MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 21


Di Negara xx


Satu Minggu sudah sejak hari kelulusan Safira yang sebelum nya sudah di hubungi Jen untuk datang ke Kota, Karena ada hal yang harus mereka bicarakan ,apa lagi kalau bukan tentang Kuliah Safira . Kini ia sudah berada di jalan dengan supir suruhan Jen yang menjemput nya .


Jen tidak bisa ke Yayasan karena baru seminggu ia kesana bersama derren saat wisuda Safira Minggu lalu . Sebenar nya merasa sudah membicarakan dimana Safira akan kuliah , Jen memberi kebebasan pada Fira untuk memilih universitas ke inginan nya dimana pun itu . Dan Jen juga memberi waktu Safira untuk berfikir . sampai saat ini dia memanggil Safira untuk menanyakan keputusan anak nya itu .


Satu jam menempuh perjalanan akhirnya Mobil yang di kendarai Safira berhenti tepat di depan rumah Mewah milih Derren dan Jen .


i


Ting tong


Tak lama pintu terbuka , dan Jen sendiri yang telah membuka nya karena memang ia sudah menunggu gadis cantik itu .


" Sayang kau sudah datang ?" tanya Jen lembut , Fira langsung meraih tangan Jen dan mencium nya .Jen mengusap lembut kepala Fira dan memeluk tubuh gadis cantik itu .


" Iya bunda " jawab nya Tersenyum


" Ayo masuk sayang " Jen menggandeng tangan Fira untuk masuk kedalam .


" Abang !!! Ada kakak Fira nih " seru Jen memanggil Varo


Varo yang sedang asik dengan ponsel nya langsung meletakkan ponsel tersebut dan berlari ke arah bunda nya dan juga Safira .


" Yeay !!! Kakak Cantik datang!" seru Varo kegirangan


Fira mengacak rambut Varo dengan gemas


" Jangan di berantakin kak ! nanti Aku tidak tampan lagi " Ujar nya cemberut sambil merapikan rambut nya kembali


" Kau akan tetap tampan walau begitu " ujar Safira menggoda Varo ,tapi memang itu kenyataan nya .. Mau bagaimana pun Varo tetap lah tampan


" seriously sis? Well, if you say that, then that's how it is "


( Serius kak ? Baiklah , Jika kakak mengatakan begitu maka Memang begitu ) Ujar Varo dengan sombong nya .yang membuat Jen dan Fira terkekeh geli .


" Sudah , sudah ! Ayo biarkan kakak Fira duduk dulu oke !!"


" Oke !! Ayo kak " Varo langsung menarik tangan Fira menuju Ruang keluarga .. Varo memang lah sangat dekat dengan Fira karena memang Jen selalu menyempatkan waktu untuk ke yayasan dan Varo pasti akan ikut dengan nya. Varo memang tak pernah betah jika dia harus stay dirumah .. Maka itu dia lebih sering di rumah Gabriel dari pada di rumah nya sendiri.


Bibi mengantar makanan dan minuman untuk mereka . Jihan sedang istirahat bersama Alia tadi kata Jen saat Safira menanyakan keberadaan adik perempuan yang sangat cantik itu .


" Sayang ! Sudahkah kau pastikan akan kuliah dimana ?" tanya Jen lembut


" Safira .... Terserah bunda saja ! Tapi Safira ingin kuliah di kedokteran Bun , Untuk masalah kampus Fira ikut bagaimana keputusan bunda , karena bagi Safira dimana pun sama saja, sama sama tempat menimba ilmu " jelas Safira pada Jen . ia juga sungkan karena ia tau kuliah di kedokteran biru tidaklah murah ,dia tidak ingin lebih membebankan Jen dengan menuntut kampus yang bagus . Selama ini dia hidup enak dan berkecukupan , sekolah di temoat yang bagus dan tak kekurangan dalam hal apapun sudah sangat Beruntung untuk nya jadi dia tidak akan menuntut lebih jauh pada Jen .


