MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 48


** Sekedar mau kasih tau kalau di part ini banyak menguras emosi , jadi komen yang bijak jangan mengumpat **


Happy reading


Hari ini Varrel tengah bersiap untuk kembali ke London , Seminggu lagi adalah hari wisudanya ,dia ingin membuat kejutan untuk Vania kekasihnya dengan kedatangan nya . tampak rona bahagia menghiasi wajah Varrel saat ini , Fira masuk ke kamar Varrel berniat membantu Abang nya membereskan baju yang akan di bawa .tapi Fira langsung tersenyum melihat kebahagiaan di wajah Varrel dan fira tau jika Varrel bahagia pasti karena sebentar lagi akan bertemu Vania ,kakak nya .


" Ehm " deheman Fira membuyarkan lamunan Varrel Seketika , Varrel melirik kesal ke arah Fira ,tapi yang di lihat hanya cengengesan tanpa rasa bersalah sedikitpun


" Perlu bantuan ?" tawar Fira


" tepat !! Kebetulan sekali , ini bereskan " perintah Varrel Seketika pada Fira dan dia malah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur . Fira mendengus kesal melihat itu menyesal sudah dia menawarkan bantuan pada pria itu .tapi walau begitu gadis itu tetap membereskan pakaian Varrel dan memasukannya ke dalam koper , tidak banyak ! karena Varrel juga tidak lama disana .


" Selesai !" ujar Fira Setelah menutup koper itu .


" Terima kasih dek"


" Bang, Aku ikut dong pengen tau liburan ke sana !" ujar Fira sambil mendudukkan dirinya di tepi ranjang samping Varrel yang tengah berbaring menggantung kakinya di lantai .


" Mana bisa ! kau kan seminggu lagi ujian semester " jawab Varrel , Mendengar itu Fira mencebikan bibir nya membuat Varrel terkekeh gemas .


" Ya udah lah , mau bagaimana lagi ! salam kangen untuk kak Vania ya " kata Fira lalu tersenyum tulus


" Iya " Jawab Varrel sambil bangun dan mengacak rambut Fira , Varrel kemudian bersiap mandi karena satu jam lagi pesawat nya akan berangkat ,Fira keluar menemui derren dan Jen yang sedang duduk di ruang keluarga .


" Ayah , bunda Varo dan Jihan kemana ?" tanya Fira


" Biasa ,ini kan hari Minggu mereka tadi main bersama Fira " jawab Jen , Fira menganggukan kepala nya mengerti.


Tak berapa lama Varrel turun menyeret koper nya , menemui Derren dan Jen untuk berpamitan .


" Kamu sudah siap rel?" tanya Jen


" Iya Bun , Aku berangkat dulu " ujar Varrel memeluk derren dan Jen .


" iya hati-hati ya , Gak apa-apa kan kalau ayah dan bunda gak datang ke acara wisuda mu ? " tanya Jen tak enak


" Gak apa-apa Bun, Lagian kan udah ada kak Vania disana " bukan varrel yang menjawab melainkan Fira yang menyauti, Jen Tersenyum mendengar celotehan Fira , sedangkan Varrel mencebik kesal menatap Fira .


" Sudah ! berangkat lah nanti terlambat " lerai derren , kafe jika mereka berdebat yang ada Varrel tak segera berangkat . Derren dan Jen juga Fira mengantar Varrel sampai depan rumah , Supir yang akan mengantar nya ke Bandara , Varrel tadi mencari keberadaan kedua adik kecil nya ,tapi dia harus kecewa karena mereka malah bermain dan dia tak sempat Pamit pada mereka .


Tak lama mobil yang mengantar Varrel sampai di bandara , Para pengawal derren telah siap menunggu kedatangan tuan mudanya . di dalam pesawat pribadi keluarga nya Varrel tak sabar segera Sampai disana , dia sudah merencanakan kejutan untuk Vania nanti .


Kurang lebih 16 jam menempuh perjalanan di atas udara ,Varrel kini telah sampai di Bandar Udara Heathrow London. Pengawal sudah menjemput nya dan siap mengantar dirinya ke Apartemen .


