
Setelah mendengar penjelasan William ada kelegaan tersendiri di hati nya .
" Jadi ??" tanya Willi menaikkan satu alisnya menatap Ara
" Apa? " tanya Ara kembali seolah tak mengerti
" CK , Khaira Anastasya Willson maukah kau menikah denganku , Menjalani hidup menjadi pendamping ku dalam keadaan susah dan senang , menjadi ibu dari anak anak kita nanti , Aku bukan lelaki yang pandai merangkai kata kata indah , aku hanya akan mengatakan apa yang aku rasakan . Jadi ? Mau kah ? " Perkataan Willi walau tak seindah yang ia harapkan tapi dapat menyentuh relung hati nya , Ara menatap Willi dalam tanpa menjawab ia mengulurkan tangannya tanda menyuruh Willi memakaikan cincin tersebut di jari manis nya .
" Yeay !!!" Seru Jen bertepuk tangan setelah mereka berdua bertukar cincin . Derren dan yang lainnya pun sangat senang mereka semua menikmati malam itu dengan bahagia dan saling bertukar cerita , Raka yang juga gencar mendekati Laurent karena pertama kali bertemu Laurent ntah kenapa dia sudah merasa tertarik dengan gadis konyol itu .
***
Di tempat lain tampak sosok lelaki yang sedang membereskan pekerjaan nya . Ia seperti bersiap hendak keluar dari kantor karena memang ini waktu makan siang tapi karena ada janji dengan klien di restoran xx jadi dia memutuskan sekalian makan siang disana .
" Ri , saya mau ketemu klien diluar ,tolong kamu handle Pekerjaan disini " Kata gabriel pada Ria sekertaris nya .
" Baik tuan " dengan cepat ria menjawab karena ia tau akhir akhir ini Mood bos nya sedang tidak baik bahkan sering melampiaskan kekesalan nya pada para pegawai nya tidak seperti Bos mereka sebelum nya yang ramah dan baik hati .
Gabriel berjalan dengan gagah tatapan mata nya yang dingin menusuk , Ia Keluar dari Gedung Perusahaan nya menuju mobil yang sudah siap di depan gedung, Supir pribadi nya dengan sigap membukakan pintu untuk nya .
Tak berapa lama mobil yang di tumpangi Gabriel sampai di Mall xx . Kini dia sudah berada di dalam restoran xx bertemu dengan klien nya , setelah selesai klien nya pamit undur diri . Gabriel melihat jam di pergelangan tangannya sudah jam 3 sore jika ia kembali ke kantor nanggung juga jadi ia memutuskan untuk pulang walau sebenarnya ia enggan untuk kembali kerumahnya .
Bruk
tanpa sengaja Gabriel menabrak seseorang karena ia tidak memperhatikan jalan dan asik dengan ponsel nya " Maaf .. Apa kau baik baik saja nona ?" tanya nya
" Iya , Gak apa apa " jawab nya sambil membereskan berkas-berkas yang sempat jatuh karena di tabrak Gabriel . Gabriel buang melihat itu pun ikut berjongkok membantu nya tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan saat akan mengambil kertas nya yang sama . Mereka sama sama mendongakkan kepalanya
" Kak Gabriel !!"
" Nada "
Ya Nada lah yang di tabrak nya tadi , Karena nada juga baru selesai bertemu klien yang akan memakai desain nya.
Deg
Jantung Gabriel kembali berdetak melihat wanita yang ia cintai selama ini berada dihadapan nya saat ini . Pandangan nya terpaku pada Nada . Nada yabg saat itu tampil casual dengan Celana panjang berwarna hitam dan blouse dengan model yang mengekspos bahu mulus nya tapi berlengan panjang ,yang ia masukkan kedalam celana nya menambah kesan elegan dengan tatanan rambut yang ia kuncir kuda menampakkan leher jenjang nya .
" Hai kak, Apa yang kakak lakuin disini ?" tanya nada dengan ramah sambil berdiri dan merapikan Berkas di tangan nya . Gabriel memberikan kertas yang ada pada nya " Makasih ya " dengan senyum manis ia mengucapkan terima kasih pada Gabriel .
