
Mentari pagi menyinari bumi menyambut hari yang akan menjadi kejutan besar untuk seorang GIOVANO DERREN ADMAJA .
Pagi pagi sekali Jennie terbangun , ia ingin memasak sarapan Spesial untuk orang terkasih .
Ia memasak hidangan kesukaan derren udang asam manis dan ayam kecap . ini masakan terakhir nya untuk derren .
setelah setengah jam berkutat di dapur akhirnya Jen menyelesaikan masakannya dan menghidangkan nya di meja makan . setelah selesai ia bergegas ke atas untuk membangunkan derren .
Saat ini Nadya tidak tinggal lagi bersama mereka , karena setelah menentukan tanggal pernikahan nya derren meminta nya untuk tinggal di apartemen nya karena ia ingin menghabiskan waktu bersama Jennie . awalnya Nadya gak mau tapi setelah perdebatan panjang dan ancaman derren jika dia menolak sampai kapanpun derren gak akan menikahi nya . barulah wanita itu menurut dan tinggal di apartemen derren
ceklek
Jen masuk kekamar melihat derren masih tertidur . ia memandang wajah derren seksama . mungkin ia gak akan pernah melihat wajah ini lagi pikirnya . ia menghela nafas panjang . Huuh .
" Mas , bangun udah siang neh " ucapnya menggoyang lengan derren tapi tak ada respon sama sekali .
" Mas ayo dong bangun , ntar telat Lo ke kantor nya " ucapnya lagi sedikit menaikan suaranya .
derren menggeliat dan malah menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya . Jennie mendengus kesal melihat derren yang bukannya bangun malah menarik selimutnya .
Dengan sedikit paksaan Jen menarik selimut derren dan membuangnya sembarangan
" Apa sih yank , masih ngantuk tau " ujar derren masih menutup mata
" Udah jam setengah tujuh ini mas ntar mas telat ke kantor Lo "
"Hah " seketika derren bangun
" kenapa gak bangunin dari tadi sih yank , mas pagi ini ada mitting dengan investor dari Jerman , aduh telat ne gue " derren mengomel menyambar handuk dan buru buru masuk ke kamar mandi .
Jen terkekeh geli melihat tingkah derren padahal ia hanya mengerjai nya . ini baru pukul setengah 6 pagi , Jen mengangkat kedua bahunya acuh ia membereskan tempat tidur setelah itu berjalan keruang ganti mengambil kan setelan kerja untuk derren dan menaruhnya di atas tempat tidur .
hanya lima belas menit derren selesai dengan ritual mandinya .yang biasa nya ia bisa menghabiskan waktu sejam ini hanya lima belas menit derren udah selesai karena takut telat menemui investor itu .
" Tumben mas ceper banget mandinya " tanya Jen yang melihat derren sedang memakai kemeja nya buru .
." Iya mas jam 8 harus menemui investor itu di hotel xx tempat dia menginap kan lumayan jauh dari sini jadi mas harus cepat cepat , kayaknya mas gk bisa sarapan bareng kamu deh yank , nanti mas sarapan disana aja " ucapnya sambil mengancingkan kemejanya .
Jen tersenyum geli melihat derren terburu buru . memang perjalanan ke hotel itu bisa memakan waktu 1 jam karena lokasi nya lumayan jauh .
" Mas lihat deh " Jen menunjuk jam dinding yang ada dikamar mereka, mata dern mengikuti arah tangan jennie betapa terkejutnya dia melihat jam jam masih menunjukkan pukul jam 6 pagi. Jennie tertawa terbahak bahak melihat wajah bengong derren .
Derren meliriknya tajam Jen yang melihat suasana dikamar itu berubah menjadi horor karena tatapan derren ia segera berlari ke kamar mandi sampai disama ia tertawa lepas karena berhasil mengerjai suami nya itu .
" Jennnniiiiiie, awas kau yaaa " Teriak derren
Jen yang mendengar itu semakin terpingkal sambil memegangi perutnya yang keram karena tertawa .
" Aduh duh , kok keram ya , uuggghh " gumamnya sambil duduk di atas wastafel dan mengelus perut nya . setelah dirasa sudah membaik ia segera bergegas membersihkan diri .
setelah selesai ia membuka pintu sedikit melihat apakah derren masih ada dikamar atau tidak . setelah dirasa aman ia menghela nafas lega dan keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaiannya . saat ia akan memakai bajunya tiba-tiba saja derren memeluknya dari belakang dan menciumi bahu isttinya itu . Jen yang mendapat perlakuan seperti itu seketika tubuhnya menegang .
