MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 68


Di rumah sakit , Semua orang bersyukur karena Vania berhasil mendapat donor hati , Walau mereka belum tau siapa pendonor nya saat itu.


Waktu yang di perlukan untuk Operasi transplantasi hati ini tidak lah sedikit , Tim Dokter memerlukan waktu 6 sampai dengan 12 jam untuk menjalankan operasi besar tersebut.


Di depan ruang Operasi, Tampak Mama papa Vania , Varrel ,derren dan Jen juga Keanu yang baru datang . Sudah 4 jam Vania didalam sana, mereka menunggu di luar ruangan dengan kecemasan. Jen tadi sudah mengirim pesan pada Fira bahwa Vania sudah mendapat donor dan sedang melakukan operasi , Jen juga menanyakan keadaan Sasha teman Fira tapi Fira belum juga membalasnya . Jen memang belum tau apa yang terjadi tapi yang dia tau mungkin Fira sedang menunggu Temannya itu , Jen juga berpesan agar tidak panik atau memikirkan Vania karena pasti dia akan baik-baik saja . Tadi Jen juga sudah memberi tahu yang lain jika Fira menemani sahabatnya yang telah menyelamatkan nyawanya karena insiden kecelakaan , Dan mereka semua mengerti !


" Bunda dimana Fira ?" tanya Keanu yang memang belum tau dimana Fira karena dia baru datang .


" Siang tadi dia di lantai 3 , Di ruang operasi menunggu temannya kecelakaan " jawab Jen .


" Siang ? Dia sama sekali belum kesini ? ini bahkan sudah jam 7 malam " Tanya Keanu " Dia baik-baik saja kan Bun ?" tanya nya lagi , Keanu merasa tak enak dan khawatir pada Fira


" Iya , Bunda sudah melihatnya tadi , dia baik-baik saja ! Biar kan saja dia disana , Temannya itu tidak ada yang menemani , Orang tuanya 2 hari yang lalu meninggal dan dia kecelakaan karena menolong Fira tadi " ujar Jen , walau Jen juga sebenarnya merasa ada yang salah . Karena Fira sama sekali tak datang melihat Vania , Pasti lah operasi temannya itu sudah selesai sejak tadi , jika baik-baik saja kan pasti sudah di rawat , Jika temannya tidur dia bisa datang kesini, apa lagi mereka berada di rumah sakit yang sama, Tapi kenapa ? walau sebentar dia tak datang ? pikir Jen


" Syukur lah kalau dia baik-baik saja , Setelah operasi kak Vania Selesai aku akan melihatnya nanti " Ujar Keanu di angguki oleh Jen .


Varrel sejak tadi hanya diam , Walau begitu dia mendengar percakapan Jen dan Keanu , Ia juga merasa khawatir pada Fira tapi dia tidak Bingin meninggalkan Vania sebelum Vania baik-baik saja . Papa dan mama Vania saling menguatkan satu sama lain , Derren duduk diam tanpa berkata-kata apapun menunggu operasi itu selesai .


Tepat jam 11 malam Dokter dengan Wajah lelah karena didalam ruang operasi selama 8 jam berjalan keluar menghampiri mereka .


" Operasi nya berjalan dengan baik, Setelah ini Nona Vania akan di pindahkan ke ruang rawat , Kita hanya bisa menuggu dia bangun Baru akan tau Tubuhnya menerima organ baru tersebut atau tidak , Tapi saat ini kondisinya sudah stabil " Jelas dokter itu pada mereka semua


" Terima kasih banyak Dok , Dokter telah bekerja keras untuk hal ini , Kami sangat berterima kasih " Ucap Papa Vania


" Tidak perlu berterima kasih tuan , ini sudah menjadi tugas kami ! Kalau begitu saya permisi , Kalian bisa menjenguknya nanti setelah di pindahkan ke ruang rawat " Ucap dokter itu , Setelah berkata seperti itu , dokter itu pun pergi dari hadapan mereka .


