MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 64


Pagi-pagi Sekali Jen membangunkan Fira di kamarnya , memberitahu kondisi Vania saat ini , Fira begitu syok mendengar apa yang jen katakan ,Gadis itu dengan segera bangun dan bergegas mandi . Sementara Fira mandi Jen mempersiapkan baju dan makanan untuk Varrel disana nanti . Karena dia dan derren mungkin siang akan kerumah sakit , Derren harus keperusahaan nanti karena ada sesuatu yang harus ia ambil sebelum ia ke markas dan Jen akan ke rumah Keanu melihat keadaan mama Keanu sekalian mengantar Serena pada keluarganya .


Setalah menyiapkan Sarapan dan makanan untuk Varrel Jen ke kamar varrel mengambilkan baju ganti untuk putra nya itu . masih pukul 6 pagi semua sudah siap , Fira juga sudah selesai .


" Fira sarapan lah dulu " Pinta Jen


" Tidak bunda. aku akan sarapan di rumah sakit aja nanti bersama Abang " Jawab Fira


" Ya sudah kalau begitu " Jen tak mau memaksa Fira , Karena dia tau gadis itu tengah khawatir .


Setelah kepergian Fira , Jen kembali kekamar untuk membersihkan diri . sesampainya dikamar dilihatnya derren sudah siap dengan pakaian Casual nya , Celana jeans panjang ,kaos hitam polos fresh body ,jaket dan topi melengkapi penampilannya hari itu.


" Sayang kau sudah siap ? " tanya Jen sambil menutup pintu .


" Hm .. Kau mandilah , aku akan melihat anak-anak lebih dulu " Ujar derren sambil mengelus lembut kepala Jen .


" Baiklah " jawab Jen Tersenyum


Jen bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Derren berjalan keluar menuju kamar Varo dan Jihan .


" Selamat pagi Daddy " Seru Varo langsung memeluk Derren dan memberi kecupan pada pipi ayahnya itu.


" Pagi boy !Kau sudah mandi ?" tanya Derren , padahal dia sudah tau kalau varo sudah rapih dengan baju santainya . Ya karena ini memang hari Minggu jadi Varo tidak masuk sekolah .


" Udah dong !! Daddy aku senang Daddy dan bunda sudah kembali dan baik-baik saja " Ujar Varo terus memeluk leher derren , Kekhawatiran nya semalam pada kedua orang tuanya kini tak beralasan lagi , Dia kini benar-benar sangat lega " Tapi ? kenapa daddy memakai pakaian seperti ini ? bukan kah ini hari Minggu ?" tanya Varo yang heran melihat derren di hari Minggu menggunakan pakaian casual seperti mau pergi keluar .


" Daddy ada urusan sebentar sayang , Kau nanti ikut lah bunda ke rumah Om Keanu " ujar derren


" Ke rumah Om keanu ? Yeay asik !!" bukan Varo tapi Jihan yang menjawab ,gadis kecil itu baru saja selesai mandi bersama Alia . " Ayah aku ikut ya !!" rengek Jihan bergelayut manja pada derren masih dengan menggunakan jubah handuk di tubuh kecil nya .


" Iya sayang ! kau pakailah dulu baju mu , ayah tunggu di luar ya , Kita sarapan bersama ! Ayo Varo kita turun biar Jihan ganti baju lebih dulu " Ajak derren di angguki oleh Varo .


Mereka duduk di meja makan ,menunggu yang lainnya . Setelah selesai Jen ke kamar tamu memberikan baju ganti pada Serena .


Saat ini mereka semua sudah berkumpul di meja makan .


" Stelly ! Ayo sarapan , jangan sungkan ! anggap saja rumah sendiri , Setelah ini aku akan mengantarmu pulang " Ujar Jen tersenyum pada Stelly yang tampak canggung disana .


" Bunda ! siapa kakak ini ? tadi kata ayah kita akan ke rumah kakak Keanu ? kenapa malah mengantarkan kakak ini pulang ?" tanya Varo beruntun


" Iya kita akan kerumah kak Keanu ,sekalian mengantar kakak Stelly pulang , Apa kau keberatan ? " Tanya Jen pada varo


" Tidak bunda !" jawab varo kemudian ia melanjutkan sarapan nya kembali .


