
Masih di acara pernikahan Gabriel dan Disha .
" Bun , Abang mau juga dong , tapi suapin " ucap Varrel ,Jen yang melihat putra nya hanya tertuju menggelengkan kepalanya dan menyuapi Cake di tangan nya pada Varrel .
" Dasar Manja " Oceh Ken iri .
" Biarin . week " balas Varrel menjulurkan lidah nya mengejek Ken , Ken Melipat tangan nya kesal membuang muka ke lain arah .
Semua orang di meja itu hanya menggelengkan kepalanya melihat Tingkah kedua pria beda usia itu .Saat sedang asik menyuapi Varrel ,Jen melihat Radith yang seperti kebingungan mencari sesuatu .
" Dith " panggil Jen melambaikan tangan pada Radith , Radith menoleh ke arah Jen dan melangkah kan kaki menghampiri nya .
" Hai , dari mana aja Lo dari tadi gak keliatan " ujar Jen meninju pelan lengan Radith .
" Dasar cewek bar bar , Dari Sono gue tadi ada urusan sama Papi mami , udah selesai nyari nyari lo pada gak ketemu tau nya pada di pojokan "
jelas Radith
" Enak aja Lo bilang gue cewek bar bar , Dah bosan hidup Lo " gerutu Jen
" Ya kagak lah , masih sayang gue ma nyawa gue yang tinggal satu , Ya kali mau Lo ambil masih Jomblo gini ,belom juga ngerasain surga dunia riel" sewot radith , yang di balas gelak tawa oleh semua orang yang berada di situ ,ya begitulah Radith dia memang dingin pada orang lain tapi tidak jika dengan sahabat nya.
" Lagian Lo mau gue cariin jodoh gak mau , kan salah sendiri , Lagi kalau sama cewek itu jangan kayak kulkas dith jadi pada takut cewek yang deketin Lo " saut Jen setelah meredakan tawa nya
" bodo' ah gue happy kayak gini " saut Radith
" Iya deh terserah Lo aja , Oh ya kenalin nih . itu kak Willi ,itu Aletha adik Derren kalau yang itu nada teman Ken yang lainnya kan Lo udah kenal jadi gak usah kenalan lagi "
" Hmm .. Radith " ujar Radith mengulurkan tangannya pada william dan aletha
" Willi "
" Aletha "
" Nada "
Mereka menyambut uluran tangan Radith dan tersenyum tipis .
" Udah duduk Sono " ujar Ara
"Lo pindah gih Ra ,gue pengen duduk Deket ponakan tampan gue "
" enak aja Lo . gak .gak ,udah Sono duduk situ aja ,siapa tau kan jodoh " ujar Ara cengengesan
" Amin " ceplos Radith langsung duduk dengan santai nya sebelah aletha karena hanya disitu kursi yang masih kosong. sedangkan yang lain mendengar kata amin dari mulut Radith hanya melongo tak percaya .
Aletha sendiri jadi kikuk di buat nya .
" Rel kapan kau akan ikut uncle ke London " tanya Radith pada Varrel
" Mungkin tahun depan Uncle , Aku mau belajar dulu disini bersama ayah dan bunda "
" bagus lah , setidaknya kau akan lebih siap nanti , karena kehidupan disana tidak lah muda , Apalagi status dirimu yang akan menjadi pewaris nanti , Jika musuh mengetahui nya pasti mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu , Jadi sebisa mungkin disana jangan sampai ada yang tau siapa kau sebenarnya " Ucap Radith dengan serius
" Tentu Uncle , sebisa mungkin aku akan berusaha Orang lain tidak akan tau sampai waktu nya nanti "
" Bagus , Anak pintar " ujar derren mengelus kepala varrel " Di sana kau harus menurut pada uncle uncle mu oke " lanjutnya lagi
" Siap ayah " Jawab Varrel sambil memberi hormat pada ayah nya .
