
Di kantor Admaja
Sudah pukul 9 malam derren masih berkutat dengan laptop nya di dampingi oleh Raka . Hingga pukul 10 mereka menyelesaikan pekerjaan mereka . derren menutup laptop nya dan merenggang kan otot otot tubuh nya. .
" Ugh... lelah sekali " Ujar nya
" Udah yuk balik , Istirahat di rumah .. lagian besok kan weekend gue pengen rebahan seharian dirumah " kata Raka
" Ia , Gue juga kalau gitu " lalu mereka beberes lalu pulang dengan mengendarai mobil masing-masing .
Sesampai nya di rumah Derren langsung masuk ke dalam kamar nya . Dia sampai tepat jam 11 malam ,kamar nya tampak gelap dan hanya ada lampu tidur yang menyala . wangi parfum yang menggoda menyengat ke penciuman nya . yang membuat gairah nya naik tapi ia segera menepis pikiran kotor nya . Derren menaruh tas kerja nya dan membuka jas dan dasi yang ia kenakan menaruh nya di tempat pakaian kotor ,lalu berjalan ke kamar mandi . ia ingin segera mengguyur kepala nya agar otak nya tak memikirkan pikiran pikiran yang membuat nya tersiksa sendiri .
Mendengar suara guyuran shower dari dalam kamar mandi Jen membuka mata nya ,karena memang dia sejak tadi belum tidur . Sambil menunggu derren tadi dia chatting dengan Ara ,Ara mengatakan besok akan ke rumah nya membicarakan sesuatu . Ya Jen telah memberi tahu Ara jika dia telah mengingat semua nya . Ara begitu senang dan dia besok akan ke rumah Jen ,selain menjenguk nya Ara ingin sekali berbagi kesedihan nya pada sahabat nya itu .
cukup lama pintu kamar mandi terbuka, Jen kembali pura pura tertidur ,ia menutup tubuh nya yang menggunakan pakaian sexi dengan selimut sampai ke leher . derren keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya .
" Shit !!" umpat nya dalam hati . Bagaimana tidak dia sudah lama mengguyur tubuh nya menghilangkan hasrat dalam diri nya Sampai menghilang . tapi apa sekarang setelah masuk kamar kembali hasrat itu kembali lagi , derren mengacak rambut nya dengan kasar .
Rambut basah nya tampak berantakan . Samar Jen mengintip untuk melihat derren dalam remang nya cahaya lampu . Jen menelan ludah nya melihat Tubuh suami nya yang begitu menggoda dalam minim nya cahaya lampu kamar nya ..
" Astaga ! Astaga ! Astaga ! Kenapa dia semakin sexi saja " gumam Jen dalam hati
Derren mengambil piyama nya dan berganti pakaian di kamar karena ia malas berjalan ke ruang ganti ,lagian Jen sudah tidur pikir nya .
Jen kembali menelan ludah nya melihat tubuh polos suami nya yang begitu menggairahkan . tak ingin tergoda Jen memejamkan mata nya kembali . lalu ia bergerak membelakangi derren yang sedang berganti pakaian .
Mendengar pergerakan Jen derren menoleh ,tapi ia bernafas lega melihat nafas teratur istri nya itu . Setelah berganti pakaian derren merebahkan diri nya di samping Jen , sejenak ia menatap wajah istri nya yang terlelap .
" Aku sangat merindukan mu sayang " gumam nya lalu derren mendekat kan diri nya ingin mencium bibir Jen tapi sebelum dia mendarat kan bibir nya Jen membuka mata nya dengan sengaja dan melihat wajah Suaminya yang begitu dekat . seketika pandangan mereka bertemu .
Melihat Jen membuka mata nya membuat derren salah tingkah .
" Eh .. emm .. A.. aku ...." belum sempat derren menyelesaikan ucapan nya Jen sudah menarik tengkuk leher derren dan m*****t bibir suami nya dengan lembut ,Derren membelalakkan mata nya terkejut . ini untuk pertama kali nya Setelah 5 bulan mereka bersentuhan .
