MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 66


Satu bulan berlalu sejak Vania koma, Masih belum ada perubahan yang menampakan kesadaran dirinya , Keluarga dan yang lainnya juga terus berusaha mencari donor hati untuk nya , sampai saat ini keadaan gadis itu memburuk para dokter tak bisa lagi menunggu lebih lama, Hanya dengan mengandalkan bantuan alat-alat medis yang terpasang di tubuh Vania lah yang membuat gadis itu selama ini bertahan hidup .


Dan kini pun Vania telah masuk kembali ke ruang ICU karena kondisinya yang memburuk , tampak Papa dan mama nya menunggu di depan ruangan itu dengan wajah lesuh dan penuh penyesalan. Derren yang saat ini sedang pergi keluar negri sudah satu Minggu yang lalu karena perusahaan cabang yang ada disana ada sedikit masalah .


Varrel dan Jen kini sedang berada di markas Black Devils , sudah satu bulan dan ini ke 2 kali nya mereka kesana , saat yang pertama varrel memberi pelajaran untuk Soni tapi tidak membuat nya kehilangan nyawa , tapi Varrel membuat dirinya lah yang meminta kematian itu . dan sesuai janji Jen juga saat itu Mama Keanu bertemu dengan Soni , Ia meminta Soni mengakui kesalahannya dan bertobat tapi pria itu malah tak terima dan memaki mama Keanu , Sebagai adik sepupu ya g pernah di sayangi oleh pria itu dia sangat menyayangkan sikap kakak sepupu nya itu , kini dia menyerahkan semua keputusan pada Jen dan tak lagi peduli pada Soni .dan kini mereka kembali mengunjungi Soni yang saat ini keadaannya sangat memprihatinkan .


Dengan langkah pasti dan sorot mata yang tajam Varrel memasuki penjara tempat dimana Soni disekap .Varrel menarik bangku dan duduk di hadapan Soni yang tengah berdiri dengan tangan dan kaki yang terikat rantai . tanpa baju dengan tubuh yang sudah penuh akan cambukan .


" Bagaimana keadaan mu ?" tanya Varrel Tersenyum licik pada Soni Jen hanya diam berdiri di samping Varrel dengan tangan yang terlipat di dada .


" Kau harus merasakan ini , hingga kau merasa kematian lebih baik dari pada kehidupan yang kau jalani , Kau tau karena ulah mu Kekasihku sudah berbaring selama satu bulan karena koma ! jadi kau juga harus merasakan hal yang sama dengan nya hidup di antara kehidupan dan kematian " Ujar Varrel dengan nada yang sangat dingin , sorot mata yang penuh dengan Kebencian pada Soni .


" Cih ... Hahahaha ! " Bukannya takut Soni malah tertawa sumbang mendengar penuturan varrel , walau tenaga nya kian habis tapi dia masih saja tak menyerah .


" CK , sudah di ambang maut saja kau tak ada rasa menyesal sama sekali " Tutur varrel , Ia berdiri dari duduk nya ,dan mengambil sesuatu dari balik jas yang ia kenakan , Suntikan yang berisi obat perangsang .


" Jadi kau nikmati lah ini siksaan yang akan sangat menyenangkan untuk mu " Ujar Varrel dan menyuntikan obat itu pada Soni " Apa lagi yang lebih menderita dari seorang pria kalau tidak tersiksa menahan gejolak hasrat yang ia rasakan .itu benar benar akan sangat menyakitkan bukan ?" bisik Varrel di telinga Soni ,sambil menampilkan senyum miring pada pria itu .


Kini Varrel kembali duduk dan menikmati pemandangan yang akan terjadi didepan matanya . " Apa yang kau berikan padanya ?" tanya Jen


" Hanya obat perangsang " Jawab Varrel dan Tersenyum manis pada Jen .


" CK, kau ini !! itu akan sangat merepotkan " Balas jen


" Biarkan saja, aku ingin melihatnya tersiksa karena tak mendapat kan pelepasan " jawab Varrel


" Baiklah Terserah kau saja ! Bunda keluar dulu , jika ayah mu tau aku melihat adegan yang akan terjadi ,bisa-bisa dia akan marah besar " Ujar Jen dan di angguki Varrel , dia mengerti dan tau dengan jelas bagaimana posesif nya seorang Giovano Derren Admaja itu .


