
Di Cambridge University
Varrel berjalan dengan elegan menyusuri koridor fakultas Bisnis.
" Varrel !! " Panggil Aiden yang membuat varrel menghentikan langkah nya dia menoleh ke arah Aiden dan tentunya juga ada Ezhel .
" Ayo bareng" kata Ezhel merangkul pundak varrel . Varrel melirik tangan Ezhel yang berada dipundak nya dengan tajam . ia bahkan tak bergerak dari posisi nya saat Ezhel mengajak nya berjalan .
" Lepasin !!" Katanya dingin
Ezhel yang mendengar itu cengengesan dan melepaskan tangan nya . kemudian varrel berjalan lebih dulu
" Astaga ,dasar Kulkas " ujar Ezhel dan Aiden bersamaan dan mengikuti langkah Varrel sampai ke kelas .
Tak lama mereka duduk dosen datang dan memulai pelajaran nya .
" Rel "
" Varrel "
" Varrel " seru Ezhel
" Hm" jawab nya tanpa menoleh dari pandangan nya yang sejak tadi memperhatikan dosen di depan .
" Pulang nanti nongkrong yuk " ajak Ezhel dengan suara lirih sambil meletakkan kepalanya di atas meja .
" hm" tanpa sadar varrel menyetujui permintaan Ezhel karena memang ia sejak tadi fokus pada penjelasan dosen .
" YES !!!" seru Ezhel lalu ia melanjutkan perjalanan nya ke alam mimpi . Seperti biasa tidak ada dosen yang berani menegur nya .
Dua jam berlalu Mata kuliah mereka telah selesai , Mahasiswa sudah mulai keluar dari kelas masing-masing . Varrel yang saat itu sedang membereskan buku buku nya merasa kesal pada dua mahkluk selalu mengganggu hidup nya .
Tapi Ia mencoba mengabaikan dua orang itu dan berlalu keluar meninggalkan sejoli Ezhel dan Aiden .
" Varrel . Woi tunggu Man !!!" seru Ezhel mengambil tas nya dan mengejar varrel yang sudah keluar kelas di ikuti oleh Aiden yang sudah berdecak kesal .
" Rel , ayo tadi kan udah janji mau nongkrong kita " ujar Ezhel buang saat ini sudah berjalan menyeimbangi langkah varrel .
Mendengar itu varrel menaikan sebelah alisnya ;bingung? Jelas bingung !! karena ia memang tidak ingat jika mengatakan seperti itu .
" Kapan gue ngomong gitu ?" tanya varrel masih tetap dengan wajah datar nya
" CK. Tadi waktu di kelas . udah ayo ah " Ezhel dan Aiden menarik nya kali ini varrel menuruti mereka , karena memang ia tidak ada jadwal apapun jadi tak apa lah pikir nya .
Mereka bertiga Naik kendaraan masing-masing karena memang varrel naik motor sport nya sedangkan Aiden dan Ezhel naik mobil sport mereka masing masing .
lima puluh menit mereka telah sampai di sebuah cafe yang cukup populer di London. Karena memang Kota Cambridge memakan waktu 1 jam sampai ke London . Varrel , Ezhel dan Aiden duduk di kursi sudut ruangan kafe agar mereka mendapat privasi dan dari situ juga tampak jalanan yang lumayan padat .
" kalian mau pesan apa ?" tanya Aiden
" Gue Wassail makan nya cockles" ujar Ezhel
" Ginger beer ! Bangers !" kata Varrel datar
" Oke . Wassail sama Bangers dua " ujar Aiden pada Pelayan kafe
" Rel boleh gak kita main ke rumah Lo ?" tanya Aiden yang membuat varrel menaikan alis nya
" Iya ,kita nih pengen Temenan sama Lo , Lagian Lo juga kenapa sih betah banget gak punya teman , Hidup itu di Nikmati rel jangan belajar Mulu" sambung Ezhel
" CK , Setelah lulus baru gue akan nikmatin hidup , Gue Punya alasan untuk tetap belajar . Karena gue harus lulus dalam waktu Tiga tahun " kata Varrel tapi masih dengan wajah datar nya .
