MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Episode 23


Derren keluar kamar setelah mandi ia berjalan ke meja makan. disana sudah ada jennie yang masih menata makanan di atas meja di bantu oleh bi Lastri. derren duduk dan memperhatikan Jennie


" Kamu mau makan sama apa " tanya Jen


" Sama ini dan ini " ucapnya menunjuk udang asam manis dan capcai


saat Jen sedang mengambil makan untuk derren nadya datang dan merebut piring di tangan Jennie


" Sini, biar aku aja yang ambilin makan untuk calon suami ku" ucapnya ketus


derren yang melihat itu mendengus kesal


" baru calon kan . tapi saat ini dia suami ku . kalau kau tidak lupa " saut Jen


derren tersenyum tipis mendengar jawaban Jennie


" Ya. ya .tapi sebentar lagi akan jadi mantan" ucap Nadya kesal


saat Jen akan menjawab derren terlebih dulu menjawabnya


" Jaga ucapan mu Nadya . sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan Jennie asal kau tau itu " ucap derren marah mendengar Nadya bicara seperti itu.


" Sudah biarkan saja " ucap Jen mengelus lengan derren meredakan emosi nya . Jen melirik ke arah Nadya tersenyum mengejek padanya .


Nadya yang melihat itu mengepalkan tangannya dia membanting piring di atas meja lalu pergi begitu saja .


Jen dan derren makan malam dalam diam .


" Bi antar makanan ke kamar Nadya ya . dia belum makan apapun kasian bayinya nanti kalau dia kelaparan " ucap Jen pada bi Lastri


" Baik nona "


" nona terbuat dari apa hatimu itu ,padahal wanita itu sudah sangat menyakiti mu tapi kau masih saja baik padanya " batin bi Lastri


" Mas aku ke atas dulu ya " ucap Jen


" Tunggu sayang ,ayo " derren menggandeng tangan Jen ke kamar mereka .


Derren mendudukkan Jennie di tepi ranjang . menggenggam tangan nya ia menatap Jennie intens .


"Yank, kenapa tadi pagi kau seperti menghindari ku" tanya derren


" Seharusnya mas tanya pada diri mas sendiri . kenapa aku seperti itu " jawabnya


" Mas gk ngerti yank , apa mas melakukan kesalahan , coba katakan mas salah apa agar mas bisa memperbaiki nya dan tidak membuat mu marah lagi "


Jennie berfikir sejenak


" kenapa mas tidur dengan Nadya . aku sudah bilang pada mu kalau aku gak bisa berbagi , jika mas ingin bersama nya tolong lepaskan aku "


" Tidak sayang,mas gk akan pernah melepaskan mu , semalam mas terpaksa sayang . kakinya terkilir jadi mas membantu memijatnya dan dia menahan mas disana dengan alasan dia butuh seseorang jika dia membutuhkan sesuatu karna ia tak bisa berjalan " jelas derren


" Tapi yang ku lihat dia seperti nya baik baik saja, bahkan tadi dia bisa menghentakkan kakinya" ujar Jen


" Jen benar . astaga wanita itu ternyata menipu ku " batin derren


" Berani'nya dia menipu ku ,akan ku beri pelajaran dia. kau tunggu disini dulu ya sayang "


" Mas , biarkan saja " ujar Jen menarik tangan derren yang hendak berdiri


" Tidak bisa sayang ,dia sudah mempermainkan ku . mas tidak habis pikir pada wanita itu " ucap derren duduk kembali memijit pelipisnya


" biarlah mas . bagaimana pun dia sedang mengandung anak mu "


Derren menoleh kearah jennie menatap nya penuh Rasa bersalah .


" Maaf " Jen hanya mengangguk menyentuh tangan derren.


" Aku baik baik saja "


Entah siapa yang memulai kini bibir mereka sudah saling bertautan melepas semua perasaan , kegundahan , yang mereka rasakan .


malam panjang mereka lalui tanpa adanya paksaan dan Jennie pun tidak menyesal melakukan nya . ia menganggap ini akan menjadi kali terakhir ia melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri sebelum ia meninggal kan derren pria yang beberapa bulan ini mengisi hati nya . memberi rasa hangat . bahagia ,sedih sakit dan kecewa.


