
Di sebuah Cafe Seseorang sedang berjalan sambil membawa berkas di tangan kiri nya dan tangan yang kanan Memegang ponsel untuk menghubungi seseorang .
Brug
Berkas dan ponsel nya terjatuh ke cecer karena menabrak seseorang
"Maaf . Maaf aku lagi terburu buru , Kamu gak apa-apa kan " ujar lelaki itu
" Iya gak apa-apa , aku yang seharusnya minta maaf karena kurang fokus " ujar gadis itu sambil membereskan berkas-berkas nya tanpa melihat orang yang menabrak serta membantu nya memunguti berkas yang berjatuhan .setelah selesai Lelaki itu memberikan berkas yang di tangannya pada gadis dihadapan nya itu .
Deg
" Cantik " batin nya setelah melihat gadis di hadapan nya, ia seperti pernah melihat gadis ini tapi dimana pikir nya .
" Loh , Kakak bukan nya teman Kak Jennie " tanya gadis itu
" Iya , Seperti nya kita pernah bertemu Sebelum nya " ujar sang pria
" Ia , tiga bulan yang lalu saat pernikahan kak Gabriel " pria itu seperti mengingat sesuatu sekarang
" Oh aku ingat , Kau kekasih nya Kenzo kalau tidak salah " ujar pria itu yang membuat gadis itu terkekeh
" Emang kelihatan begitu ya kak ? "
" Ya seperti nya begitu ,karena kalian sangat dekat "
" Kami hanya bersahabat sejak kecil , Emm kalau begitu aku permisi dulu ya kak ,bukan kah kakak bilang tadi sedang terburu buru ?"
" Ah .iya aku sampai melupakan nya . Tapi boleh aku tau nama mu " Gadis itu terkekeh kecil yang membuat sang pria terpesona oleh senyuman sang gadis .
" Kita kan sudah berkenalan sebelum nya , tapi karena kakak tidak ingat baik lah . Aku Nada kak Radith " ujar gadis itu tersenyum lembut yang tak lain adalah Nada dia habis bertemu Klien Membahas tentang kerjasama karena orang itu ingin memakai desain nada ,tadi nya dia bersama sekertaris nya tapi Mira sang sekertaris pamit ke toilet dulu dia akan menunggu nya di mobil tapi siapa sangka dia akan bertemu Radith disini .
" Ah , Aku jadi Malu pada mu kau bahkan masih mengingat nama ku " ujar Radith menggaruk tengkuk nya salah tingkah
" Tidak apa , Ya sudah sampai jumpa lagi kak " ujar nada melambaikan tangan tersenyum ceria yang membuat Radith terpaku akan ke indahan yang ia lihat padahal sebelum nya saat pertama kali bertemu nada dia biasa saja mungkin karena dia tidak terlalu memperhatikan nya saat itu , mereka bertemu kedua kali nya tapi karena pembawaan Nada yang supel dan mudah bergaul jadi mereka seperti sudah lama saling mengenal .
" Huh kenapa dengan jantung ku" gumam Radit lalu berjalan ke ruang VVIP cafe untuk menemui kliennya .dia bahkan baru tiba dari London dan belum istirahat sama sekali .
Tapi entah kenapa dia sangat senang hari ini mungkin karena gadis atau ntah lah .
**
Prang
Suara pecahan kaca terdengar dari dapur , Wanita itu tak sengaja menjatuhkan gelas di tangan nya .
" Astaga kenapa bisa kau jatuh dari tangan ku ,kau kan jadi hancur seperti ini" tanya gadis itu pada pecahan gelas yang berserakan di lantai bahkan dia terkekeh sendiri mengingat tingkah konyol nya .
" Aish ... Menyusahkan saja " ujar nya bangkit karena tangan nya terkena pecahan Apa begitu sulit untuk menjaga pola makan dan jangan kelelahan , lalu kenapa kau bisa sampai disini sekarang bukan kah ini belum waktunya jadwal cuci darah , lalu kenapa kau bisa seperti ini sekarang , Ayo Kau harus cuci darah sekarang juga ini sangat membahayakan keselamatan mu kau tau ? " geram dokter Rian karena Ken susah sekali di bilangin pikir nya
nya sejak tadi dan memperhatikan tingkah konyol nya .
