MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 75


Setelah makan malam Calvin pamit pulang pada Derren dan yang lainnya , Jauh didalam lubuk hati nya saat ini ia merasa sedikit lega setelah semua yang terjadi, walau ia kehilangan keluarganya tapi dia merasa mendapat keluarga baru berada di rumah Derren . Di sana terasa hangat walau hanya makan malam tapi tak di pungkiri ia sedikit iri dengan Derren karena memiliki anak yang cerdas seperti Varo dan cantik serta lucu seperti Jihan .


Keadaan Vania kian membaik , Setelah beberapa Minggu di rawat pasca Operasi transplantasi hati akhirnya Vania di perbolehkan untuk pulang dengan syarat harus sering kontrol ke rumah sakit ,sesuai dengan apa yang dokter saran kan.


Hari ini, Fira bersiap berangkat ke kampus .. begitu juga dengan. Varrel yang hendak ke kantor . Sesuai janjinya dengan Varo bahwa dia yang akan menghandle GA COMPANY ,tapi tetap Jen akan memantau dari rumah . Setalah sarapan Varrel dan Fira pamit lebih dulu pada Jen dan derren , Karena Varrel harus mengantar Fira ke kampus nya ,hari ini Riko ada pekerjaan jadi tidak bisa mengantar Fira .


Setelah mereka berangkat ,Derren juga bersiap berangkat ke kantor nya .


" Bang kau sudah selesai ?" tanya derren pada Varo ,karena mereka akan berangkat bersama .


" Sudah dad !!" Jawab varo sambil menyeka mulutnya dengan tisu karena ia baru menghabiskan makanannya.


" Bunda gak ke kantor ?" tanya Varo


" Gak sayang , Nanti bunda yang akan menjemput mu , setelah itu kita akan pergi jalan-jalan, bagaimana?" Jen ingin mengubah suasana hati Varo yang buruk akhir-akhir ini, dan itu juga akibat dirinya sebagai orang tua yang kurang memperhatikan anak-anak nya .


" Baik lah , Aku berangkat dulu bunda !" Varo mencium punggung tangan Jen dan tak lupa mencium pipi gembul adik perempuan nya, Setelah biru ia berjalan keluar rumah mendahului derren .


" Aku pergi sayang " Jen Mengangguk ,tampak wajah derren dan Jen yang sulit untuk di jelaskan melihat sikap Varo yang berubah dingin.


" Aku Akan ikut bersama kalian nanti setelah bertemu klien, Kita habiskan waktu bersama dengan nya dan juga jihan " Jen tersenyum dan mengangguk , ia berpikir mungkin rencana ini akan sedikit merubah suasana hati Varo nanti .


Jen mulai menyiapkan dirinya dan juga Jihan , Hei ini Varo pulang sekolah sekitar jam 10, Sebelum itu seperti nya akan punya cukup waktu untuk menyiapkan makanan yang akan ia bawa nanti.


Jen memutuskan untuk pergi ke pantai sekalian piknik di sana mungkin itu akan menyenangkan untuk anak-anaknya , Ide ini tidaklah buruk karena selama ini mereka belum pernah melakukannya.


Memikirkan wajah bahagia Sang putra membuat Jen tersenyum seorang diri . Di dapur tak hanya menyiapkan makanan kesukaan Derren, Varo dan Jihan Jen juga membuat beberapa cemilan kesukaan mereka. seusai memasak Jen menghampiri Jihan yang sedang bermain bersama Alia, Waktu sudah pukul setengah 10 sangat mepet untuk bersiap tapi masih ada cukup waktu untuk itu .


" Sayang ayo kita bersiap " ajak Jen


" Nona , biar saya saja yang menyiapkan Jihan , Nona bersiap saja , Mungkin akan sedikit mempersingkat waktu " tutur Alia yang di benarkan oleh Jen .


