
Safira dan Airin keluar dari aula , Fira benar-benar belum siap jika harus bertemu Samuel secara langsung , Apalagi kini di samping Samuel sudah ada wanita yang mungkin saja kekasih nya karena mereka begitu dekat .
" Ra ini mau kemana ??" tanya Airin karena sejak tadi tangan nya di tarik oleh Safira
Safira menghentikan langkah nya melihat Airin yang bingung
" Ke kantin " jawab nya
" Kantin nya disana Ra " tunjuk Airin berlawanan arah dari mereka , Fira menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan Tersenyum canggung karena pada Airin , wanita yang baru saja dikenalnya
" Ya udah ayo " kini mereka berjalan santai menuju kantin kampus dengan Ara masih memakai masker nya , orang orang menatap nya aneh karena ia menggunakan masker , mereka mengira Ara sedang sakit mungkin atau wajah nya bermasalah . ntah lah
Saat di kantin merek mengedarkan pandangan mereka mencari kursi yang kosong , ada 1 meja yang menjadi pusat perhatian Fira , Karena ada 3 orang yang ia kenal dan ada 3 wanita yang ia tidak kenal seperti sedang menggoda 3 pria itu .Fira memandang nya dengan pandangan geli dan tak berniat menolong mereka .
Varrel yang sejak tadi sudah risih dengan perlakuan 3 wanita ini ingin rasa nya ia marah dan menyuruh mereka pergi , Tapi ini bukan tempat nya dan dia tak ingin membuat masalah . Sedangkan Ezhel dan Aiden yang biasa nya senang menggoda wanita , Kini mereka di goda dan didekati merasa jijik dengan wanita yang bersikap rendah seperti itu.
" Kenapa sih kalian dari tadi pelit banget , Cuma tanya nama aja gak di beri tahu " Ujar salah satu wanita itu dengan nada genit nya .
" Tau nih , Kamu Ganteng banget sih " ujar salah satu teman nya sambil mencubit gemas pipi Ezhel yang langsung di tepis nya
" Ya ampun !! jangan galak galak dong honey " ujar nya dengan nada manja mengelus pipi Ezhel .
Ezhel menatap wanita yang berani memegang nya itu dengan tatapan tajam yang jarang sekali Ezhel tunjukkan pada orang lain .
Diam !!! Varrel dan Aiden memilih untuk mengabaikan mereka , walau sebenarnya mereka sudah tidak tahan ingin membentak wanita wanita itu yang sudah sangat lancang .
Varrel menolehkan pandangannya ke arah pintu keluar ,tak sengaja ia melihat Fira hendak duduk di kursi yang kosong ,muncul ide untuk mengusir wanita wanita itu .
" Sayang !!!" seru nya sedikit berteriak hingga membuat pandangan semua orang buang ada di kantin itu teralihkan . termasuk Fira dan Airin , Varrel melambaikan tangan nya pada Fira seakan menyuruh nya untuk menghampiri nya , Fira yang kasian pada Abang nya itu pun berjalan kesana menghampiri mereka .
" Ra Lo kenal dengan mereka ? x tanya Airin dan dijawab anggukan oleh Fira
Sedangkan ke 3 wanita yang mengganggu Varrel , Ezhel dan Aiden pun mengepalkan tangannya melihat dan mendengar varrel menyebut wanita itu dengan sebutan sayang .
Walau Fira menggunakan masker Varrel masih bisa mengenali nya. bagaimana pun mereka hidup bersama sejak kecil .
" Udah selesai ,hm ? " tanya varrel pada Fira yang sudah berada di samping nya sambil memegang tangan Fira
" Iya . sudah ! Aku tadi berencana untuk makan baru pulang. tapi sepertinya mood ku sudah hilang " ujar nya sambil melirik ke arah wanita wanita yang belum pergi dari sini
"Ya sudah kita pulang saja ! " jawab varrel
" Tunggu ! Rin kamu gak apa-apa kan kita gak jadi makan ? atau kamu mau pulang bareng kita biar kami antar " ujar Fira pada Airin
" Gak apa-apa Ra , Aku bawa mobil sendiri kok tadi " jawab Airin
" Oh ya udah kalau gitu , Aku duluan ya " ujar Fira Tersenyum di balas anggukan dan senyuman juga oleh Airin , Pandangan Airin beralih pada tangan Fira yang di genggam Varrel sejak tadi membuat nya bertanya tanya tentang hubungan mereka.
