MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 28


Flashback On


Malam itu ,Fira sedang duduk di balkon kamar nya memetik senar gitar yang selalu menemani nya jika ia merindukan sosok Samuel kekasih nya , Ya kekasih nya karena tidak ada kata putus di antara Hubungan mereka . Lagu yang terlantun dari bibir nya sungguh menyayat hati bagi orang yang mendengar nya . Hidup nya yang sebatangkara tanpa tahu siapa orang tua nya , hanya sebuah kalung emas putih bermatakan Berlian yang terukir nama nya Safira L .Y yang dia sendiri tidak tahu kepanjangan nama nya ,hanya itu benda yang ia punya sebagai petunjuk tentang orang tua nya .


Fira tak menyadari jika sedari tadi Varrel memperhatikan nya , Varrel berjalan menghampiri Safira dan duduk di samping gadis itu membuat Fira sedikit terkejut dan menghentikan petikan gitar nya.


" Kamu masih suka main gitar? " tanya Varrel


" Hm "


" Ra " Varrel menatap Safira


" Iya ??"


" Ada yang mau Abang omongin "


" Iya? ngomong aja bang ! kayak nya serius bener " gurau nya


" Ra ! Abang gak tau ini benar atau tidak ! Abang sudah memikirkan nya baik baik , Ra aku sangat menyayangi mu ! Apa kau juga begitu ?" tanya Varrel ia memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan nya pada Safira karena ia sudah merasa mantap akan perasaan nya pada gadis itu .


Fira mengerutkan dahinya dan menatap varrel sejenak lalu tawa nya pecah begitu saja .


" Abang ini lucu sekali !! Jelas saja aku sangat menyayangi Abang , Kau kan Abang ku dari kecil kita hidup bersama . Jelas aku menyayangimu ! kenapa harus bertanya lagi " jawab Fira dengan kekehan


" Ra !! " Varrel meraih Tangan fira dan menatap nya dalam " Dengar !! Aku hanya akan mengatakan nya sekali , Aku menyayangi mu bukan sebagai adik tapi sebagai seorang wanita ! kau mengerti kan arti nya aku mencintaimu Safira " ujar Varrel mantap karena beberapa hari ini ia terus memikirkan perasaan nya pada Fira dan juga Vania .. Dia memang menyayangi Vania , dia juga nyaman bersama Vania tapi mungkin itu hanya kasih sayang sebagai sahabat . Tapi dengan Safira ?? selain rasa nyaman dia juga tidak rela jika Fira berdekatan dengan pria lain ,ntah mengapa dia merasa kesal . mungkin karena cemburu pikirnya . sebab itu lah dia menyimpulkan perasaan nya pada Fira .


Fira tidak pernah tahu perasaan Varrel ,yang ia tahu Varrel menjaga nya selama ini karena Dia adalah adik nya . Saat melihat Fira dan Vania Varrel selalu memikirkan perasaan nya kepada dua gadis itu sampai ia memantapkan pilihan nya pada Fira .


Safira yang mendengar perkataan Varrel Sungguh terkejut , Ia langsung melepaskan tangan nya yang sempat di pegang Varrel .


" A.. ap.. Apa yang Abang kata kan ? tidak .. tidak !! Abang gak boleh Mempunyai perasaan seperti itu pada ku ! gak boleh !!" tegas Fira sambil menepis tangan Varrel yang berusaha meraih tangan nya kembali


" Kenapa ? bukan nya kau juga menyayangiku ?" tanya Varrel tak mengerti


Fira menatap Varrel dengan tatapan tajam dan dingin .


" Aku memang menyayangi mu ! tapi itu i lebih dari seorang kakak ! Sungguh aku kecewa dengan Abang , walau aku tau kita tidak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta setidaknya Abang bisa mengendalikan perasaan Abang padaku ! " Varrel diam mencerna ucapan Fira


" Coba Abang pikirkan kembali ? apa benar perasaan Abang pada ku itu cinta ? atau hanya sekedar rasa nyaman ? Jika benar cinta ! maaf aku tidak bisa membalas nya karena aku sudah memiliki seseorang yang aku cintai ! "


.