" Iya , Kamu sedang apa disini ?" bukannya menjawab pertanyaan nada , Gabriel malah balik bertanya pada nya. .
" Aku baru aja selesai bertemu klien " jawab nya Riang dan di angguki boleh Gabriel
" Apa kau akan langsung pulang ?" tanya gabriel
Sejenak nada melihat jam yang melingkar di tangannya
" Seperti nya ia , Nanggung kalau harus kembali ke kantor aku akan mengerjakan pekerjaan ku di rumah saja " Jelas nya
" Mau aku antar ?" Nada terdiam sejenak mendapat tawaran dari Gabriel , nada menimbang nimbang jika Gabriel belum menikah mungkin dia akan mau tapi sekarang status Gabriel berbeda dia tidak ingin terjadi kesalahpahaman di keluarga Gabriel nanti .
" Gak deh kak , makasih Loh sebelum nya tapi aku udah pesen taxi online dan sedang menunggu di luar , kalau begitu aku duluan ya kak " Nada pergi sebelum Gabriel mengatakan apa apa lagi , Nada bukan tak mengerti arti tatapan Gabriel tapi dia tidak bisa berbuat apa pun karena kini hatinya juga sudah berlabuh pada pujaan hatinya yaitu Radith .
Melihat kepergian Nada, Gabriel hanya bisa menarik nafas nya kasar , ntah apa yang ia rasakan saat ini seolah semua orang pergi dari nya .tidak Nada tidak juga Disha .
Sampai dirumah Gabriel membersihkan diri dan merebahkan diri nya di tempat tidur . kini ingatan nya berputar tentang kejadian baru baru ini , Pernikahan yang dipaksa , Perlakuan nya selama menikah dengan Disha hingga sampai saat dia melecehkan istri nya sendiri sampai sampai wanita itu pergi meninggalkan nya tanpa kata .
Sunyi !!! Itu yang ia rasakan saat ini rasa bersalah menyeruak di hati nya , ia sudah mengutus orang orang untuk mencari istri nya tapi sampai sekarang sekarang belum membuahkan hasil . Dan tadi pertemuan nya dengan Nada yang semakin membuat nya bimbang dengan perasaan nya pada disha yang mungkin hanya sekedar merasa bersalah tapi ia berjanji jika ia menemukan Disha dia akan mencoba menerima wanita itu sepenuhnya walau mungkin dia harus belajar untuk mencintai nya .
Disisi lain Disha Hidup dengan Bahagia ,hari hari nya Sangat berwarna dengan anak anak di yayasan yang ia tinggali , Sesekali dia akan mengecek ke butik jika tidak terlalu penting dia memilih di rumah saja bersama Mia yang memang belum sekolah .
Di malam hari ,Ia terkadang sulit tidur memikirkan masalah yang sedang menimpa rumah tangga nya , Disisi lain ia merindukan suami nya dan terkadang merasa bersalah telah meninggal kan Lelaki yang sudah resmi menjadi suami nya itu . tapi Selain itu rasa kecewa nya lebih besar dari pada perasaan nya saat ia merindukan sosok lelaki yang telah mengisi hati bersamaan dengan rasa benci yang mendominasi .
" Aku membenci mu , tapi aku juga mencintaimu " lirih nya tanpa terasa air mata nya mengalir tapi Disha segera menepis nya lalu perlahan ia memejamkan mata nya hingga terlelap .
***
Satu bulan berlalu pencarian Gabriel tidak mendapatkan hasil sama sekali tentang keberadaan Disha , ia semakin merasa prustasi dan kehilangan .
Gabriel berjalan dengan gontai Memasuki kamar yang sebelumnya di tempati oleh Disha, Ia menatap sekeliling ruangan dengan mata sendu ,kini ia duduk di lantai bersandarkan tempat tidur merutuki diri nya sendiri segala macam cara ia lakukan tapi hasilnya tetap nihil . dia bahkan memantau Jennie siapa tau Jennie pergi menemui Disha tapi ternyata dia salah Jen sama sekali belum menemui Disha sejak Jen mengantar kan nya kesana .karena Jen sudah tau akan hal itu .