" Astaga ini rekor Zhel .. Varrel bicara panjang banget " Ujar Aiden sedikit berteriak
" Yuhuu.... Ayo rayain gays!!!" Seru Ezhel tak kalah kencang
Plak Plak
" Berisik !! Kalau mau temanan ma gue. jangan berisik" Kata varrel yang membuat mereka melongo
" Yes !! Siap kawan !!!" Kata Ezhel dan Aiden bersamaan mereka merangkul varrel dari sisi kanan dan kiri nya . Varrel sedikit menarik sudut bibir nya tersenyum tipis .ia juga cukup bahagia bisa punya teman .tapi itu juga tidak akan membuat nya Lupa akan belajar .
Setelah dari cafe Ezhel dan Aiden mengikuti varrel yang ke apartemen Varrel .
Dua puluh menit mereka sampai di apartemen Elite salah satu apartement milik perusahaan Jen .
GA PENTHOUSE
Daya tarik utama dari apartemen termahal di dunia yang pertama ini adalah lokasinya yang berada persis di tepi sungai Thames.
pengunjung akan mendapatkan pemandangan langsung menghadap London Eye dan kota London.
Selain pemandangan indah kota London, apartemen ini dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti kolam renang, gym dengan pelatih personal serta bioskop pribadi.
Ezhel dan Aiden berdecak kagum melihat Apartement milik Varrel , mereka tak menyangka jika Varrel adalah Anak orang kaya . karena yang mereka tau varrel selalu berpenampilan sederhana mungkin yang sedikit mencolok adalah
motor yang ia kenakan saat ke kampus ,tapi siapa yang sangka varrel bisa tinggal di Apartemen semewah ini , Mereka harus Meminta pada Orang tua mereka membeli kan apartement Disini agar bisa dekat dengan teman baru mereka yang susah sekali didekati .
" Rel ,Lo tinggal sendiri disini?" tanya Aiden Yang masih memperhatikan Seluruh ruangan apartement varrel .
" Hm" jawab nya singkat
" Orang tua Lo ?" tanya Ezhel kemudian ia duduk di sofa ruang tamu .
" Di negara xx " Varrel berjalan ke dapur mengambil minuman kaleng untuk kedua teman nya . Mereka mengangguk paham memang mereka sudah menduga jika varrel bukan warga sini dilihat dari wajah nya saja mereka sudah tau .
" Nih minum" Varrel meletakkan 3 minuman kaleng di atas meja .
" Makasih kawan " ujar Ezhel dan Aiden bersamaan.
Mereka bermain PS sambil berbincang bincang , hingga waktu tak terasa sudah pukul 7 malam . sampai terdengar suara bel pintu berbunyi
Ting tong Ting tong
" Woi bukain Sono gih " ujar Ezhel pada Aiden yang asik makan cemilan di sofa sedangkan Varrel dan Ezhel duduk di Bawah bersandar kan sofa sambil bermain PS
" Rel emang siapa sih hari gini datang ke apartemen lo ?" tanya Aiden sambil menggerutu tapi tetap beranjak membukakan pintu . Varrel yang ditanya pun hanya menaikan bahu nya tanda tak mengerti siapa yang datang karena memang tak pernah ada yang datang ke apartemen nya selama ia tinggal .
ceklek
" SURPRISE ....!!!!!!!" Teriak 3 orang yang datang dengan membawa Kue ulang tahun ,tapi seketika terdiam karena bukan yang empunya apartement yang membuka pintu .
" E. .. eh " Aiden yang tadi membuka pintu pun bingung mau bicara apa dia menggaruk kepala nya yang tak gatal dan memasang senyum semanis mungkin .
" Kamu siapa ? Varrel kemana?" tanya Jen . ya tamu Varrel adalah Jen, derren dan Varo . Sebenarnya Jen akan berangkat hari ini ke London tapi setelah menyelesaikan pekerjaannya mereka memutuskan berangkat malam itu juga , karena perjalanan yang memakan waktu kurang lebih lima belas jam agar tepat waktu mereka berangkat malam itu menggunakan Pesawat pribadi mereka.