" Tapi Ra ...!!"


" Dan !! Cobalah melihat sekitar Abang ! Jangan menutup mata dan hati Abang hanya karena kesalahpahaman tentang perasaan Abang pada ku ! lihat lah jika ada seseorang yang sangat tulus mencintai Abang , Jangan sampai Abang menyesal karena terlambat menyadari nya ! Tapi itu bukan aku ! Mungkin perasaan Abang pada ku hanya sekedar nyaman dan ingin melindungi ku sebagai adik , Mungkin Abang tidak rela melihat ku dekat pria lain karena selama ini hanya Abang yang dekat dengan ku , Cinta yang sebenarnya berbeda dengan Cinta pada saudari , Sama sama ingin melindungi , Sama sama merasa nyaman , Tapi di balik itu pada cinta yang sebenarnya Abang akan merasakan getaran aneh yang belum pernah Abang rasakan " tegas Fira menatap tajam pada Varrel


Varrel diam mendengarkan setiap perkataan Safira yang membuat nya dilema .


" Pikirkan kembali ucapan ku ! Maaf jika Setelah ini mungkin akan ada kecanggungan di antara kita , Tapi sungguh ! aku kecewa jika Abang benar benar mencintai ku " Fira berlalu meninggalkan Varrel tapi saat hendak melewati pintu balkon Fira berhenti dan berbalik


" Lihatlah ketulusan kak Vania ! dia sangat mencintai mu ! " Ucapan Fira kembali membuat Varrel mengingat kedekatan nya selama ini dengan Vania , Moment dimana dia mencium Vania dan itu sama sama ciuman pertama mereka . terbesit rasa bahagia dmjauh di dalam lubuk hati nya mendengar jika Vania mencintai nya .Varrel terpaku menatap kepergian adik nya dengan tatapan yang sulit di artikan .


Flashback off


Setelah kejadian itu ! benar saja jika mereka bertemu Varrel merasa canggung pada Fira dan ia lebih banyak diam memikirkan dan mencari kebenaran akan hati nya , Dia merasa bersalah karena telah merusak hubungan baik dengan orang yang selama ini ada di hidup nya sejak kecil . Varrel selalu memikirkan perkataan Fira jika Vania sangat mencintai nya ! Mungkin benar apa yang di katakan Fira jika dia merasa nyaman karena mereka tumbuh bersama sejak kecil dan varrel selalu berada disisi nya .


Buktinya saat Fira mengatakan jika Fira sudah memiliki seseorang dihati nya tidak ada rasa cemburu yang varrel rasakan ,hanya rasa kesal jika gadis itu akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan kekasihnya daripada diri nya .Varrel akan mencari tau apa yang ia rasakan pada Vania saat nanti mereka liburan di Bali . ketika benar dia merasakan getaran aneh pada Vania maka detik itu juga dia akan menjadikan Vania milik nya .


***


Menempuh perjalanan 20 menit akhirnya mobil yang mereka tumpangi Sampai di Universitas YASRI tempat Fira mencari ilmu . Varrel memarkirkan mobilnya di parkiran kampus , sudah tampak Mahasiswa dan mahasiswi yang berdatangan .


" Bang kalian pulang aja , Nanti aku bisa pulang naik taxi " ujar Vania sebelum turun dari mobil


" Gak bisa Ra , Nanti ayah bisa marah ! kamu gak denger tadi kalau kami suruh jagain kamu " jawab Varrel , Ini pertama kalinya sejak kejadian itu mereka berbicara


" Lalu kalian mau nunggu dimana ? gak mungkin kan kalian ngikutin aku kyak bodyguard ? Aku disini mau kuliah Lo bukan mau perang , Aku juga gak tau akan lama atau gak " ujar Fira panjang lebar


" Memang kamu mau kemana dulu ini?" tanya Ezhel


" Aku mau ke kantor dosen dulu nyerahin berkas berkas ini , Setelah itu Ke aula karena calon mahasiswa baru suruh kumpul disana "


" Ya udah yuk , kita anterin ke ruang dosen , Sebagai wali ayah Abang akan Nemani kamu , Setelah itu Kami mau liat liat kampus ini , Nanti kalau kamu udah selesai telpon Abang aja " ujar Varrel dan di angguki oleh Fira , karena dia tidak mau berdebat lagi dengan Abang nya itu.