" Kamu dimana sha , Maaf ,maafin aku , Pulang lah aku mohon ,Disha ... DISHAAAA" seru nya frustasi air mata nya seketika mengalir deras .
Sedangkan saat ini Disha sedang bermain Dengan Mia karena anak anak yang lain masih sekolah .
" Bunda sha , Bunda kenapa? Bunda sakit ?" tanya Mia karena melihat wajah pucat Disha
" Gak kok sayang ,bunda gak apa apa mungkin hanya kelelahan saja " jawab nya tersenyum sambil menahan pusing yang menyengat di kepala nya
" Ya sudah ,kalau gitu ayo Mia anterin bunda istirahat " Ucap gadis kecil itu menggandeng tangan Disha
" Baiklah putri kecil ayo " Saat berdiri tiba tiba pandangan mata Disha sangat gelang dan ia pun jatuh tak sadarkan diri
" Bundaaaaa" teriak Mia
Di dalam kamar yang begitu asing bagi nya ia membuka mata dan menatap langit-langit kamar yang bercat putih lalu ia menoleh ke arah seseorang yang tertidur dengan posisi duduk sambil menggenggam tangan nya .
Deg
" Kak Gabriel " gumam nya air mata nya luruh begitu saja melihat orang yang selama ini ia rindukan dan juga ia benci secara bersamaan .
Ingin rasa nya Disha menepis tangan ini tapi pikiran nya tak sesuai dengan respon tubuh nya , tubuh nya sangat menikmati perlakuan lembut dari pria yang berstatus sebagai suami nya itu tapi pikiran nya menolak perlakuan itu .
" Ba..Ba . bagaimana bisa kau ada disini " tanya disha terbata .
" kenapa hm ? apa aku tidak boleh bersama istri ku ?"
" CK .istri ? " Disha langsung memalingkan wajahnya melihat ke arah lain .
" istri katanya , istri macam apa yang di perlakukan seperti ja****," pikir nya
" Maaf !! Maafin aku , aku tau aku sangat salah tapi tolong kembali lah . sha kau boleh menghukum ku bagaimana pun tapi jangan pergi lagi , aku ... Aku merasaa bersalah selama ini . Jika tidak karena ku kembali lah demi anak kita sha "
Deg
Anak ????
Disha langsung memalingkan wajahnya menatap Gabriel seolah meminta penjelasan , Gabriel menganggukan kepala nya dan membenarkan kalau memang ia hamil 4 Minggu . Disha meraba perut nya yang masih rata . ia bingung harus bagaimana , dia belum siap di perlakukan buruk lagi oleh Gabriel . tapi ia juga tak mau egois dengan menjauhkan anak dari ayah nya .
Lama berfikir akhirnya Disha memutuskan untuk kembali bersama Gabriel.
" Sekarang jelaskan bagaimana kakak bisa menemukan ku , dan kenapa dengan wajah mu ?" Gabriel tersenyum senang karena Disha masih memperhatikan nya.
" Jadi .... "
Flash back on
Gabriel keluar dari rumah Hendak pergi Menyegarkan pikiran nya , tapi saat ia keluar tak sengaja ia melihat Jen yang sedang terburu-buru dan panik , karena penasaran Gabriel mengikuti Jen sampai ke yayasan .
Ya saat itu Jen mendapat telepon dari bi Anna kalau Disha pingsan dan wajah nya sangat pucat . perjalanan yang biasa di tempuh Jen selama 1 jam kesana itu dia hanya memerlukan waktu 30 menit saja . bahkan Gabriel hampir kehilangan jejak Jen tapi ternyata ia bisa mengikuti Jen sampai disana . Gabriel masih terus memperhatikan gerak gerik Jennie yang terlihat panik . Gabriel mengernyitkan dahi nya berfikir rumah siapa ini kenapa dia tidak pernah tau akan hal ini karena biasa nya Jen akan menceritakan apa pun itu pada nya.
tak lama terlihat suami bi Anna menggendong Disha kedalam mobil Jen .bukan mereka tidak mau memanggil dokter sebelum nya ,tapi ini atas permintaan Jen agar menunggu nya , Karena memang Jen merasa Disha tanggung jawab nya sekarang .
