MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 62


Tepat pukul 7 malam pesawat yang Vania tumpangi mendarat sempurna di Bandara Negara xx . Gadis itu berjalan terburu-buru keluar dari bandara , disana sudah ada mobil yang siap menunggu nya , karena sebelumnya dia sudah mengabari pengawal nya untuk menjemputnya .


" Selamat malam nona "


" Malam , Kalian bawa barang-barang ku pulang , Aku masih ada urusan " Ucap Vania pada kedua pengawal yang memang ia suruh membawa 2 mobil .


" Tapi .. nona " Pengawal itu ingin menolak karena Papa dan mama Vania saat ini sedang dirumah , dan tau akan kepulangan gadis itu


" Apa ? Aku sedang buru-buru " Desak Vania hendak masuk ke dalam mobil


" Tuan dan nyonya sedang berada di rumah dan tau akan kepulangan nona , apa yang harus kami katakan jika mereka bertanya nanti ?" Ucap salah satu pengawal itu


" Katakan saja , aku akan pulang nanti ... tapi saat ini aku benar-benar ada keperluan yang tak bisa di tunda " jawab Vania kemudian ia la gaung masuk kedalam mobil dan melajukan mobil itu dengan kencang meninggalkan ke dua pengawal yang masih khawatir dengan nona muda mereka . tapi bagaimana lagi mereka tau jika Vania tidak bisa di bantah , Walau kepribadian Vania diam tapi gadis itu penuh dengan ketegasan.


" Oh Shit !! Aku lupa menanyakan lokasi acara itu " ujar Vania menepikan mobilnya di pinggir jalan. ia berpikir tidak mungkin saat ini ia menelpon Varrel dan menanyakan keberadaan kekasihnya itu , lalu Vania mengutak-atik ponsel nya melacak keberadaan Varrel saat ini .


" Lokasinya lumayan jauh " Gumam Vania , ia meletakan ponselnya menjalankan mobilnya menuju lokasi Varrel yang tertera di ponselnya .


" Aku benar-benar akan terlambat kalau begini " Ujarnya lagi melihat kemacetan di hadapannya .


Tepat pukul 9 malam dia sampai di Gedung xx , Vania memperhatikan sekeliling gedung itu dari luar yang sangat sepi , tapi masih banyak mobil terparkir disana .


" Tidak ada penjaga kah ?" tanya Vania pada dirinya sendiri , ia merasa aneh . perasaan gadis itu semakin gelisah dan tak menentu, Vania menyelipkan pistol kedalam jaket nya , gadis itu keluar dari mobil menggunakan topi menyamarkan penampilan nya .


Kakinya yang baru melangkah akan memasuki Aula tempat acara itu pun Seketika berhenti dan bersembunyi di balik tembok, Mata nya membulat sempurna melihat pemandangan dihadapannya yang sangat kacau , Baku hantam dan Saling tembak ,menyerang satu sama lain terjadi disana . Ini pertama kali Vania melihat aksi seperti film Action yang sering ia tonton , tapi ini adalah real !! Bahkan ini lebih hebat dari film-film yang hanya acting belaka .


Matanya menatap sekeliling , ia melihat Derren ,Jen dan Satu orang pemuda yang tidak ia kenal yang tak lain adalah Axel berjalan dengan santainya membasmi musuh seperti membasahi nyamuk . Luar biasa !! Pikir Vania. Vania memang bisa beladiri dan menembak tapi itu semata hanya untuk melindungi dirinya dari orang jahat karena ia anak perempuan Dari seorang pengusaha sukses ia harus bisa melindungi dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain . apa lagi saat ini ia masih menimba ilmu di negri orang ,Vania hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri . walau ada pengawal tapi tetap saja dia tidak bisa bergantung pada orang lain .


Mata Vania terus memperhatikan mana musuh mana orang-orang keluarga Varrel . kini ia menemukan bahwa orang-orang Black Devils menggunakan Anting giwang Berwana perak Dan hitam di tengahnya terdapat lambang Huruf BD atau Black Devils terukir indah di anting tersebut . Walau Vania tak tau apa artinya tapi ia bisa menandai dari benda itu .


Mata Vania terus memperhatikan sekeliling hingga matanya tertuju pada Seseorang di balik tembok yang mengarahkan pistol kepada seseorang , Kini posisi Vania memang tidak terlihat oleh siapapun karena dia berada di tempat yang cukup gelap , Mata Vania melihat seseorang yang sedang di bidik oleh orang tersebut , Sungguh ia terkejut karena Sasaran orang itu adalah Varrel , Kekasihnya .