Tak terasa waktu sudah hampir tengah malam , para tamu undangan sudah Pamit satu persatu .kini tinggal lah Keluarga besar Mereka .
Ken sudah pergi mengantar Nada pulang ke apartemen nya dan dia juga kembali ke apartemen nya .
Radith Juga pamit untuk pulang ke apartemen nya kart besok pagi pagi dia ada pertemuan dengan klien , Tapi saat dia akan Masuk ke mobilnya dia melihat seorang wanita tengah menangis duduk di Kursi taman hotel . karena penasaran Radith mendatanginya .
" Nona , apa kau baik-baik saja "
Gadis itu segera menghapus air mata nya dan mendongak untuk melihat siapa yang bicara pada nya .
" Tn. Radith apa yang anda lakukan disini "
" Nona aletha kenapa anda sendiri di sini tengah malam begini " bukan nya menjawab Radith malah balik bertanya
" Tidak ada , Aku ingin mencari udara segar saja , Kalau begitu permisi tuan " saat aletha hendak melangkahkan kaki nya Radith mencekal tangan aletha yang membuat aletha menghentikan langkahnya.
" Ada apa tuan ?"
" Ayo aku antar pulang " tanpa menunggu jawaban aletha Radith menarik tangannya dan membuka kan pintu mobilnya untuk aletha .
" Masuk " Radith sedikit mendorong karena aletha tak masuk juga . hingga letha masuk kedalam mobil dan Radith segera menutup nya lalu berlari kecil membuka pintu mobil sebelah nya .
Radith menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang , sedangkan aletha yang sejak tadi duduk di sebelah nya hanya diam menatap ke arah jendela . Ingatan nya beralih pada Saat tadi dia hendak Pulang dan menuju parkiran tak sengaja ia melihat pemandangan yang tak mengenakan .
Ken yang saat itu juga akan pulang berjalan beriringan dengan nada yang berada di depannya , tapi tanpa sengaja Nada hendak terjatuh karena jalannya yang tak seimbang , Ken yang berada dibelakangnya dengan sigap menangkap nada hinnga Beberapa saat mereka bertatapan . Dan itu tak luput dari penglihatan aletha yang berada tak jauh dari mereka , karena tidak tahan dengan apa yang ia lihat Aletha pun berjalan menuju taman hotel untuk melepas kepedihan nya .
Mengingat itu tanpa terasa air mata nya jatuh kembali hingga terdengar isakan nya oleh Radith , Sekilas Radith melirik aletha yang sedang menangis lalu ia menepikan mobilnya di pinggir jalan .
" Nona apa kau baik baik saja " tanya Radith
Mendengar pertanyaan Radith aletha tersadar dan segera menghapus air matanya .
" Maaf , Aku baik baik saja tuan" aletha mencoba tersenyum pada Radith
ntah kenapa melihat aletha seperti itu ada sesuatu yang aneh pada dirinya ,dia pun tak tau apa itu .
" Jika kau baik baik saja ,lalu kenapa menangis?"
" tidak apa-apa, bisa kita lanjutkan perjalanan nya tuan "
Dua puluh menit berlalu mereka pun sampai di kediaman Admaja , aletha memang tadi hendak pulang seorang diri karena orang tua nya sudah pulang terlebih dulu sejak tadi , sedangkan Derren dan Jen memilih tidur di hotel karena baby Varo sejak tadi sudah tertidur disana bersama Alia .
" Terima kasih banyak tuan "
Dan hanya dijawab anggukan oleh Radith . lalu Radith melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Admaja menuju apartemen nya .
Setelah mobil Radith tidak terlihat lagi aletha segera masuk kedalam rumahnya .
**
Di tempat lain dikamar sepasang pengantin baru .
Tampak Gabriel yang baru keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan pakaian nya menggunakan kaos polos celana pendek dengan santai ia berjalan sambil mengeringkan rambut nya tanpa mempedulikan seseorang yang juga berada di kamar itu yang tidak lain adalah Disha istri nya .