Jen menghela nafas nya , ia sangat tau perangai Safira yang Pendiam dan merasa tidak enak pada nya .


" Fira ! Dengarkan bunda ! Kau jangan pernah merasa tidak enak akan hal apapun pada bunda sayang , Bunda ingin yang terbaik untuk anak anak bunda .. Jadi jangan pernah sungkan dengan bunda ! Baiklah jika kau ingin bunda yang menentukan kampus untuk mu .. Siapkan berkas-berkas untuk mendaftar , bunda akan urus semua nya dan kau hanya tinggal mempersiapkan diri mu untuk ujian masuk nanti " jelas Jen yang sangat mengerti akan Fira


" Dan lagi , Kau akan tinggal dengan bunda nanti Setelah mulai masuk kuliah ,tidak ada penolakan untuk itu !! Masalah adik adik sudah ada yang mengurus di sana .. kita juga bisa sering mengunjungi mereka nanti " Perkataan Jen kali ini tak bisa di bantah ,walau Fira berat meninggalkan Aduk adik nya tetapi mau tak mau dia harus melakukan nya .


" Baik bunda " jawab nya kemudian setelah terdiam cukup lama .


Jen Mengelus lembut kepala Fira


" Bunda mengerti perasaan mu nak , Tapi ini juga demi masa depan mu , jadi jangan sedih hm ? apa kau tidak senang tinggal dengan bunda disini ??" tanya Jen


" Bukan begitu bunda ! Fira sangat senang bisa tinggal bersama bunda Fira hanya sedikit sedih jika harus meninggalkan Adik adik disana " ucap Safira jujur..


" Iya bunda ngerti ,sayang "


Setelah pembicaraan mereka tentang kuliah Fira .. Varo mengajak Fira untuk bermain , dengan senang hati Fira menemani adik tampan nya itu bermain .


**


Di rumah Willi Ara sedang bersantai bersama William di ruang keluarga sambil menonton tv .


kini kehamilan Ara sudah menginjak 4 bulan ..Ara tiduran di atas kaki Willi sambil mengemil keripik kentang . Mama Willi sekarang juga bersikap sangat baik pada Ara bahkan bisa di bilang berlebihan karena ia tidak membiarkan ara melakukan apapun .


Karena hari Minggu ,Willi tidak pergi ke kantor ia ingin menghabiskan waktu bersama istri tercinta nya . Walau mereka sekarang tampak bahagia tapi Selly yang tidak terima dengan keputusan mama Willi karena membatalkan perjodohan mereka pun masih tak menyerah mengganggu hubungan Willi dan Ara . Tapi mereka tidak memberi tahu jika Ara sedang hamil dan semenjak hamil pun Ara tak pernah keluar rumah . bukan apa-apa mama Eline dan Willi khawatir akan terjadi sesuatu pada Ara jika dia bepergian mengingat Selly yang selalu bisa berbuat nekat.


" Honey .. Apa kau menginginkan sesuatu ?" tanya Willi sambil memainkan Rambut Ara


Ara berfikir sejenak " Seperti nya tidak !" jawab nya


" Benarkah ? Kenapa semenjak hamil kau tidak pernah menginginkan Apa pun , biasa nya orang hamil kan selalu menginginkan yang aneh aneh " ujar Willi sedikit bingung karena Ara memang tidak pernah meminta apapun semasa kehamilan nya .


" Ntah lah , aku pun tidak tau ! " Ara mengatakan apa yang memang ia rasakan


Ara memang tidak menginginkan sesuatu yang aneh aneh ,tapi sikap nya saja yang sering berubah-ubah pada Willi .. kadang dia merasa ingin dekat Terus dengan suami nya itu, kadang dia merasa kesal ,kadang juga dia sama sekali tidak ingin melihat Willi ,dan jelas itu membuat Willi sungguh tersiksa ,tapi mau bagaimana lagi dia harus mengerti jika istri nya sedang hamil dan memang hormon orang hamil sering berubah ubah begitu kata dokter .