Ezhel memperhatikan Airin sejak tadi , Gadis itu memiliki postur tubuh yang mungil tapi cukup tinggi walau mungkin hanya 165cm , wajah nya yang bersih memiliki mata bulat dan bulu mata lentik seperti boneka pikir Ezhel terkekeh dalam hati . Fira menyadari tatapan Ezhel dan Tersenyum geli melihat Ezhel yang sangat intens memperhatikan wanita yang baru saja menjadi teman nya itu . muncul ide untuk memperkenalkan mereka.
" Oh iya tunggu dulu , Rin kamu pasti bingung kan ? Bang kenalin ini teman aku Airin , Rin ini bang Varrel , ini kak Ezhel dan ini kak Aiden " ujar Fira memperkenalkan mereka pada Airin .
" Varrel "
" Ezhel "
" Aiden "
Ujar mereka menjabat tangan pada Airin.
" Airin " jawab Airin
" Ya udah ! Kami duluan ya Rin sampai ketemu besok " Fira berlaku di ikuti 3 pria tampan di belakang nya .
3 wanita itu menahan kesal nya , karena sejah tadi mereka ingin berkenalan di acuh kan oleh Varrel dan teman teman nya , tapi tadi apa dengan mudah nya wanita itu menyuruh mereka berkenalan dengan Airin mereka mau begitu saja .
Mereka menatap Airin dengan tajam , Airin yang merasa di tatap seperti itu cuek saja dan pergi dari sana .
" Lihat aja apa yang bakal gue lakuin sama kalian , Berani beraninya anak Baru Deketin cowok incaran gue " ujar Veronica salah satu dari wanita tadi
" Bener banget , Kita harus kasih pelajaran pada mereka " saut Mona teman nya
" Kalian ngomongin apa sih ?" tanya salah satu temannya Lusi yang memang otak nya sedikit lemot . Mendengar pertanyaan Lusi Veronica dan Mona menatap kesal pada temannya yang lemot itu . Untung teman !! kalau gak udah mereka ulek tu muka tanpa dosa .
Saat sampai di parkiran , tak sengaja Mata Fira melihat El juga berjalan ke parkiran dengan seorang wanita yang ia lihat tadi di dalam aula , Fira menundukkan kepalanya agar tak terlihat oleh El padahal dia udah pakai masker tentu El tidak akan mengenali nya kalau tidak memperhatikan dengan jelas .
" Muel tunggu dong , jalannya cepet banget sih " gerutu wanita itu sambil mengejar langkah Samuel
Samuel tidak memperdulikan wanita itu dan masuk ke mobilnya. dengan cepat pula wanita itu masuk di samping pengemudi . Tanpa bicara Samuel melajukan mobilnya keluar dari kampus .
Fira yang melihat itu berasumsi kalau pasangan kekasih itu sedang bertengkar .
" De ! masuk dong " seru Varrel membuka kaca mobil karena sejak tadi menunggu Fira yang tak kunjung masuk ke dalam mobil .
tanpa menjawab Fira masuk kedalam mobil .
Sesuai janji mereka ,kalau hari ini mereka akan menghabiskan waktu bersama Fira kemana pun . mereka memutuskan untuk jalan jalan ke mall tapi sebelum itu Fira mengajak mereka untuk makan ,tapi kali ini bukan di restoran melainkan di warung pinggir jalan . Varrel dan Fira sering makan di warung Kaki lima tapi tidak den Ezhel dan Aiden .
Saat baru sampai mereka menatap Warung tersebut dengan tatapan geli .
" Ra yakin kita mau makan disini ?" tanya Ezhel
" Iya kak , ayo " ajak Fira
" Gak ah kalian aja yang makan kita tunggu di mobil " tolak Aiden
" gak bisa dong ! kalian udah janji Lo mau ikutin Fira kemana pun "
" huh !! baiklah " dengan terpaksa mereka mengikuti Fira dan duduk lesehan di bawah dengan meja yang pendek .
