MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 36


" Abang Stop !!! " Seru Jihan karena merasa geli dicium varrel bertubi-tubi seperti itu .


" Oke . oke tuan putri " Jawab Varrel terkekeh melihat wajah Jihan yang ditekuk dan sangat menggemaskan menurut nya .


" Kakak kenapa kalian melihat ku sepelti itu ?" Ujar jihan sedikit cedal pada ke 4 pria tampan yang melihat ke arah nya . siapa yang tak gemas dan tak kagum melihat kecantikan gadis kecil yang memiliki wajah sempurna. Rambut ikal ,mata coklat bulat jernih , Alis tebal teratur ,bulu mata yang lentik dan bibir merah yang tipis . Di tambah tingkah nya yang menggemaskan


" Karena kau sangat menggemaskan " Jawab Rafi


" Jihan apa kau tidak merindukan kami ?" tanya Ezhel dengan wajah memelas


" Tidak !! aku hanya merindukan Abang Arel " jawab Jihan tegas ,ia pun langsung mengalungkan tangannya ke leher varrel


" Uhh .. kau memang adik ku yang paling cantik " Ujar Varrel sambil mengusel ke leher Jihan hingga gadis itu tertawa kegelian .


" Kau sungguh kejam Beby " Ujar Ezhel cemberut membuat semua orang yang ada disana terkekeh geli .


**


Setelah semua nya siap , Kini mereka telah berkumpul di GA hotel walau waktu masih menunjukan pukul 6 tapi mereka sudah stay di sana dan memeriksa setiap persiapan yang sudah dilakukan.


Malam itu Jen tampil sangat cantik dan menawan , begitu pun dengan derren yang ketampanannya tidak pernah pudar sedikit pun ,bahkan semakin dewasa dia terlihat semakin menawan . Tak kalah Varo yang sudah sangat tampan bak Prince dan Jihan yang cantik dan menggemaskan bak Princess . keluarga yang sangat sempurna bukan ?


Varrel dan Vania Juga Fira dan teman-teman mereka kini berkumpul di salah satu meja disana . Keluarga mereka pun turut di undang , Tentu saja juga dengan keluarga Samuel dan Jessy .


Papa Samuel pastilah sangat senang di undang di acara keluarga Admaja ,walau hanya pesta jamuan tapi jelas pesta jamuan untuk horang kaya sangatlah berbeda .


Keamanan di setiap sisi gedung di bawah pengawasan black Devils ,tidak dapat di ragukan lagi ,bahkan Varo ? bocah ajaib itu ikut memantau keamanan nya melalui iPad yang ada di tangannya itu . Varrel saja terkadang sampai heran apa yang dimakan adik nya hingga bocah sekecil varo bisa secerdas itu .Varo bahkan sekolah pun mungkin hanya untuk sekedar mendapat ijazah dan mempunyai teman bermain . kata guru nya saja dia selalu tidur di dalam kelas jika guru sedang memberi mereka mata pelajaran.


Satu persatu tamu sudah pada berdatangan, Jen dan derren juga Varrel Inul menyambut kedatangan tamu . karena memang sebagian dari mereka sudah tau tentang Varrel saat dulu pesta pengenalan Varrel . Sedangkan teman-teman yang lain masih di meja mereka bersama Fira dan teman-teman nya juga . Varo juga Jihan yang berada di pangkuan Fira , tadi Ezhel dan Aiden berebut ingin mengajak nya tapi melihat mereka berdebat Jihan memilih bersama kakak nya saja .


" Semua ini karena mu !! dia jadi tidak ingin ikut dengan ku !" sunggut Ezhel


" Mana ada seperti itu !! Ini karena kau sendiri tidak mau mengalah !" saut Aiden ..


Roza dan Vania memijit pelipis mereka mendengar perdebatan mereka yang tak ada habis nya .


" Bisa kah kalian sehari saja bersikap manis seperti Keanu dan Rafi ! Astaga !!! aku benar-benar jengah melihat tingkah kalian " Omel Roza pada mereka


" Hei... Kau !!! " seru Ezhel dan Aiden


" Apa !! " Roza memelototi mereka kesal


" Diam !! oke !!" Ujar Vania yang mampu membuat mereka diam . jika tidak begitu akan menjadi panjang urusannya dan gak kelar kelar.


" Maaf ya , Fira dan kawan-kawan ! mereka memang seperti ini , jadi di maklumi saja " Kata Vania yang tak enak dengan Fira dan Teman-teman nya .


" Iya kak ! gak apa-apa kok " Jawab Fira sambil tersenyum .