Setalah Vania di pindahkan keruang rawat , Mereka memutuskan untuk beristirahat . Derren dan Jen pamit pulang begitu juga dengan Keanu , karena sudah tengah malam dan mereka juga merasa lelah . Keanu yang tadi berniat menjenguk teman Fira pun ia urungkan ,karena mungkin sekarang mereka telah beristirahat.


Tinggallah Papa dan mama Vania yang menunggu di ruang rawat Vania , Varrel setelah melihat keadaan Vania dia istirahat di lantai atas ruang pribadi keluarga nya .


**


Keesokan harinya, Papa dan mama Vania pamit pulang lebih dulu pada Varrel , Papanya akan ke kantor tapi mama nya nanti akan kembali lagi dan membawa makan siang untuk mereka nanti . Tinggallah Varrel di ruangan Vania saat ini , Belum ada tanda-tanda Vania akan sadar , Tim dokter pun tak bisa memastikan dia kapan akan sadar karena sebelum operasi juga kondisinya sedang koma . Varrel menggenggam tangan Vania , Ia memandang wajah putih pucat kekasihnya itu .


" Bee Cepat bangun !! Apa kau tak lelah tidur terus hm? Aku merindukan mu " Gumam Varrel sambil mengecup punggung tangan Vania .


Di rumah , Jen dan derren pagi itu sedang sarapan bersama dengan Varo juga Jihan tanpa Fira dan Varrel .


" Sayang , Apa Fira sudah menghubungi mu ?" tanya Derren


" Belum, Nanti aku akan ke rumah sakit Untuk melihat nya , Aku khawatir dia tidak ada kabar dari kemarin " Ujar Jen dan diangguki oleh derren


" Ya sudah , Aku berangkat dulu !segera hubungi aku kalau terjadi sesuatu , Varo bareng ayah ya berangkat nya " Ucap derren kemudian


" Iya Dad " jawab Varo singkat , Akhir-akhir ini anak itu lebih banyak diam , Entah lah apa yang dia pikirkan saat ini, Hanya dia yang tau ! Yang Jen tau Varo sedang sibuk belajar dan belajar ,bahkan ia jarang bermain dengan Dira sekarang . Varo ,bisa saja dia tidak sekolah dan langsung mengikuti ujian untuk kenaikan kelas dan langsung loncat kelas ,tapi dia tidak mau melakukannya . Dia ingin bersekolah normal seperti anak lainnya,Jen dan Derren tidak mau memaksa keinginan putra mereka . Biarlah dia menikmati masa anak-anak seperti anak pada umum nya .tapi akhir-akhir dia memang sibuk dan tak ingin di ganggu .


Setelah Derren dan Varo berangkat , Jen juga bersiap untuk kerumah sakit . Jihan merengek meminta ikut. tapi Jen tidak mengijinkan karena untuk anak kecil rumah sakit tidak lah baik .


" Sayang , Bunda janji tidak akan lama ! Sekarang kak Vania sudah baik-baik saja , Bunda hanya ingin melihat sebentar " bujuk Jen pada Jihan


" Em .. Bagaimana kalau Jihan main bersama Kak dira , Nanti bunda yang akan menjemput . oke !!"


" Hmm" Jawab nya masih tak bersemangat .


" Sayang ??" Jen mengelus lembut kepala putrinya itu.


" Baiklah ! Bunda akan tetap dirumah menemani Jihan , Kita main bersama di rumah kak Dira " Putus Jen kemudian dia menghubungi Keanu untuk ke rumah sakit mengecek keadaan Fira dan temannya . Jen juga meminta langsung mengabari dirinya tentang keadaan Fira, Gadis itu sejak kemarin tak menghubungi dan tak bisa dihubungi ,itulah yang membuat Jen cemas .


" Ayo .. bunda !!" Seru Jihan semangat , Jen tersenyum dan mengangguk dengan semangat juga , ia tak ingin membuat putri nya bersedih .


Di kediaman Sasha , setelah berkata pada kepalanya pelayan Fira kembali ke kamar Sasha untuk melihat Yang sebenarnya terjadi di keluarga ini . Sesuai yang di katakan pelayan tadi Fira membuka lemari dan menemukan brangkas disana.


