
Setelah mendapat telepon dari Derren ,ayah angkatnya , Varrel Segera membereskan baju-baju serta keperluan lainnya yang hendak ia bawa , Walau dia lelah tapi ini kali pertama derren meminta bantuan padanya dan dia tidak ingin mengecewakan pria yang sudah ia anggap sebagai Ayah kandung nya itu , walau sebenarnya lebih pantas di sebut kakak. tapi karena dari awal sudah seperti ini ya sudah lah . pikir nya
Setelah membereskan barang-barang nya ,Varrel menghubungi Vania untuk datang ke apartemennya , bagaimana pun dia harus pamit pada kekasihnya itu , Selama sebulan ini mereka tidak akan bertemu . dan setelah kembali kesini pun itu hanya untuk menghadiri acara wisuda nya . Setelah itu dia harus kembali lagi untuk membantu mengurus perusahaan Ayah nya.
" Hallo bee "
"......"
" Kau dimana ? bisakah kau ke apartemen ku sekarang ?"
"........"
" Oh begitu ?tidak ada masalah , tapi ada yang ingin aku katakan padamu penting ! Sebentar saja " pinta Varrel karena Vania bilang jika dia sedang sibuk , ntah sibuk apa tapi varrel tau jika Vania sudah berkata sibuk berarti tidak bisa tinggal .
" ...."
" Huh baiklah " Varrel menghela nafasnya karena tidak bisa menemui kekasihnya saat mereka akan berpisah .
"....."
" Tidak apa-apa ! Tidak ada yang penting , Jaga diri mu baik-baik , Selamat malam " Varrel memutuskan panggilan nya . Kecewa ?? Tentu varrel kecewa . Walau dia mengerti Vania sibuk tapi dia hanya ingin bertemu dengan nya walau sebentar , jika dia yang menemui Vania sekarang waktunya tidak akan cukup ,karena posisi Vania sekarang lumayan jauh dari nya dan berlawanan dengan bandara . tapi jika Vania yang kesini setidaknya walau sebentar mereka masih punya waktu . Dia juga enggan jika harus berpamitan melalui telepon , jadilah dia pergi tanpa pamit pada kekasihnya . tapi varrel meninggalkan Catatan untuk Vania di atas Nakas kamar nya .
Jika kemungkinan Vania mencarinya di sana nanti
" Tuan muda anda sudah siap ?" tanya pengawal yang akan mengantarkan nya ke bandara.
" Sudah , Apa Pesawat nya sudah siap ?" tanya varrel
" Sudah tuan muda !" jawab pengawal itu sambil membungkuk hormat padanya .
Ya varrel memilih menaiki pesawat pribadi seperti yang derren katakan . di sisi lain Vania yang memang sedang sibuk mencari bahan untuk tugas kelompok nya bersama 2 teman sekelas nya di daerah yang lumayan jauh dari apartemen nya yang berdekatan dengan apartement varrel. saat sedang memilih bahan tiba-tiba ponselnya berbunyi yang tak lain dari pujaan hatinya .
" Eh sebentar ya sa " ujar Vania pada Elsa teman kelompoknya sambil berjalan sedikit menjauh dari temannya .
" Oke " jawab Elsa sambil tersenyum
"...."
" Iya hallo bee , ada apa ? "
"...."
" Em ... aku sedang di jalan xx , Maaf aku tidak bisa karena aku sedang mencari bahan untuk tugas kelompok bersama Elsa , Apa ada masalah ?" tanya Vania penuh sesal
" ......"
" Maaf , kalau besok bagaimana aku akan menemui mu besok " Jawab Vania
"......"
" Sekali lagi maaf " Vania sungguh tak enak hati , Mungkin memang ada sesuatu buang penting dan mendesak yang ingin varrel katakan , tapi bagaimana ? tidak mungkin dia meninggalkan temannya disini sendiri hanya karena ia akan menemui kekasihnya , sungguh egois bukan ? Vania menghela nafasnya bingung dan juga khawatir .
"....." Tut Varrel mematikan teleponnya begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Vania.
" Huh .. sudah lah , besok aku akan membujuk nya ." gumam Vania dan kembali mencari apa yang mereka butuhkan .