Derren tak membalas ciuman Jen karena belum hilang keterkejutan nya sampai Jen melepaskan ciuman hangat nya itu . Jen menatap wajah derren dalam .
" Sayang Kenapa tidak membalas ciuman ku ,hm ??" tanya Jen dengan suara yang menggoda , Jen membuka selimut nya yang menampakan Tubuh sexi nya walau dalam keremangan cahaya lampu tidur di kamar nya .
Sekejap Jen langsung naik ke atas tubuh derren ,ia membelai dada bidang suami nya ,perlahan Jen membuka kancing piyama derren satu persatu hingga menampakkan dada bidang derren yang menggoda iman .
"Argh Jen , Apa kau sadar ? " tanya derren Ter bata sambil mengerang karena tubuh nya mendapat rang****n dari istri nya, Tapi ia belum mengerti karena ia berpikir Jen tidak sadar .
" Tentu saja aku sadar , kau suami ku dan aku istrimu , apa salah nya dengan itu ?" Lirih Jen dengan nada sexi dan tangan nya tak berhenti meraba tubuh suami nya .
" Sayang , Apa kau tak mau melakukan nya dengan ku? Hm ? " ujar Jen lagi
" Jangan salahkan aku sayang " Kata derren ia bangun dan membalik tubuh nya menjadi Jen yang di bawah . Ia dengan cepat Mencium bibir merah istri nya dengan rakus , Derren menelusuri setiap jengkal tubuh Jen . tubuh yang selama ini ia rindukan . istri yang selama ini ia nantikan .. Hasil dari kesabaran berbuah manis saat ini .
Malam itu menjadi malam yang penuh cinta untuk pasangan yang masih terbilang muda itu .hingga menjelang subuh dan mereka kelelahan hingga terlelap dengan sendiri nya dalam pelukan tubuh yang polos tanpa sehelai benang pun ,hanya tertutup selimut tebal yang menjadi penutup tubuh mereka .
Derren mencium kening istri nya sebelum terlelap
" Terima kasih sayang " ujar nya lalu derren memejamkan mata nya hingga terlelap .
**
Di London Varrel Sedang berada di kampus . ia baru saja selesai bertemu dengan dosen pembimbing nya . Hari ini ke dua sahabat nya itu tidak datang ke kampus karena mereka tidak ada kelas . Varrel berjalan menyusuri koridor sambil memasang Earphone di telinga nya . Bukan lagu yang ia dengar kan melainkan Materi yang akan ia pelajari .
Saat asik berjalan tiba-tiba ada seseorang yang menabrak nya .
Bruk
" Aww .. Sorry sorry " Ujar orang itu berjongkok membereskan kertas kertas yang ia bawa Karen berserakan . Sambil membenarkan kaca mata tebal nya .
Varrel yang melihat itu mencopot earphone nya dan membantu wanita itu membereskan kertas kertas itu .
" Lain kali hati hati " Kata nya dingin sambil memberikan Kertas di tangan nya pada gadis itu .
Sejenak varrel menatap gadis di hadapan nya itu .
Deg
" Mata yang indah " Gumam nya dalam hati
Memang gadis itu memiliki mata yang sangat indah , Tapi penampilan nya sangat jauh dari mahasiswa mahasiswa lain . Kaca mata tebal , Rambut di kepang satu ,Kulit yang putih hidung mancung dan bibir yang tipis .
" Kau dari Indonesia ?" tanya varrel penasaran
" I . iya " jawab nya terbata sambil ter tunduk tak berani menatap varrel " Maaf yang tadi aku tidak sengaja" Kata nya lagi " Aku permisi dulu , sekali lagi aku minta maaf " gadis itu berlalu pergi meninggalkan varrel yang masih berdiri di tempat nya .
Varrel menggedikan bahu nya ,lalu pergi ke parkiran , karena ia sudah tak ada urusan jadi dia memutuskan kembali ke apartemen nya . hari ini sangat bahagia karena sang bunda tadi menelpon diri nya .
