
Jennie sampai dirumah pukul delapan malam .
ia segera masuk kedalam rumah tapi tidak melihat siapa pun . rumah itu begitu sepi padahal masih jam 8 .kemana semua orang . dia pun acuh mengangkat bahunya tak peduli . lalu bergegas menuju kamar nya .
ceklek
Ternyata derren juga tak ada dikamar. mungkin diruang kerjanya pikir Jen .
setelah membersihkan diri Jen berjalan keluar kamar hendak mengambil minum di dapur . saat dia berada di depan kamar ia mendengar suara dari kamar yang di tempati oleh Nadya karena penasaran ia pun berjalan perlahan melihat kamar itu yang tak tertutup rapat betapa terkejutnya dia mendengar suara derren ada dikamar itu bersama Nadya .
" Sayang pelan pelan dong "
" ....."
" ahhh ,reen ...sakit banget aaahhh, lembut dikit dong sayang"
Jennie menutup mulutnya tak kuasa untuk melihat dia memilih pergi kembali ke kamar dan menguncinya . dia memukul mukul dadanya sesak . matanya pun terasa panas tapi ia segera menepisnya agar tak menangis .
" huh , aku kuat . aku harus kuat .. "
gumamnya memejamkan mata menahan emosi nya.
" tapi kenapa , kemaren dia bilang cinta . sekarang apa .. apa dengan semua ini aku harus tetap bertahan ,tidak .aku tidak bisa" ia berjalan kearah ranjang dan merebahkan diri nya . lelah hati dan pikiran . tak tau apa yang harus dilakukan.
sementara dikamar Nadya .
" kamu bisa diem gak . bawel banget " ujar derren sambil memijat kaki Nadya.
tadi saat derren akan istirahat ke kamarnya Nadya tiba tiba berteriak memanggil derren , derren menoleh ke arah Nadya dilihatnya saat Nadya akan menaiki tangga kakinya kepeleset dan terkilir jadi derren terpaksa menggendongnya kekamar dan memijat nya.dan terpaksa juga dia menemani Nadya malam ini , karena dipaksa dengan alasan jika dia butuh sesuatu dia membutuhkan derren karena kakinya sedang sakit.
******
Pagi hari Jen sudah siap dengan pakaian nya yang menarik .
ia memakai kaos putih ,rok kotak kotak dan jaket kulit berwarna hitam . rambut nya di ikat ekor kuda. ia menatap penampilan nya di cermin . dirasa cukup ia mengambil tas dan memakai kacamata nya. hari ini ia akan ke markas . tapi sebelum itu dia akan ke kantor dulu mengantar berkas yang dibutuhkan Gabriel .
ia berjalan keluar kamar menuruni tangga tanpa menoleh pada orang orang yang berada dimeja makan dia berlalu begitu saja .
" Jen " panggil derren .
ia berhenti dan menoleh
"Ya "
" kamu gk sarapan dulu ?"
" gak. aku buru buru ,aku jalan dulu " ia berlalu keluar
tin tin tin
suara mobil Kenzo sudah ada didepan rumah Jennie, ya hari ini mereka akan ke markas bersama .
sementara itu di dalam rumah
" kau lihat itu ren , dia sudah dijemput oleh seseorang makanya dia terburu-buru" ucap Nadya
" Bisakah kau diam " tegas derren
seketika Nadya menutup mulutnya tak ingin membuat derren marah padanya.
Derren beranjak kekamar mempersiapkan diri hendak ke kantor.
" kenapa dia menghindar lagi dari ku , kemarin dia sudah baik baik saja, apa aku berbuat kesalahan. seperti nya tidak" gumam derren sendiri didalam kamar
" ah sudahlah nanti aku tanyakan padanya" iapun segera memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh jennie.
Sampai di kantor Jennie langsung masuk keruangan Gabriel bersama kenzo
Gabriel hari ini sangat tampan dan gagah dengan setelan jas biru Dongker nya siapa pun yang melihat pasti akan kagum dengan mahluk ciptaan Tuhan yang satu ini.
" Kau sudah datang sweety"
" jika aku belum datang tidak mungkin aku ada disini . kau ini !!" seru Jen pada Gabriel
" Astaga masih pagi kau sudah marah marah saja " jawab Gabriel terkekeh geli melihat Jennie kesal.