" Kak Vania bisa titip Jihan sebentar , Aku ingin ke toilet " Kata Fira lirih pada Vania yang duduk di sampingnya


" Tentu , dengan senang hati " jawab Vania sambil tersenyum


" Sayang ! kamu sama kak Vania bentar ya ? kakak mau ke toilet , Sebentar saja !! oke " Jihan mengangguk sebagai jawaban ny .


" Jangan Nakal ,Beby " Fira mengusap lembut pipi gembul Jihan yang sudah berada di pangkuan Vania .ia lalu berjalan pergi dari meja itu menuju toilet yang tak jauh dari situ .


" Varo kau Sedang apa boy ?" tanya Ezhel ia berpindah duduk mendekati Varo


" Aku sedang bekerja " jawab bocah itu tanpa mengalihkan pandangan nya dari iPad yang ia pegang .Jawaban Varo membuat mereka semua saling pandang .


" Hei boy !! apa kau serius ?"


" Nih " Varo menunjukan apa yang ia lihat di iPad nya . dia memakai Handset bluetooth di telinganya atas perintah Jen . dan jelas itu terhubung langsung pada derren dan Jen .


Ezhel melihat apa yang ada di layar persegi itu , Sungguh ia sangat terkejut dengan apa yang ia lihat , bagaimana bisa anak sekecil ini mengerti tentang hal yang bahkan ia tidak mengerti . di sana menampilkan rekaman cctv di setiap sudut ruangan tanpa ada yang terlewat kan . Varo akan memberi tahu ayah dan bunda nya jika ada yang mencurigakan .


" Kau sangat hebat boy " Ezhel sangat bangga dengan Varo . Bocah itu begitu jenius , dimasa depan dia yakin bocah itu akan menjadi orang yang sangat sukses melebihi orang tua nya .


Fira yang saat itu berjalan setelah dari toilet tak sengaja menabrak seseorang .


Bruk


" Eh .. maaf .. maaf tante " ujar Fira sambil membantu wanita paru baya itu berdiri.


" Iya .. gak apa-apa " jawab wanita itu sambil membenarkan pakaian nya


" Sekali lagi maaf tante " kata Fira merasa sangat bersalah . ia tadi berjalan menunduk sambil merapikan pakaian nya . jadi dia tidak melihat orang itu.


" Iya . gak apa-apa nak ! " Jawab wanita itu sambil melihat ke arah Fira , pandangan nya berhenti pada kalung yang Fira kenakan .mata nya berkaca-kaca membayangkan jika gadis dihadapannya ini adalah anak nya yang selama ini hilang .


" Ya sudah , kalau begitu saya duluan Tante . sekali lagi maaf " ujar Fira hendak kembali ke tempat pesta


" Tunggu nak !!"


" Iya ??" jawab Fira berbalik menghadap wanita itu


" Boleh kita bicara sebentar ?" tanya wanita itu dengan wajah penuh harap


Fira awalnya bingung ,tapi melihat wajah wanita paruh baya itu dia jadi tidak tega dan mengiyakan ajakan wanita itu .


Kini mereka sudah berada di balkon hotel itu, hanya ada mereka berdua .


Wanita itu dan Fira duduk di kursi panjang yang tersedia di sana .


Hening


Wanita itu menarik nafas panjang sebelum ia bertanya , ia takut kecewa jika apa yang ia pikirkan tidak benar .


" Boleh Tante tau siapa nama mu nak ?"


Fira mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan wanita itu , bukan apa-apa jika hanya ingin bertanya soal nama kan bisa saja saat disana tadi ,pikirnya .


" Tentu ,nama saya Safira Tante " jawab Fira kemudian


" Nama nya sama, aku harap kau benar-benar putri ku "batin wanita itu


" kalau boleh tau Berapa umur mu nak ?"


" 18 tahun " walau Fira bingung tapi dia tetap menjawab pertanyaan wanita itu .


" Dari mana kau mendapatkan kalung itu ?" pertanyaan terakhir wanita itu mampu membuat Fira tersentak kaget .karena memang Fira saat itu sedang menggunakan kalung yang di tinggalkan orang tua kandungnya . Liontin berinisial S yang tertulis nama Safira L.Y di belakang kalung itu


" Boleh Tante melihat nya ?" tanya wanita itu lagi


" Bo ..boleh " jawab Fira terbata . ia masih berfikir kemungkinan kemungkinan yang terjadi.


Deg


" Safira !!!" Gumam nya . air mata yang ia tahan kini luruh juga . wanita paruh baya yang masih tampak cantik itu langsung memeluk Safira dengan erat . ia bisa merasakan ikatan batin seorang ibu untuk gadis itu . Fira pun sama hal nya dengan Veni . ya nama wanita itu ia lah Veni Larissa .Dia Mama Vania sekaligus mama Fira yang artinya Fira adalah adik dari Vania .


