
Di pinggir pantai Tampak suasana yang sangat indah ,di dukung dengan cuaca yang cerah membuat suasana semakin romantis .
Banyak nya cahaya dari lilin lilin yang menghiasi Pasir pantai berbentuk hati dan juga membentuk nama Vania .
Meja Yang juga sudah dihiasi sedemikian rupa lengkap dengan makan malam mereka ,lampu lampu kecil yang bergelantungan membuat suasana semakin indah . Vania menutup mulut nya tak percaya dengan apa yang ia lihat , Ezhel Datang membawa Balon Huruf I , ia berdiri di hadapan Vania dan Varrel , Disusul oleh Roza Membawa Balon balon berbentuk Love , Lalu Aiden pun datang membawa balon berbentuk bulan bertuliskan nama Vania.
Mereka bertiga berdiri tepat di hadapan Vania dan Varrel. Varrel berlutut di hadapan Vania ia meraih tangan Vania membuat Vania terkejut dengan perlakuan Varrel yang begitu tak terduga membuatnya menatap varrel yang berlutut di hadapannya dengan setangkai bunga mawar putih kesukaan Vania .
" Vania !! Aku gak tau pasti apa yang aku rasakan sekarang , Yang pasti Setiap kali aku bersamamu, aku tidak bisa menghindari merasakan sesuatu yang sangat istimewa di hatiku. Satu-satunya alasan adalah aku akan senang bersamamu sepanjang hari dan membuat segalanya mungkin untuk membuatmu bahagia.
Meskipun aku memiliki banyak hal untuk dikatakan, tetapi kata-kataku bersembunyi dariku dan aku tidak bisa mengungkapkannya. Hal sederhana yang ingin aku katakan adalah aku mencintaimu hari ini . Vania !! mau kah kau menjadi kekasih ku ? " Perkataan Varrel mampu membuat Vania meneteskan air mata bahagia nya .
Bagaimana tidak ?? Pria yang selama ini ia cintai secara diam-diam , sekarang berlutut dihadapan nya dan menyatakan cinta pada dirinya . Lama Vania terdiam menatap Varrel , membuat Varrel membuka suaranya kembali .
" Van , Cepetan jawab dong !! pegel nih " ujar nya mampu membuat Vania terkekeh dengan sisa air mata di pipi nya .
Vania menepuk pundak Varrel kesal
" Sebenarnya kau serius tidak sih ?" Sunggut nya
" Aku Serius Van , Tapi kan pegel !! jawab dong ? kalau kamu terima aku , kamu terima nih bunga nya kalau gak ya kamu buang aja " kata Varrel masih tetap dalam posisi nya menatap Vania yang jelas lebih tinggi karena Vania berdiri .
Tangan Vania mengulur menerima bunga tersebut , kemudian ia mengangguk malu sebagai jawaban atas pertanyaan Varrel tadi . seketika varrel langsung berdiri dan memeluk Vania . ia sungguh sangat bahagia malam ini begitu juga dengan Vania , hingga kebahagiaan mereka harus tertunda karena celetukan seseorang .
" Woi udah dong nanti aja romantis romantisan nya .Lapar nih kita , Ada jomblo abadi juga nih disini " seru Roza membuat Varrel dan Vania melepaskan pelukan mereka begitu saja .Varrel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ,ia merasa salah tingkah karena ucapan Roza .
" Jadi kalian dari tadi gak keliatan nyiapin ini semua ?? " tanya Vania
" Iya dong " Jawab Roza " Selamat ya kalian udah resmi jadian " sambung nya lagi ia memeluk Vania , Roza merasa sangat bahagia akhirnya sahabat nya itu mendapat kan cinta nya dengan cara yang romantis pula .
" Makasih ya Za, Makasih juga untuk kalian udah mau repot-repot ngelakuin ini semua " kata Vania tulus pada teman-teman nya .
" Gak ada terima kasih untuk persahabatan " Jawab Ezhel dan Aiden Tersenyum tulus " Kami bahagia kalau kalian juga bahagia " Kata Ezhel
" Iya , dan semoga Kalian bisa bersama sampai kalian menua " sambung Aiden
" Amin " jawab Varrel dan Vania bersama .