Gabriel menarik tangan Disha dan mendudukkan ny di sofa , Ia mengambil kotak obat di laci dan mendudukkan dirinya di sebelah Disha
" Apa kau tidak bisa hati hati " ujar nya dengan nada ketus sambil membalut luka Disha
Disha yang terkejut dengan perlakuan Gabriel pun hanya bisa terdiam sambil menatap Gabriel Batak percaya , Ia tidak tau harus bereaksi seperti apa yang jelas ia sangat bahagia karena ini pertama kalinya Gabriel perhatian pada nya walau nada bicara nya seperti itu .
" Apa kau sudah puas memandang ku " ujar Gabriel yang sadar sejak tadi Disha melihat nya ,ia berdiri setelah selesai membalut luka Disha dengan kasa dan mengembalikan kotak obat pada tempat nya kembali
" Lain kali hati hati , Minta pelayan yang membersihkan nya aku sudah menggaji mereka mahal jadi kau bisa menyuruh nya sesuka mu " setelah mengatakan itu Gabriel ke dapur mengambil minum dan kembali ke ruang kerja nya . memang ia turun untuk mengambil air minum tanpa sengaja ia melihat tingkah konyol Disha yang membuat nya tersenyum .
" Apa aku tadi bermimpi , Ya Tuhan kenapa dengan jantung ku " gumam Disha seorang diri karena baru kali ini Gabriel berbicara panjang kali lebar pada nya dan itu pun seperti perhatian buat nya sungguh dia sangat senang jika suami nya akan bisa menerima nya walau belum mencintai nya paling tidak dia ingin gabriel menerima nya sebagai seorang istri .
Pagi hari seperti biasa Disha menyiapkan pakaian kerja untuk Gabriel setelah itu dia masuk ke kamarnya membersihkan diri , hari ini dia akan ke butik nya yang ada di kota B karena semalam ia mendapat kabar jika ada masalah yang mengharuskan nya kesana . Ada pelanggan yang komplen dan menuntut butik nya disana . Jadi Disha harus turun tangan sendiri untuk mengatasi nya .
Disha hari ini terlihat sangat cantik dengan pakaian casual dan makeup tipis nya .tak lupa ia membawa Handphone dan dompet nya yang ia masuk kan dalam tas kecil nya .
Disha berjalan menuruni anak tangga agak terburu-buru karena perjalanan yang jauh juga dia harus segera sampai sana , sampai dimeja makan ia mengambil gelas susu dan meminumnya hingga tandas lalu ia mencomot roti dan mengoles nya dengan selai coklat kesukaan nya dengan sedikit terburu . Tanpa ia sadari Gabriel sudah berada di sana dan memperhatikan nya .
Tanpa memakan nya dulu Disha hendak berjalan sambil membawa roti nya ia akan memakannya di perjalanan nanti pikir nya . tapi saat ia berbalik dia sudah melihat Gabriel berdiri di sana Disha jadi salah tingkah karena terburu buru ia sampai melupakan kewajiban sebagai istri . bagaimana pun dia harus ijin terlebih dahulu pada Gabriel sang suami pikir nya .
Disha menyengir menatap Gabriel dan Gabriel hanya menatap nya datar padahal ia sedang bertanya-tanya mau kemana Disha pagi pagi begini pikir nya karena selama ini yang ia tau Disha tak pernah kemana mana ntah dia tak tau atau memang tidak pernah mau tau .yang ia lihat Disha ada dirumah saat ia pergi dan masih dirumah saat ia kembali .
" emmm... Anu .. kak aku mau ijin ke Kota B , Ada sedikit urusan disana " ucap nya sedikit ragu kalau kalau Gabriel tidak mengijinkan nya
Pergi ya pergi saja , kenapa bilang pada ku * jawab Gabriel datar
" Baik lah , Aku pergi dulu " ujar Disha berjalan keluar rumah sampai merutuki kebodohannya harus nya dia sudah tau jika Gabriel tidak akan peduli pada nya .tapi ya sudah lah setidak nya dia sudah meminta ijin pada suami nya itu agar perjalanan nya di ridhoi yang kuasa pikir nya sambil menyemangati diri nya sendiri.