Mereka berempat turun dari mobil , sejenak mereka memperhatikan bangunan kampus yang memiliki beberapa lantai dengan desain mewah seperti kampus elite yang lainnya.


Dimana pun mereka selalu menjadi pusat perhatian dan itu sudah biasa untuk Varrel ,Ezhel dan Aiden .tapi Fira sungguh ia merasa sangat risih dengan tatapan orang orang .


Fira dengan cepat Berjalan duluan meninggalkan 3 pria tampan tersebut , Tapi dengan langkah santai pun mereka bisa mengejar Fira . Fira membaca petunjuk menuju kantor para dosen atau lebih tepat nya petinggi kampus yang mengurus registrasi mahasiswa baru.


Tentu banyak senior kampus apa lagi para wanita yang mengagumi ketampanan 3 pria yang berjalan mengikuti Fira dan itu membuat Fira tak nyaman . Fira berhenti di koridor kampus dan berbalik kebelakang menatap mereka bertiga yang tampak acuh membuat Fira berdecak kesal .


" CK .. kenapa kalian mengikuti ku !!!" seru Fira , ia melupakan jika ia tadi yang mengizinkan mereka mengikuti dirinya .Varrel A


, Aiden dan Ezhel saling pandang mendengar perkataan Fira


" Kan kamu tadi udah ngizinin " jawab varrel


" Iya kah? tapi kan malu kalian tu jadi pusat perhatian orang orang , dikantongin dulu gih wajah nya " omel Fira kesal lalu ia berbalik melanjutkan perjalanan nya , dan itu membuat mereka bertiga terkekeh geli karena melihat Ara kesal .


Banyak para mahasiswa yang berbisik melihat kejadian itu , Mereka mengira mereka mahasiswa baru disini dan itu membuat para wanita disana bahagia bisa cuci mata melihat 2 cowok bule tampan dan satu Cowok berwajah China yang super tampan .tapi sayang mereka harus patah hati karena mereka bukan mahasiswa sini .


Kecantikan Fira juga tak kalah jadi sorotan para cowok disana ,tapi untuk para wanita mereka merasa tersaingi dan iri sehingga memandang sinis pada Fira .


Sampai di depan ruangan dekan Fira mengetuk pintu .


" Oke " Ezhel dan Aiden duduk di kursi tunggu depan ruangan itu .


Varrel dan Fira masuk setelah mendengar seseorang mengizinkan mereka masuk .


" Selamat pagi pak " ujar Varrel penuh wibawa menjabat tangan Dosen tersebut


" Selamat pagi ! Kalian mau registrasi ?" tanya Nya


" Iya pak ,tapi adik saya yang mau registrasi " jawab Varrel ia meminta berkas yang ada di tangan Fira dan memberikan nya pada dosen tersebut


" Adik ?? Wah saya kira kamu juga mau registrasi "


" Tidak pak , Abang saya tidak kuliah disini " jawab Fira


" Benarkah ? lalu Kuliah dimana ? kenapa tidak dini ?"Tanya dosen itu sambil memeriksa Berkas berkas Fira


" Di luar pak " jawab singkat Fira ,ia sangat malas menjelaskan dan pasti berakhir pujian untuk Abang nya , sedangkan Varrel hanya diam saja karena ia juga malas


" Luar ? Luar mana ?" tanya dosen itu ingin tahu


" Di Cambridge University pak , S2 Management Bisnis " Jawab nya lengkap malas di tanya lagi