Setelah Acara Pernyataan cinta yang romantis , mereka makan malam dengan Varrel dan Vania yang berada di satu meja , sedangkan ketiga sahabat nya di meja yang lain , Mereka tidak mau mengganggu Romansa sepasang kekasih buang baru jadian .
Varrel menggenggam tangan Vania yang berada di atas meja , ia tersenyum hangat pada gadisnya itu .
" Terima kasih telah mau menerima ku , Aku gak bisa janji untuk tidak buat kamu menangis tapi aku akan berusaha agar kamu tetap bahagia " Vania mengangguk sebagai jawaban nya .
" Aku bahagia asal itu selalu bersama mu" Jawab Vania Tersenyum hangat pada Varrel
" You are sure ?"
" Yes !! I sure !!"
***
Di Kota J sore itu , Derren telah pulang lebih dulu dari kantor , sebenarnya bisa sudah pulang sejak tadi siang tapi dia menyempatkan ke Baber shop karena ia ingin sedikit merubah Warna rambut nya dan memotong nya sedikit . ia pergi ke Baber shop langganan nya , setelah dirasa puas dengan tatanan rambut nya ia pun pulang ke rumah dengan senyum sumringah . entah apa yang membuatnya ingin merubah warna rambutnya menjadi Pink ke orange-orange Nan ,mungkin itu efek dia sering melihat Boy band bersama Varo , ntah lah anak nya itu sekarang hobi sekali melihat boy band Korea apalagi BTS dan dia sangat ngefans dengan V katanya .
Derren pulang kerumah tepat pukul 4 sore , rumah pun kelihatannya masih sepi , Jen belum terlihat sudah pulang dari kantor .dan Fira pun seperti nya belum pulang dari kampus nya . jadi derren memutuskan untuk ke kamar dan membersihkan diri . Setelah membersihkan diri ia duduk di depan meja rias menatap wajah tampan nya dengan gaya rambut baru nya .
Muncul ide untuk berselfie , Derren mengambil ponselnya dan Memfoto dirinya sendiri didalam kaca cermin
tanpa ia sadari Jen sejak tadi memperhatikan tingkah konyol nya . Jen mengerutkan keningnya melihat tingkah serta Rambut suami nya yang menurut nya sangat menggelikan . Jen berjalan sambil melipat tangannya di dada menghampiri derren .
" Apa yang kau lakukan dengan rambut mu sayang ??" tanya Jen penuh penekanan
" Eh ... sayang kau sudah pulang ??" tanya derren menampilkan senyum terbaiknya , ia sudah merasa tak enak melihat wajah Jen yang seperti nya akan marah .
" Kenapa rambut mu bisa seperti ini ??" seru Jen merasa geli melihat warna rambut suaminya itu .
" Eh.. ini aku merasa bosan yang dengan warna rambut yang lama , Jadi aku ingin melihat suasana baru pada rambut ku " Alasan derren yang tak bisa di terima oleh Jen
" Apa apaan kau sayang !! Aku gak mau lihat kamu kalau rambutmu seperti ini , Kau itu sudah berumur kenapa ada-ada saja yang kau perbuat , Astaga sungguh menggelikan , Apa tidak malu dengan anak-anak ?" gerutu Jen ,lalu ia hendak keluar dari kamarnya tapi derren langsung memeluk nya dari belakang .
" Hari ini saja ! oke !! besok aku akan mengembalikan nya seperti kemarin " nego derren
" Huh ! baiklah , Tapi besok aku tidak mau melihat mas dengan rambut seperti ini lagi " Ujar Jen sambil melepas tangan derren dari perutnya.
" Aku mau mandi dulu yank " ujar nya menghadap suami tampan nya itu
" Baiklah " jawab derren . Jen mengecup pipi derren sekilas dan berbisik sesuatu padanya .
" Kurangi nonton boy band sayang !! Aku khawatir jika kau terus menonton mereka kau akan melupakan ku " bisik Jen membuat derren melongo . dia menepuk jidatnya karena tadi dia membuat alasan yang memang tak masuk akal untuk Jen . Haih semua ini karena anak nya yang ajaib itu yang selalu menuntut nya menonton boy band bersama nya jika dia dirumah .