***
Di kampus Fira berjalan dengan langkah malas , sungguh ia merasa lelah hari ini dan juga kesal karena seseorang yang membuat mood nya jelek .
" Kesel banget gue , Sumpah !! Kalau ketemu lagi sama tuh orang bakal gue bejek-bejek biar jadi Perkedel !" gerutu Fira sepanjang jalan di koridor , Bahkan untuk turun ke lantai bawah dia tidak menggunakan lift melainkan turun dengan tangga darurat . sambil menghentakkan kakinya ia terus saja mengomel .
Bagaimana tidak , sedari pagi ia sudah bangun kesiangan , Sudah begitu Riko tidak bisa mengantar nya ,jadilah dengan terpaksa karena semua orang sibuk dia ijin bawa motor ,itu pun di ijinkan dengan banyak wejangan dari ayah dan bunda yang super posesif. sialnya lagi di jalan macet ,sudah terlambat sampai kampus , Samuel malah membuatnya kesal karena tanpa sengaja Fira melihat Samuel baru datang ,tapi tidak sendiri melainkan bersama seorang wanita cantik yang ia bonceng dengan motor sport nya .Samuel tidak menyadari Fira di parkiran motor karena kan Fira masih pakai helm dan dia juga tak pernah bawa motor apalagi sendiri.
Dengan mesra nya mereka berdua menyusuri koridor kampus sambil bercanda dan tertawa bersama .sampai di kelas karena terlambat Fira di hukum oleh dosen nya . Bahkan di kantin pun mereka berdua yang biasa nya Samuel selalu bersama Dion sahabat nya kini malah bersama wanita itu.
bahkan berpapasan dengan Fira dan kawan-kawan nya pun Samuel tidak menyapa dirinya dan berlagak tidak saling mengenal.
" Kan Kesel gue ma tu orang , Terus maksudnya apa coba ?? Kemarin-kemarin dia ngajak balikan ,bilang sayang , bilang cinta lah .. helleh bulshit !!" omel nya sambil menuruni tangga
" Kesel . kesel !! sial banget gue hari ini " Fira menghentakkan kaki nya karena terlalu kesal .
Fira menghela nafas nya meredam emosi yang ada dalam dirinya .
" Oke !! Mending ke toko buku aja gue ,Lagian Airin gak masuk ,Keanu sama Rafi sibuk jadi udah pulang ,haih gue sendiri " gumam Fira tak terasa berjalan sambil ngedumel sampai juga dia di lantai satu . kekesalan sudah berkurang kini dia berjalan santai sambil memainkan ponselnya tanpa melihat sekitar . bahkan sampai di parkiran motor pun Fira masih tetap menatap ponselnya , ntah apa yang ia lihat disana yang jelas adalah hal yang berguna.
Tepat di samping motor sport yang ia bawa tadi , karena memang Jen dan derren gak punya motor yang lain , yang ada banyak motor seperti itu . Fira mencari kontak motor nya tapi masih tetap tangan satunya masih memegang ponsel dan tangan satunya lagi merogoh tas ransel yang ia selempang kan di sebelah pundak nya mencari kontak motor nya .
" Aish dimana sih " Gerutunya . tanpa ia sadari sejak tadi Samuel melihat kearah nya , sedikit heran ngapain Fira di parkiran motor , pikir nya . sedangkan gadis yang bersama nya sejak tadi pagi masih setia berada di samping nya .
Fira menelpon seseorang sebelum melanjutkan mencari kunci motor nya .
" Hallo Bun ?"
"....."
" Iya aku udah selesai , Ini juga sudah mau pulang ,tapi aku mau mampir ke toko buku sebentar , boleh kan ?" tanya Fira pada Jen di sebrang sana
"...."
" Oke bunda!!" Fira mematikan panggilannya dan memasukan ponselnya kedalam tas nya . ia mulai teliti mencari kunci motornya dan ..
" Ketemu !!" gumam nya senang . Fira meraih helm dan menggunakan nya tanpa melihat lihat sekitar , ya tentunya dia sangat malas apa lagi kalau sampai ia melihat orang yang menambah moodnya jadi jelek hari ini. bisa-bisa niatnya membejek-bejek orang itu jadi kenyataan nanti .