" Ya sudah , tolong ya Lia " Jen berjalan menuju kamarnya untuk segera bersiap-siap pergi dengan keluarganya. hari ini Jen hanya mengenakan Kaos Putih over size dan Rok jeans pendek. Ia juga menyiapkan pakaian Derren jika ia pulang nanti bisa langsung berganti pakaian .


Setelah itu Jen melihat Jihan yang masih di pakaikan baju oleh Alia , Jen Tersenyum dan berjalan menghampiri mereka .


" Sini , Biar aku yang teruskan , Kau segera lah bersiap , bukan kah kau mau kuliah?" tutur Jen pada Alia


" Iya nona , terimakasih " Jen mengangguk dan mulai menyisir rambut panjang Jihan, Jen Menggulung dan mencepol ke atas Rambut putri nya itu , Tak lupa Jen memasangkan Bando yang senada dengan warna dress yang Jihan kenakan .


" Sempurna!!" Tutur Jen sambil mencium gemas pipi gembul Putri nya itu.


" Sekarang kita jemput Abang . oke !!" Dengan tiang Jihan mengangguk dan mengikuti langkah Jen sambil menggandeng tangan bundanya .


Tak berapa lama mereka sampai di sekolah Varo ,karena memang sekolah Varo tak jauh dari kediamannya . Varo yang kini sudah berada di sekolah dasar tak membuatnya berubah , Dia ingin menikmati masa-masa sekolah nya dan tak ingin mempercepat pendidikan nya walau ia bisa. Varo ingin menikmati masa anak-anak yang ia miliki dan tak ingin menyia-nyiakan masa yang tak bisa di ulang itu seperti anak-anak jenius pada umum nya yang selalu mempercepat pendidikan nya.


" Sayang!!" Jen berjalan menghampiri Varo yang baru keluar dari Sekolah .


" Bunda " Varo sedikit tersenyum melihat Jen menjemput nya .


" Ayo kita pulang lebih dulu " Jen menggandeng tangan Varo dan berjalan ke mobil dimana Jihan menunggu disana .


Mobil melaju membawa mereka kembali ke kediaman Jen , Ternyata Derren juga sudah pulang di lihat mobilnya yang sudah berada dirumah .


" Bang , Kau ganti baju dulu ya .. Setelah itu kita berangkat " Varo mengangguk dan langsung pergi ke kamar nya .


Jen menyuruh pelayan untuk menaruh makanan yang sudah ia siapkan tadi ke dalam mobil tak lupa apa dengan tikar dan perlengkapan lainnya untuk piknik mereka.


Derren turun bersama Varo , tampak mereka sudah siap dengan pakaian santai mereka yang sudah Jen siapkan tadi .


" Are you ready ??"Tanya Jen menampilkan senyum manis pada Suami serta anak-anaknya


" I'm ready Bunda !!" Seru Jihan dengan semangatnya


" Tentu siap dong !!" Jawab derren tak kalah semangat .


" Ayo " Hanya kata itu yang keluar dari bibir mungil Varo . Jen menghela nafas menghadapi sikap putranya yang tengah ngambek itu .ia harus lebih bersabar karena ini memang kesalahan yang terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga mengabaikan anak-anaknya yang masih butuh perhatian darinya, karena selama ini mereka tidak pernah kekurangan kasih sayang ataupun perhatian dari derren maupun Jen , tapi satu bulan terakhir karena masalah kemarin mereka sampai mengabaikan Varo dan Jihan .


Lain dengan Jihan yang masih belum mengerti, Varo memang lebih sensitif.


" Bunda .. bunda kita mau kemana ??" tanya Jihan dengan riang nya


" Ih ,bunda ..." Rengek Jihan tak terima


" Ini kejutan , kalian tenang saja ya , Bunda akan pastikan kalau hari ini kita akan bersenang-senang"


" Baiklah ,karena ini kejutan .. Aku tidak akan bertanya lagi " Jawab Jihan dengan bijak .kemudian gadis kecil itu duduk diam kembali di tempat nya .