Derren sudah menyelesaikan sarapannya , dia beranjak dari duduk nya dan mengambil kunci mobilnya


" Mas kau sudah mau pergi ?" tanya jen


" Iya sayang ! Aku akan ke kantor lebih dulu untuk mengambil sesuatu , Nanti ketemu di rumah sakit aja ya " Ucap derren kemudian mengecup kening Jen.


" Baiklah , Hati-hati " jawab Jen Tersenyum , Derren membalas senyum Jen dan beralih ke anak-anaknya dan berpamitan pada mereka .


Setelah kepergian derren , Jen mengambil tas nya di kamar dan Segera mengantar Stelly ke Rumah Keanu .


" Bunda! Aku ikut kan ?" tanya Jihan


" Iya sayang ! Ayo , Alia kau istirahat lah dirumah , aku pergi dulu " Ucap Jen


" Baik nona "


Di dalam mobil Varo duduk di depan sebelah supir , Stelly ,Jihan dan Jen duduk di kursi belakang . sengaja Jen tak membawa mobil sendiri karena nanti dia akan pulang bersama derren dari rumah sakit.


" Stelly ? kau baik-baik saja?" tanya jen, Karena gadis itu sejak tadi hanya diam saja .


" I .. iya kak , aku baik-baik saja " Jawab Stelly sedikit terkejut karena ia sejak tadi melamun .


" Apa kau masih memikirkan hal kemarin ?" tanya Jen


Stelly cukup lama terdiam , memang benar dia masih memikirkan kejadian kemarin , dan juga Vania yang kini masih terbaring koma dirumah sakit .


" Huh ! Aku masih sedikit syok saja kak ! Aku memang pernah mengalami kejadian yang mengerikan di masa kecilku tetapi kejadian semalam benar-benar membuatku syok dan benar-benar takut " Jawab Stelly jujur . Ia melihat pembantaian manusia di depan matanya sendiri , untuk manusia awam seperti nya itu adalah hal yang sangat mengerikan .


Jen mengulurkan tangannya mengelus lengan Stelly " Jadikan itu pengalaman dalam hidup mu ,jangan pernah takut akan masalah , kau harus bisa menghadapi nya , Kau harus menjadi kuat untuk melindungi dirimu sendiri , jangan pernah mengandalkan orang lain , karena orang lain tidak akan selalu berada di samping mu walau sekalipun itu orang yang kau cintai " Ujar jen memberi motivasi untuk Stelly agar gadis itu tak terlarut dalam rasa takut dan Syok dalam dirinya.


" Terima kasih kak Jen " Ujar Stelly tulus , Jihan sejak tadi tak tau apa yang orang dewasa ini bicarakan , tapi tidak dengan Varo ,Bocah itu jelas sangat tau apa yang terjadi semalam , Dia memang menurut untuk tetap dirumah , tapi ia berhasil memantau apa yang terjadi disana dari kamera tersembunyi yang Anggota ayah nya pasang di gedung itu yang kini sudah menjadi abu saat ini . Dengan mudah bocah ajaib itu melakukan nya , Dia hanya ingin memastikan bahwa ayah ,bunda serta kakak-kakak nya baik-baik saja dengan mata kepalanya sendiri .


Sesampainya dikediaman Keluarga Keanu , Jen , Stelly ,Varo dan Jihan turun dari mobil . Masih jam 8 pagi mereka sampai disana ,Keanu yang sudah di beri tahu Jen kalau mereka akan datang pun menyambut mereka di depan pintu .


" Kakak keanu !!" teriak Jihan langsung berlari dan melompat dalam gendongan Keanu . Keanu dengan sigap menangkap tubuh mungil gadis kecil itu.


" Hai My Queen ! Apa kabar ? " Ucap Keanu sambil terus menciumi pipi gembul Jihan .


" Aku baik " Jawab Jihan sambil terkekeh geli karena Keanu tak berhenti mencium pipi nya .