" Oh tidak!!"Vania melihat Varrel menggandeng seorang gadis ,ingin membawa gadis itu Keluar dari gedung itu .


" Mungkin itu Stelly " gumam Vania , Vania melihat Tn Soni menarik pelatuk nya ,dengan Cepat Vania berlari ke arah Varrel dan mendorong Varrel menjauh ,hingga pemuda itu terjatuh begitu juga dengan Stelly yang ikut terjatuh karena mereka bersama tadi .


Brugh


Dor Dor


" Arrghh !!" Rintih Vania merasakan Sakit di punggung nya , bukan satu kali tapi 2 kali tembakan tepat mengenai punggung dan pinggang bagian belakang gadis itu .


Pandangan mata Varrel kini terpaku pada gadis yang Berlumuran darah itu . Matanya nyalang menghunus pada sosok yang telah melayangkan tembakannya pada gadis tersebut. Mata varrel Merah seakan kemarahannya akan meledak saat itu juga, Kakinya terasa lemas ketika melihat siapa gadis itu , gadis yang telah mendorongnya dan menerima tembakan dari pria yang kini bersembunyi di balik tembok ,tapi Varrel tetap bisa melihat siapa orang itu.


" Beraninya kau !!" gumam Varrel penuh tekanan


" Vania !! " Varrel langsung bangun dan menghampiri kekasihnya yang tergeletak lemah , walau Vania masih sadar tapi nafasnya terasa berat , Posisi Vania yang terlungkup tak dapat melihat Varrel yang berada di belakangnya . Varrel membalikan tubuh Vania dan memangku kepala gadis itu di atas pangkuan nya .


" Sayang !! Bertahanlah .. Sadar Vania !!" seru Varrel terus menepuk pelan Pipi gadis itu . Vania Tersenyum pada Varrel , tangannya mengulur memegang pipi Varrel .


" Kau baik-baik saja ?" tanya Vania terbata


" Apa yang kau katakan ! kaulah yang tidak baik-baik saja saat ini " Seru Varrel , mata Varrel melihat sekeliling mencari bantuan .


" Uncle !!" Seru Varrel pada kevan


Kevan yang mendengar teriakan Varrel pun menoleh ke arah pemuda itu , tapi ia tak bisa langsung menghampiri nya karena posisinya saat ini sedang di melawan anak buah Soni yang tak ada habisnya , begitu juga dengan rio . Mereka berbalik melindungi Varrel , Serena dan Vania agar tak ada yang mencari kesempatan menyerang mereka .


" Cepat bawa dia ke rumah sakit ! Kami akan mengatasi ini " seru Kevan .


Varrel mengangguk , Ia mencoba menggendong Vania tapi gadis itu menahan tangan Varrel dan menggelengkan kepala nya .


" A.. aku ..sudah tidak ada waktu ! Tetaplah hidup bahagia setelah ini " Ucap Vania terbata ,ia terbatuk-batuk dan darah segar keluar dari mulut gadis itu , mungkin peluru itu mengenai organ dalam gadis tersebut .


" Jangan bicara sembarangan !! aku harus bertahan .. Aku akan bahagia bersama mu " Seru Varrel ,ia mengangkat tubuh Vania di tengah kericuhan yang terjadi , Serena yang syok dengan apa yang ia lihat pun tersadar dan segera mengikuti Varrel keluar dari gedung itu .


" Tuan ! Nona .. Nona Vania tertembak dan sekarang tuan Varrel sudah membawanya keluar menuju rumah sakit " ucap Sam di balik layar .


" CK .. Sialan!! " Gumam Jen


" Sayang .. Perintahkan semua anggota yang masih bertahan keluar dari gedung ini .. cepat !!" Perintah Jen pada derren


" Baik ! Kau hati-hati " jawab derren yang sudah mengerti apa yang ingin Jen lakukan .


" Sam ! dimana Soni " tanya Jen


" Dia masih di dalam gedung Sebelah kiri nona , bersembunyi disana setelah berniat menembak tuan muda Varrel tadi " jawab Sam


" Bagus ! Kau keluar lah dari sana .. Aku sudah malas berlama-lama disini, permainannya sudah tak menarik lagi " ujar Jen yang sudah khawatir dengan keadaan Vania yang tertembak


" Baik nona !!"


