MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Episode 57


GA Hotel's


Di Aula Tampak ramai Orang Orang mempersiapkan Dekorasi di GA Hotel's


Tak Tak Tak


Derap langkah kaki terdengar di ruangan itu ,tampak dua orang wanita cantik memasuki Aula


" Bagaimana persiapan nya " tanya Jen pada manager hotel


" untuk sekarang Sudah 70% nona , Lusa sudah dipastikan siap semua "


" Oke ,saya akan berkeliling untuk melihat lihat "


" Baik nona , Mari saya antar "


" Tidak perlu , Saya akan berkeliling bersama Nona Khaira , Terima kasih " jawab Jen berjalan melihat persiapan acara bersama Ara .


Setelah berkeliling mereka berjalan masuk kedalam ruangan Direktur Hotel.


Jen memilih duduk di sofa ruangannya di ikuti oleh Ara .


" Ra menurut Lo gimana kedepannya Dengan Varrel , jujur gue berat kalau harus ngelepas dia ke London tapi gue gak ada pilihan lain " Ujar Jen memijit pelipisnya


" Gue rasa ini pilihan terbaik Jen "


" Iya tapi rasa nya gak tega Ra Lo tau kan umur dia aja baru 15 tahun ,gue pengen dia itu nikmatin masa muda nya seperti teman-teman sebayanya ,gue kadang gak habis fikir ma tu anak gue padahal nih ya udah gue kasih Kredit card tanpa batas tapi sejauh ini belum ada tagihan sama sekali , Dan untuk Debit card nya juga paling paling dia narik untuk keperluan adik adik nya "


" Lo harus nya bangga Jen ma Varrel , Dia begitu mungkin gak mau terlalu nyusahin Lo dengan foya foya "


" iya tapi gue gak merasa di susahin Ra , Mau dia foya foya seumur hidup nya pun harta gue gak bakal habis asal Lo lupa " songong jen


" Cih sombong " decih Ara dibalas kekehan oleh Jen .


" Udah ah , balik yuk gak ada kerjaan lagi kan "


" Gak , ya udah ayo "


Mereka berjalan keluar ruangan berjalan masuk ke dalam lift menuju lantai dasar ,baru turun 3 lantai lift berhenti dan terbuka tampak sosok pria tinggi tegap dan tampan masuk kedalam lift di ikuti asisten pribadi dibelakang nya .jen yang merasa kenal pun menyapa nya .


" Tuan Willi "


Deg


Jantung Willi seketika berdetak cepat melihat siapa yang menyapanya


" Ella " Lirihnya tapi masih dapat di dengar oleh ketiga orang yang berada didalam lift tersebut


" Ella ?? Siapa yang dia sebut Ella , ? batin Jen


Dia sekilas teringat seseorang yang pernah memanggil nya Ella sewaktu kecil Jen berperang dalam pikiran nya ,Nama itu mengingatkannya kembali kepada seseorang dalam masa kecil ya


" Kak willi " Jen menutup mulutnya seketika mengingat nama itu atau mungkin ??? pikirnya Oh God ke betulan macam apa ini ,jika pemikiran nya benar dia akan sangat bahagia, Jen teringat kembali kejadian di supermarket beberapa hari lalu . Tapi kalau memang iya kenapa sekarang dia berubah menjadi menyebalkan pikir jen lagi .


" Ehem" Jen berdehem menetralkan pikirannya.


" Maaf tuan ,anda bicara sesuatu?" tanya Jen


" Eh .. tidak ! " elak Willi


" Tapi aku mendengar nya , Apakah kau menyebut Nama Ella ? "


" Ya " jawab Willi singkat


" Apa kau ..." belum sempat Jen menyelesaikan perkataannya Lift sudah terbuka mereka sudah sampai dilantai dasar hotel .Jen dan Ara berjalan keluar di ikuti Willi dan Devin asisten Willi .


" Maaf kami permisi , dan ya Karena kita bertemu disini saya ingin mengundang tuan William untuk hadir diacara jamuan makan malam Hari Sabtu di Hotel ini , saya harap Anda bisa hadir " ujar Jen tersenyum ramah


" Tentu "


" Kalau begitu Terima kasih atas waktu nya , saya permisi .Kak Willi " Jen tersenyum penuh arti dan berlalu setelah berkata seperti itu pada Willi . Jen bukan orang bodoh yang tidak cepat mengerti hal hal yang ada dihadapannya . Dengan mendengarkan nama Ella , Dia sudah bisa tau siapa william karena hanya dia yang memanggil Jen seperti itu waktu kecil dan mengingat dia juga merasa familiar dengan Willi sebelumnya, sebenarnya Jen ingin sekali memeluk seseorang yang ada dihadapannya itu yang sudah ia anggap sebagai kakak ,tapi karena sikap willi yang menurut nya acuh dan menyebalkan jadilah Jen pun bersikap demikian.


Sedangkan William yang mendengar perkataan terakhir Jen membatu di tempat nya . Lidahnya keluh seketika tapi dengan cepat dia mencekal tangan Jen sebelum Jen berlalu jauh dari nya .