" kak kalian mau pesan apa ?" tanya Fira
" Oke !! kalau Abang?"
" Ayam bakar aja sama jus jeruk "
" Siap !!"
" Mang pesan Ayam bakar 4 jus jeruk 4 juga ya "
Tak berapa lama pesanan mereka datang , Ezhel dan Aiden saking tatap melihat makanan di hadapan mereka . Ayam bakar mereka tahu tapi dengan sambal terasi dan berbagai jenis lalapan juga tempe dan tahu goreng , ini pertama kali mereka melihat nya .
Fira dan varrel mulai makan makanan mereka .
" Ayo dimakan ! gak akan bikin kalian keracunan kok " ujar Fira terkekeh melihat kedua sahabat Abang nya yang enggan makan makanan Tersebut
" Rel ? " ujar Aiden seolah bertanya dan varrel mengangguk sebagai jawaban nya membuat fira menggelengkan kepalanya .
Perlahan Ezhel dan Aiden memasukan makanan itu kedalam mulut nya . mata mereka melotot mencerna rasa didalam mulut mereka .
" Enak !!" seru mereka lalu mereka makan dengan lahap dan bahkan sampai nambah.
Setelah makan mereka pergi ke mall untuk berjalan-jalan sekalian mencari kebutuhan mereka yang hendak liburan di bantu Fira . mereka mengajak Fira tapi dengan tegas Fira menolak nya . selain ingin varrel dan Vania lebih dekat dia juga harus kuliah . jika ada diri nya akan mengalihkan varrel dan tak bisa melihat perasaan varrel yang sebenarnya pada Vania.
***
Ke esokan hari nya Varrel dan teman teman nya sudah berada di bandara internasional Soekarno Hatta . disana juga sudah ada Vania dan Roza .
Menempuh perjalanan 2 jam akhirnya mereka sampai di bandara Ngurah Rai . Mereka menumpangi taxi Untuk sampai di resort Keluarga Admaja . Derren sudah menghubungi pihak resort jika Putra nya akan datang bersama temannya untuk liburan disana .
" Waw tempat ini sungguh indah !" ujar Aiden melihat keindahan resort yang menghadap langsung ke pantai
Plak
" Gak usah norak !!" Ezhel memukul tengkuk Aiden merasa malu dengan tingkah sahabatnya itu . sedangkan yang lain hanya tertawa kecil Melihat itu semua .
Setelah istirahat mereka berkumpul di restoran untuk makan siang , mereka memesan makanan khas Bali seperti Bebek betutu , Sate lilit , tumis Tuna sambal matah , Ayam bumbu Bali dan lain nya . mereka mencoba semua makanan disana .
tentu saja yang paling antusias 2 bule tampan itu yang sudah ketagihan dengan masakan Indonesia yang kaya akan rasa dan rempah.
Varrel memperhatikan Vania yang sedang berbincang dan tertawa dengan Teman-teman nya ,ia berfikir bagaimana caranya memastikan perasaannya pada gadis itu ? Seperti nya dia harus minta pendapat pada Ezhel dan Aiden. pikir nya
Saat mereka asik bercanda tiba tiba seseorang menghampiri mereka ,tapi lebih tepat nya menghampiri Vania .
" Vania !!" panggil orang itu
Vania mengerutkan keningnya mengingat pria tampan di hadapan nya itu
" Kak Alvin ??" tanya Vania memastikan
" Iya . kamu masih inget ternyata !!"
" Inget dong !! kak Alvin ya ampun !!! seneng banget ketemu kakak disini " ujar Vania antusias sambil berdiri dan memeluk Alvin , tentu saja Alvin membalasnya .
" Kakak apa kabar ? bagaimana keadaan Tante ? lama sekali tidak bertemu " tanya Vania pada Alvin
" Kakak sehat seperti yang kau lihat , mama juga Alhamdulillah sehat ! maka nya main ke rumah , eh kamu kapan balik ke sini emang kuliah kamu udah selesai ? " tanya Alvin
" Duduk dulu kak ! biar enak ngobrol nya " ujar Vania menyuruh Alvin duduk di sebelah nya . lalu Vania memperkenalkan Alvin pada sahabat sahabat nya . Varrel menatap kedekatan mereka merasa gemuruh di dada nya . ia mengepalkan tangannya di bawah meja tetap memperhatikan kedekatan Alvin dan Vania.