" Anak ku " ujar Veni tanpa melepas pelukannya dari Fira . Fira yang bingung sejak tadi dan tak membalas pelukan Mama Vania pun terkejut mendengar kata ' Anak ku ' dari mulut wanita yang sedang memeluk nya itu . Spontan Fira langsung melepaskan pelukan wanita itu .


" Apa maksud Tante !" seru Fira . jauh dari dugaan Veni . Fira kini menatap nya dengan tajam


" Iya kau adalah anakku !! kau putri ku yang telah hilang selama hampir 18 tahun , sayang mama sangat merindukan mu ! Setiap saat kami mengkhawatirkan ke adaan mu di luar sana . Orang-orang itu begitu kejam hingga tega menculik mu dari kami " jelas mama Veni dengan air mata yang tidak berhenti .


" Tidak !! tidak mungkin !! Bagaimana Tante begitu yakin jika aku adalah anak Tante ?" tanya Fira


" Kalung itu , Kalung yang aku buat khusus untuk mu dan juga kakak mu , aku tidak mungkin melupakannya . karena aku sendiri yang mendesain nya untuk kalian " jawab Veni


" kenapa Tante begitu yakin ? bisa saja aku menemukan Kalung ini dan memakainya !"


deg


Perkataan Fira mampu membuat Mama Veni membisu . benar apa yang Fira katakan . Tapi tidak mungkin .. mungkin saja itu terjadi tapi perasaan seorang ibu tidak bisa di bohongi .pikir nya


" Benarkan apa yang saya katakan Tante . Maaf telah mengecewakan anda . saya permisi !!" ujar Fira hendak pergi dari sana . tapi Veni menarik tangannya kembali .


" Benar apa yang kau katakan nak . tapi biarkan Tante memeluk mu , agar Tante bisa memastikan kebenaran nya . Mungkin yang kau katakan benar ,bisa saja kau mendapatkan kalung itu tapi perasaan seorang ibu tidak bisa berbohong " Fira mengangguk membiarkan Veni memeluknya nya . tanpa Fira sadari Veni mengambil sehelai rambut Fira . ia ingin memastikan jika Fira benar putrinya . dan jika itu benar maka dia tidak ingin berpisah lagi dari putri bungsu nya itu .


Fira pergi dari sana dan kembali ke tempat acara.


Begitu juga dengan mama Veni . Vania yang sejak tadi disana pun tak bisa menahan air mata nya yang sudah sejak tadi ia tahan . Ya Vania tadi yang sedang bersama Jihan karena melihat mama dan papa nya datang pun ingin menghampiri mereka . tapi karena mama nya terlihat pergi dari sana ia pun mengikuti mama nya dan menitipkan Jihan pada Roza dan Airin serta pria-pria tampan disana . tentu mereka begitu senang bisa bersama gadis kecil yang sangat cantik dan menggemaskan .


Vania melihat Mama nya bersama Fira , dan mereka pergi ke balkon bersama , karena penasaran Vania pun mengikuti mereka . tanpa ia duga kejadian dimana ia harus mengetahui bahwa Fira adalah adik nya pun terjadi . bukan ia tidak senang, bahkan ia sangat senang jika Fira lah adik kandungnya . tapi kenapa Fira menolak kehadiran mama nya ? Vania menangis bahagia bisa mengetahui hal itu . tapi ia sedih melihat penolakan Safira . apa gadis itu sungguh terluka ? karena merasa di buang ? tapi bukankah mama nya sudah menjelaskan jika dia di culik ? mungkin Fira masih syok dan perlu menenangkan diri nya .


Vania menghapus air mata nya dan ia pun berjalan kembali ke tempat acara tersebut . Di sana Fira tidak terlihat ada di antara teman-teman nya . kemana gadis itu ? pikir Vania .


Orang yang di tunggu-tunggu Derren dan Jen akhirnya datang juga .


" Selamat datang Tn dan Nyonya Jordan " Sapa derren menjabat tangan mereka dengan senyum yang tak bisa di artikan.denagn senang hati Tn Jordan membalas uluran tangan dari derren .


" Terima telah Sudi datang ke acara kami yang sederhana ini " Ujar Jen kemudian ikut menjabat tangan mereka .


" Tidak nyonya ! kami yang sungguh berterima kasih karena telah mengundang kami " jawab Mama Samuel dengan senyum ramah nan tulus . Jen bisa melihat itu


" Apakah ini putra kalian ? wah dia sangat tampan , seperti nya dia seumuran dengan putri ku " Ujar Jen kembali


" Iya nyonya , Kenalkan ini Samuel putra kami satu-satunya , Benarkah dia seumuran dengan putri kalian ?" tanya Tn Jordan memastikan .