Sedangkan di kampus, fira sore itu setelah Ospek hari ke 3 berakhir dan besok adalah hari terakhir masa orientasi dilaksanakan dia berjalan sendiri karena Airin sudah pulang lebih dulu tadi begitu juga dengan Rafi dan Keanu . Ya mereka berempat sekarang cukup dekat dan akrab menjadi teman . Fira masih setia dengan masker di wajah nya , ia masih enggan jika harus bertemu langsung dengan Samuel .
Riko sudah menunggu diparkiran di dalam mobil, Tapi saat melihat Safira menuju kearah nya ia segera keluar dari mobil hendak membukakan pintu untuk Fira.
" Kak ! Aku duduk depan deh " ujar nya pada Riko . saat hendak masuk mobil Fira membuka masker nya ,karena ia merasa sudah tidak ada orang disana, Riko membukan pintu mobil untuk Fira dan dibalas senyuman juga ucapan terima kasih oleh nya .
" Terima kasih ya kak " Ujar Fira sambil tersenyum . Riko membalasnya dengan anggukan dan Tersenyum pada nona muda nya . Tanpa Fira sadari seseorang telah memperhatikan nya sejak ia keluar dari kelas tadi . Ia merasa sesak melihat pemandangan itu . Bagaimana tidak !! jika dilihat orang lain dan tak mengetahui status Riko sebagai pengawal pribadi pasti akan mengira jika mereka sepasang kekasih dengan perlakuan Riko yang membukakan pintu mobil nona nya .
Riko memang masih muda ,umurnya masih 25 tahun , Ia mempunyai wajah yang Tampan nan manis tubuh nya yang tinggi dan tegap berisi . Dia juga mempunyai lesung pipi di pipi sebelah kanan nya ,juga dengan gigi kelinci membuatnya tampak seperti boyband . tidak akan ada yang mengira jika dia adalah seorang pengawal . Sebenarnya dia bukan hanya sekedar pengawal , dia juga orang kepercayaan Jen dan derren . Bahkan dia. ikut memantau perusahaan Jen sambil mengawal Fira . Riko memiliki otak yang sangat cerdas dan dapat selalu di andalkan . itu yang membuat Derren sudah menganggap nya seperti seorang adik .
" Safira " gumam orang tersebut . ya dia adalah Samuel . sejak pertemuan mereka dihari dimana Fira dan teman teman nya meminta tanda tangan Samuel , Samuel yang mendengar suara Fira saat itu pun penasaran karena dia sangat mengenal Suara gadis itu .dan sejak saat itu lah Samuel memperhatikan Safira dari jauh . ternyata dugaannya benar bahwa dia gadis yang pernah menjadi kekasih nya , bahkan bisa dibilang sampai sekarang pun masih kekasih nya . karena di antara mereka memang belum ada kata putus.
" Fira !! ternyata benar itu kau sayang !! Maafkan aku , Apa dia kekasih mu sekarang ? apa kau sudah melupakan aku Fira ? aku harap kau selalu bahagia " lirih El . ia memperhatikan mobil yang Vira tumpangi hingga tak terlihat lagi . Samuel pulang kerumahnya dengan pikiran yang kacau . antara senang juga sedih .Ia senang setelah satu tahun bisa melihat gadis yang di cintai nya kembali . ia sedih karena mungkin gadis itu telah membencinya sekarang dan itu juga karena ulah nya yang meninggalkan Safira tanpa kabar dan tanpa kejelasan .
Sekarang Samuel ,bahkan untuk bertemu Safira pun rasanya ia tidak sanggup .
Saat tiba di rumah nya Samuel langsung berlari ke kamar nya .
" Muel ... El !!!" seru seorang pria paru baya yang tak lain adalah Daddy nya . Samuel tidak menghiraukan pria paru baya itu dan tetap berlari menuju kamar nya .
