
Di tempat lain tampak seorang pemuda memakai topi dan masker mengendarai mobil dengan kecepatan sedang , Mobil yang tidak biasa ia pakai tentunya , Dia Keanu !! Saat ini Keanu menuju Tempat dimana yang belakangan ini dia sering datangi dengan penyamaran yang dapat mengelabui lawan .
Ya Keanu belakangan ini melatih dirinya di markas Black Devils, baik itu dalam ilmu beladiri menembak ataupun memanah, walau ia bisa dalam hal itu tapi ia mengasah kembali kemampuannya agar lebih meningkat, Terutama beladiri , disana ia banyak berlatih berbagai ilmu beladiri ,Di bawah bimbingan Kevan juga Rio yang memang di tugaskan oleh Derren untuk membimbing pelatihan fisik .
Selama ini pihak Soni tidak tau karena setelah dari kampus dia akan pergi dengan mobil lain , sedangkan mobilnya di bawa oleh tangan kanannya ke perusahaan guna mengelabui mata-mata yang Soni kirim untuk mengawasi dirinya . sesampainya di Markas Black Devils Keanu membuka topi serta maskernya dan masuk kedalam menemui Jen yang kebetulan ada disana saat ini , Sedangkan derren saat ini sedang menghandle perusahaan .
" Kean , Kau sudah datang ?" tanya Jen yang baru keluar dari kamar setelah berganti pakaian .
" Aku baru saja datang " jawab Keanu " Bunda ??" Keanu mengerutkan keningnya heran melihat penampilan Jen yang menggunakan pakaian serba hitam , dia mengikat rambutnya ke atas .. Bahkan jika Keanu tak tau Jen sudah menikah dan punya anak dia pasti akan berpikir kalau Jen masih lajang .
" Berapa umur bunda Jen ya kira-kira ? Apa dia pakai sesuatu agar tetap awet muda ?" pikir Keanu , ia menggelengkan kepalanya membuang pikiran-pikiran aneh nya .
" Jangan berpikir yang macam-macam , Aku memang masih muda , Bahkan umur ku belum ada 30 tahun " ujar Jen yang seakan tau apa yang Keanu pikirkan .
" Eh .. itu ??" Keanu tentu bingung akan menjawab apa .
"Sudah lah !! Kau ikut bunda sekarang !!" perintah Jen di angguki oleh Keanu , Ia mengikuti Jen ke ruang berlatih tembak .
" Ini , rakit lah " Ujar Jen memberikan serangkaian Pistol untuk dirakit .Keanu dengan cekatan merakit pistol Tersebut , ya dia sudah belajar dari Kevan sebelumnya , memang dia bisa menembak selama ini tapi dia belum pernah merakit senjata itu, Disini ia banyak belajar tentang berbagai hal .
" Sekarang, Pakai ini !" Jen memberikan penutup telinga pada Keanu " Tembak buah-buah apel yang bergerak disana " perintah Jen
" Baik bunda!" Ya !! Keanu memanggil Jen dengan sebutan bunda atas keinginan Jen sendiri , Keanu jelas tidak keberatan akan hal itu..
Keanu berkonsentrasi memandang pergerakan apel-apel tersebut , Dan mulai melepaskan tembakannya
Dor dor dor dor
Sampai peluru habis hanya 3 buah apel dari sepuluh yang tepat sasaran .
" Sudah bagus , Hanya kau kurang pemahaman " Ujar Jen mengkritik pelatihan Keanu .
" Dalam latihan di butuhkan Sikap tenang, cermat dan tepat merupakan bentuk latihan yang harus dikuasai saat latihan menembak, selain itu tehnik pernapasan juga mempengaruhi ketepatan dalam membidik sasaran tembak. Dalam Latihan Menembak Tepat penguasaan diri harus benar bisa dilakukan dengan baik pengontrolan emosi dan kecermatan harus bisa dilakukan agar peluru benar-benar mengenai sasaran tembak. Iniah yang harus kau pahami "
" Perhatikan ! Bidik menggunakan mata dominan , Sejajarkan bagian depan dan belakang , Sejajarkan mata dengan senapan , tentukan fokus sasaran mu , Konsentrasi .. Tembak !!"