Sesampainya di apartemen Varrel mengistirahatkan tubuh nya sejenak , menempuh perjalanan panjang Membuat tubuhnya cukup lelah akan hal itu . Karena dia juga sampai tengah malam , besok dia akan mulai mempersiapkan kejutannya . karena jujur 3 Minggu di negara xx mereka jarang berkomunikasi , Vania kadang menanyakan kabarnya itu pun Varrel hanya membalas sekenanya ,karena kesibukan yang ia lakukan mengurus masalah yang menimpa selama itu .jadi kini ia kembali ingin memberi kejutan untuk kekasihnya itu


Ke esokan harinya , Varrel telah bersiap Setelah sarapan ia menelpon Ezhel dan Aiden meminta bantuan mereka menyiapkan makan malam romantis untuk kekasih nya .dengan senang hati kedua sahabatnya membantu menyiapkan kejutan itu . Varrel sudah membooking Sebuah restoran mewah di sana , Ezhel dan Aiden membantu mendekor tempat itu dengan indah , Varrel memilih ruangan lantai 3 restoran atau ruang VIP yang memiliki Atap transparan ,jika malam hari akan menampilkan Keindahan nya . mereka bisa menatap langit dengan bintang bintang yang indah .


Seharian penuh dia dan kedua sahabatnya di bantu para pelayan restoran menyiapkan kejutan itu , sore hari Varrel bersiap ingin menjemput kekasih nya di apartemen milik Vania yang tak jauh dari apartemen nya , menurut informasi yang ia dapat dari Roza Vania baru pulang dari kampus jam 4 sore , karena sekarang sudah jam setengah 5 ,artinya vania sudah berada di apartemen nya , Varrel akan menjemput nya dan membawa gadis itu ke salon yang juga sudah ia booking .


Varrel dengan senyum mengembang mengendarai mobil nya menuju Apartement Vania , hanya butuh 5 menit saja dia sudah sampai disana ,tapi seketika senyumannya hilang melihat pemandangan didepannya , Varrel menghentikan mobil tak jauh dari sana .Varrel melihat Vania yang sedang memeluk seorang pria dan mereka saling pandang beberapa saat sampai Vania lepas dari pelukan itu dengan rona merah di wajah gadis itu membuat gadis itu salah tingkah .


"Jerk!! " Wajah Varrel merah padam ,ia mengepalkan tangannya memukul stir mobilnya , niatnya menjemput Vania kini sirna Varrel melajukan mobil dengan kecepatan rata-rata tanpa tau tujuannya ,ia di liputi rasa emosi yang bergejolak dalam dirinya .


**


Vania yang saat itu baru keluar dari kelas bertemu dengan Roza di koridor kampus .


" Van udah mau pulang ? gue duluan ya , nih mau ngerjain tugas sama anak-anak " kata Roza , mereka berjalan beriringan menuju parkiran


" Oke !! Hati-hati ya " Jawab Vania


" Siap !!" setelah itu Roza dan teman sekelompok nya pergi meninggalkan Vania di parkiran . Vania mengeluarkan ponselnya hendak memesan taksi tapi tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di sampingnya .


Seorang pria turun dari mobil tersebut menghampiri Vania .


" Pulang bareng gue yuk !" Tawar pria itu


" Eh Jo , Gak usah deh aku udah pesan taksi " tolak Vania


" Cancel aja , Udah ayo gue Anter " paksa Jonathan membukakan pintu mobil dan memaksa Vania masuk


" Kok maksa sih !!" omel Vania dan hanya di tanggapi kekehan oleh Jonathan.


" Pakai sabuk pengaman nya " Ujar Nathan pada Vania Setelah ia masuk ke dalam mobil.


" CK " Decak Vania tapi tetap memakai sabuk pengamannya .


" Apartemen Lo belum pindahkan?" tanya Nathan memastikan


" Ya belum lah , Pakai tanya " gerutu Vania


" Jangan marah-marah , Kamu gemesin kalau lagi marah bikin aku makin sayang " goda Nathan


plak


" Galak banget sih. ellah!! gue bercanda kali Van . tau gue kalau Lo udah punya si Varrel " saut nathan mengusap lengannya yang terkena pukulan Vania .