Dengan gugup Disha bergegas ke kamar mandi bergantian membersihkan diri karena ia juga sudah merasa lengket dan lelah , lima belas menit Disha Selesai dengan ritual mandi nya saat ia akan berganti pakaian ia langsung menepuk jidatnya karena lupa membawa baju ganti , Disha segera meraih jubah mandi dan memakai nya , dengan perlahan Disha membuka pintu kamar mandi untuk melihat situasi diluar , tampak Gabriel sedang duduk di sofa fokus pada benda pipih di tangan nya .
Disha berjalan perlahan mengambil baju di dalam koper nya , Gabriel yang melihat biru hanya melirik sekilas dan mengalihkan pandangannya lagi pada handphone nya .
Setelah berganti pakaian di kamar mandi Disha keluar sudah lengkap dengan piyama tidur nya , ia duduk di depan cermin memakai lotion dan mengeringkan rambutnya . setelah dirasa cukup dia bergegas menuju tempat tidur tapi di lihat nya jika Gabriel masih saja sibuk dengan ponselnya dan sesekali tersenyum sendiri . Disha membiarkan saja dan langsung merebahkan dirinya karena lelah tak lama ia pun terlelap dengan sendirinya tanpa mau memikirkan apapun karena yang ia lihat Gabriel pun tak peduli pada nya .
Tak berapa lama Gabriel meletakkan handphonenya di atas meja dan berjalan ke arah tempat tidur mengambil bantal lalu tidur di sofa tanpa melihat Disha .
Pagi hari Disha terbangun lebih dulu ia menerjapkan mata nya melihat Gabriel yang sedang tidur pulas di atas sofa dengan tampan nya .
" Sempurna " gumam Disha lalu beranjak ke kamar mandi membersihkan diri . Tak butuh waktu lama ia selesai dan tak lupa mengerjakan kewajiban nya sebagai seorang muslim . Karena bingung akan membangun kan Gabriel atau tidak karena takut mengganggu nya , dia memilih mengecek ponselnya yang sejak kemarin sama sekali tidak mengecek nya .
Ting Ting Ting
Suara ponsel Disha berbunyi setelah ponsel itu di aktifkan , banyak pesan Grup masuk dari teman teman nya di butik . setelah membalas chat grup Disha meletakkan ponsel nya , dengan mengumpulkan keberanian nya Disha mencoba untuk membangun kan Gabriel .
Ditatapnya wajah damai Gabriel buang sedang terlelap ,pria yang tidak pernah menatap nya ini sudah menjadi suami nya sekarang .
" Kak "
" kakak " lirih nya dia mengulurkan tangannya hendak menggoyang lengan Gabriel tapi sebelum itu Gabriel sudah membuka mata nya lebih dulu dengan cepat Disha menarik tangan nya kembali .
Gabriel menatap Disha sejenak , tanpa bicara apapun dia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Disha hanya bisa menghela nafas nya dia harus punya cukup kesabaran untuk menghadapi suami nya yang seperti kulkas itu menurut nya . walau sekarang Disha belum mencintai nya setidak nya dia akan menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri yang baik untuk Gabriel dan akan belajar mencintai Gabriel sepenuhnya .
tak butuh waktu lama Gabriel keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan pakaian santai nya .
tok tok tok
Pintu kamar mereka diketuk oleh seseorang , Disha segera membuka nya
" Hai sha , Maaf ganggu gue di suruh mami untuk panggil kalian ,yang lain udah nunggu untuk sarapan bersama " ternyata Jen yang memanggil mereka untuk sarapan
" Iya kak , aku panggil kak Gabriel dulu " saat Disha berbalik Gabriel sudah ada dihadapannya Jen hanya bisa tersenyum melihat nya karena dipandangnya mereka terlihat romantis
" Ariel ada apa ? " tanya gabriel
" Mami suruh kalian turun untuk sarapan , Ya udah gue ke bawah duluan " ujar Jen tersenyum sendiri lalu berjalan santai kebawah menghampiri keluarga nya yang menunggu di restoran hotel untuk sarapan.