Dor Dor Dor
Peluru Jen dalam satu kedipan mata Mampu menembak semua Apel yang tersisa .
" Apa kau sudah mengerti ?" tanya Jen
" Sudah bunda , Aku akan mencobanya sekali lagi " jawab Keanu dengan tegas .
Keanu Sangat Beruntung bisa di ajarin langsung oleh Jen sendiri , Pelajaran yang Jen berikan sangat mudah di pahami .
Jen melambaikan tangan pada pengawal agar memasang buah-buahan itu lagi , Setelah nya Keanu mulai membidik kembali sesuai arahan Jen tadi .
Walau tak secepat Jen , tapi dia berhasil Membidik tepat pada sasarannya .
" Kerja bagus !! Lanjutkan terus setelah itu kita ke ruang latihan memanah " Ujar Jen lalu ia memilih duduk melihat Keanu berlatih , pada dasarnya Keanu memang sudah punya skill di tambah dia Anka yang cerdas jadi mudah baginya mengasah kemampuan nya itu .
***
Hari demi hari telah berlalu , tepat lusa adalah hari peresmian gedung xx milik Tn Soni . hari ini Serena berniat ke lokasi untuk melihat persiapan disana . sesampainya disana dia merasa puas dengan apa yang sudah di siapkan sejak lama .
Serena yang di temani asisten pribadinya berkeliling melihat lihat gedung perusahaan itu , Gedung perusahaan xx milik Tn Soni , Tiba-tiba ponselnya berbunyi ,dan ia segera mengangkatnya
" Hallo kak ?" ujar Serena , setelah mengetahui yang menelponnya adalah Varrel
" Kau dimana ?" tanya Varrel di sebrang sana
" Aku sedang berada di gedung xx untuk melihat persiapan peresmian gedung ini lusa . " jawab Serena
" Apa sudah selesai ? Bisa kita makan siang ? Ada yang seseorang yang i gin aku perkenalkan padamu " ujar Varrel kemudian
" Baiklah , Share lokasinya aku akan segera kesana " Jawab Serena kemudian setelah berfikir sebentar .
" Oke !" Varrel mematikan ponsel nya dan Segera mengirimi lokasi tempat mereka bertemu .dan juga varrel berpesan agar dia sendiri .
" Sya, Tolong kamu urus urusan disini yang belum selesai , Aku ada keperluan di luar " ujar Serena pada asisten nya .
" Baik nona !" Serena segera bergegas ke tempat yang Varrel beri tahu tadi , karena lokasinya cukup jauh dari tempatnya saat ini , Dia juga bingung kenapa Varrel mengajak nya bertemu di tempat yang cukup jauh kalau hanya sekedar makan siang , Apa orang itu sangat spesial ? pikir nya
Di tempat lain varrel telah menunggu Serena bersama Keanu di sebuah tempat yang menyejukkan mata, Di sebuah saung bambu yang pemandangan nya masih asri dengan sebuah taman dan danau buatan yang indah .
" Apa dia akan kesini?" tanya Keanu
" Iya , Mungkin sebentar lagi akan Sampai " jawab Varrel sambil menyesap minumannya
" Apa ini akan berhasil ?Aku khawatir kalau kesehatan nya semakin memburuk " ujar Keanu
" Apa kau tak percaya pada Bunda? " tanya Varrel
" bukan begitu, aku hanya sedikit khawatir" jawab Keanu merasa bersalah
" aku tinggal ke toilet sebentar" lanjutnya kemudian dia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju toilet.
Saat Keanu pergi tampak Serena yang baru datang berjalan menghampiri Varrel , Dia mengerutkan keningnya heran tadi Varrel bilang akan mengenalkannya kepada seseorang tapi kemana orang itu kenapa dia hanya sendirian? pikir Serena ,mungkin orang itu belum datang pikirnya lagi.
" Hai kak ! maaf sudah nunggu lama ya ? " Ucap Serena tak enak hati
" Gak kok , Baru setengah jam " jawab Varrel kemudian
" Ya ampun , sorry lagi deh lain kali aku pasti akan mengulangi nya lagi " Jawab Serena terkekeh membuat Varrel menatap gadis itu tak suka .
