
Sampai di rumah Derren turun dan bergegas membuka kan pintu mobil untuk jennie .
Jen tersenyum dan mengucapkan terima kasih .
Mereka berjalan beriringan dengan Si mungil Varo yang masih terlelap di gendongan bundanya .
Mereka masuk kedalam rumah dan di sambut oleh bi Lastri .
betapa bahagianya wanita paruh baya itu melihat Jennie telanjang kembali ,karena hanya dia yang tau bagaimana keadaan tuan nya yang sudah seperti anak bagi nya saat di tinggal pergi oleh Jen . tapi ia juga tidak menyalakan Jen karena ia juga tau bagaimana menderita nya Jen saat Kesalah pahaman menerpa rumah tangga mereka .
" Selamat datang tuan , Nona , dan ini ....." bi lastri tak bisa berkata apapun mata nya sudah berkaca-kaca melihat bayi mungil yang sedang terlelap itu mirip sekali dengan tuan muda nya.
" Varo bik , Giovaro Putra Admaja" Jelas derren yang begitu bahagia
" Syukur Alhamdulillah , terima kasih Ya Allah , nona sudah kembali ,Tuan dan nyonya besar pasti akan sangat bahagia mendengar kabar ini " ucap bi Lastri
" Iya bibi benar , kami akan buat kejutan untuk mama papa nanti . Bi tolong siapkan makan siang untuk kami ya , dan siap kan juga kamar untuk Varo ya bi" ucap derren dan di angguki bi Lastri lalu ia berjalan ke kamar utama bersama Jen dan Beby Varo .
" Sayang " Lirih derren memeluk Jen dari belakang setelah Jen meletakkan Beby Varo yang sedang tertidur di atas ranjang .
" Hmm"
" Aku sangat merindukan mu " bisik derren di telinga Jen yang membuat Jen menahan geli .
" Aku juga sangat merindukan mu mas " kata Jen membalikan badannya menghadap derren .
wajah mereka sangat dekat hingga terasa hembusan nafas dari kedua nya , tangan derren meraih tengkuk leher Jennie ,ia memiringkan wajahnya menempel kan bibir nya ke bibir Jen . Derren mencium nya sekilas dan menatap wajah sang istri yang sangat cantik . bahkan setelah 1 tahun tidak bertemu Jen tampak semakin berisi mungkin juga karena faktor habis melahirkan tapi Dimata derren Jen terlihat sexi Mereka saling tatap , tatapan mereka sangat dalam menahan kerinduan selama setahun ini . wajah ini yang selama ini mereka rindukan .
Derren kembali menempelkan bibirnya di bibir Jen dan me****t nya lembut penuh perasaan ,Bibir lembut menjadi candu untuk nya . Ia mengakses setiap inci mulut Jennie mereka saling menautkan lidah yang bermain didalam nya, Jen mengalungkan tangannya di leher derren . tangan derren mulai menyusup kedalam baju yang dikenakan Jen mengelus punggung nya dengan lembut, puas dengan bibir Jen kini ia berpindah ke leher jenjang milik istri cantik nya itu memberi sensasi panas dalam dirinya .
Derren mer***s lembut Dua benda kenyal dibalik baju Jennie . hingga membuat Jen mengeluarkan suara desahan yang semakin membangkitkan gairah derren . Ia mengangkat kepalanya dan menatap istrinya seolah mengatakan bolehkah lebih dari ini ? Jen yang mengerti tatapan suaminya itu hanya mengangguk. Derren tersenyum girang mendapatkan izin sang istri .
Derren kembali ******* bibir Jen dengan lembut .menyusuri leher Jen hingga ia beralih kepada dua benda kenyal yang masih terbungkus baju dan bra . Derren membuka kancing baju satu persatu ia juga melepaskan pengait bra Jen hingga menampakkan tubuh putih mulus sang istri yang masih setengah telanjang itu . Ia memulai aksinya kembali sampai saat ini mereka sama-sama tak memakai sehelai benang pun.
Junior derren yang sudah siap tempur Segera ia arahkan kedalam ****** Jen .
Tok tok tok
terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar
" Oh shit !!!" umpat derren kesal
"Siapa " teriak nya hingga membuat Beby Varo menangis karena terganggu tidurnya . Jen yang melihat Varo terbangun dengan cepat memakai pakaian nya.
" Makan siang nya sudah siap tuan " ucap pelayan dari luar kamar
" ah. ,sial ,kenapa mereka mengganggu saja. maafkan ayah sayang,kau jadi tebangun " ucap nya berlalu kekamar mandi menenangkan junior nya dibawah guyuran air dingin .
Setelah menyusu Beby Varo mengoceh dengan sangat riang dengan bahasa nya anak bayi .
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka tampak derren keluar sudah lengkap memakai pakaian santai dengan wajah cemberut nya . Jen yang melihat itu hanya terkekeh ia tau benar suaminya itu sedang sangat kesal.
Derren berjalan menghampiri anak dan istri nya .
"mas ,Napa mukanya cemberut gitu ,jelek tau " goda Jen
" biarin " sunggut nya
" Udah gak usah ngambek gitu, Malu dong sama anak " ujar Jen tersenyum lembut pada derren
" Kenapa malu, dia juga kan belum ngerti yank" ucap derren lagi
" iya ,tapi dia udah bisa ngerekam apa yang dilihat dan di dengar mas , Ya udah ah , aku mau mandi dulu neh anak nya jagain " ucap Jen memberikan Varo ke derren dan berjalan ke kamar mandi
" Oke, sini anak ayah mau main apa " tanya derren yang dibalas ocehan khas anak bayi .
" uluh uluh lucu nya ganteng ayah " Ia terus saja bermain dengan Varo hingga Jen selesai dan Mert turun bersama untuk makan siang .
" Tuan, silahkan makan siang nya , biar tuan muda Varo bibi yang urus " ucap bi Lastri
" iya, tolong ya bik " ucap derren memberikan Varo pada bi Lastri
" Tidak perlu sungkan tuan , ia sudah seperti cucu saya sendiri " ujar bi Lastri
" Ya Allah , Tampan sekali " ucap bi lastri gemas menggendong baby Varo dan membawanya ke ruang tv membiarkan tuan dan nyonya Admaja makan siang bersama setelah sekian lama .
" Mas , bagaimana kalau besok kita kerumah mama papa" ucap Jen setelah mereka selesai makan
" Iya , mereka pasti seneng banget liat kamu sudah kembali apalagi membawa Varo " ucap derren antusias
" iya mas ,lusa baru kita kerumah Daddy aku akan menjelaskan semuanya agar kesalah pahaman ini tidak berlarut larut " ujar Jen menggenggam tangan derren
" iya sayang, makasih ya mas ngerti apa yang dirasakan Daddy beliau begitu kecewa padaku. mungkin jika mas di posisi Daddy pun akan melakukan hal yang sama " ucap derren tulus
Jen memeluk derren dari samping menyandar kan kepalanya pada bahu derren.
" Sayang terima kasih sudah kembali , Terima kasih telah hadir di hidup ku , Terima kasih atas cinta yang kau berikan selama ini, Terima kasih telah melahirkan Malaikat kecil untuk ku, Terima kasih untuk segala nya, Dan maaf untuk semua penderitaan yang kau alami selama ini ." kata derren mengelus lembut kepala Jen mata nya sudah berkaca-kaca membayangkan apa yang telah dialami Jen akibat kebodohan nya.
Bersambung