" Ya benar ! dia adik nya Varrel , Ini putra pertama kami , Varrel " Varrel menjabat tangan mereka tanpa senyum dan hanya ada wajah datar disana. bagaimana pun orang di hadapannya ini adalah orang yang ingin mencelakai Fira , gadis yang sudah di anggap adiknya sendiri itu .


Varrel menatap Samuel dengan mata tajam nya , pemuda yang tampan dan cerdas . tapi sayang dia belum cukup kuat untuk melawan papa nya sendiri . apa lagi diri nya ! pikir varrel . bukan dia cemburu dengan Samuel hanya dia ingin Fira mendapatkan pria yang lebih kuat dari nya , setidaknya pria itu bisa melindungi Fira dimasa depan .pikir varrel . tapi pasti nanti bunda akan menggembleng nya dengan keras .


" Oh ya ! mari silahkan duduk dan nikmati hidangan nya. Tn dan nyonya Jordan "


" Terima kasih Tn Admaja " jawab Tn Jordan


Tapi saat hendak pergi dari hadapan Jen dan derren , tampak satu keluarga baru datang , keluarga yang sangat mereka kenal yang tak lain adalah keluarga Jessy . Derren ,Jen dan Varrel saling pandang dan tersenyum misterius satu sama lain .karena target mereka telah datang semua.


" Kalian datang ?" tanya Tn. Jordan


" Ya tentu ! karena kami juga di undang oleh Tn . Admaja " jawab papa Jessy pada calon besannya itu .sedangkan Jessy yang baru datang sudah langsung bergelayut manja di lengan Samuel , dia bahkan tak melihat ada pria tampan dihadapan nya . siapa lagi kalau bukan varrel .


Varrel memperhatikan Jessy dari atas sampai bawah , Astaga kenapa Samuel bisa terlibat dengan wanita menjijikkan seperti Jessy pikir varrel bergidik ngeri .padahal Samuel sejak tadi sudah melepas tangan Jessy tapi wanita itu dengan tak tau malu malah mempererat pegangan nya .


Saat papa dan mama Jessy ingin menjabat tangan derren dan Jen , tiba-tiba seseorang menyerobot mereka .


" IM Coming !!!!" teriak orang itu


" Oh my God !! aku sangat merindukan mu kakak !!" ya orang itu tak lain adalah Ken . kenzo datang bersama aletha dan Beby Kenzia . saat Ken ingin memeluk Jen , derren dengan cepat menarik kerah baju Daddy muda itu . membuat Ken berdecak kesal dan menghentakkan kaki nya .


" Kakak ipar , Biarkan aku memeluk kakak ku sebentar ,kenapa kau semakin tua semakin posesif saja , menyebal kan sekali !!" Sewot Ken


" Ken !! Kau harus nya sadar diri , sudah punya anak pun kau tidak pernah berubah ! masih saja begitu " saut derren sambil melipat tangannya di dada


" Kau jangan memulai ya kakak ipar !! Aku bahkan hampir Satu tahun tidak bertemu dengan kakak kesayangan ku ini "


" Kau jangan berlebihan!! kau di Eropa hanya 1 bulan dan sebelum itu kalian selalu bertemu di belakang ku " saut derren


" Apa salahnya ? Aku menyayangi nya , dia juga menyayangiku , jangan iri oke !!" jawab Ken lagi , Jen , aletha ,dan Varrel hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat mereka berdua yang seperti anak kecil saja .


" Sudah lah ,kenapa kalian kalau bertemu selalu saja bertengkar !! Kemari my Little Daddy " Jen merentangkan kedua tangannya agar Jen bisa masuk kedalam pelukannya . Dengan cepat Ken memeluk kakak nya itu dan menatap derren seolah mengejek .derren hanya bisa melihat nya dengan kesal ke arah Ken . tapi dia tidak masalah akan hal itu . itu lah cara mereka sekeluarga saling menyayangi .


Ken melihat ke arah Keluarga Jessy dan Samuel dengan pandangan yang tak bisa di artikan .


"we'll see !! The game will start soon" batin Ken


Di luar dugaan mereka , Ada kejadian yang tidak mereka ketahui , ya apa lagi kalau bukan Fira yang mengetahui orang tua kandungnya dan itu di luar rencana mereka . ntah apa yang gadis itu pikirkan sekarang . Mereka tidak ada yang tau kecuali Varo yang memang sejak tadi memantau setiap sisi tempat itu .


Bersambung


Yang kangen Ken dan letha



Abang Varrel



Vania



Hot Daddy



Bunda Jen


.



Hai jangan lupa like comment n vote nya ya .


aku udah banyakin nih up nya . semoga kalian suka dan tinggalin jejak setelah membaca ya ....


Happy reading gays