Setelah derren memerintahkan seluruh anggota black devils keluar gedung, secepat mungkin mereka semua keluar dari tempat itu , Cukup membingungkan Pihak Soni karena mereka tiba-tiba mundur . Mereka yang sudah kehabisan peluru pun berniat mengejar mereka keluar . Jen mengaktifkan Ledakan yang sudah di tanam sebelumnya .Tapi bukannya keluar Jen berjalan santai tanpa di ketahui Tn . soni Jen sudah berada di belakang pria itu . dengan sekali pukul tepat di tengkuk pria itu seketika tak sadarkan diri .


Jen memerintahkan Sam dan asistennya menyeret tubuh Tn Soni .


Tak berapa lama mereka keluar tempat itu meledak .. luluh lantah hancur seketika , tak tersisa hanya debu bangunan itu yang tersisa disana .


" Dan segera bawa segera ke rumah sakit pribadi kita para anggota yang terluka , Beri kompensasi pada keluarga mereka jangan sampai mereka kekurangan " ujar Jen


" Baik tuan ! Nona " jawab Sam


" Axel , kembali lah ... kau pasti lelah " ujar derren pada Axel .


" Baik kak!" Axel adalah adik sepupu derren yang datang dari LA 2 tahun lalu , Ibu Axel adalah adik dari Mama Anita , mama derren ! Dia menikah dengan papa Axel yang berkewarganegaraan LA dan pindah kesana . orang tuanya meninggal karena kecelakaan jadi sekarang ia tinggal bersama papa dan mama derren , Semenjak ia melihat Derren berlatih saat sedang berkunjung ke kediaman Admaja , ia berkeinginan untuk masuk kedalam dunia Derren , Pemuda berusia 19 tahun itu mempunyai tekat yang kuat hingga selama 2 tahun ia mampu menguasai semua jenis beladiri yang Black Devils miliki , begitu juga dengan Pemakaian segara jenis senjata. Di usia yang 19 tahun ia sudah lulus S2 dan sekarang ia memegang kendali perusahaan peninggalan Orang tuanya , ia memindahkan Perusahaan inti di Negara ini . Karena ia harus tinggal disini . Terkadang ia juga pergi ke LA untuk melihat ke adaan di sana . Mama derren tak mengijinkan Axel tinggal sendiri di negara itu , jadi mau tak mau Axel menuruti keinginan Aunty nya , selain itu .. Itu juga keinginan terakhir mama Axel .


Setelah Axel pergi , derren dan Jen segera ke rumah sakit menyusul Varrel .. Sam sudah mengerjakan tugas nya .. Kevan dan Rio malam itu juga harus kembali ke London karena perusahaan disana tak bisa di tinggal terlalu lama , walau ada Radith disana yang saat ini menghandle pekerjaan mereka Tapi tetap saja mereka kepikiran karena tak mudah menjalankan dua perusahaan yang yang bergerak di bidang berbeda.


Radith dan Nada kini sudah mempunyai seorang putri yang bernama Rana Raditya. semenjak nada melahirkan dia tak lagi bekerja di perusahaan karena Radit melarangnya ia ingin ada fokus pada keluarga dan anak-anaknya.


**


Sesampainya di rumah sakit Jen dan derren berjalan cepat menyusuri lorong rumah sakit , Tampak di depan ruang operasi Varrel duduk menunduk dengan baju yang sudah berlumuran darah , Serena juga duduk diam karena masih syok dengan apa yang terjadi , ia memikirkan bagaimana keadaan gadis yang mengorbankan diri untuk mereka , gadis yang tidak bersalah dan tak tau apapun harus menjadi korban disini , hanya untuk membebaskannya dari tangan pria br****ek itu .


Air mata Serena mengalir membasahi pipinya , dalam hatinya ia terus saja merutuki dirinya sendiri , ia menyalahkan dirinya karena kejadian ini gadis itu harus menjadi korban , dan itu adalah Wanita yang Varrel cintai , Ia sungguh tak tega melihat keadaan Pria yang sudah seperti Kakaknya sendiri itu terpuruk melihat keadaan kekasihnya saat ini .