Dua jam mengendarai mobilnya Disha telah sampai di Kota B , ia turun dari mobil dan langsung bergegas masuk ke butik nya .
" Mbak sudah datang ? " Tanya Karin manager di butik itu
" Rin Gimana masalah yang kemarin , bagaimana bisa begitu " tanya disha yang kini mereka sudah berada diruangan Disha
" Aku juga gak tau mbak , Karena yang kami kirim juga sesuai dengan pesanan orang itu , lalu dia tiba-tiba saja datang dan marah marah karena tidak sesuai dengan pesanan nya " jelas Karin
Disha memijit pelipis nya sejenak ia berfikir apa yang harus ia lakukan
" Begini saja Rin , Minta maaf lah saja pada orang itu dan ganti sesuai keinginan nya , Aku gak mau terlalu berbelit-belit dengan urusan seperti ini "
" Baik lah mbak , semoga saja orang nya tidak mempersulit "
Saat tiba di restoran tanpa sengaja ia mendengar seseorang memanggilnya .
" Sha .. Disha " gadis itu menoleh kanan kiri mencari sumber suara seseorang yang memanggil nya
"Disini " Gadis itu menoleh ke pojok resto tampak seorang pria tampan memanggil dan melambaikan tangan pada nya . karena merasa kenal Disha pun menghampiri orang itu
" Alvin " seru Disha Yang kini sudah berada di hadapan Alvin gadis itu spontan memeluk nya " Ya ampun gue gak nyangka banget ketemu Lo disini , astaga Lo tambah Cakep aja " celoteh Disha setelah melepas pelukan nya pada Alvin .
" Gak usah lebay kali sha , gue mah emang udah cakep dari sono nya " ujar Alvin sambil terkekeh
Disha yang mendengar itu hanya berdecak karena lelaki dihadapan nya ini tidak berubah ,tingkat kepercayaan dirinya masih saja tinggi tapi itu lah yang membuat Disha nyaman berteman dengan lelaki itu dia bisa seperti punya daya tarik tersendiri membawa aura positif disekitar nya .
" Eh . ngomong ngomong kapan Lo balik ,dan lagi ngapain Lo ada di kota ini " tanya disha yang kini sudah duduk di hadapan Alvin
" Gue baru balik seminggu yang lalu ,gue disini karena ada keperluan aja sih, kalau Lo sendiri ngapain disini " tanya alvin
" Gue ada urusan juga ,ini sebenarnya gue mau balik ke Kota A tapi sebelum itu gue mau makan dulu , Lo udah makan ?"
" Udah baru aja selesai , Lo pesen gih gue temenin disini dari pada Lo sendiri kan kayak orang ilang ,mending di temenin sama gue yang cakep ini " ujar Alvin sambil menyisir rambut nya kebelakang dengan jari tangan nya .
" Dasar Lo " Disha sudah memesan makanan nya kini dia makan sambil di selingi obrolan dan canda tawa mereka . karena sejak lulus SMA mereka tidak bertemu kembali karena mereka di negara yang berbeda . Mereka adalah sahabat semasa SMA Disha ,Alvin Dan Keysa .
" Eh makasih Lo ya , Udah mau nemenin gue makan udah gitu di traktir kali , beda emang Makanan gratis sama bayar sendiri " ujar Disha terkekeh kini mereka sedang berjalan beriringan keluar dari restoran
" Iya ,terserah Lo dah tapi lain kali Lo yang harus traktir gue , ntar kalau gue udah balik ke kota A kita kumpul ya di tempat biasa jangan lupa kabarin Kesya "
" Siap boss , Eh tapi tunggu emang Lo punya nomer gue gitu " tanya disha bingung bagaimana mereka bertemu nanti jika tidak memberi kabar kan gak mungkin kebetulan seperti ini akan sering terjadi pikir nya .
" Ya kagak ,nih Lo simpan nomer Lo " ujar Alvin menyodorkan Ponsel nya dan di terima oleh disha
Disha segera mengetikan nomernya dan mengembalikan ponsel Alvin .