" Kamu udah berani ngerjain aku ya , tunggu aku akan memberikan mu hukuman tapi gak sekarang karena kalau sekarang aku yakin waktu nya gak akan cukup , jadi kamu siap siap aja nanti malam honey " bisik derren di telinga jennie lalu mencium pipi Jen dan ia pun berlalu keluar kamar
" Aku tunggu dibawah ya sayang " ucapnya sebelum membuka pintu membuyarkan ketegangan Jen .
" Huh , untung aja " Jen segera memakai bajunya ia membuka brankasnya mengambil pasport dan surat penting miliknya dan dimasukkan nya kedalam tasnya. ia tidak membawa semua bajunya hanya membawa satu setel untuk ganti di perjalanan karena perjalanan ke London memakan waktu yang cukup panjang 16 jam 55 menit . ia memilih naik jet pribadi milik Black Devils karena jika ia naik pesawat biasa pasti akan bisa di lacak oleh derren . Jennie tidak ingin mengambil resiko itu . dan dia mengambil catatan yang sudah ia siapkan kan untuk derren meninggalkan catatan itu di atas nakas diselipkan dibawah pot bunga yang ada di atas nakas .
" Maaf " Lirihnya .
ia membawakan tas kerja derren dan turun kebawah menghampiri suaminya itu .
" Iya gak apa apa . ini aku taruh di kotak makan aja nanti mas bawa untuk makan siang di kantor "
" Iya , makasih ya " ucapnya mengecup kening Jennie .
Jen memberikan kotak bekal dan mengantarkan derren sampai depan rumah .
." Dah mas " ucap melambaikan tangan dan dibalas oleh derren . setelah mobil derren tak nampak dari pandangan nya ia segera masuk kedalam rumah mengambil tas dan ranselnya untuk pergi ke bandara . karena ia sudah ditunggu oleh Ara dan Gabriel yang juga mengantar keberangkatan mereka.
tidak ada yang mengetahui kepergian Jen ,bi Lastri yang saat itu sedang pergi belanja dengan sopirnya .sedangkan pelayan lain sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing .
Jen tidak membawa mobilnya karena Sam sudah menjemput nya. mobil yang ditumpangi mereka segera melaju kencang ke bandara .
Jennie saat ini hanya diam memandang keluar jendela melihat pemandangan pusat kota yang akan ditinggal kan bersama cinta nya .
Sebelumnya ia sudah pamit dengan Deddy nya dan Kenzo . karena kenzo ada ujian semester dikampus jadi dia tidak bisa mengantar jennie ke bandara .
Ken yang sudah belajar berbagai ilmu beladiri dan senjata di percaya untuk memimpin anggota yang ada di negara itu mengantikan Sam karena mereka punya misi disana.
Mobil mereka terparkir apik di depan jet pribadi mereka . disana sudah ada Gabriel dan Ara .
" Kenapa lama sekali " ucap Ara cemberut memeluk Jen
" Maaf " hanya itu yang terucap dari mulut Jen .wajahnya terlihat sedih Ara memaklumi itu .
Jen mengalihkan pandangannya ke arah Gabriel dan memeluk nya .
"jaga dirimu baik baik disana sweety , segera hubungi aku jika sudah sampai " ucap Gabriel
" Hmm, titip perusahaan oke !! , Aku pasti akan sangat merindukan mu " ucap Jen masih dalam pelukan Gabriel tanpa terasa ia meneteskan air mata nya membasahi kemeja Gabriel .
Gabriel mengangkat dagunya dan menghapus air mata Jen dengan ibu jarinya
" Jangan menangis lagi oke , jika ada waktu aku akan mengunjungi mu disana "
Jen mengangguk dan melepas kan pelukan nya .
" Ya sudah aku berangkat dulu , Jaga kesehatan mu honey " ucapnya tersenyum
Ara yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala mereka sudah seperti sepasang kekasih yang akan berpisah . pikirnya
kadang kadang dia juga bertanya tanya dalam hatinya bagaimana sebenarnya perasaan mereka satu sama lain . huh entah lah hanya mereka dan Tuhan yang tahu .
Jennie, Ara dan Sam berjalan memasuki jet pribadi yang super mewah dengan fasilitas yang lengkap ada kamar tidur pribadi dapur dan ruang VVIP kedap suara ,jet itu di desain khusus anti peluru dan ledakan . biasa lah kan jetnya mafia gays yang banyak musuh nya.
Setelah mereka masuk Gabriel membawa mobil yang dipakai Sam dan jennie tadi menuju kantor Jen .
" goodbye love"
lirih jen melihat keluar jendela sebelum pesawat yang ditumpangi lepas landas .
********
**bersambung
Ntar sore gue kasih bonus satu episode lagi gays
Tunggu aja ya** . ..