Di kehamilan yang ke 4 bulan perut Ara tampak lebih besar dari orang hamil seperti biasa nya , Mereka juga tidak tau karena belum memeriksakan nya ke dokter Setelah 2 bulan yang lalu . Tapi besok adalah jadwal Ara cek up jadi Willi harus meluangkan waktu untuk istri nya ke rumah sakit besok .


" Sayang besok kau yang mengantar kan ke dokter kan ?" tanya Ara sambil memasukan kripik kentang ke dalam mulut nya


" Tentu dong honey. aku juga sangat ingin melihat perkembangan anak kita di sini " jawab Willi mengusap lembut perut buncit Ara.


" Terima kasih sayang "


Seperti rencana mereka kemarin , Hari ini Willi dan Ara berangkat ke rumah sakit .


Menempuh perjalan selama setengah jam mereka sampai di salah satu rumah sakit milik keluarga Admaja , karena sudah punya janji dan Ara termasuk pasien VIP jadi mereka tidak perlu mengantri dan langsung bertemu dengan dokter kandungan terbaik di situ .


" Selamat pagi Tuan Dan nyonya ,Senag bisa bertemu dengan kalian lagi" Dokter Ria menjabat tangan mereka berdua dan memberi senyum terbaik nya untuk mereka ..


" Iya selamat pagi , Senang juga bisa bertemu lagi dengan dokter " jawab Ara yang juga tersenyum pada dokter muda itu sedang kan Willi hanya mengangguk sebagai jawaban nya .


" Mari nyonya , Berbaring disini " Kata dokter itu dan Ara mengikuti perintah dokter tersebut , ia berbaring di bantu oleh Asisten dokter Ria dan menyelimuti kaki Ara sampai ke batas bawah perut


Willi duduk di sebelah brangkar tempat Ara berbaring, Ia menggenggam tangan Ara penuh sayang


Tampak lah di layar monitor bayi mungil Ara , Dokter ria Tersenyum manis melihat monitor itu . dan Willi yang sejak tadi memperhatikan monitor itu mengerutkan keningnya .


" Dokter .. Apa it..tu ???" belum sempat Willi mengucapkan kalimat nya Dokter ria sudah menjawab nya lebih dulu ,karena dia juga mengerti apa yang akan dikatakan oleh Willi


" Benar tuan !! Nyonya mengandung bayi kembar .. Dan Ini mereka .. Mereka sangat sehat dan Semua nya normal .. Bahkan Mereka sangat aktif didalam sana, Jantung nya juga bekerja sangat bagus , mereka benar benar sehat " Jelas dokter ria


Willi dan Ara seakan tak percaya dengan semua ini , Tanpa terasa Ara menangis haru dengan kebahagiaan yang ia dapat . setelah sekian lama mereka menanti . Tuhan sangat adil karena Mereka langsung dikasih kepercayaan untuk menjaga 2 Malaikat sekaligus .


Willi menciumi tangan Ara ..


" Terima kasih sayang !! Terima kasih " Willi pun tak terasa menetes kan air mata nya . ia benar benar sangat bahagia saat ini .


Dokter Ria Tersenyum haru melihat pasangan muda itu .


" Apa tuan dan nyonya ingin mengetahui jenis kelamin nya ?" tanya dokter ria


" Tidak dokter. biar lah itu menjadi kejutan untuk kami ,cukup dengan mereka sehat dan baik baik saja di dalam sini " ujar Willi Tersenyum sambil mengelus dan mencium perut istri nya .


" Baiklah ! saya akan meresepkan Vitamin Untuk kecerdasan Janin , Karena ini sangat bagus untuk perkembangan otak janin " jelas dokter ,ia memberikan resep tersebut pada Willi .


" Terima kasih banyak dokter " Setelah berjabat tangan mereka keluar dari ruangan tersebut tak sabar memberi tahu kabar gembira ini pada mama mereka .


Willi menebus Obat di apotek. Sedangkan Ara menunggu di Kursi tunggu dekat apotek itu.