Merasa tangannya di pegang seseorang Jen membalikan badannya menghadap Willi


" Ada apa ?" tanya Jen santai , sedangkan Ara dan Davin sejak tadi hanya memperhatikan saja .


" Apa kau tidak merindukan ku " ujar willi yang sudah bisa menetralkan dirinya .


Dan itu semua juga tak luput dari perhatian pegawai hotel yang berada dilobi .


" Kenapa kakak tidak mengatakan apapun sebelum nya , kau tau aku sangat merindukan mu ,sejak bertemu dengan mu aku berfikir dimana aku mengenal mu tapi karena kau menyebalkan aku tak terlalu memikirkannya " ucap Jen melepas pelukannya dari Willi


" Kau tidak berubah , Masih saja Bawel seperti dulu , Ayo kita ke restoran saja , Agar lebih nyaman " ajak Willi di angguki oleh Jen


" Ayo Ra " ajak Jen pada Ara


" Kau berhutang penjelasan pada ku " ujar Ara


" Iya nanti juga kau akan tau "


Mereka berempat berjalan ke restoran Hotel dan duduk di ruang VVIP agar lebih nyaman untuk mereka mengobrol .


Jen memanggil pelayan hotel memesan minuman dan cemilan untuk mereka .


" Sekarang jelaskan " ucap Jen memasang wajah kesal pada Willi


" Hei ,Apa kau tidak bisa sabar sedikit adik kecil "


Ujar willi terkekeh


" Adik Kecil ? " saut Ara heran


" Apa ? Tidak kah kakak lihat aku sudah dewasa dan memiliki anak , Kau ini kau bahkan belum menikah sampai sekarang masih bisa berkata aku ini anak kecil lalu kakak ini apa ? orang tua yang tidak laku ? Jen mendengus kesal dan menatap tajam pada Willi


" Hei ,mah tidak sopan sekali pada kakak mu ini , setelah sekian lama tidak bertemu apa ini caramu berkata padaku ? " Willi berpura-pura memasang wajah marah


" Tidak usah memasang wajah seperti itu ,aku tidak takut , sekarang jelaskan saja kenapa kakak tidak memberitahu aku sejak awal jika kakak adalah kak Willi ? "


" Kakak bahkan belum lama ini mengetahui nya , Aku bahkan sudah lama mencari


mu tapi tidak berhasil menemukan mu La , Kau hilang bagai ditelan bumi . Kakak mencari kerumah lama Daddy tapi kalian sudah pindah dan yang kakak dengar mommy sudah meninggal , dan Daddy sudah menikah lagi sejak itu kalian pindah ntah kemana "


" Lalu bagaimana bisa sekarang kakak tau kalau aku Ella "


" Orang orang yang kakak suruh mencari keberadaan mu baru berhasil menemukan mu setelah sekian lama la " jawab Willi di angguki oleh Jen.


mereka pun bercerita hingga waktu menunjukkan pukul 5 sore Jen dan Ara pamit pada Willi .


" Hati hati sampai ketemu lagi , salam untuk derren dan untuk Keponakan kakak yang tampan " ya Willi juga sudah menceritakan jika dia bersahabat dengan derren .


" Oke , By " Ara pun sudah mengerti setelah Mendengar cerita Jen dan willi tadi .


" Ra, menurut Lo kak Willi bagaimana ?" tanya Jen saat ini mereka sedang berada di perjalanan pulang .


" Maksud lo ? "


" Ish Ara masak Lo gak ngerti sih apa maksud gue, emang Lo gak tertarik gitu sama kak Willi ,dia orang baik Lo Ra "


" Gak usah aneh aneh deh Jen "


" Gue gak aneh aneh ARA !!! Khaira Anastasya Willson yang cantik nya kebangetan , gue itu cuma gak pengen Lo sendiri terus , Atau Gimana kalau Raka aja dia juga baik tampan lagi gak kalah ma kak Willi "


" Ntar deh gue pikirin , Gimana kalau dua duanya ?"


Cletak


" Aw ,sakit tau ! " jitakan mendarat di kening Ara


" Makanya kalau ngomong jangan asal . Mana boleh begitu mau dua duanya , Eh tapi Ra kayaknya gue lebih setuju ma kak willi deh "


" Kenapa gitu ? "


" Ya karena Lo tau sendiri kan si Raka tu gimana , Kaku kaya kanebo " Jen terkekeh sendiri dengan ucapannya Ara pun tertawa membenarkan ucapan jen


" Sembarang kalau ngomongin orang , tapi emang bener sih " mereka pun tertawa mengingat sikap Raka jika bertemu mereka hanya ada satu ekspresi di wajah nya yaitu Datar . Tanpa terasa mobil Jen sudah sampai di apartemen Ara .


" By sayang sampai ketemu lagi , jangan kangen ya " ujar Ara


" Dih Ogah Gue kangen ma Lo , Ya udah by " Jen melanjutkan perjalanan nya menuju kediaman Admaja .


**Bersambung


Karena 2 hari kemarin gak up nanti aku up 1 chapter lagi . jangan lupa Like coment n Votenya ya gays .


Happy reading**