Ntah suatu saat mereka akan kembali bersatu atau tidak Jen akan menjaga cinta nya untuk derren .


Berbeda dengan derren ia merasa bahagia bisa melakukan nya dengan Jennie untuk ke dua kalinya setelah ia menyakiti Jen dengan kata katanya . apapun yang terjadi dia tidak akan melepaskan cintanya .


" Thank you, dear" ucapnya mencium kening Jen . Jen mengangguk ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang derren ,dan akhirnya mereka terlelap dalam mimpi indah.


*******


Tiba saatnya besok Jen akan pergi .setelah rencana yang dibuat Nadya akhirnya Minggu depan mereka akan menikah . betapa bahagianya wanita itu . rencananya berjalan dengan mulus .


Jen sudah mempersiapkan segalanya untuk kepergian nya . hubungan nya dengan derren baik baik saja mereka tak mempedulikan Nadya . hanya Nadya yang selalu mencari perhatian pada derren banyak menyita waktu nya berdua dengan Nadya.


Pagi ini Jen dan derren sedang berada di kamar mereka enggan beranjak dari tempat tidur Jen menatap derren dengan tatapan yang sulit diartikan.


" Ada apa sayang" tanya derren mengusap pipi Jen


" Tidak, mas apakah hari ini kau sibuk "


" Emm. tidak juga , seperti nya tidak banyak pekerjaan dikantor hari ini"


" Mas , bisakah aku meminta sesuatu darimu"


" Apapun itu sayang,asal kau jangan meminta aku melepaskan mu apapun akan ku berikan"


Deg


Jantung Jen berdegup mendengar perkataan derren


" Mas hari ini aku ingin menghabiskan waktu bersama mu .dari pagi hingga malam hanya berdua ,aku ingin jalan jalan . bersenang-senang dan banyak lagi yang ingin aku lakukan berdua dengan mu. bisa kah ?"


" Tentu sayang , tunggu aku akan menelpon Raka dulu " Derren bangun mengambil handphone nya menghubungi Raka


" Ka tolong kau handle pekerjaan ku hari ini . aku ada keperluan yang tak bisa ku tinggalkan "


" Baiklah" ucap Raka di sebrang sana.


" Sudah sayang , ayo segera bersiap siap . hari ini mas akan menemani mu kemanapun kamu mau "


" Oke, terima kasih sayang " Jen mengecup pipi derren dan bergegas bersiap .


Jen tampil sangat cantik untuk menghabiskan waktu bersama derren . ia ingin membahagiakan derren untuk hari ini .


derren berdecak kagum melihat kecantikan istrinya itu, bahkan seperti nya ia tak rela jika kecantikan Jen dilihat oleh orang lain.



Mereka saat ini sedang berada didalam mobil


" Yank, kita mau kemana dulu"


" aku ingin ke pantai mas "


" oke , mas tau pantai yang indah dan alami "


di perjalanan Jen lebih banyak bicara dari biasanya . mereka sangat mesra bersenda gurau setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam mereka pun sampai di tempat tujuan .


benar apa yang dikatakan derren pantai itu sangat indah dan udara disana sangat sejuk alami pepohonan pinggir pantai.


Jen memijakan kakinya turun dari mobil . ia menghirup udara dalam dalam sungguh Sangat menenangkan .


" mas maafin aku ya, aku gak bisa jika harus melihat mu menikah dengan wanita lain . sungguh aku ingin tetap berada di samping mu ,tapi aku gak sanggup, mungkin hanya ini yang bisa aku lakukan ,hari ini aku ingin mengukir kenangan indah bersama dengan mu ,kenangan yang gak akan pernah aku lupakan ,biarkan aku bahagia untuk hari ini saja Tuhan, Really I really really love you derren admaja"


tanpa sadar air mata Jen menetes dari pelupuk mata nya . tapi ia segera menghapus nya sebelum derren mengetahui bahwa ia menangis.