" wah ! Hebat sekali ! S2 ? Seperti nya kamu masih sangat muda dan sudah S2 ? Luar biasa " puji dosen itu dan varrel hanya tersenyum menanggapi perkataan dosen tersebut


" Safira , Kamu lulus masuk dengan Nilai terbaik di urutan no 2 , dan ini hanya berbeda 1 nilai saja ,terus tingkatkan lagi ,saya akan mengurus beasiswa untuk kamu , saya senang jika mendapat mahasiswa berprestasi seperti kamu , Baik lah silahkan ke aula disana sudah ada kakak kakak senior yang akan membimbing para mahasiswa baru " jelas dosen tersebut


" Baiklah ! terimakasih banyak pak " Fira dan Varrel menjabat tangan Dosen itu lalu keluar dari ruangan tersebut .


" Ayo !!" ajak varrel pada kedua sahabatnya yang masih setia menunggu mereka


" Eits !! tunggu !! Kalian berkeliling aja , Aku mau ke aula " ujar Fira menghalangi mereka yang hendak mengikuti Fira


" Kami akan mengantarkan mu dengan aman sampai ke aula , Setelah itu baru kami berkeliling " ujar Aiden


" Tidak , aku bisa sendiri " tolak Fira


" Tidak ada penolakan Nona manis !!" ujar Ezhel dan Aiden yang membuat Fira kesal


" Menyebalkan !" Fira menghentakkan kaki nya dan berjalan cepat agar tidak bareng dengan mereka , Fira sungguh kesal di buat mereka ,melihat itu varrel , Ezhel dan Aiden tak bisa lagi menahan tawa nya hingga mereka menjadi pusat perhatian para mahasiswa disana.


" udah ayok " Varrel menghentikan tawa nya Setelah menyadari tatapan orang orang pengagum mereka.


Saat sampai di depan pintu aula Fira mengehentikan langakanya dan segera mengusir mereka agar dak membuntuti nya lagi .


Dengan terpaksa mereka meninggalkan Fira masuk kedalam sendiri dan mereka memutuskan untuk berkelit melihat lihat kampus tersebut .


Fira melangkahkan kaki nya memasuki aula , sudah banyak calon mahasiswa Mahasiswi baru disana yang menunggu para senior memberi bimbingan dan pengenalan besok baru acara ospek akan dimulai . Fira memilih bangku paling belakang ,disana sudah ada beberapa mahasiswa ,tak berapa lama para calon mahasiswa baru pun masuk satu persatu ke dalam aula tersebut .


Tepat jam 9 Para senior masuk kedalam aula itu . Ada beberapa senior perempuan yang tampak angkuh dan sombong , dari pojokan Safira bisa melihat galak nya kakak senior itu . di samping Fira duduk Satu orang gadis imut berbicara pada nya .


" Hai .. kenalin aku Airin , Semoga kedepannya kita bisa berteman baik " kata gadis itu ramah dan ceria


" tentu saja ! Aku Safira " jawab Fira Tersenyum menyambut uluran tangan Airin


Dan mereka mengobrol sebentar mengakrabkan diri lalu memperhatikan apa yang di ucapkan oleh Para senior di depan , Mereka tidak ingin terkena masalah jika ngobrol sendiri .


Fira memperhatikan satu persatu para senior itu .


Deg


Pandangan nya terkunci pada sosok laki-laki yang selama ini ia rindukan , Mata nya berkaca-kaca menatap pria Tampan yang sedang duduk dengan tatapan dingin . Teman teman nya sedang memberi arahan dan rencana untuk esok hari dan dia hanya diam memperhatikan .