Setelah kepergian Jen , Tak lama Soni mulai merasa tak enak , Seluruh tubuh nya terasa panas dan mulai tak nyaman , wajah nya merah dan pandangan mata nya sayu.


" Sial !!" Umpat nya dalam hati , dengan sisa tenaganya ia melihat ke arah Varrel yang sedang tersenyum penuh kemenangan menatap dirinya .


" Hah sungguh pemandangan yang menarik !!" Ujar varrel


" Lepaskan aku !! kau akan menerima akibat atas perbuatan mu " seru Soni


" Hei ! kata-kata itu lebih cocok untuk dirimu sendiri " Balas Varrel sengit


" Cih !!"


" Panas !! Bre**sek !! ******** kecil ini benar-benar membuat ku tak nyaman ! ah " Soni terus mengumpat Varrel dalam hati nya , kesadarannya yang berangsur menghilang ia semakin tersiksa dengan obat yang Varrel berikan .


" Tolong aku , ini benar-benar tak nyaman" gumam Soni yang sudah tak bisa lagi menahan gejolak dalam tubuhnya


" Kau harus merasakan ini , tak akan ada yang menolongku disini , mungkin kau akan gila karena tak mendapat pelepasan "Saut Varrel dengan santai


" Kau benar-benar bre**sek !!" Seru Soni dengan kesadaran yang sudah menghilang ,karena di kuasai hasrat ,tapi dia tak bisa berbuat apapun .


" Haih , aku memang bre**sek , tapi aku masih punya hati tak seperti dirimu yang rela melakukan apapun demi harta , Bahkan melenyapkan keluarga mu sendiri , Sampai saat terakhir pun mama Keanu masih memikirkan mu ,tapi kau tak peduli lagi dengan hal itu , jadi buat apa aku berbaik hati pada orang seperti mu " lirih Varrel penuh penekanan pada Soni .Kemudian Varrel menepuk tangannya seolah memberi kode pada seseorang agar masuk .


Tampak seorang Wanita cantik dan sexi berjalan menghampiri mereka .


" Lakukan tugas mu ! Saat dia sudah kehilangan akal pergi lah "perintah Varrel pada wanita itu .


" Kau nikmati siksaan yang sesungguhnya " tutur Varrel menyeringai seram pada Soni . Ya varrel memanggil wanita untuk menggoda Soni dalam keadaan yang di kuasai hasrat ,kedua tangan dan kaki yang terikat Membuat lelaki itu tak berdaya , dan saat Soni tak tahan lagi ,wanita itu akan meninggalkan nya begitu saja .


" Hah .. pelajaran yang menyenangkan " Gumam Varrel lalu ia keluar dari ruangan tersebut. tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi ,ia mendapat kabar buruk tentang keadaan Vania , membuatnya buru-buru memberi tahu Jen dan mereka bergegas kembali kerumah sakit .


***


Di tempati lain , sepulang kuliah Fira berniat ke rumah akut mengunjungi Vania ,tapi sebelum itu dia akan membeli sesuatu untuk kakak nya itu , Dia memutuskan untuk membeli bunga mawar putih untuk Vania , Tak seperti biasanya dia diantar Riko atau bersama Keanu , hari ini dengan ijin Jen Fira membawa kendaraan sendiri , gadis itu memilih mengendarai mobil Sport kesayangan nya .


Di perjalanan dia mampir sebentar untuk membeli bunga , setelah itu Fira mengendarai mobilnya menuju rumah sakit , Tapi saat di perjalanan matanya tak sengaja melihat sosok wanita yang ia kenal belakangan ini saat ia juga sering menyendiri di taman , Wanita yang menjadi teman curhat nya belakangan ini , begitu juga dengan wanita itu yang juga menceritakan masalah nya pada Fira . Walau mereka tanpa sengaja bertemu tapi mereka menjadi sangat dekat belakangan ini .


" Sasha !!" gumam Fira , kemudian Fira menepikan mobilnya di pinggir jalan ,dan keluar menghampiri Sasha yang sedang melamun di bangku taman .


" Sha !!" Panggil Fira sambil menepuk pundak gadis Cantik itu .


