
Pukul 8 malam derren berada dikamar nya sedang mondar mandir kesana kesini dengan pakaian yang rapih , Tak berapa lama pintu kamar terbuka , tampak Jen berjalan santai memasuki kamarnya ia sekilas melirik ke arah derren , di lihat dari pakaian nya saja sudah bisa di pastikan jika dia akan pergi , tapi Jen pura pura tak tau saja . setelah mengganti pakaiannya dengan piyama Jen merebahkan tubuhnya di atas ranjang , rasanya ia ingin tertawa melihat tingkah suami nya itu .tapi ia tahan sebisa mungkin menetralkan raut wajahnya seolah dia tak melihat suaminya .
Perlahan derren berjalan menghampiri Jen yang terbaring dengan posisi membelakangi nya ,
" Yank "
" ......" hening
" Yank "
"......" hening
" Apa dia sudah tidur ? kenapa cepat sekali " gumamnya
" Yank , aku tau kamu belum tidur , aku mau ijin keluar bertemu Willi dan Raka "
" Yank ...!!!!" seru nya karena tak dapat jawaban dari Jen
" Apa sih mas , berisik banget deh " Jen mengalihkan pandangannya menatap derren
" Aku mau keluar bersama Willi dan Raka "
" ya udah sana , lagian mau bilang gitu aja dari tadi mondar mandir gak jelas " jawab Jen terkekeh
" Ya aku kan gak mau nanti kamu marah nyuruh aku tidur di luar seperti waktu itu "
" Itu kan karena kau membohongi ku " saut Jen
" Oke. oke.kali ini aku tidak membohongi mu , Aku pergi dulu ya sayang " ucap derren mengecup kening Jen dan Berlalu keluar kamar . Jen yang sudah lelah memejamkan matanya beristirahat .
Saat membuka pintu Derren berpapasan dengan Varrel
" Ayah mau kemana " tanya varrel yang saat itu hendak ke dapur mengambil air putih .
Melihat penampilan ayahnya yang memakai celana jeans Sobek kaos oblong dan jaket serta topi yang menambah ketampanannya tak bisa menahan diri untuk bertanya .
" Mau bertemu teman teman ayah " jawab Varrel santai lalu ingin melanjutkan langkahnya menuruni tangga, varrel terdiam sejenak
" yah " panggil nya
" hmm " derren menoleh ke arah varrel
" Apa Abang boleh ikut ? " derren tersenyum dan mengangguk
" ayah tunggu dibawah " mendengar itu dengan cepat Varrel kembali ke kamar mengganti pakaiannya . tak berapa lama ia turun menghampiri sang ayah yang sedang menunggu nya di bawah .
" Sudah siap ? " tanya derren yang mengalihkan pandangan dari ponselnya
" Sudah yah . ayo "
45 menit berlalu mereka Samapi di club Marvin , didalam mobil varrel mengernyitkan dahi nya
" Yah gak salah kita kesini "
" gak , sudah ayo turun ,teman ayah sudah menunggu didalam " tanpa banyak tanya dia langsung turun mengikuti derren berjalan kedalam , walau dalam benak nya dia bertanya tanya apa yang akan dilakukan ayahnya di tempat seperti ini , menyesal dia tadi ikut pikir nya. tapi karena sudah sampai sini mau tak mau ia ikut kedalam .
Saat memasuki club' banyak pasang mata yang memperhatikan dua pria beda usia itu , Ketampanannya yang tak diragukan lagi tapi sebagian orang disitu sudah tau siapa derren jadi tak ada yang berani mendekati nya begitu juga dengan wanita wanita bar tersebut , mereka lebih memilih mencari aman daripada berurusan dengan orang no 1 di negara ini. , tapi tidak semua ya ada juga yang mengabaikan itu dan masih berani mendekat atau merayu derren .
" Woi , What's up Man " sapa Marvin
yang di tatap sinis oleh derren karena tadi ada seseorang wanita yang berani menyentuh putra nya .