Gabriel yang menyadari jika itu Disha dia langsung turun dari mobil dan menghampiri Jen yang hendak masuk ke mobil . Gabriel mencekal tangan Jen yang membuat Jen menoleh ke arah nya .
Dengan tatapan tajam yang menyorot di mata indah Jen Gabriel meneguk ludah nya melihat tatapan mata itu .
Bug
Gabriel langsung tersungkur karena mendapat pukulan dari Jen .
" Ngapain Lo kesini ?" Jen biasa nya tak pernah Lo gue pada Gabriel tapi jika ia sedang dalam keadaan mood yang buruk ya begitu lah .
" La , ada apa dengan Disha , Aku ingin menemui nya dan meminta maaf pada nya " ujar Gabriel yang panik melihat Disha tidak sadar
" CK , Maaf ?? "
Bug
Satu pukulan lagi mendarat di wajah mulus Gabriel yang bahkan sampai mengeluarkan darah di sudut bibirnya . Setelah itu Jen menyerahkan kunci mobilnya pada Gabriel
" Antar kerumah sakit , Selesai kan masalah kalian . Gue gak akan maafin Lo kalau sampai Lo nyakitin dia lagi " Ujar Jen menepuk pundak Gabriel tapi setelah itu dia berhenti dan berbalik lagi menengadah tangannya yang membuat Gabriel mengernyitkan dahi nya tak mengerti
" Kunci mobil Lo ,gue ikut dari belakang "
" Di mobil "
Dirumah sakit Mereka mondar mandir menunggu dokter yang sedang memeriksa Disha .Batak berapa lama dokter itu keluar
" Suami Nona Disha ? " tanya dokter
" Saya dok " jawab Gabriel
" Mari ikut keruangan saya " ujar dokter itu
" Apa saya boleh ikut ?" tanya Jen dan di angguki oleh dokter wanita itu .
" Selamat Tuan , Istri anda sedang hamil dan usia nya saya perkirakan sekitar 4 Minggu . untuk lebih jelas nya bisa kita lakukan USG nanti setelah nona Disha sadar . dia hanya kelelahan efek hamil muda ia jadi gampang lelah , saya akan meresepkan vitamin untuk nya " jelas dokter itu
" Hamil???? Yeah !!!" seru Jen spontan memeluk Gabriel disampingnya " Selamat ya Biel kamu akan jadi ayah . " Ujar Jen menepuk nepuk lengan Gabriel . Sedangkan Gabriel otak nya yang mendadak lambat baru sadar setelah Jen mengatakan bahwa ia akan jadi ayah . Ayah ?? Air mata bahagia mengalir dari mata nya ia menatap Jen seolah bertanya apa ini benar . dan Jen mengangguk kepala nya membenarkan bahwa Disha sedang hamil anaknya .
Jen memeluk nya kembali memberi selamat . tapi tiba-tiba ponsel nya berdering ,derren menelponnya menanyakan keberadaan nya karena Varo rewel sejak tadi .Dengan cepat Jen bergegas untuk pulang karena memang tadi dia meninggalkan anak nya begitu saja bersama Alia tanpa pamit .pasti Beby bawel itu mencari nya .
Sebelum itu Jen menemui Disha di ruangan nya . ia memberi selamat walau Disha belum sadar .
" Jaga dia , selesaikan masalah kalian baik baik , Aku pulang dulu " ucap nya pada Gabriel yang juga berada diruangan itu
" Terima kasih Riel " Jen hanya mengangguk sebagai jawaban .
Bukan tanpa alasan Jen membiarkan Gabriel bersama Disha . selama ini Jen selalu memantau Gabriel , Jadi ia tau betapa terpuruk nya Gabriel saat itu walau di awal kepergian Disha Jen sempat di buat greget karena tak ada wajah bersalah dari gabriel malah asik memperhatikan nada ,tapi Setelah penolakan nada Sebulan lalu menyadarkan nya akan sesuatu yang hilang yang selalu ada untuk nya .
Flash back off
**Bersambung
Jangan lupa like comment n vote nya ya
Ken dan aletha episode selanjutnya ya
Happy reading**