Saat sampai dirumah sakit ,Vania sudah tak sadarkan diri , bahkan Nafasnya melemah saat itu .. Gadis itu terus menggenggam tangan Varrel sepanjang perjalanan , matanya terpejam dan bibirnya tersenyum . Tadi Varrel berniat membawa mobil itu sendiri tapi melihat keadaan Varrel yang tak stabil begitu juga dengan Serena , Serena meminta bantuan pada pengawal yang ada disana saat itu ,untung dia menandai Anting yang terpakai pada setiap anggota black devils. jadi dia tak salah orang .kalau sampai salah meminta bantuan kan bahaya, Pikirnya .


" Bagaimana keadaan Vania ?" tanya Jen yang sudah sampai di hadapan Varrel dan Serena .


Varrel tak menjawab , pemuda itu Masih tertunduk mengepalkan tangannya , bagaimana tidak itu terjadi tepat di depan matanya . kini Gadisnya tergeletak tak tau bagaimana keadaannya saat ini karena orang itu .


" Sudah satu jam setelah lampu Operasi menyala , tapi dokter belum ada keluar " Jawab Serena ,karena ia melihat Varrel hanya diam tak menjawab pertanyaan Jen .


Jen menghela nafas mendengar jawaban Serena .


Serena meremas tangannya ,ia sungguh tak enak dan merasa bersalah harus merepotkan banyak orang.


" Kakak ! Maafkan aku .. ini semua salah ku .. kalau saja kalian tidak terlibat menyelamatkan aku semua ini tidak akan terjadi " Ucap Serena tulus pada Jen , Dia memanggil kakak karena tadi Varrel mengenalkan mereka sebagai kakak dari Varrel .


" Sudah lah , semua ini bukan salah mu .. jangan menyalahkan diri sendiri , mungkin ini sudah menjadi jalan yang harus tergores kan dalam kehidupan kita " Jawab Jen meraih Serena dalam dekapannya .ia mengelus lembut punggung gadis itu , dia tau Serena tulus , dia gadis yang baik dan ceria tapi harus melewati berbagai kejadian yang buruk dalam hidupnya .


" Varrel !! Yakinlah semua akan baik-baik saja " Derren menepuk pundak Pemuda itu ,memberi dukungan bahwa semua akan baik-baik saja .


Jen yang duduk antara Varrel dan Serena menggenggam tangan Putra nya itu , ia tau Varrel saat ini sedang dalam perasaan yang kacau , Antara Terkejut dan Emosi .


Terkejut karena Vania yang dia tahu sedang berada di London Kenapa bisa tiba-tiba datang dan menyelamatkannya ,ia merasa emosi karena tak bisa melindungi gadisnya itu dan juga pada pelaku yang melukai kekasihnya.


1 jam berlalu , Seorang suster berlari keluar dengan wajah panik mengambil sesuatu yang di perlukan dokter didalam , Melihat kepanikan di wajah perawat itu Jen dan yang lainnya menjadi ikut panik , Jen berdiri di depan pintu ruang operasi melihat dokter memegang alat pacu jantung yang akan di berikan pada Vania . Varrel yang juga melihat itu dibelakang Jen mematung tak percaya , Ia terus berdoa untuk keselamatan Vania .


Hingga mereka melihat wajah dokter yang lemas dan Mesin Generator yang bekerja menerima data dari sensor dan menunjukkan garis lurus menandakan detak jantung pasien telah menghilang.


Kaki Varrel seketika lemah serasa tak bertulang , Ia tak mampu lagi menahan beban tubuhnya hingga jatuh terduduk di depan ruang operasi itu . Jen , derren juga Serena tak kalah Terkejut dari Varrel ,tapi derren yang masih bisa mengontrol dirinya mencoba menenangkan Varrel saat itu , Walau dia tau tak ada gunanya untuk saat ini .


" Vania !!" lirih varrel tak terasa air mata pemuda itu mengalir membasahi pipi mulusnya.


.


.


.


.


**Bersambung


Hai .. jangan pada tegang dong .. di rileks kin aja ..


kita sama-sama berdoa semoga ada keajaiban buat Vania ..tapi aku juga belum tau untuk itu .


kalian bisa kasih saran untuk kelanjutan nya , apakah Vania akan hidup atau Pergi ...Pilihan terbanyak Nanti akan aku jadiin alur selanjutnya. oke !!


Varrel



Vania



Axel



Stelly



Jangan lupa like comment n vote nya ya ..


Happy reading gays**