" Dasar anak kurang tidak tahu diri " seru Daddy El
" Maafkan Samuel ya Jessy , Om akan memberitahu nya nanti , sekarang kau pulanglah .. Titip salah untuk kedua orang tuamu , dan kami sekeluarga pasti akan datang memenuhi undangan makan malam mereka " ujar Daddy Samuel tidak enak dengan Jessy yang sudah datang kerumah nya untuk menemui Samuel tapi anaknya seakan tak peduli dengan keberadaan nya. bagaimana pun mereka akan Segera bertunangan .
Ya !! Dulu saat Samuel berhubungan dengan Safira dan di ketahui oleh Daddy nya , Saat itu juga Daddy nya menentang Hubungan mereka ,karena dimatanya Safira hanyalah gadis miskin yatim piatu yang tinggal di yayasan penampungan menurut nya .Lalu ia menjodohkan dengan Jessy anak rekan bisnis nya dengan senang hati orang tua Jessy menerima perjodohan itu . apalagi keluarga Samuel adalah salah satu keluarga terpandang di kota itu .
Samuel sempat menolak nya saat itu , tapi Daddy nya mengancam akan menyakiti Safira jadi dia memutuskan untuk Meninggalkan Safira dan pindah sekolah saat menaiki kelas 3 SMA . ia meninggalkan Fira tanpa kabar dan penjelasan saat itu . muel juga tak kalah hancur sama dengan Safira . tapi itu demi cintanya ! walau dia tidak bisa memiliki setidaknya dia bisa melihat orang yang di cintai nya baik-baik saja .
Tapi saat ini , saat ia melihat Safira tadi hati nya benar benar hancur .. Satu tahun ini El berusaha melupakan Safira , namun dia tidak bisa ,bahkan perasaan nya semakin bertambah setiap harinya , apalagi sekarang Fira tampak lebih dewasa dan sangat cantik . Samuel terduduk dilantai ia meremas rambut nya prustasi .
" Fira sayang !! Aku berjanji jika benar dia kekasih mu aku tidak akan menggangu kau lagi ,apa lagi jika kau sangat bahagia dengan nya , Tapi jika kau tidak bahagia !! tolong tunggu lah aku , Tunggu sampai aku mampu melawan kehendak Daddy yang sangat egois " lirih Samuel tak terasa ia menetes kan air mata untuk kesekian kali nya untuk gadis yang sama. bukan karena dia lemah tapi karena dia sangat mencintai .
Tok tok tok
Terdengar suara pintu di ketuk dari luar kamar nya , Samuel cepat cepat menghapus air mata nya .
" Sayang !! Apa mami boleh masuk ?" tanya mami El
Samuel berlari ke kamar mandi untuk membasuh wajah nya agar mami nya tak mengetahui jika ia menangis .
" El ??" panggil mami nya lagi
" iya mam , Masuk aja " saut nya sambil mengelap wajah nya dengan handuk kecil .
" Kau baik-baik saja sayang ? " tanya mami El sambil mengelus lembut kepala putra semata wayangnya
" I am good mam " jawab muel tersenyum lembut pada mami nya .
" Maaf kan mami sayang ! mami tidak bisa menghalangi Daddy mu untuk tidak melakukan perjodohan ini , Mami tau kau tidak bahagia , Tapi Daddy mu sangat keras kepala mami khawatir dia akan nekat menyakiti gadis yang kau cinta " ujar sang mami sedih . dia sebagai seorang ibu sangat mengerti perasaan putra nya itu . Bagaimana rasanya kehilangan cinta pertama dan dipaksa Berhubungan dengan orang yang tidak ia cintai .
" Mami tidak salah ! El gak apa-apa mam , El bisa Nerima ini semua , Asal Fira baik-baik saja " ujar El dengan tatapan sendu nya .
" Yang sabar ya sayang " mami El memeluk tubuh putra nya tersebut dan mengusap punggung nya penuh kasih sayang .
" Mami harap kau segera mendapatkan kebahagiaan mu sayang , Mami akan memperjuangkan itu " Ujar mami El dalam hati , bagaimana pun seorang ibu akan berbuat apapun untuk kebahagiaan anak nya .
Bersambung
El
Fira