" ini dokumen yang kau minta , sekarang aku mau pergi dulu dengan Ken "
" kenapa buru buru ,apa kau sudah sarapan " tanya gabriel
" Nanti aku akan sarapan bersama Ken saja "
" baiklah kalau begitu , hati hati ya . Ken jaga kakak mu itu "
" Siap kak " ucap Kenzo
" Aku sudah besar tidak perlu dijaga " ujar Jennie
" ya. ya . aku tau kau bisa jaga dirimu sendiri " ucap Gabriel mengejek jennie
" Aiss sudahlah . aku pergi dulu . by honey 😊 " ucap Jen lagi berlalu meninggalkan ruangan Gabriel . Gabriel hanya menggeleng melihat Jennie
" aku pergi dulu kak " ucap kenzo
Gabriel menganggukkan kepalanya
" Hati hati Ken "
Gabriel berjalan menuju meja kerja nya memulai pekerjaan nya. semenjak membantu Jennie mengurus perusahaan nya dia tidak lagi mengambil kontrak pemotretan, hanya sesekali di perusahaan JS karena kontraknya belum habis . . selain itu dia juga membantu ayahnya jika mendesak saja. .
Jennie dan Kenzo saat ini sudah sampai di markas black Devils . hari ini mereka akan berlatih memanah dan menembak . kalau beladiri Jennie sudah memberi jurus jurus inti nya . Ken tinggal mengembangkan nya saja dan diawasi oleh Jenni .
" Sam "
"Ya nona"
" Berikan padaku pistolnya "
" Ini nona"
saat ini mereka berada di arena menembak .
" Ken perhatikan baik baik . fokuskan pada titik yang akan kau bidik. Luruskan tangan mu seperti ini dan jangan tegang "
Dor dor dor
Tiga kali tembakan tepat mengenai sasaran .
" Sungguh menakjubkan " seru Ken
" sekarang kau coba " ucap Jen memberikan pistol pada Kenzo .
Ken menerima nya dan mulai membidik .
" Ken santai saja Jangan tegang seperti itu "
Jen membenarkan posisi tangan Ken .
" Tembak" perintah Jen
Dor
tembakan Ken mencapai nilai delapan puluh.
" Usaha bagus baby " Lanjut kan kakak mau ambil minum dulu . Ken mengangguk dan melanjutkan latihan nya sampai mencapai nilai sempurna .
.
Jen kembali membawa jus jeruk dan cemilan .
ia duduk di kursi tunggu di arena itu.
" Baby , kemari lah istirahat dulu nanti lanjutkan lagi " seru jennie
Kenzo berjalan ke arah Jen memberikan pistolnya pada Sam dan duduk di sebelah jennie.
" Sam duduk lah .minum ini " ucap Ken
" ya nona "
" kau ini sudah berapa kali ku bilang jangan panggil aku nona . kau sudah seperti adik bagiku "
ya Sam memang dua tahun lebih muda dari Jennie dulu saat kecil Sam hidup di jalanan sampai dia bertemu paman mike dan disekolah kan hingga saat ini dia menjadi orang kepercayaan Mike.
" I. iya non .em kakak " ucap Sam ragu
" nah ,itu lebih baik " jawab jennie.
Hari berlalu begitu cepat , Ken mengantar Jen pulang sampai rumah masih jam enam sore . saat masuk rumah jennie teringat kejadian malam tadi ia mendengar suara derren dan Nadya di kamar . ia segera bergegas ke kamar nya membersihkan diri sebelum makan malam .
pukul 7 Jen telah siap ia mendengar suara mobil derren .Jen keluar untuk menyambutnya . dia sudah memutuskan untuk bersikap biasa saja pada derren dan menganggap tidak terjadi apa apa .
" Yank sudah pulang " ujar Jen mengambil tas dan melepas jas milik Derren
derren mengangguk mencium kening Jen .
" Mandi lah dulu . aku akan menyiapkan makan malam untuk kita "
" Ya sayang " derren senang Jen tidak mengabaikan nya . dia berjalan ke kamar untuk membersihkan diri saat hendak masuk ke kamarnya Nadya keluar dari kamar
" Sayang kau sudah pulang " ucapnya bergelayut di lengan derren
" Lepaskan tanganmu , jaga lah sikapmu "
Nadya mengerucutkan bibirnya kesal.
"kenapa, kita kan akan segera menikah ,jadi kau akan menjadi milik ku "
" Terserah " ujarnya masuk kekamar dan menguncinya.
BERSAMBUNG