" Kau tau apa yang harus kau lakukan " ucapnya dingin
" Oke. oke ,santai Man "
" hmm, dimana Raka dan willi"
" disana, ayo " Derren berjalan di ikuti Varrel dan Marvin
" Hallo Bray !!" sapa Willi
" Hmm "
" CK ,dasar Kulkas " cetus Willi dan Raka hanya memperhatikan mereka berdua lalu beralih pada varrel yang masih berdiri di belakang derren bersama Marvin " Hei ponakan tampan sini " ujar nya ,varrel pun menghampiri Raka dan duduk disebelah nya .
" Ren ,apa kau sudah tidak waras mengajak Keponakan kami kesini ,jika tau ibunya habis lah kau " Mendengar perkataan Willi derren menepuk jidatnya karena ia tak memikirkan sampai kesana saat Varrel meminta untuk Ikut dengan nya ,dia berfikir Varrel bosan dan butuh udara segar .
" Ayah jangan khawatir bunda gak akan marah ,nanti aku yang akan bicara pada bunda kalau Aku yang meminta ikut " saut varrel
" Tidak ,biar ayah saja yang berbicara pada bunda besok ,kamu tidak perlu mengkhawatirkan ayah " jawab derren tersenyum hangat pada varrel .
Tak terasa mereka berkumpul tanpa minum minuman keras,karena mereka tidak ingin mempengaruhi Varrel akan hal hal seperti itu . hingga kini jam 12 malam mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah masing masing .
**
Pagi pagi sekali Keluarga derren kecuali mama papa dan aletha telah siap berangkat ke rumah Gabriel untuk hantaran pengantin dari pihak laki-laki , Dengan Derren di kursi pengemudi , varrel disamping nya dan Jen di belakang bersama Varo dan Alia .
Jen tidak marah pada derren karena telah membawa putra nya ke club' hanya saja dengan sejuta Omelan pagi hari yang tidak ada habisnya .
Sampai di Kediaman Keluarga Gabriel mereka disambut hangat oleh mami dan papi Gabriel .
" Pagi Pi ,mi " sapa Jen memeluk papi mami Gabriel
" Pagi sayang " jawab mereka bersamaan
" Hallo om ,Tante " sapa derren mengulurkan tangan nya kepada orang tua Gabriel , Dan disambut dengan senyuman hangat dipagi hari
.
" Terima kasih banyak tuan muda Admaja bisa meluangkan waktu memenuhi undangan kami " ujar Tn. Andrew papa Gabriel
" Panggil Derren saja om " jawab derren " Bang ayo beri salam pada Oma Opa , Ini orang tua Uncle Gabriel nak " Ucap Jen
" Hallo Oma ,opa " sapa Gabriel mencium tangan kedua orang tua Gabriel
" Wah ,tampan sekali kau nak , ayo masuk Ara sudah ada didalam bersama Radit " ujar ny.aline
" Benarkah mi , Ayo kita masuk " ajak Jen pada keluarga nya
Di dalam tampak banyak orang dari keluarga Gabriel paman bibi Oma opa dan yang lainnya .
Mobil mobil mewah melaju Beriringan memasuki Mansion mewah keluarga mempelai wanita . kedatangan mereka di sambut hangat oleh empunya rumah .Di sana juga sudah tampak ramai oleh keluarga mempelai wanita . Gabriel yang sebagai bintang utama nya hari ini banyak pasang mata yang kagum akan Ketampanannya . Dia Bahakan belum pernah melihat wajah wanita yang akan di per istri nya , saat orang tua nya ingin memperkenalkan atau mempertemukan mereka Gabriel selalu menolak dengan berbagai alasan.
bahkan saat soal baju pengantin dan Cincin pernikahan gabriel tidak mau tau .
karena jauh di lubuk hati nya ia tidak bisa menerima semua ini, karena dihati nya sejak dulu sudah di isi oleh seseorang ,walau dia tak bisa memiliki nya tapi setidaknya dia sudah bahagia melihat orang yang dicintai nya itu hidup bahagia .
Tapi bagaimana pun dia tidak ingin mengecewakan papi mami nya .