Perlahan Fira membuka dan melihat disana ada buku Dairi milik Sasha dan barang berharga lainnya . Fira mengambil Dairi tersebut dan mulai membukanya , Terselip Foto pemuda Tampan tapi sepertinya seumuran dengan derren lebih muda sedikit .


" Mungkin ini Kak Calvin " Gumam Sasha , ia membalik foto itu dan tertulis sebuah alamat disana " Apa ini alamat rumah nya , Tapi... Apa ?? Ini di Inggris " Gumam Fira lagi


Fira kembali membuka Dairi Sasha dan mulai membacanya , disana gadis itu menumpahkan segala keluh kesah serta kebahagiaan yang ia rasakan selama hidup . juga masalah yang Di alami Orang tua dan kakak nya hingga membuat kakak nya pergi dari rumah .membuat Sasha kesepian ,karena selama ini kakak nya lah yang selalu ada di sampingnya jika orang tua mereka sibuk . Keluarga yang hangat penuh kasih sayang harus terpecah belah oleh seorang wanita yang bernama Zoya .


" Zoya ??" gumam Fira lagi " Apa mungkin kakak kandung bang Varrel ? Tapi kan banyak yang bernama Zoya " Ujar Fira lagi . ia terus melanjutkan membaca Dairi tersebut , ternyata Sasha juga tak menyukai Wanita bernama Zoya itu , tapi ia tak berani bilang pada Kakak nya karena tak ingin hubungan mereka juga renggang. Selama kakaknya pergi sesekali ia masih mengirim kabar dan alamat pada adiknya itu dengan janji tidak memberitahu orang tuanya .


Sasha juga menulis bahwa Wanita itu bukan wanita baik-baik karena dia pernah melihat wanita itu Jalan dengan pria yang berbeda beda.mungkin itu yang membuat orang tuanya tak setuju dengan hubungan mereka . tapi Sasha tetap tak bilang pada kakaknya, Terakhir saat orang tua mereka kecelakaan dan koma selama 1 bulan dan akhirnya meninggal Sasha tak memberi tahu Calvin karena nomor pemuda itu sudah tak bisa dihubungi dan yang ia punya hanya Alamat yang sebelumnya Calvin beritahu .


Di buku itu juga terselip Foto Zoya yang Sasha coret-coret , Karena gadis itu merasa bahwa Zoya telah merusak keharmonisan keluarga nya ,membuat Kakaknya pergi dari rumah karena dia . Fira memperhatikan foto itu dengan seksama untuk memastikan bahwa itu bukan kakak kandung Varrel yang saat ini ada di penjara karena beberapa bulan lalu terlibat masalah dengan keluarga Admaja , bahkan Varrel sendiri yang menjebloskan mereka ke penjara .


" Astagfirullah !! Ternyata benar Zoya, kakak Bang Varrel !! Pantas saja keluarga ini tak merestui sedangkan Zoya wanita jahat dan licik ." Gumam Fira setelah memastikan foto tersebut .


" Haih ,ini semakin rumit ! kenapa dunia begitu sempit " Ujar Fira


" Tapi kenapa Kakak Sasha di Inggris ,Jika Zoya disini ?" Apa setelah kejadian Zoya di penjara mereka berpisah dan dia memilih pergi ke Inggris untuk menenangkan diri ya ?" Gumam Fira berfikir kemungkinan kemungkinan yang terjadi.


" Bisa saja !! Kak Calvin telah mengetahui kebusukan Zoya jadi dia malu kepada orang tuanya dan pergi dari negara ini , Sebab itu nomor nya tak bisa di hubungi lagi sekarang "


" Tapi .. Bagaimana aku bisa kesana ? " Pikir Fira


" Astaga !! Ini membingungkan " gerutu nya


" Aku akan bicara pada ayah dan bunda nanti " Ujar nya lagi , Fira memutuskan untuk kembali kerumah dan membawa Dairi serta foto Calvin yang berisikan alamat Calvin di Inggris .


.


.


.


.


Bersambung