" Kakak stop ! geli " seru Jihan menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan mungilnya , Jen hanya bisa menggelengkan kepala melihat interaksi kedua orang beda usia dihadapannya itu. Sedangkan Varo hanya melihat dengan gaya Coll nya , ia berdiri dan memasukan kedua tangannya kedalam saku celana panjangnya .Stelly menatap kedekatan Keanu dengan Jihan yang begitu sangat akrab di matanya ,terukir senyum tipis dari bibir stelly.


" Oke oke !! Ayo masuk bunda , Varo , Stelly ? kau baik-baik saja kan ?" tanya Keanu pada adik kembarnya . ia ingin memeluk Stelly tapi saat ini dia sedang menggendong Jihan jadi keanu menarik tangan stelly dan membawa Gadis itu masuk diikuti oleh jen dan Varo .


" Silahkan duduk bunda , Varo " Ujar Keanu dan kemudian ia memanggil pelayan untuk menyiapkan minum dan makanan ringan.


" Mama sudah lebih baik bunda , Dia memang sangat syok melihat kejadian semalam ,tapi sekarang dia sudah jauh lebih baik ,apalagi setelah mengetahui kebenaran nya dan Stelly masih hidup " jawab Keanu


" Bagus lah kalau begitu , Dimana mama mu sekarang ?" tanya Jen lagi


" Ada di dalam bunda , Ayo aku antar menemui beliau " ujar keanu dan di angguki oleh Jen .


" Stell ayo , temui lah papa dan mama , mereka sangat merindukan mu " Ujar Keanu pada Stelly .


" Iya " Jawab stelly sedikit gugup , ia senang bisa bertemu lagi dengan orang tuanya ,tapi dia sedikit canggung karena sudah lama tak bertemu .


" Jangan gugup , Bukan kah kau sangat merindukan mereka ?" tanya Jen sambil menggenggam tangan stelly .


" Iya kak " Keanu yang mendengar stelly menyebut panggilan pada Jen dengan sebutan kakak dia mengerutkan keningnya heran .


" Kakak?" tanya Keanu berhenti dari jalannya dan menatap mereka yang ada dibelakang nya .


" Iya ? kenapa ?" tanya Stelly


" Kau memanggil bunda Jen kakak stell ?" tanya Keanu memastikan , Stelly mengangguk pasti menjawab pertanyaan Keanu..


" Lalu aku harus panggil apa ? bukankah kak Jen kakak nya kak Varrel ?" tanya Stelly bingung , padahal semalam waktu di rumah sakit Varrel juga sudah memanggil jen dengan sebutan Bunda tapi karena Stelly tidak memperhatikan Kate terlalu syok jadi dia pun tak tahu .


Mendengar jawaban stelly Keanu langsung tertawa terbahak-bahak ia merasa lucu karena stelly tidak tahu jika Jen adalah Bunda Varrel .


" Hei , kenapa kau tertawa ? dasar aneh !" seru stelly tak terima Keanu menertawakan nya begitu .


Jen yang sudah tau penyebab Keanu tertawa pun hanya tersenyum tipis .


" Kau tau ? Bunda Jen itu bunda nya Bang Varrel !!" Ujar Keanu masih terkekeh ,apalagi sekarang melihat wajah Stelly yang seperti orang bodoh setelah mendengar perkataan nya , Keanu makin menertawakan kembaran nya .


" Hah !! iya kah ?" tanya Stelly bingung


" Benar ! coba kau tanya saja pada varo" jawab Keanu masih tersenyum


" Varo ! Apa benar kak Varrel itu Abang kamu ? anak bunda Jen ?" tanya Stelly memastikan


Dengan gaya cool nya Varo mengangguk pasti , mengiyakan pertanyaan Stelly ,melihat itu tentu saja Stelly terkejut dan tak enak hati sejak kemarin ia memanggil Jen dengan sebutan kakak , lagian ini salah varrel yang memperkenalkan Jen sebagai kakak nya semalam saat di pesta. pikirnya


" Tidak apa-apa , ini bukan kesalahanmu karena semalam memang Varrel memperkenalkan kami sebagai kakaknya, ini juga termasuk dari rencana yang kami buat,jadi Jangan pikirkan itu lebih baik sekarang kita lihat keadaan mamamu terlebih dahulu" jawab Jen dengan bijak .