" Eh Ra !! Kau disini ?" tanya Sasha , tampak sorot mata yang mengisyaratkan kesedihan yang mendalam pada gadis itu .


" Kenapa kau sendirian disini ?" bukannya menjawab Fira malah kembali bertanya .


Sasha Tersenyum kecut , Dan mengangguk sebagai jawaban pertanyaan Fira


Fira menarik tubuh Sasha dalam dekapannya , Ia dapat merasakan apa yang gadis yang hampir satu bulan ini menjadi teman nya . Mereka bertemu di taman rumah sakit sebulan yang lalu , Orang tua Sasha mengalami kecelakaan dan koma di rumah sakit yang sama dengan Vania , Dari situ lah mereka bertemu dan saling bercerita kesedihan mereka . tapi ia tak menyangka baru dua hari yang lalu mereka bertemu dan Sasha bilang orang tuanya sudah baik-baik saja ,dan sekarang ia mendengar kabar jika kedua orang tua Sasha kini telah tiada .


" Jangan berbicara seperti itu sha , ini sudah kehendak Tuhan ,Kamu harus bisa mengikhlaskan mereka , Bukan mereka tak menyayangi mu tapi mereka tak bisa berbuat apapun untuk tetap bisa berada di samping mu , Yang perlu kau tau walau kini mereka tak ada lagi di dunia yang sama dengan kita ,tapi mereka akan tetap selalu berada disisi mu dimana pun kau berada , Disini !! Mereka akan selalu berada disini " Ujar Fira sambil menunjuk dada Sasha ,seolah memberi tahu jika orang tuanya akan tetap berada di hatinya .


" Dan kau masih punya aku di samping mu sebagai sahabat " Tutur Fira kembali sambil mengusap air mata Sasha yang membasahi pipinya .


" Terima kasih Ra , Aku menyayangi mu .. kau sahabat pertama ku , Aku berjanji akan jadi sahabat yang baik untuk mu dalam keadaan apapun " Ujar Sasha saat dirinya sudah mulai tenang .


" Tentu !" Jawab Fira Tersenyum


" Oh ya,kenapa kau bisa tau aku disini ?" tanya Sasha


" Astagfirullah " Fira menepuk jidatnya pelan karena lupa tujuan utama nya yang akan ke rumah sakit


" Ada apa ?" tanya Sasha heran


" Em .. aku tadi hendak kerumah sakit dan mampir membeli bunga tadi di toko yang tak jauh dari sini ,tapi tak sengaja melihat mu sendiri dan menghampiri mu " Jawab Fira kemudian


" Kalau begitu ayo , Aku ikut kerumah sakit menjenguk kakak mu, Apa sudah ada perkembangan sampai sekarang ? " Ucap Sasha yang memang sudah tau tentang Vania .


" Boleh , ayo! Belum ada sha , Kami masih berusaha mencari donor hati untuk nya , Dia bertahan saat ini karena bantuan alat medis di tubuhnya , Jika saja ada kesempatan ... Aku ingin mendonorkan hati ku sendiri untuk kakak ku . " ujar Fira Menggandeng tangan Sasha dan berjalan ke mobil yang berada di sebrang jalan . Sasha yang mendengar Fira ingin mendonorkan hatinya pun berhenti ,dan membuat Fira menoleh ke arah gadis itu.


" Ada apa?" tanya Fira heran


" Apa kau juga akan meninggalkan ku Ra ?" tanya Sasha dengan mata yang sudah berkaca-kaca


" Hei , apa yang kau katakan ? siapa yang akan meninggalkan mu ?" tanya Fira


" Tadi kau bilang ingin mendonorkan hati untuk kakak mu , itu artinya kau juga akan pergi meninggalkan ku bukan ? Ra orang yang masih hidup tidak bisa mendonorkan hatinya kecuali memang orang itu berniat untuk meninggalkan kehidupan ini " Ujar Sasha menatap Fira dengan mata sendu.


Mendengar itu Fira menghela nafasnya ,dan tersenyum pada Sasha . kemudian Fira mengulurkan tangannya memegang kedua bahu Sasha yang lebih pendek beberapa Senti saja darinya .