Kini mereka Sudah duduk Untuk melakukan ijab qobul mempelai wanita akan turun saat ijab qobul sudah selesai .
**
Di salah satu Kamar mansion tersebut tampak sosok wanita cantik Yang sudah di rias bak seorang ratu ,dengan wajah sendu mata sembab yang tertutup oleh make up . Dia duduk termenung di temani Ibu dan sahabat nya , Bagaimana tidak dia dipaksa menikah dengan seseorang yang bahkan tidak mau menemui nya walau hanya sekali , Dia juga bahkan tidak tau siapa yang akan menikahi nya .Mungkin ini satu satunya jalan Untuk nya keluar dari rumah ini , perlakuan ayah nya yang kasar padanya, Perintah nya bahkan tidak bisa dibantah sama sekali , Ayahnya selalu saja membandingkan nya dengan kakak laki lakinya .
Walau begitu Ibu dan kakak nya sangat sayang pada nya ,hal itu lah yang membuat nya bertahan dirumah yang bak istana tapi seperti neraka baginya . Dimata sang ayah dia hanyalah sebuah kesalahan karena terlahir sebagai perempuan . ntah lah dia juga tidak mengerti akan hal itu . Apa salahnya terlahir sebagai perempuan pikir nya .
Disha Azalea Kusuma Putri kedua dari keluarga Kusuma , Gadis cantik manis yang ceria dan cerdas ,karakternya yang lembut dan juga tegas, walau selalu mendapat perlakuan buruk dari sang ayah tapi dia tidak kekurangan kasih sayang dari ibu dan kakak nya David Alkasya Kusuma .
Gadis berusia 20 tahun yang masih kuliah semester akhir , Dia bahkan kuliah dengan kemampuan nya sendiri mendapatkan beasiswa di salah satu universitas terbaik di negara itu . Kini dia punya butik sendiri tanpa sepengetahuan Keluarga nya . awalnya ia hanya membuka toko online semenjak kelas 3 SMA, tapi karena pemasaran nya sangat bagus dengan hasil baju atau gaun dari rancangan nya sendiri ia sekarang dapat memiliki beberapa cabang butik di beberapa kota .
***
Dibawah acara ijab qobul sudah dimulai dengan Gabriel yang mengucapkan secara lantang dengan satu tarikan nafas kini Gabriel dan Disha telah SAH menjadi pasangan suami istri .
Tampak mempelai wanita yang berjalan menuruni tangga didampingi ibu dan Keysa sahabatnya , Kini semua mata tertuju pada sosok gadis cantik yang sudah sah menjadi istri Gabriel . Jen dan Ara berbisik senang karena ini pertama kali mereka bertemu dengan wanita yang menjadi istri sahabatnya itu .
" Cantik banget istri Lo , liat Sono " bisik Jen yang berada di samping Gabriel , ya memang semua pasang mata memperhatikan Disha kecuali Gabriel lelaki yang kini sudah jadi suaminya .
Sekilas Gabriel menoleh ke arah Disha " Biasa aja " ucapnya pelan terdengar oleh Jen dan Ara .
mereka hanya geleng-geleng kepala karena tau jika Gabriel belum bisa menerima pernikahan ini .
Kini Disha sudah berada di samping kanan Gabriel .
" pengantin wanita silakan cium tangan Suaminya " ucap pak penghulu
Disha menjulurkan tangannya kepada Gabriel dan mencium tangan nya . Disha memandang wajah suaminya untuk pertama kali , sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna pikirnya .
Setelah itu Dilanjut dengan Pemasangan cincin pernikahan di jari mempelai pengantin .
Setelah acara ijab qobul selesai kini mereka semua pergi ke hotel GA tempat dilaksanakannya Acara resepsi pernikahan Gabriel dan Disha yang akan di langsungkan Nanti malam .
Setelah sampai seluruh keluarga istirahat di kamar masing-masing setengah makan siang , begitu pula dengan pasangan pengantin baru Gabriel dan Disha .