Kini mereka telah berkumpul di kamar mama Keanu , di sana ada papa Keanu juga yang sedang menemani mama Keanu .


" Stell ... Stelly !!" ucap mama Keanu tak percaya ,kini putrinya telah berada di hadapannya .


" Mama , papa !" Stelly berlari memeluk Mama dan papa nya , mereka melepas rindu selama bertahun-tahun lamanya . Setelah itu mereka berbincang-bincang , Keadaan mama Keanu kian membaik dia juga sangat menyukai Varo dan Jihan , karena kelucuan mereka yang memberi warna pada obrolan mereka .


Di rumah sakit


Sesampainya dirumah sakit , Fira langsung bergegas menuju ruang ICU tempat dimana Vania saat ini dirawat , disana tampak Varrel yang duduk di depan ruangan itu


" Bang ! bagaimana keadaan kak Vania ?" tanya Fira ,ia mendudukkan dirinya disamping Varrel


Varrel melihat ke arah Fira dengan tatapan mata yang sulit di artikan, pemuda itu tampak lelah dan hancur .


" Dia belum sadar ! Ra apa kau sudah memberi tahu papa dan mama mu ? pasti mereka mencemaskan keadaan Vania saat ini " tanya Varrel


" Tadi bunda sudah menghubungi mereka ,mungkin sebentar lagi juga sampai kesini , lebih baik Abang mandi dulu , ini aku sudah bawakan baju ganti , aku yang akan menjaga kak Vania disini " Ujar Fira sambil memberikan paper bag yang berisi pakaian Varrel .


" Baiklah " Varrel menerima Paper bag itu dan berjalan gontai menuju kamar yang ada di lantai atas rumah sakit . dia memang lelah dan perlu menyegarkan diri .


Setelah Varrel pergi ,fira meminta ijin pada dokter untuk masuk keruangan Vania , Dengan menggunakan pakaian yang steril dia masuk kedalam ruangan itu . mata Fira berkaca kaca melihat sosok Vania yang tengah berbaring dengan berbagai macam alat yang menempel ditubuhnya untuk mempertahan hidup gadis itu. Fira mendaratkan tubuhnya duduk di kursi samping brangkar Vania .


" Kak , bagaimana keadaan mu ? mana yang sakit ? Maafkan aku yang tidak tau lebih awal tentang ini " Fira menggenggam tangan Vania dan mencium punggung tangan kakak kandungnya itu " kakak bangun lah , Lihat lah Abang Varrel , dia sangat terpukul dengan keadaan mu kak , Kak Vania !! Walau dari kecil kita tidak pernah hidup bersama ,tapi sejak pertama aku melihat dan mengenal mu ,aku sudah merasakan kasih sayang dalam hati ku , Kak ! Bagun ! tidakkah kau ingin mencoba hidup bersama ku dan keluarga kita ? " air mata Fira terus mengalir , Melihat keadaan Vania saat ini benar-benar membuat gadis itu merasa bersalah .


" Aku sangat ingin merasakan hidup bersama kalian , tapi jika kau tak segera bangun bagaimana aku bisa melalui nya ?" Fira yang selama ini memang tak tau bagaimana perlakuan orang tua kandungnya pada Vania , dia hanya bisa mengira jika Vania hidup dengan baik dengan kasih sayang kedua orang tuanya .


Bahkan sebagai adik dia belum berbakti dengan benar pada kakak nya itu , Ia juga ingin merasakan hidup bersama Vania juga papa dan mama kandungnya . berkumpul Sebagai keluarga buang bahagia .


" Kak ! bangun lah !! aku mohon ! kalau bukan demi aku setidaknya bangun lah demi Abang ! dia benar-benar menderita tanpa kakak , belum ada satu hari tapi lihatlah keadaannya yang sangat memprihatikan itu , Dia sangat mencintai mu kak , Bangun lah " Fira tertunduk menggenggam tangan Vania , tanpa Fira sadari Vania meneteskan air matanya .


.


.


.


.


**Bersambung


Jangan lupa like Komen n vote nya ya .


Selamat hari kemerdekaan !!


Kemarin gak up karena author sibuk ngikutin acara 17an disini ..


Happy reading gays**