Sebenarnya Derren ,Jen dan Varo telah sampai jam 11 siang tadi ,tapi mereka langsung mendarat di Mension Jennie yang berada di London . juga untuk mempersiapkan kejutan untuk anak mereka
jadilah saat ini mereka baru datang ke apartemen
varrel.
" Ayah . Bunda !!! " Panggil nya sebelum Aiden menjawab pertanyaan Jen tadi
" Hai sayang !! Dasar anak nakal gagal sudah Kejutan kami " gerutu Jen menghampiri Varrel dan menarik telinga nya
" Ampun . ampun ..Bunda .. Lepasin Bun sakit !!!" Ujar varrel sambil memegang telinga nya yang di tarik Jen
" Biarin aja , Kamu tau gak Ayah sama bunda bikin kejutan untuk ulang tahun kamu jauh jauh kemari ,gak tau nya malah Temen kamu yang bukain pintu ,gagal deh " Kata Jen mengerucutkan bibir nya sambil melipat tangan nya di dada menandakan bahwa ia kesal dengan putra nya itu
" Maaf bunda ,Abang gak tau " kata varrel sambil bergelayut manja pada Jen .
Aiden yang melihat sisi lain dari varrel merasa takjub karena yang ia tau varrel sangat Dingin dan datar seperti Freezer . pikir nya
" Sudah .sudah ayo masuk dulu pegel ini ayah Pegang kue nya " Ujar derren tapi tetap tampak berwibawa sedangkan Varo yang sejak tadi berdiri merasa kesal karena tak di anggap sang Abang .
" Apa Abang tidak melihat aku disini " pikir nya sambil mengerucutkan bibir mungil nya kesal
Mereka pun masuk kedalam , dengan varrel Menggandeng tangan Jen sambil berjalan kedalam , derren Membawa kue . Aiden yang melihat Varo hanya berdiri dan tak beranjak pun bingung .
" Hai , Adik kecil kamu gak mau masuk ?" tanya nya sambil berjongkok menyeimbangkan tinggi nya dengan Varo .bukan nya mendapat jawaban dia mendapat kan tatapan tajam dari Varo .
"Astaga ini sekeluarga bisa banget liat orang Sampek begitu " pikir Aiden
" Nama kamu siapa ?" tanya Aiden lagi
" ....." Varo tak menjawab karena ia malah bertambah kesal dan masuk sambil menghentakkan kaki nya .
" BUNDA AAAA...Huwaaaa adek di tinggalin bunda nakal . Abang juga nakal sudah ambil bundaaa ..huaaa" sampai di dalam Dia menangis kencang .
Jen derren dan Varrel menepuk jidat mereka karena melupakan bocah satu itu. Aiden yang melihat biru terkekeh geli sedangkan Ezhel yang dari tadi asik dengan PS pun menoleh ke asal suara , Melihat Derren dan Jen ia langsung berdiri dan menghampiri mereka . Walau belum tahu siapa mereka tapi kalau dilihat mungkin keluarga Varrel pikir nya .
" Sini sayang , maafin bunda ya ??" Ujar Jen menghampiri Varo dan menggendong nya . Derren meletakkan kue di atas meja .
" Gak mau " Ucap nya sambil membuang muka Ke arah lain dalam gendongan Jennie
" Astaga !!!" gumam Jen
" Adek mau Es krim?" tanya Varrel dan langsung menganggukan dengan mata berbinar ,ia merentangkan tangan nya tanda meminta gendong sang Abang.
" Uluh manis nya " Varrel membawa Varo ke dapur .untung dia punya stok es krim , karena ia memang suka dengan es krim jadi dia menyetok nya dirumah .
Di ruang tamu
" Kalian teman Varrel ?" tanya Jen tersenyum ramah
" Iya kak , Kami teman varrel kenalin Aku Ezhel dan dia Aiden " ujar Ezhel mengulurkan tangannya pada Jen . Aiden yang mendengar Ezhel menyebut Jen kakak menahan tawa nya .