Fira mulai melajukan motornya keluar gerbang kampus , sesampai nya di jalan raya Fira menambah kecepatan motor nya , dan mengendarai motor itu dengan kecepatan tinggi, Fira tidak sadar jika sejak tadi Samuel dan juga gadis yang bersamanya mengikuti dirinya nya dari belakang .
" CK .. kenapa dia mengendarai motor seperti itu , Ternyata dia sudah banyak berubah " batin Samuel terus mengikuti Fira
" Sam kita mau kemana sih ? kenapa kamu bawa motor nya kenceng banget ?" seru gadis itu di belakang Samuel
" Udah diem ,dan nurut aja !!" jawab Samuel sedikit berteriak .
Fira mengerem motornya tepat di parkiran toko buku langganan nya , bahkan bunyi suara ban motor nya terdengar nyaring karena bergesekan dengan aspal . Fira sengaja ia ingin menghilangkan rasa kesal yang ada dalam dirinya .
Saat Fira ingin memasuki toko buku ,Samuel dengan cepat menariknya ke samping toko buku tersebut agar tak ada orang yang memperhatikan mereka . Fira memberontak dari genggaman tangan Samuel . gadis yang bersama Samuel sejak tadi bingung tapi tetap mengikuti mereka .
"El ?? " ini pertama kalinya Fira menyebut namanya tanpa embel-embel kak .dan Samuel cukup bingung dengan ini . ia sebenarnya memang lebih suka jika Fira memanggil nya tanpa embel-embel kak . tapi kali ini situasi nya berbeda .gadis dihadapannya ini sedang aneh . menurutnya
" Apa-apaan sih Lo !! main tarik-tarik aja " Seru Fira , Samuel di buat terkejut dengan sikap Fira yang seperti itu. ada apa dengan gadis ini pikir Samuel tidak peka . padahal Fira sedang cemburu padanya .
" Ra , Ada apa dengan mu !! kenapa kamu jadi kasar seperti ini ? dan tadi apa-apaan kau ini membawa motor seperti itu !!" Tegas Samuel , jelas dia tidak suka Fira Seperti itu . tampak bar bar ,Fira bukan gadis seperti itu pikir nya.
" Lalu ?? masalah nya sama Lo apa ?gue ini yang bawa motor " saut Fira dengan wajah songong nya
" tapi itu bahaya Ra , kalau terjadi kecelakaan gimana ? " Samuel tak menyangka Fira akan bersikap sejauh ini tanpa ia tau penyebabnya .
" Kecelakaan juga gue , bukan Lo ! gak usah ngurusin gue , urus aja noh kekasih Lo "
fira yang sudah malas melihat Samuel apa lagi ada wanita yang sejak tadi menempel pada nya seperti lem .
" Cih " Fira berlalu dari sana meninggalkan kebingungan di diri Samuel .
" kekasih ?? Kekasih siapa ? dia aja nolak jadi kekasih gue " batin Samuel bingung .
Lalu Samuel melihat ke arah gadis yang bersama nya sejak tadi .
" Apa mungkin dia cemburu dengan Vanya ?" pikir Samuel , jika itu benar dia akan sangat bahagia .
Gadis itu menyeringai ,menatap sinis ke arah Fira
" ternyata dia gadis yang Samuel cerita kan , Cih liat aja nanti gue gak akan biarin Samuel jatuh di tangan Lo , dia milik gue bahkan sebelum Lo hadir dalam hidupnya " batin Vanya ,nama gadis itu .
Vanya Adalah sahabat kecil Samuel dulu , lama ia tinggal di luar negeri dan sekarang kembali ingin mengejar Samuel , maka ia pindah kuliah bersama Samuel . mereka memang sangat dekat bahkan sekarang ia tinggal bersama Samuel dan mama Samuel . orang tua nya masih berada di luar negri , Samuel tidak mengijinkan dirinya tinggal di apartemen sendiri , tentu dengan senang hati Vanya menyetujuinya .
Samuel sudah menceritakan tentang gadis yang ia cintai pada Vanya , membuat Vanya geram tapi ia menutupinya dengan senyum manis di hadapan Samuel , Vanya sosok gadis manja yang setiap keinginan nya harus terpenuhi ,termasuk Samuel . dia akan melakukan apapun untuk itu .