" Udah nih . . Gue balik dulu nya . dah Alvin " ujar Disha riang melambaikan tangan nya dan masuk ke mobil nya
" Hati Hati Sha jangan ngebut " Ujar Alvin dan hanya di jawab acungan jempol oleh Disha .
Tanpa Mereka sadari sejak tadi ada seseorang orang yang memperhatikan mereka dan segera melaporkan pada Bos nya tentang apa yang ia lihat karena orang itu juga sudah merekam nya .
Gabriel saat ini sedang berada di kantor nya
Ting
Suara ponsel nya berbunyi dia mengalihkan pandangan dari pekerjaan nya dan meraih handphone nya untuk melihat isi pesan tersebut.
Seketika ia mengepalkan tangannya rahang nya mengeras menahan amarah setelah melihat isi pesan tersebut .
Ya dia menerima Video Disha saat di cafe tadi , Dia memang meminta seseorang mengikuti Disha karena tadi gadis itu bilang hendak ada urusan diluar , Dia tidak ingin terjadi apa apa pada wanita yang sudah menjadi istri nya itu jika pergi sendiri karena setau nya Disha tidak pernah kemana mana , bagaimana pun Disha adalah tanggung jawab nya . tapi siapa sangka dia akan menerima pesan seperti ini .ntah kenapa ingin rasa nya dia memaki pria di video itu tapi kenapa pikir nya . bahkan dia tak pernah peduli pada wanita itu .
Karena emosi Gabriel segera keluar dari ruangan nya dan bergegas pulang kerumah menunggu Disha dan meminta penjelasan pada wanita itu . apa apaan dia bahkan belum pernah menyentuh nya sama sekali tapi apa ini orang lain bahkan se enaknya saja memeluk nya dan mereka tampak sangat bahagia .
Tak butuh waktu lama Gabriel sampai di kediaman nya ,dia cepat turun dari mobil berjalan memasuki rumah sambil melepas Jas dan melonggarkan dasi nya .
Satu jam di berada dirumah terdengar suara deru mobil di luar , Disha memasuki rumah nya dengan santai dan tampak bahagia .
" Segitu bahagia nya kah sehabis bertemu dengan kekasih mu " suara seseorang yang terdengar sangat dingin dan tajam berhasil menghentikan langkah nya .
" Kak . sudah pulang " tanya disha yang memang terkejut ini masih jam 3 sore tapi kenapa lelaki itu sudah ada dirumah pikir nya .
" Jawab pertanyaan ku " seru Gabriel menaikan oktaf suara nya
" Apa maksud kakak " tanya disha yang sudah bergetar karena takut .
" Kau tidak usah pura pura bodoh dihadapan ku . Dari mana saja kau " tanya gabriel dengan nada dingin dan sangat menakutkan
" A ..aku dari kota B . Bu .. bukan kah aku sudah meminta ijin tadi " kata Disha lirih sambil menundukkan kepalanya
Jawaban Disha membuat Gabriel berdecih dan segera menarik tangan wanita itu dengan kasar menaiki anak tangga . Ia menyeret Disha ke kamar nya dan melemparkan gadis itu ke ranjang king size di kamar nya .
" Untuk apa kau ke sana . apa untuk bertemu kekasih gelap mu itu , Heh .dasar wanita ******* apa kau tidak sadar akan status mu sebagai istri hah . apa kau tidak pernah berfikir apa yang kau lakukan akan merusak reputasi ku hah !!!" teriak Gabriel yang membuat air mata Disha luruh dari pelupuk mata nya .
"*Sakit" itu yang ia rasakan saat ini ntah itu hati jiwa atau raga nya . semua nya sangat sakit
** Bersambung*
Bonus hot Daddy
Derren : Gila makin Ganteng aja gue Thor
Author ":Cih . . Narsis amat dah lu Ren .
Derren : Sirik ae lu mah Thor , Makanya Jan kelamaan jomblo . ngenes ngenes deh Lo Thor
Author :LO CARI MASALAH MA GUE REN , GUE BIKIN JOMBLO MAU LO HAH !!!!
Derren " Sabar Thor , Lagi puasa !!
Author : Bodo' Lo cari masalah ma gue udah lupa Lo kalau gue yang berkuasa disini .
Derren : 🙏🙏 V damai Oke !!!
Author " Huh 😤😤😤