Tanpa berkata apapun Gabriel berjalan menyusul Jen di ikuti oleh Disha dibelakang nya .
" Jen , mana Gabriel ? "
" Bentar lagi juga nyusul mi , mami kayak gak tau aja " ucap Jen sambil tersenyum dan di jawab anggukan oleh mami Gabriel yang juga tersenyum seakan mengerti maksud Jen .
Tak lama Tampak Gabriel berjalan menghampiri mereka dengan Disha dibelakang nya .
" Briel kok Disha di tinggal sih , gandeng dong " ujar sang mami tapi Gabriel hanya cuek saja dan duduk di kursi nya .
" Sha , sini sayang "
" I iya mi " jawab nya sungkan lalu dia duduk di sebelah Gabriel dan mengambil kan nasi untuk Gabriel tapi suara Gabriel menghentikan nya
" Gue sarapan Roti " lalu Disha meletakkan piring nya dan mengambil kan roti dan susu untuk sarapan Gabriel . dan nasi tadi yang sudah ia ambil dia makan untuk sarapan nya .
setelah sarapan mereka bersiap untuk pulang ke rumah masing masing . Begitu juga dengan pengantin baru tersebut .
" Mi ,Pi, kami akan tinggal sendiri di rumah yang disebelah rumah dengan Ariel, karena jika dari sana aku akan lebih dekat jika ke kantor " ujar Gabriel yang memang sebelum nya dia memang sudah punya rumah yang sengaja ia beli dan kebetulan 1 komplek dan malah bersebelahan dengan rumah Jen dan derren. bukan kediaman utama Keluarga Admaja Lo ya.
" Bagus dong , jadi Disha gak akan kesepian nanti bisa dekat dengan Jen, tapi apa gak besok aja hari ini kalian menginap lah dulu di rumah mami " ujar sang
" Lain kali aja mi kami akan mengunjungi mami papi " tegas gabriel tak bisa terbantahkan .
" Baiklah terserah kau saja "
Setelah perdebatan itu Gabriel mengajak Disha bersiap ,dia akan mengantarkan Disha ke rumah orang tua Disha untuk mengambil barang barang Disha , Gabriel sudah menyuruh orang membersihkan rumah nya dan mengantar barang barang nya ke rumah mereka .
Sampai di kediaman keluarga Disha mereka masuk dan disambut hangat oleh Ibu Disha , kakak dan ayah nya sudah berangkat ke kantor mungkin , karena tidak ada .. Karena tidak ingin membuat Gabriel menunggu lama Disha cepat cepat mengemasi pakaian seperlunya saja dan tak lupa buku buku kuliah nya juga barang penting lain nya .
" Kak , ayo " Ujar Disha sudah berada dibawah dengan koper dan tas ransel nya dan di angguki oleh Gabriel
" Bu , kami pamit dulu ya , hari ini juga kami akan pindah dirumah kami sendiri " pamit Gabriel pada ibu Disha
" iya nak, Ibu minta tolong jaga Disha baik baik , karena ibu sangat menyayangi nya "
" baik Bu, kami permisi salam untuk ayah dan kakak Disha " lalu Gabriel mencium punggung tangan ibu Disha di ikuti oleh Disha
" jaga diri baik-baik sayang ,ibu akan sangat merindukan mu, Jadi istri yang baik untuk suami mu " nasihat ibu nya seraya memeluk putri kesayangannya itu
" Iya Bu , Disha sayang ibu " Disha melepas pelukan ibunya dan mengusap air mata yang menetes tanpa di minta lalu berjalan keluar bersama Gabriel yang sudah membawakan koper dan tas nya .
Bersambung