Setelah selesai mereka berjalan dengan Willi merangkul pinggang Ara dengan mesra , Mereka terlihat sangat bahagia sesekali Willi melontar kan candaan nya yang membuat Ara tertawa lepas .


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang menatap tajam ke arah mereka .


Ia mengepalkan tangan nya melihat kebahagiaan Willi dan Ara .


" Lihat saja !! Akan ku pastikan kalian terpisah !!" gumam Orang itu mengepalkan tangan nya menahan emosi yang bergejolak dalam hati nya .


***


Di London tepat nya Di Cambridge University .


Ujian semester telah dimulai , Dan mereka tak lupa berdoa untuk kelancaran ujian mereka selama satu Minggu ke depan . tapi tampak ada yang berbeda dari Varrel dan Vania .sejak kejadian di pantai Minggu lalu Vania banyak diam dan mengabaikan varrel , Bukan karena apa !! Dia hanya tak ingin jatuh terlalu dalam dengan perasaan nya pada pria tampan itu .


Seperti saat ini , Setelah ujian selesai hari ini Vania berusaha menghindar dari varrel .


" Van .. Tunggu !!! " seru Varrel karena melihat Vania terburu buru Setelah melihat diri nya .


"Vania !!" teriak varrel , Karena tak ingin menjadi pusat perhatian Vania menghentikan langkah nya tanpa menoleh ke belakang , Varrel berlari menghampiri Vania dan menarik tangan gadis itu ke parkiran . untung tadi dia bawa mobil .pikir nya


Varrel memaksa Vania masuk kedalam mobil ,sedikit berlari Varrel memutari mobil masuk ke kursi pengemudi . tanpa berkata apa pun varrel melajukan mobil nya keluar area kampus , Setelah cukup jauh varrel menepikan mobil nya di pinggir jalan .


" Van Lo kenapa sih seperti menghindari gue ?" tanya varrel kemudian sambil melepas sabuk pengaman nya menatap ke arah Vania


Vania tak menjawab malah mengalihkan pandangan nya ke luar kaca


" Van !! Boleh gue tau apa kesalahan gue ? sampai Lo harus menghindari gue seperti ini?" tanya varrel lagi


" Jawab Van !!!" Seru Varrel yang membuat Vania tersentak dan melihat ke arah nya .


Vania menarik nafas panjang menatap varrel intens


" Kamu gak salah apapun , Disini aku yang salah ! Rel aku hanya ingin sendiri untuk sementara waktu ! Bisa kamu mengerti untuk itu ? Jika kau memang sahabat ku tolong mengerti lah !! " tegas Vania


" Apa maksud kamu Van ?? "


" Aku hanya ingin sendiri varrel !! Aku hanya ingin menata hati ku kembali " lirih nya


" Tapi kenapa?"


" Kamu gak perlu tau , Kamu hanya perlu mengerti , jadi tolong !!" ujar Vania dengan mata yang sudah berkaca-kaca


" Baiklah , aku tak akan memaksa mu untuk bicara , Tapi jika kau sudah siap kau bisa memberi tahu masalah mu pada ku itu jika kau masih menganggap ku sebagai sahabat mu , Aku juga tidak akan menggangu mu sampai kau datang sendiri pada ku " Varrel menghela nafas nya berat ,ntah mengapa dia terasa berat saat mengatakan itu .begitu juga dengan Vania yang merasa sesak di dada nya .


Varrel menghidupkan mobil nya dan mengantar Vania pulang ke apartemen nya , Selama perjalanan tak ada yang membuka suara nya sama sekali . Vania yang terus menatap ke arah luar membuat varrel bertanya tanya ada apa sebenarnya dengan Vania . apa karena ia mencium nya waktu itu ? ntah lah pikir Varrel .


**Bersambung


Varrel



Vania



Safira



Bunda



Abang Varo



Huh ... Akhirnya bisa up hari ini .. dia sela sela Author yang mau otw tmpat saudara aku sempatin buat up untuk kalian ..


Jan lupa like comment n vote nya ya ..


jangan bilang sedikit ini sudah 2000 kata lebih .


Happy reading n See you**