" Loh , teman kakak udah datang ? lalu kemana dia ? Apa aku begitu terlambat sampai dia sudah pergi ?" Tanya Serena khawatir karena melihat ada 2 gelas kosong di meja itu ,Dia takut mengecewakan Varrel yang berniat mengenalkan dirinya pada teman lelaki yang sudah ia anggap seperti saudara .
"CK , kalau tanya satu-satu bisa ? Pertama dia sudah datang bersama ku sejak tadi , kedua dia sedang ke toilet " jawab Varrel yang membuat Serena Tersenyum tanpa dosa .
" Begitu ? "
" Hm "
" Disini tempatnya adem banget ya ? Kakak udah makan ? Aku laper nih " ujar Serena yang memang ini sudah waktunya makan siang
" Ya udah pesan makanan nya , Aku belum makan sengaja nunggu kamu kan aku yang ajak makan siang tadi "
" wah ! Jadi gak enak nih buat kakak nungguin aku , Ya udah aku pesan dulu " Serena memanggil pelayan dan melihat menu makanan di saung bambu tersebut.
" Samain aja , 3 ya "
" Emang temen kakak mau ? " tanya Serena tak enak
" Mau , dia mau apa aja juga " Jawab Varrel santai. Setelah pelayan pergi tampak Keanu datang dari toilet , ia menggunakan masker serta topi untuk menutupi wajahnya .
" Dari mana aja Lo ? ke toilet lama bener ?" tanya Varrel
" Biasa ,panggilan alam " jawab Keanu santai lalu ia duduk di sebelah Varrel , Pandangan matanya menatap Serena atau Stelly adik kecilnya dulu kini sudah sebesar ini sekarang . Rasa rindu itu menguak di hati Keanu , tapi ia harus menahannya saat ini , ia tidak ingin rencana mereka gagal.
" Oh ya , Kean ini kenalin Serena ! " ujar Varrel membuyarkan pandangan Keanu pada Serena .
" Serena " jawab Serena tersenyum manis pada Keanu , Walau dia sejak tadi berpikir siapa pemuda ini , Kalau mau berkenalan kenapa menutup wajahnya seperti itu , kan percuma saja kalau begitu , jika mereka bertemu di jalan dia tidak akan mengenali teman Varrel ini .pikir Serena tersenyum geli
" Keanu !!" ujar Keanu membalas uluran tangan Serena .
Deg
Jantung Serena , Seakan berhenti mendengar nama itu ! Nama yang tidak asing bagi nya akhir-akhir ini ,nama yang sering muncul dalam mimpi nya , nama yang selalu Seorang gadis kecil teriaki dalam mimpinya . Keanu kecil yang memang tak banyak bicara dan cenderung pendiam selalu di buat kesal oleh Stelly dengan keceriaan dan tingkah lucunya .Keanu diam tapi dia sangat perhatian pada adik kembarnya itu , dia akan berubah sangat posesif saat adik nya terluka walau sedikit saja.
" Serena !! ... Serena !! kau baik baik saja ?" tanya Varrel sedikit mengguncang bahu Serena yang terbengong setelah mendengar nama keanu.
" Eh .. A.. aku baik-baik saja kak "Jawab Serena terbata kemudian Tersenyum tipis walau pikirannya masih bertanya tanya .
Tak berapa lama makanan mereka datang ,Keanu terpaksa melepas masker nya karena tidak mungkin dia makan menggunakan masker , Tapi ia tetap menunduk agar Serena tidak melihat wajahnya .
"Aneh banget " ujar Serena dalam hati yang merasa heran dengan tingkah Keanu , bukan apa-apa Keanu pasti akan menunjukkan wajahnya tapi ia ingin Serena makan lebih dulu , takut jika ia terkejut dan tidak jadi makan siang .
Setelah makan ,Keanu menyeka mulutnya dengan tisu , Dilihatnya Serena juga sudah selesai makan .
" Na setelah ini kau mau kemana ?" tanya Varrel setelah menyudahi makannya
" Em .. mungkin kembali ke kantor kak " Jawab Serena , Keanu mengangakat kepalanya dan membuka topi hitamnya . ia merapikan rambut nya sedikit yang berantakan saat memakai topi tadi .