" El ??" gumam Fira dalam hati nya


Fira tidak menyangka akan bertemu El disini dan menjadi senior nya . Dulu memang Samuel adalah kakak kelas fira di SMA . dia menjadi ketua OSIS disana dan bertemu pertama kali saat MOS . Samuel jatuh hati saat pertama kali melihat Safira . Fira yang pendiam dan cuek selalu membuat nya penasaran hingga setengah tahun El melakukan pendekatan akhirnya Fira luluh dan jatuh cinta pada nya . 6 bulan juga mereka menjalin hubungan mereka selalu bersama sampai satu sekolah tau kedekatan mereka .


Pulang dan pergi El selalu menjemput dan mengantar kan nya . mereka tidak pernah bertengkar atau berselisih paham . Mungkin hanya perdebatan kecil saja yang terjadi diantara mereka . Samuel dengan sifat nya yang banyak bicara dengan Fira yang diam pun melengkapi kebersamaan mereka.


Hingga saat Samuel Naik kelas 3 dan Fira naik kelas 2 Samuel tak pernah menampakkan dirinya lagi di sekolah ataupun di hadapan Fira , Ia menghilangkan bagai di telan bumi .tanpa kabar tanpa penjelasan . Fira mendengar kabar dari sahabat nya El jika El pindah sekolah di luar Negeri, Fira mencoba melupakan semua nya dan mengikhlaskan Cinta nya yang sudah terlanjur melekat di hati nya . Namun ia tidak bisa . Samuel tetap bertahta di hati dan pikiran nya ,. karena El orang pertama yang mampu membuat Fira lebih ceria dan tidak terlalu diam dan cuek seperti sekarang. Karena El hidup nya lebih berwarna ,sejenak melupakan jati diri nya yang tak punya orang tua .


Ntah apa alasan El meninggalkan nya tanpa penjelasan Fira juga tidak tau , Fira selalu bersikap ceria Dihadapan orang lain untuk menutupi kesedihannya karena kehilangan El dan dia akan sedih jika sendiri mengingat Kemana pria itu pergi . jika sudah tak mencintai nya setidaknya berilah penjelasan agar Fira mundur perlahan melepas pria itu .


Sekarang Lelaki itu ada di hadapannya , dengan jangkauan penglihatan nya!! Tapi sepertinya lelaki itu tak menyadari keberadaan nya karena posisi Fira yang berada di bangku paling belakang . Tapi sepertinya Ada yang lain dari lelaki itu ? Tatapan nya yang dingin ! tidak seperti El yang dia kenal dulu , Banyak pertanyaan yang bersarang di pikiran Safira . tapi dia seperti nya tidak akan mampu bertanya pada lelaki itu , Tidak ada kebencian Untuk El tapi rasa kecewa yang lebih mendominasi di hati dan pikiran nya .


***


Setelah para senior itu selesai menjelaskan semuanya , Mereka membubarkan para calon mahasiswa baru dan mereka akan bertemu lagi besok .


" Ra mau makan dulu gak ?" tanya Airin yang menyadarkan lamunan Fira . dia bahkan tidak mendengar apa yang di katakan Senior senior tadi .


" Eh .. iya boleh " jawab Fira Tersenyum


" Ya udah yuk "


Fira mengambil masker di tas nya dan memakai nya , ia tidak siap jika harus bertemu langsung dengan El .karena kakak kakak senior itu belum pergi dan masih berdiskusi disana sedangkan para mahasiswa baru telah bubar satu persatu dari aula itu . Fira melirik ke arah mereka disana tampak seorang gadis cantik dan sexi bergelayut manja di lengan Samuel dan itu membuat nya sesak . Fira meraih tangan Airin dan Menggandeng nya dengan cepat berjalan keluar mencari kantin . dia tak ingin berlama-lama disana karena merasa sangat sesak dihati nya .


**Bersambung


Haih .. kyak nya banyak yang kecewa nih dengan alur nya. .. Tapi gak apa sih karena aku nulis menurut Imajinasi ku aja . Penggemar Varrel Vania sabar aja ya !!! disini juga Akan menuju kisah cinta Varrel Vania . dan ini baru awal . Fira tu gak bakal mau sama Varrel dia dah cinta mati ma muel ...


Happy reading**