" Sha , Akan ku beri tahu sesuatu ! Sha kehidupan kami tidak lah mudah , Aku sejak kecil berpisah dari Keluarga ku karena insiden penculikan saat usiaku masih 7 bulan , Sejak kejadian itu ntah bagaimana aku bisa di rawat oleh bunda jennie dalam Yayasan nya , disana aku hidup dengan baik tak kekurangan apapun begitu juga dengan kasih sayang , Tapi sejak saat itu kehidupan kak Vania tidak mudah ,karena sejak aku menghilang papa dan mama tidak memperhatikan nya , mereka larut dalam kesedihan karena kehilangan putri bungsu mereka " Jelas Fira panjang lebar .


" Yang mereka tau Kak Vania ada dirumah ,hidup berkecukupan dan tak kekurangan . tapi mereka lupa jika Seorang anak juga perlu perhatian dan kasih sayang orang tua mereka , Sampai dewasa kak Vania selalu sendiri ,bahkan saat acara acara penting dalam hidupnya papa dan mama tak pernah peduli dan selalu menyibukkan diri dengan pekerjaan , berharap menghilangkan kecemasan mereka terhadap ku yang tak tau bagaimana nasibnya di luar sana , Sha .. Setelah dewasa ternyata Tuhan mempertemukan kami semua , Tapi karena saat ini kak Vania masih sibuk dengan kuliahnya di London ,dan aku juga masih tinggal bersama Ayah dan bunda ku , kami pun belum sempat hidup berkumpul dalam satu keluarga "


" Jika di beri kesempatan .. Aku ingin merasakan hidup dengan keluarga kandungku yang lengkap , ada papa, mama, kak Vania dan aku !! Tapi jika tidak ada kesempatan untuk itu aku juga tidak masalah , Setidaknya biarkan kak Vania hidup dan merasakan kasih sayang dari papa dan mama " Setelah berkata sepanjang itu Fira menghela nafasnya , Dadanya terasa sesak memikirkan itu semua . Ya Fira sudah tau karena mama nya menceritakan semua itu pada dirinya ,Mama nya itu sangat menyesal sekarang tapi mau bagaimana , tidak ada kata seandainya ! karena waktu yang sudah berlalu tidak akan terulang kembali .


Sasha menggenggam tangan Fira ,seolah menyalurkan kekuatan pada gadis itu .


" Apapun alasannya , aku gak akan izinin kamu untuk melakukan itu , Ra jika Keluarga mu tau juga aku yakin mereka tak akan ada yang setuju , Jangan berpikir seperti itu lagi . oke !! Aku yakin semua akan baik-baik saja" Fira tersenyum mendengar jawaban Sasha , dia mengangguk menanggapi perkataan sahabat nya itu .


" Terima kasih !!" Setelah itu mereka melanjutkan langkah mereka menuju mobil Fira , Saat asik dengan pikiran mereka masing-masing , tiba-tiba ponsel Fira berbunyi , ia pun menyuruh Sasha untuk berjalan lebih dulu ke mobil yang terparkir di sebrang jalan .


" Aku angkat telepon dulu , Kau pergilah duluan ke mobil itu " tunjuk Fira dimana mobilnya terparkir .


" Oke !!" Jawab Sasha menyebrang lebih dulu. Fira yang sedang menerima telepon tak memperhatikan jalanan yang lumayan ramai , tampak sebuah mobil yang melaju kencang ke arah nya , Fira yang tampak kalut berbicara pada seseorang melalui ponselnya pun tak melihat jika ada sebuah mobil yang melaju kencang ke arahnya


Sasha dari sebrang sana melihat mobil yang melaju kencang ke arah Fira pun seketika panik dan berteriak memanggil nama Fira .


" FIRA AWAS !!!" Teriak Sasha


BRAAAKKK


.


.


.


.


BERSAMBUNG


**Hai hai Readers ... Jangan lupa untuk like komen n vote nya ya. Biar author juga tambah semangat nih untuk up . sudah sejauh ini aku makasih banget pada pembaca setia yang selalu menunggu update ku setiap hari .. Tetap semangat dan bahagia selalu ...


Kalian pasti penasaran kan siapa yang tertabrak mobil , Hayo Lo tebak !!! Sasha atau Fira ya ?? Penasaran kan ?? Tunggu bab selanjutnya nya ya .....


Happy reading** ...