" Makanya kalau becanda jangan kelewatan " Sunggut Vania " Udah cepetan jalan atau gue turun nih " ancam Vania


" Siap bos " Jawab Nathan dengan malas tapi tetap menjalankan mobilnya .


Jonathan teman sekelas Vania , dia mahasiswa pindahan dari Indonesia beberapa bulan lalu, Tingkah Jonathan yang konyol sangat menghibur Vania dan itu lah yang membuat mereka berteman dekat walau belum kenal lama. apalagi Semenjak Varrel pergi Vania kesepian ,walau ada Roza , Ezhel dan Aiden tapi mereka kan lagi sibuk mengurus skripsi dan Nathan lah yang sering menemani nya . tentu Nathan tau Vania kekasih varrel , walau dia tidak akrab dengan Varrel tapi dia tau kalau mereka berdua sepasang kekasih ,bukan hanya dia sebenarnya buang tau tapi hampir seluruh mahasiswa di sana tau jika mereka sepasang kekasih .


Jonathan tak mempedulikan status Vania karena murni dia hanya ingin berteman dengan gadis itu , selain mereka dari negara yang sama Nathan merasa nyaman berteman dengan Vania .


Di dalam mobil mereka bercerita sepanjang jalan ,tanpa terasa telah sampai di apartemen Vania . Nathan turun dari mobil begitu juga dengan Vania .


Vania Berjalan memutari mobil hendak berterima kasih pada Nathan .


" Jo .. Terima Ka....Aaaahh" belum sempat Vania berterima kasih kaki nya tersandung membuat nya menabrak tubuh Nathan yang berdiri samping pintu mobil .


Dengan sigap Nathan memegang pinggang Vania agar gadis itu tak jatuh ,kedua tangan Vania berada di dada bidang Nathan , Pandangan mereka bertemu beberapa saat sampai Nathan mengeluarkan perkataan yang membuat Vania malu sekaligus kesal .


" Sudah puas liatin dan peluk-peluk gue ? kata Nathan membuat mata Vania membola tak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut teman nya itu . Vania cepat-cepat melepas diri dari Nathan dengan wajah yang merah karena malu juga kesal atas perkataan teman prianya .


" Menyebalkan " Gerutu Vania . tanpa mereka sadari sejak Vania yang tak sengaja memeluk Nathan Membuat seseorang terbakar api cemburu ,juga kesal karena usaha nya membuat kejutan untuk kekasihnya berakhir dengan kesalahpahaman.


**


Hari sudah gelap , matahari tak lagi menunjukkan sinar nya , Varrel masih melaju tanpa arah sampai ia Menghentikan mobilnya di restoran tempat dimana ia menyiapkan surprise untuk Vania .Varrel berjalan dengan sorot mata yang tajam menuju lantai 3 dimana ia menyiapkan segalanya ,di pandang nya dekorasi yang sangat indah di hadapan nya itu .


Tangannya mengepal kuat ,emosi yang belum mereda kembali membuncah begitu melihat usahanya berakhir sia-sia.


" Arrrgghhh!!!!" teriak nya sekencang mungkin . para pelayan yang hendak menyiapkan makanan pun mengurungkan niatnya melihat kemarahan klien mereka .


Varrel menghancurkan semua dekorasi ,hingga kursi dan meja yang sudah berguling tidak pada tempatnya . tempat yang tadinya sangat indah dengan lampu-lampu yang cantik pun hancur seketika di tangan varrel . setelah puas meluapkan emosinya Varrel pergi begitu saja dari tempat itu dan kembali ke apartemen ny sendiri .


Sesampainya di apartemen Varrel segera ke kamar mandi ,mengguyur tubuhnya dengan air dingin masih dengan pakaian yang lengkap , ia berharap emosinya mereka dan pikirannya kembali tenang tapi hasil nya nihil dia tetap terbayang adegan dimana Vania berpelukan dengan seorang pria dengan wajah merona .


" Shit !!" setelah 1 jam Varrel menyudahi mandi nya , ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah berpakaian.