Disha yang sudah berada dikamar hotel sedang gelisah karena harus satu ruangan dengan seseorang yang belum dikenalnya walau sudah sah menjadi suami nya tetap saja bahkan mereka belum berkenalan secara langsung .
Ceklek
Tampak Gabriel yang sudah segar keluar dari kamar mandi menggunakan kaos polos celana pendek santai hendak merebahkan dirinya di atas tempat tidur untuk istirahat sebelum acara resepsi nanti . Dia bahkan tidak melirik Disha sama sekali . Disha pun dengan Gugup berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri dan melepas Kebaya pengantin modern yang ia kenakan .
" Ya Allah , Aku harus apa ini ,dia bahkan tak mau melihat ku sama sekali "
" Oke bersikap biasa saja Disha jangan gugup , Tarik napas , keluar kan " gumamnya seorang diri didalam kamar mandi menatap cermin setelah membersihkan diri
Ceklek
Disha keluar dari kamar mandi , dilihat nya sosok Gabriel sedang tertidur pulas di atas ranjang ,di pandang nya sejenak wajah lelaki yang sudah menjadi suaminya itu .
" Semoga kita bisa saling mencintai nanti , Aku tidak pernah mencintai seseorang sebelum nya selain kakak , ayah dan ibu ku , Tapi biar begitu aku akan berusaha jadi istri yang baik untuk mu nanti " ucapnya dalam hati lalu ia memutuskan untuk istirahat di sofa kamar itu .
Kini pukul 4 sore Disha terbangun karena mendengar suara ketukan pintu dari luar , ia mencuci wajahnya sebentar lalu membuka pintu untuk orang itu yang ternyata 3 wanita Dari pihak penata rias .
" Nona kami di tugas kan untuk merias anda "
" Iya silahkan masuk " tapi ia berhenti sejenak mengingat Gabriel yang masih tertidur dia takut Gabriel akan tidak nyaman jika ada orang lain di kamarnya , jadi Disha memutuskan memberanikan diri membangunkan Gabriel " tapi tunggu sebentar Disni dulu " Disha masuk kekamar menuju tempat tidur mengumpulkan keberanian untuk membangun kan suaminya .
" Kak "
" Kakak" ucap Disha sedikit mengguncang pundak Gabriel , Gabriel yang merasa terganggu menerjapkan matanya menatap sosok Disha dihadapannya " Manis " pikir nya tapi ia segera menyadarkan dirinya bangun dari posisi tidur nya .
" Ada orang dari pihak MUA yang akan merias diluar " ucap Disha tanpa menatap Gabriel
" Lalu ?"
" Aku takut kakak tidak nyaman jika langsung menyuruh mereka masuk "
Mendengar itu Gabriel beranjak keluar dari kamar ,lebih baik dia menemui teman teman nya .
Karena dia kan laki laki hanya perlu ganti pakaian saja pikirnya .
Setelah Gabriel keluar Para MUA masuk kedalam kamar untuk merias Disha .
2 setengah jam sudah mereka merias, disha sudah tampak Sangat cantik dengan balutan gaun rancangan nya sendiri yang berwarna Peach Salem senada dengan Tuxsendo Gabriel . Tak berapa lama Gabriel masuk ke dalam kamar itu tanpa menatap Disha sama sekali .
" Tuan ini pakaian nya " kata orang MUA diterima oleh Gabriel dia langsung berjalan ke kamar ganti tanpa berkata apapun , tak berapa lama dia keluar pihak MUA menata rapi rambutnya dan memberi Bedak tipis pada wajah tampan nya juga Lips balm di bibir tipis nya . Sempurna !! pikir para wanita itu ..
Setelah dirasa cukup Mereka keluar dari kamar pengantin baru tersebut . membuat suasana canggung diantara mereka untung nya tak lama seseorang mengetuk pintu kamar mereka yang tidak lain mami gabriel yang menyuruh mereka untuk keluar karena acara akan segera dimulai .
**Bersambung
Gabriel
Disha - Dia Amara
******
Like nya dong gays kasih semangat untuk nulis ...
Happy reading yaa**