Serena memperhatikan gerakan Keanu sejak tadi dan ketika jelas melihat wajah Keanu mata nya membulat sempurna , jantungnya seakan berhenti berdetak . Bayangan bayangan yang selalu hadir dalam mimpi terus berputar di kepala nya . Serena memegang kepalanya yang terasa pusing ,
" Arrghh " teriak nya yang sudah tak kuat menahan rasa sakit di kepala nya ,tapi kesadarannya masih terkumpul . bayangan bayangan itu mulai tersusun dari ia kecil , kedua orang tua , Keanu hingga kejadian mengerikan yang mereka alami terakhir kali , yang membuat mereka berpisah sampai sekarang .
" Serena !! kau baik-baik saja ? kau kenapa ? Serena " teriak Varrel langsung berdiri menghampiri Serena yang saat tadi duduk di hadapannya .
Keanu tak kalah panik dan terus memanggil nama Serena agar tetap sadar , ia menepuk-nepuk pipi Serena Dengan lembut , dalam kesakitan nya Serena menatap ke wajah Keanu yang saat ini posisi nya Serena bersandar di dada Varrel .
" Keanu " Lirih Serena mengulurkan tangannya ke wajah Keanu yang berlutut di hadapan gadis itu dengan menggenggam tangan adik nya dan kemudian Serena tak sadarkan diri setelah itu .
" Stelly , Bagun Stelly !!"Seru Keanu
" Kean , tenang !! ayo kita bawa kerumah sakit " Keanu mengangguk cepat dan menggendong Serena keluar dari saung bambu tersebut , Setelah membayar makanan varrel menyusul mereka dengan cepat , disana sepi tak ada seorang pun karena Varrel telah membooking tempat ini tadi .
Perjalanan yang harusnya di tempuh sekitar 1 jam menuju rumah sakit Admaja hospital kini Varrel mengendari mobil hanya memerlukan waktu setengah jam .ya mereka membawanya ke Rumah sakit Admaja untuk keamanan Serena .
Sesampainya disana Serena langsung di tangani oleh Dokter dokter hebat yang memang di pekerjakan di rumah sakit itu , tak lupa Varrel memberi tahu kondisi Serena yang lupa ingatan jadi mereka siap dengan dokter saraf dan dokter lainnya yang di perlukan. tak berapa lama berlalu dokter keluar dari ruangan Serena .
" Bagaimana keadaan nya dok ?" tanya Keanu tak sabar
" ikutlah keruangan ku tuan muda " ujar dokter tersebut
" Baik lah " Keanu dan Varrel mengikuti Dokter tersebut ke dalam ruangannya .
" Apa dia baik-baik saja ?" tanya Varrel
" Dia baik-baik saja sekarang , ingatannya bahkan sudah kembali , tidak lama lagi dia akan sadar . Dia pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit saat proses mengingat masa lalu nya " jelas Dokter tersebut . Keanu yang mendengar itu sangat bahagia , Stelly nya telah kembali , begitu juga dengan Varrel ia sangat senang usahanya selama ini tidak sia-sia . tapi mereka masih harus menjalankan rencana selanjutnya ,karena Stelly sudah ingat dan sudah tau semuanya mereka akan meminta Stelly untuk berpura-pura sebagai Serena seperti sebelumnya sampai Lusa saat Acara peresmian gedung xx .
" Apa kami boleh menemuinya dok ?" tanya Keanu antusias. ia tak sabar untuk bertemu adiknya itu
" Silahkan , tapi mungkin dia belum bangun Karen tadi saya memberikan obat penenang untuk rasa sakit di kepalanya, Dia juga sudah di pindahkan ke ruang VIP saat inii " jelas dokter
" Baiklah , tidak masalah !"
" Terimakasih dokter !!" ucap Varrel kemudian mereka keluar dari ruangan dokter itu dan menghampiri Stelly di ruang rawatnya .
.
.
.
.
Bersambung
Hai Readers semangat baca ya. jangan lupa like comment n vote nya .
yang kangen Varrel Vania , part selanjutnya mereka akan bertemu . tetap stay ya ..
Visual nyusul disini nanti
Jen
Keanu
Varrel
Serena
Happy reading