" Jennie Bunda nya Varrel " ujar Jen tersenyum menyambut uluran tangan Ezhel
" Eh... Maaf tante " kata nya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
" Gak apa-apa" jawab Jen santai
" Ezhel om " Ujar nya mengulurkan tangan pada derren , derren menyambut nya dengan senyum tipis
" Derren " Begitu pula dengan Aiden yang memperkenalkan diri nya pada Jen dan derren .
Tak lama Varrel datang Bersama Varo yang membawa es krim di tangannya .
" Bunda ayah , kenapa gak bilang dulu kalau mau kesini ?" tanya varrel yang kini telah duduk bersama mereka di sofa
" Bukan kejutan dong nama nya kalau bilang bilang" kata Jen tetap dengan senyuman nya
" Selamat ulang tahun ya sayang , Doa terbaik untuk mu " Lanjut Jen sambil mengecup kening dan pipi varrel
" Makasih bunda . Abang kangen banget sama bunda ayah dan Adek ,Liat kalian disini itu udah jadi kado terindah untuk Abang "jawab Varrel memeluk Jen haru
" Selamat ulang tahun bang , Semoga Kamu makin sukses ayah bangga dengan kamu , 6 bulan disini kamu sudah semester tiga aja . kayan nya ayah bakal kalah taruhan nih " Ucap derren terkekeh " Ini hadiah nya ada di basemen" Lanjut nya memberikan kunci mobil pada varrel sambil memeluk putra nya itu
" Makasih yah , Tapi ini ? "
" Gak ada penolakan " tegas derren tak bisa di bantah
" Baik , Terimakasih ayah !!"
" Selamat ulang tahun kawan !!" Kata Ezhel dan Aiden bersamaan karena memang mereka tak tau hal ini .
" Makasih !!" jawab varrel datar
" Cih !!" Decih Ezhel dan Aiden bersamaan
" Dengan Ayah dan bunda nya manis nya cam madu , kalau sama orang lain . Cam Kulkas !!!!" Gerutu mereka yang bertepatan sama
Lalu pandangan mereka beralih pada kue yang di atas meja dengan lilin berangka 17 . Mereka saling tatap
" 17 ???"
" Om , Tante ? itu gak salah lilin nya angka 17 ?" tanya Ezhel bingung
" Bener Kok , varrel emang masih 17 tahun , Kalian pasti gak nyangka ya ? "
Aiden dan Ezhel mengangguk bersamaan , Jen dan derren tersenyum melihat teman Varrel , Mereka bisa menilai bahwa mereka anak anak baik , Walau Ezhel arogan dan sedikit sombong tapi dia itu baik .
Varo yang asik Dengan es krim nya tak memperdulikan sekitar , Setelah es krim nya habis ia meminta ponsel nya pada Jen .
" Nda !! Mana ponsel adek?" tanya Varo menengadahkan tangan nya pada Jen
" Nih " Jen memberikan ponsel nya
Tenang ia bermain game online di ponselnya . Aiden dan Ezhel melongo melihat itu .
" Keluarga Ajaib " pikir mereka
Karena sudah malam setelah potong kue . Derren Meminta Ezhel dan Aiden menginap disini dan mereka menyetujui nya .
karena besok juga weekend Setelah menghubungi orang tua mereka ,kini mereka semua merayakan ulang tahun varrel dengan makan malam dengan Jen sendiri yang memasak nya untuk mereka semua .
Tak butuh waktu lama ,masakan Jen selesai
Iga bakar , Cumi goreng crispy ,Udang asam manis kesukaan semua nya tak lupa Capcay brokoli dan bakso .karena Kulkas varrel lengkap dengan sayuran jadi tak sudah untuk nya menyiapkan ini semua .
" Waw masakan Indonesia !!" Seru Ezhel dan Aiden
" iya , apa kalian tidak menyukai makanan Indonesia?" tanya Jen
" Kami suka Tante , bahkan kami sering wisata kuliner menjajakan masakan Indonesia " jelas Ezhel dan di angguki boleh Aiden
" Wah benarkah ? bagus deh kalau begitu , ayo makan " Ajak Jen dan kini mereka semua berkumpul di meja makan dan makan malam bersama di jam 9 malam .
Bersambung