Varrel memejamkan matanya mencoba tidur ,agar dia bisa lupa dengan kejadian tadi tapi saat matanya terpejam dia malah membayangkan keromantisan kekasihnya itu dengan pria yang dia kenal . hanya kenal ! .


Keesokan harinya Varrel terbangun hendak ke kampus , dia ada jadwal bertemu dosen hari ini , entah apa yang akan di bicarakan oleh dosen nya itu , padahal dia sangat malas keluar apa lagi ke kampus , dia masih merasa kesal dan malas bertemu Vania tapi mau bagaimana lagi dosennya pagi-pagi sudah menelepon untuk dia segera datang .


Varrel telah bersiap , ia menggunakan motor menuju kampus dan langsung ke ruangan dosen yang menghubungi nya tadi begitu sampai di kampus . setelah urusannya selesai varrel segera keluar dari ruangan itu , ia berjalan menyusuri koridor kampus hendak pulang ,tapi saat melewati gedung fakultas Management mata nya melihat sosok Vania dengan Jonathan berjalan bersama menuju kelas sambil bersenda gurau . Jonathan dengan gemas mengacak rambut Vania membuat Vania cemberut begitu lucu .



Semua itu tak lepas dari pandangan Varrel , Varrel yang moodnya sudah kembali pagi ini , sekarang ia harus kembali menyaksikan kedekatan wanita yang masih berstatus kekasihnya begitu dekat dengan pria lain membuatnya mengingat kembali kejadian kemarin .


" Tenang rel " gumamnya . Varrel menghela nafas panjang sebelum melanjutkan langkahnya .


Varrel memasang earphone di telinga nya , menghidupkan musik keras ,kemudian ia melanjutkan langkahnya , Varrel dengan santai melewati Vania dan Nathan begitu saja , seolah tak melihat mereka berdua .


Vania dan Jonathan yang melihat Varrel ada di kampus begitu terkejut , tapi keterkejutan Vania di iringi dengan rasa bahagia karena bisa bertemu lagi dengan kekasih nya , Vania yang dilewati begitu saja oleh varrel cukup heran tapi ia berasumsi jika Varrel tak menyadari dirinya karena pria itu sedang menggunakan earphone dan berjalan fokus ke ponsel .


" Van bukannya itu Varrel ? dia udah kembali ?" tanya Nathan


" Iya , Gue juga gak tau ! ya udah gue nyamperin dia dulu ya " ujar Vania dengan wajah ceria ,tanpa menunggu jawaban Nathan dia langsung berlari menyusul varrel . Jonathan sedikit heran karena sebagai kekasih kok bisa Vania gak tau jika kekasihnya sudah kembali . tapi dia tak mau ambil pusing dan memilih melanjutkan langkahnya memasuki kelas .


Vania berlari terengah-engah menyusul Varrel yang langkahnya begitu cepat , hingga sampai di parkiran Varrel hendak melajukan motornya Vania menghadang di depannya . Wajah Varrel seketika datar menatap Vania .


" Bee !! Kamu udah kembali ? kok gak ngabarin aku ? Aku kangen banget sama kamu " ujar Vania memeluk tubuh Varrel dari samping karena Varrel masih berada di atas motor nya . Varrel tak membalas pelukan Vania bahkan melirik pun tidak .


Varrel melepaskan tangan Vania dai pinggangnya , tanpa berkata apapun , sedikit mendorong Vania menjauh ,tapi tidak menyakiti gadis itu , Varrel segera melajukan motornya begitu saja tanpa mempedulikan Vania yang memanggil-manggil namanya .


Vania begitu terkejut mendapat perlu seperti itu dari kekasihnya , 3 Minggu mereka berpisah dan kini setelah bertemu sikapnya sudah berubah begitu saja , tanpa ia tau masalah nya . Air mata Vania jatuh begitu saja , ia merasa sesak di perlakukan seperti itu oleh kekasihnya . ia terus berpikir apa kesalahannya ! sampai sampai Varrel bersikap seperti itu pada dirinya .


Vania menyeka air matanya , walau dalam keadaan hati yang kacau ia tetap masuk kedalam kelas karena tak ingin banyak tertinggal pelajaran dan membuatnya tak cepat lulus .


.


.


.


**Bersambung





See you**