" Aku kesini liburan sama mereka ,baru aja nyampai disini , Kakak ngapain disini ?" tanya Vania
" Kakak habis ketemu klien tadi dan gak sengaja lihat kamu " Alvin mengacak rambut Vania membuat Vania mengerucutkan bibirnya .
" Kakak kebiasaan deh !!" omel Vania .
Ya !! Mereka memang sangat dekat , Alvin adalah sahabat Disha yang dulu pernah membuat kesalahpahaman antara Disha dan Gabriel . sampai sekarang Alvin masih belum menikah . Ibu Alvin adalah kakak kandung Ayah Vania . Dari kecil Vania yang kesepian karena orang tua nya selalu sibuk Alvin lah yang menjaga nya , mereka berpisah saat Alvin kuliah di luar negri . Alvin memang masih muda umur nya sama seperti Disha 24 tahun . Dulu disha menikah di umur 20 tahun dan sekarang putrinya berumur 3 tahun terpaut 2 tahun dengan Varo .
Tapi karena Vania tidak memperkenalkan Alvin sebagai kakak nya , Teman-teman nya sedikit salah paham dengan kedekatan mereka .. Karena mereka memang begitu dekat hingga orang akan menganggap mereka sepasang kekasih . Vania akan ceria bila bersama Alvin . Varrel yang sejak tadi menatap tajam ke arah mereka berdiri dan pergi begitu saja menuju resort tempat mereka tak jauh dari restoran itu.
Ke empat sahabat nya menatap varrel dengan bingung ,tapi tidak dengan Alvin dia melihat tatapan kecemburuan dari mata Varrel pada nya dan Vania . Alvin Tersenyum melihat itu .. ia berfikir jika varrel adalah kekasih adik nya . ternyata adik nya sekarang sudah dewasa . Alvin sangat menyayangkan sikap orang tua Vania yang tak lain adalah paman dan bibi nya yang selalu mengabaikan Vania hanya karena sibuk mencari anak mereka yang hilang sampai mengabaikan putri yang ada .
Ya Alvin mengetahui hal itu. karena pada saat itu dia sudah cukup besar dan mengingat semua nya .
" Nia kakak pergi dulu ya !kakak masih ada urusan yang harus kakak selesai kan Disni " hal itu membuat Vania mengerucutkan bibirnya " Nanti kakak hubungi kamu , Oke !! kita bisa bertemu lagi , lagian kakak disini mungkin masih 1 Minggu lagi jadi kita masih punya banyak waktu untuk mu " ujar Alvin sambil mengelus lembut kepala Vania
" Baiklah , tapi janji "
" Siap my Princess !" Alvin mencium Kening Vania sejenak membuat ke 3 orang uang masih disitu melongo .
" Saya pergi dulu , titip Vania " ujar Alvin pada mereka yang masih terkejut , Alvin hanya tersenyum dan berlalu dari situ .
Vania yang menyadari keterkejutan teman temannya hanya menggelengkan kepala nya tanpa menjelaskan siapa Alvin .lagian temannya juga tidak ada yang bertanya . ya biarkan saja toh itu kakak nya sendiri . pikir Vania ,Alvin memang sering Mencium nya begitu juga dengan Vania . tapi hanya sekedar kening dan pipi , Vania tau itu rasa sayang Kakak kepada adik nya .
Di tempat lain. tepat nya di kamar varrel Uring-uringan tidak jelas , Dia melihat semua nya saat Alvin mencium Vania . tadi saat Dia akan Sampai di resort dia teringat akan ponsel nya dan berniat kembali mengambil ponsel tersebut karena dia hendak menghubungi bunda nya jika sudah sampai . tapi sial nya ponsel itu tertinggal di restoran dan membuatnya harus melihat adegan yang membuatnya terbakar api cemburu.
***
Bersambung
yang lupa sama Alvin nih aku kasih inget
Varrel tetep ganteng ya
Jangan lupa like Koment n Vote nya ya all ..
Happy reading