendiri mengurus perusahaan biru sendiri , apalagi dengan kondisi jen sekarang


" Aku tidak bisa , Bagaimana dengan Jen nanti ? Hanya aku dan Sam yang membantu nya disini . Radith ,kevan dan Rio sudah di tempat kan di London , Nada Sudah ikut kesana dengan Radith , Sekarang juga aku sudah mengurangi pekerjaan ku ,Hanya semenjak Jen koma aku dan Sam yang mengurus semua nya dan itu juga di bantu oleh derren , Jika aku mengundurkan diri dalam kondisi seperti ini,. Jen pasti akan kesulitan " jelas Ara yang memang benar ada nya


Willi menghela nafas lalu membuang perlahan untuk meredam emosi nya . Willi sangat ingin Ara di rumah saja tanpa bekerja. Memang sedikit egois tapi itulah ke inginan nya .


" Terserah !" lalu ia beranjak ke ruang kerja nya menghindari Ara karena ia tak ingin berkata kasar pada istri nya itu .


Ntah apa yang Ara rasakan saat ini , Dia benar benar kacau untuk saat ini .


" Jen , Kalau aja Lo udah sadar ..." Ara menunduk ,Ia perlu tempat bersandar saat ini tapi tak tau dengan siapa .


***


Di tempat lain setelah mitting dengan klien derren tak kembali ke kantor , Dia langsung ke rumah sakit sebelum jam makan siang , karena di sana masih ada anak anak nya .dia juga merindukan kedua buah hati ny itu .


Tak lama ia sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruang rawat Jennie .


" Assalamualaikum .."


" Wa'alaikum salam..." Jawab mereka dari dalam


" Ayah !!!" Varo turun dari tempat tidur Jen dan langsung melompat dalam pelukan ayah nya .


"Ugghh Beby.... " Derren mengangkat tubuh kecil Varo dalam gendongan nya dan mencium gemas pipi anak nya itu .


" Stop It .. Ayah cukup !! Aku bukan anak kecil lagi .oke !! Jadi berhenti mencium ku , Itu sungguh menggelikan " Ujar nya sambil bergidik yang membuat deren terkekeh geli .


Ayah dan anak itu ber gurau se akan melupakan sekeliling nya . Semua itu tak luput dari pandangan Jen . Jen dapat menangkap jika derren sosok yang baik dan perhatian pada keluarga nya . kini Jen bertekad untuk segera mengingat semua nya .


**


Dua Minggu Setelah sadar Jen dirawat dan menjalani terapi untuk melemaskan otot otot kaki nya hingga kini ia bisa berjalan lagi dengan lancar . Dan kini ia telah pulang ke rumah nya di jemput oleh keluarga nya . tak lain papa mama derren , Daddy Jen , Ken dan letha dan juga anak anak nya .


Jen juga sudah mulai mengingat sedikit tentang keluarga nya tapi ia masih belum memberi tahu derren karena memang Jen belum bisa mengingat semua nya . Berangsur ingatan Jen kembali setelah 1 bulan dirumah Jennie telah mengingat semua nya . Tapi ia masih belum memberi tahu derren ..


Bayi cantik Jihan kini sudah berusia 4 bulan setengah , Jen sangat menyesali semua yang terjadi , perkembangan Jihan dari lahir hingga berumur 3 bulan dia tidak tau . bahkan Jen menyesal karena tidak bisa memberi asi eksklusif untuk Jihan seperti Varo dulu .


Saat ini mereka sedang Duduk di ruang keluarga menonton televisi acara kesukaan Varo. . Beby Jihan yang sudah bisa mengoceh pun tak bisa diam ,bayi itu sangat aktif untuk bayi se usia nya ... Sedangkan derren sudah berangkat ke kantor sejak pagi tadi ..


" Sayang bisa ambilkan ponsel bunda di kamar nak ?" ujar Jen pada varo


" Baik bunda " Varo beranjak ke atas tepat nya ke kamar sang bunda untuk mengambil kan ponsel nya .


" Bunda . ini " Varo memberikan nya lalu duduk kembali di sebelah sang bunda yang sedang memangku Jihan .


Varo menelpon Varrel dengan ponsel Jen Sambungan telepon itu terhubung dan tak lama di angkat oleh sang empunya ...


" Hallo .... Dek ??" Jawab Varrel antusias di sebrang sana karena melihat siapa yang menelpon nya . Hampir 5 bulan sang bunda tak menghubungi nya .. sungguh ia sangat merindukan wanita muda yang menjadi bunda nya itu . tapi setelah mengangakat dan yang kelihatan adalah adik nya ,wajah varrel sedikit berubah , bukan karena ia tak merindukan varo tapi Varo sering menelpon nya .


" Hallo bang ! Kenapa gak seneng aku


yang telpon ?" goda Varo pada nya


" Seneng dek , tapi kenapa kamu telpon pakai ponsel bunda ? " tanya varrel dari sebrang sana . tampak varrel seperti sedang berada di Apartemen nya


" Abang gak kuliah ? " bukan nya menjawab Varo malah balik bertanya


" Kuliah nanti jam 10, Sekarang masih jam 8 " Jawab varrel dan di angguki Varo


" bang ,ada seseorang yang ingin berbicara dengan mu " Ujar nya sambil melirik ke arah Bunda nya


" siapa ?"


"Tuh " Varo mengarahkan Camera pada Jen , dengan senyum manis Jen menyapa putra sulung nya itu ..


" Bunda !!!" Varrel langsung menegakan tubuh nya dari duduk bersandar nya .