Derren yang fokus menyetir Tersenyum mendengar percakapan Jen dan putrinya , tapi Varo ? Anak itu masih tetap diam !!


Jen yang duduk di sebelah derren menengok kebelakang ,dimana Jihan dan Varo duduk disana .


" Bang , Apa kau tidak senang ?" tanya Jen pada Varo yang sejak tadi diam


" Aku senang !!" jawab Varo singkat .


" Tapi ...." Sebelum Jen melanjutkan perkataannya derren menggenggam tangan Jen lebih dulu , agar istrinya tak melanjutkan bertanya pada Varo yang mood nya sedang jelek .Jen melihat kearah Derren dan kemudian diam tak bertanya lagi .


Memakan waktu sekitar Satu setengah jam akhirnya mereka sampai di tempat tujuan , Di depan sana terlihat pantai dengan pasir putih yang sangat indah .Jen kembali menoleh kebelakang ternyata kedua anaknya tertidur saling bersandar. membuat Jen Tersenyum . Ia dan derren turun dan mencari tempat yang nyaman dan menggelar tikar disana . Karena bertepatan dengan waktunya makan siang Jen menyiapkan makanan yang sudah ia masak tadi di atas tikar yang menghadap ke pantai.


Setelah semua nya siap , Jen membangunkan Varo dan Jihan yang masih tertidur di dalam mobil . Setelah sadar dari tidur nya dan keluar dari mobil mata kedua anak-anak nya langsung berbinar melihat tempat yang mereka datangi saat ini .


" Waw .. Pantai !!!" Seru Jihan dengan girangnya .


" Apa kalian senang ?" Tanya Jen pada kedua anaknya


Varo dan Jihan mengangguk antusias melihat pantai yang sangat indah . Jen Senang melihat senyum di wajah Varo yang sudah mulai terbit kembali .


" bunda .. bunda .. Aku mau main disana " Ujar Jihan menunjuk Pantai


" Iya sayang , nanti kita main bersama dengan ayah juga , Sekarang sebelum main sebaiknya kita makan siang terlebih dahulu , bunda dan ayah sudah menyiapkan tempat nya disana " Tutur Jen dengan lembut .


" Baik lah ,ayo !! Aku juga sudah lapar " Jawab Jihan lagi


" Iya sayang , Ayo bang " Jen menggandeng tangan Varo menuju Tempat yang mereka siapkan tadi , disana Derren tampak sedang menunggu mereka . Jihan yang sudah lebih dulu lari tentu saja lebih cepat sampai .


Tidak dengan Jen dan Varo yang berjalan santai,


" Apa kau masih marah sayang? Maaf kan ayah dan bunda , Sekarang bunda berjanji akan selalu menemani kalian " ujar Jen menunduk memandang Varo yang berada di samping nya .


" Aku hanya kesal dan tidak marah , Kalau bunda sudah berjanji aku akan memaafkan " Jawab Varo kemudian


"tidak marah dia bilang? Jika tidak marah dan hanya kesal saja sudah seperti ini sikapnya , apa lagi jika dia marah " Jen menggeleng tak habis pikir dengan putranya yang memiliki sikap ajaib itu .


**Bersambung


Derren



Jennie



Varo yang lagi ngambek




Jihan



Segini dulu ya gays , Aku lagi sedikit sibuk soalnya . Besok di lanjut dengan kesenangan Keluarga Derren yang berlibur di pantai juga tentang Fira yang seperti nya akan Jadian sama ...... Rahasia 🤭


Dan untuk yang Koment di Bab atas kemarin yang suruh kasih umur pemeran disini , Sebelum nya aku udah kasih umur di bab-bab atau Episode sebelum nya ya kak .Bisa di baca lagi di bab-bab sebelumnya . Terima kasih 🙏🙏


Jangan lupa Like , Koment n Vote nya .


Happy reading n See you gays**