Sedang kan gadis tadi setelah pergi dari hadapan varrel , Dia berhenti di salah satu bangku taman kampus . ia memegang dada nya yang berdegup kencang .. Ini pertama kali nya ia melihat seseorang yang selama ini ia kagumi dari dekat . jantung nya se akan mau lepas saat berdekatan dengan pria pujaan nya itu .
Siapa sih wanita yang tidak mengagumi Varrel ?? Seperti nya tidak ada .
Vania Larissa Yusman Gadis Cantik yang sengaja menutup kecantikan nya , memiliki mata bulat yang sangat indah ,hidung mancung ,bibir tipis ,kulit putih dan tubuh yang proporsional bak seorang model . karena ia yang memang tak suka jadi pusat perhatian Dia menutup semua dengan penampilan Nerd nya . Walau pakaian nya sederhana tapi dia tidak pernah melepaskan kacamata . Jika ke kampus dia sering menggunakan Celana jeans panjang dan kaos oblong . karena itu yang paling nyaman untuk diri nya pakai .
Sejak lama dia mengagumi varrel , saat Varrel baru masuk kuliah bebarengan dengan diri nya tapi beda kelas . hingga sekarang mereka sama sama akan wisuda .Dia memang gadis yang sangat pintar , tapi karena penampilan nya tak ada yang memandang nya . dan itu malah membuat nya nyaman sampai menyelesaikan Studi nya di sini . Keluarga nya salah satu keluarga terpandang di Indonesia . Tapi tidak ada yang tau Jati diri nya karena Vania memang tidak suka menjadi pusat perhatian .
" Woi .. Van !!" seru Roza sahabat nya sama sama dari Indonesia .
" Astaghfirullah !! Kau ini mengejutkan ku saja " Ujar nya sambil mengelus dada nya
" Sorry , habis nya kamu dari tadi di panggilin melamun saja " kata Roza cengengesan
Roza adalah sahabat nya dari Indonesia yang dia kenal di akhir semester ini . Roza memang lebih tua dari nya karena Vania yang cepat menyelesaikan studi nya . walau begitu mereka sangat dekat ,karena jarang kan bertemu orang dari negara nya di negara asing .
" Ya udah , Ayo " Merek pun berjalan menyusuri koridor kampus sambil sesekali tertawa .
Di tempat lain Varrel baru saja tiba di apartemen nya . ia Merebahkan diri sejenak sebelum membersihkan diri nya .
Tiba tiba dia teringat dengan gadis Bermata indah itu . tapi varrel segera menepis nya lalu beranjak membersihkan diri .
***
Pagi Hari di Negara xx Jen terbangun lebih dulu , Ia Tersenyum saat pertama kali melihat wajah tampan suami nya .
" Morning my Hubby " ujar Jen sambil menelusuri wajah derren dengan jari telunjuk nya
" Morning to my wife "Saut derren dengan mata yang masih terpejam
" Kau sudah bangun sayang ?" tanya Jen lembut
" Jika belum aku tak akan bicara pada mu bukan ? "
" CK , kau sungguh menyebalkan " ujar Jen memukul pelan dada derren
"Sayang ... Kau ..." belum sempat derren menyelesaikan perkataan nya Jen sudah memotong nya lebih dulu
" Aku sudah ingat semua nya " kata Jen sambil menatap ke dalam mata derren
" really ??" Seru Derren sambil memeluk tubuh polos istri nya " Ough .. Terima kasih sayang !! " ujar nya lalu ia mengendur kan pelukan nya menatap Jen " Wait. . Sejak kapan ??" tanya nya
" Ntah lah .. Belum lama ini mungkin 2 hari yang lalu " Kata Jen santai
" What ?? Two days ago??? Tapi kenapa kau tak memberi tahu ku ? hm? " tanya derren sedikit kesal
" Aku baru memastikan nya kemarin , Sudah lah jangan di bahas yang penting sekarang aku sudah mengingat semua nya . Terima kasih sayang karena kau tidak pernah meninggalkan ku dalam keadaan seperti itu " ujar Jen tulus dengan mata yang menatap derren penuh cinta
" Aku pasti sudah banyak menyusah kan mu kan ? Maaf kan aku " kata Jen sedikit lesuh
" Hei . kau ini bicara apa ?? Aku sangat senang bisa berada di sisi mu dalam ke adaan terburuk sekalipun , Aku yang harus nya berterima kasih telah mau kembali ke sisi ku " derren mengecup kening Jen cukup lama .