" Hai sayang , Apa kabat ??" tanya Jen dengan senyum manis nya


" Baik Bun .. Bunda apa kabar ?Bunda baik baik saja kan ? Kenapa gak pernah Hubungi Abang ? Terus Abang kirim pesan juga gak pernah bunda balas ? Apa se sibuk itu kah Bun? Sampai tak punya waktu untuk ku ? tanya nya beruntun . mata nya memerah hampir 5 bulan bunda nya tak ada kabar ia benar benar khawatir selama ini .


" Tanya nya satu satu dong sayang , Pertama bunda baik baik saja , Bunda sibuk karena Jihan sangat rewel sayang dan perusahaan sedikit ada masalah" bohong Jen


" Sungguh , bunda tak bohong pada ku ? "


" Hm , , " Jen Mengangguk membenarkan . Dan mereka mengobrol cukup lama sampai Jihan pun tidur di pangkuan Jen , dan Varo sibuk dengan ponsel nya . mereka mengakhiri panggilan nya karena varrel harus berangkat ke kampus lalu Jen menidurkan Jihan di kamar nya .


Di kantor derren sedang banyak pekerjaan sampai tak sempat untuk makan siang ,bahkan menghubungi anak istri nya pun tidak .


Karena memang dia juga masih mengurus perusahaan Jen karena Jen belum masuk ke kantor selama 5 bulan ini .


Derren memijit pelipis nya dan menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi kerja nya .


tok tok tok


" Masuk "


ceklek


Tampak Raka masuk ke dalam ruangan nya menenteng plastik ,mungkin makanan.


" Ren nih gue bawain makanan , Gue tau Lo pasti belum makan siang , Dan ini sudah jam 2 sebaik nya Lo makan dulu " ujar Raka sambil meletakkan makanan di atas meja sofa ruangan itu .


" Hm .. gue juga sudah laper banget sampai pusing rasa nya " jawab derren berjalan ke arah sofa


" CK , Maka nya Lo harus jaga kesehatan ,memang kerjaan itu penting tapi kesehatan jauh lebih penting " omel Raka


" Iya .iya . Bawel banget dah " Derren membuka kotak makan yang di bawa Raka dan mulai memakan nya


" Gimana dengan Jen ?" tanya Raka Setelah derren selesai makan


" Ntah lah ,dia belum inget apa pun , Tapi dia tetap berusaha menjadi istri yang baik dirumah ,walau dia belum ingat tapi dia menerima gue dan anak anak kami " Jawab derren sambil menyandarkan tubuh nya


" Hm , setidak nya dia sudah menerima keluarga nya , Padahal kalian asing bagi nya ,tapi dia mau menerima dan mengurus Lo dan anak anak kalian seperti sebelum nya " ujar Raka


" Iya tapi kan gue jadi puasa !" ujar derren memasang wajah masam nya yang membuat Raka tertawa lepas


" Puas Lo ketawa in gue ?" sunggut nya melempar bantal sofa ke arah Raka


" Belum !!" Raka masih saja tertawa yang membuat derren tambah kesal


" 5 bulan ka , Lo tau rasa nya 5 bulan gue puasa , Astaga!! bahkan Mau nyium dia aja gue gak berani"


" Oke . oke ,gue ngerti perasaan Lo .. Tapi kan dia udah Nerima Lo kalau Lo suami nya , Terus kenapa Lo gak berani ?" tanya Raka kemudian setelah dia meredakan tawa nya


" Ya gue takut aja dia benci gue .. Padahal gue kangen banget sama dia , Tidur aja nih dia belakangin gue tau gak " ucapan derren membuat Raka kembali terkekeh


" Ya udah sabar aja , tunggu sampai dia ingat semua nya baru ko buka puasa , Dan semoga junior Lo gak Nangis minta makan !! " Ucap Raka sambil menepuk pundak derren lalu ia beranjak keluar ruangan derren dan meninggalkan derren yang sedang mengumpat diri nya


" Shit !!! Awas Lo " umpat derren lalu ia kembali mengerjakan pekerjaan nya yang masih menumpuk


Di rumah Jen telah menyiapkan makan malam untuk Diri nya dan Varo serta Alia . Karena tadi derren memberi nya pesan akan pulang terlambat dan tidak makan dirumah .


Setelah makan malam Jen masuk ke kamarnya Setelah menidurkan Jihan dan Varo . mereka tidur di kamar yang sama dengan sisi yang berbeda .dan Alia tidur dengan Jihan , karena Jihan tidak minum asi jadi Jen tidak bangun kalau Jihan tidak rewel di malam hari .


Di kamar Jen berpikir ingin memberi kejutan untuk suami nya , Dia merasa kasihan dengan derren karena 5 bulan mereka tak pernah berhubungan suami istri karena memang Jen belum ingat dan tak ingin di sentuh derren . tapi sekarang ia sudah ingat semua nya dan ingin memberi kejutan untuk suami nya itu .


Jen duduk di depan meja rias ,memoles wajah nya dengan sedikit dandanan yang menggoda . ia mengenakan baju sexi berwarna hitam yang menampakan lekuk tubuh nya yang Padat dan berisi . lipstik merah yang menggoda dengan rambut yang tergerai indah . tak lupa Jen menyemprotkan parfum yang wangi nya sangat sexi .


" Sempurna " gumam nya sambil menatap dirinya di dalam cermin . kini ia duduk di ranjang memainkan ponsel nya sambil menunggu derren pulang .


**Bersambung


Jangan lupa like comment n vote nya ya gays .


happy reading


see you** ...