Tangan nya mulai meraba punggung
polos istri nya .
" Boleh ??" tanya derren . Jen mengangguk menyetujui nya .
Terjadilah pertempuran suami istri itu si pagi hari . padahal matahari sudah menampakkan sinar nya . bahkan anak anak nya pun se akan tau tak ada yang memanggil mereka padahal biasa nya Si Abang Varo sudah berteriak di depan pintu jika bunda nya bangun siang . tapi sekarang seperti nya mereka se akan mengerti jika orang tua mereka sedang melepas rindu setelah beberapa bulan .
**
Siang hari nya Ara datang ke rumah Jen , Karena memang ini hari Minggu jadi derren pun menggunakan hari itu dengan rebahan dan menghabiskan waktu dengan istri dan anak anak nya. Tapi Varo ternyata sudah main ke rumah gabriel menemui Beby Rara
Tok tok tok
Ceklek
" Non Ara ? Silah kan masuk , Tuan dan nona ada di dalam " ujar bibi yang membukakan pintu untuk Ara
" Terima kasih nya bi " jawab Ara sambil tersenyum , Lalu ia berlalu ke ruang keluarga rumah Jen
" Hai , kau sudah datang ??" tanya Jen " Sini duduk " kata Jen menyuruh Ara duduk di samping Nya ,sedang kan derren sedang memangku Jihan .
" Iya . Hai sayang !! Ya ampun kau sudah sebesar ini ternyata " Ujar Ara pada Jihan , sedangkan Beby Jihan tersenyum merekah menampakkan dalam mulut nya yang belum di tumbuhi gigi .
" Iya dong aunty .. Aunty saja tak pernah bermain bersama ku " Jawab Jen menirukan suara anak kecil sambil menggenggam tangan mungil Jihan .
" Kalian mengobrol lah ,aku dan Jihan akan Ke dalam dulu " ujar derren yang tau jika Ara akan membicarakan hal penting pada Jen . karena Jen sudah memberi tahu nya tadi .
" Baik lah .. Tidur kan saja yank .. ini juga sudah waktu nya dia tidur siang " kata Jen dan di angguki oleh derren , Setelah derren naik ke atas Ara dan Jen mulai memasang wajah serius nya .
" Bicara lah " kata Jen lembut
" Jen .... " Ara mulai menceritakan semua nya , Dari sejak dirinya di tuntut untuk segera memiliki momongan oleh mertua nya , Hingga mama Willi menjodohkan Willi dengan wanita lain dan kenyataan bahwa diri nya sulit memiliki momongan , Jen yang mendengar semua itu menutup mulut nya tak percaya . bagaimana pun dia sangat mengenal sosok mama Willi yang dulu nya begitu baik . Ara menceritakan kapan sikap mama Willi berubah pada nya , Sejak Papa mertua nya meninggal dia semakin menjadi-jadi karena merasa sangat kesepian .
Jen memeluk sahabat nya itu . Dia juga merasa bersalah pada Ara . Ara sulit mendapat keturunan juga karena diri nya . Karena Ara mengikuti diri nya dalam dunia gelap .
" Maaf kan aku Ra " ujar Jen ,Air mata nya pun luruh ,ia tak menyangka dengan apa yang di alami sahabat nya itu .
**Bersambung
Vania
Varrel
Maaf ya kemarin gak up . author lagi gak enak badan dan ini aku sempatin untuk up . Seharian ini juga disini gak ada jaringan sama sekali . mohon maklum ya readers..
Jangan lupa like comment n vote nya ya..
Happy reading**