" Sam ayo " Ujar Vanya sambil menarik tangan Samuel . Samuel yang baru sadar dari lamunannya, saat Vanya menarik tangannya
" Sam , Apa itu gadis yang kamu ceritakan ?" tanya Vanya kemudian
" Iya " jawab Samuel singkat , ia masih bingung memikirkan Fira .
" Tapi kenapa sikap nya tidak seperti yang kamu ceritakan padaku , kamu bilang dia gadis pendiam dan ceria Setelah bersama mu dulu , tapi kelihatannya dia sedikit bar bar " ujar Vanya sengaja memprovokasi Samuel , dia akan membuat Samuel sedikit demi sedikit membenci Fira
" Mungkin hanya salah paham " jawab nya malas . kini mereka telah sampai di parkiran motor mereka tadi . motor Fira sudah tak ada disana ,mungkin gadis itu tidak jadi ke toko buku karena kesal .
**
Fira melajukan motornya tanpa arah ,hingga ia berhenti di danau dekat taman pinggiran kota .sejauh ini ? Fira melajukan motornya sejauh ini .
Fira duduk di bangku pinggir danau ,menatap kosong ke arah danau di hadapannya .Fira menghela nafas panjang mengeluarkan emosi dalam dirinya . Vira sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya ,Kenapa dia bisa semarah ini hanya karena melihat Samuel bersama seorang gadis, padahal dulu saat Samuel bersama Jessie dia bisa ikhlas menerima hubungan mereka tapi kenapa sekarang seperti ini.
" Huh " Fira memukul mukul dada nya yang terasa sesak , dia juga sebenarnya merasa bersalah telah bersikap kasar pada Samuel yang tidak tahu apa yang ia rasakan .
" apa yang harus aku lakukan " Fira menggigit kuku jari nya memikirkan , apa yang akan ia lakukan jika bertemu dengan Samuel .
" Kenapa juga aku bawa-bawa kekasihnya , ya ampun malu banget kalau Sampai dia mengira aku cemburu padanya ,Bagaimana ini " lama berkutat dengan pikiran nya akhirnya Fira memutuskan untuk pulang , selain sudah akan gelap dia juga ingin beristirahat . hampir satu jam ia mengendarai motornya , Fira sampai dengan selamat di rumah nya.dengan langkah lelah ia melangkah memasuki rumah itu .
" Dari mana ?? kenapa pulang se larut ini ? tadi pamitnya cuma sebentar ke toko buku kan ?" sambut Jen dengan berbagai pertanyaan sambil melipat tangannya di dada .
" Eh .. bunda!!" Fira menggaruk tengkuknya yang tidak gatal . ia menampilkan senyum terbaiknya pada sang bunda .
" Bunda , masuk yuk sudah malam , bunda pasti laper kan belum makan malam , nungguin aku ya , maaf ya bunda " ucap Fira sambil Menggandeng tangan Jen masuk kedalam , ia tau bunda nya itu masih dalam mode singa .
" Jangan mengalihkan pembicaraan !!" ujar Jen sambil menjewer kuping Fira , sedikit menyakiti nya .
" Iya . iya .. aduh bunda !! Aku akan jawab .. nanti aku mandi dulu ya Bun , oke !! bunda lepasin " rengek Fira
" Huh " Jen melepaskan tangannya dari telinga Fira dan menatap penuh selidik padanya .
" Besok dan seterusnya bunda gak akan ijinin kamu bawa motor sendiri , gak usah di jawab bunda udah tau kamu ngapain aja hari ini , Naik motor kebut-kebutan seperti itu . Mandi sana !!! setelah itu kau akan menerima hukuman dari bunda " tegas Jen
" iya bunda " Fira berjalan ke kamarnya sambil menunduk lesuh .
Varo yang melihat itu terkekeh dan mengejek kakak nya . Fira hanya mendengus mendapat ejekan dari adik tampannya itu .
saat dia hendak menaiki tangga mata nya melihat ke sosok pemuda yang sedang duduk menonton tv bersama Jihan , perlahan Fira memundurkan langkahnya ,matanya menyipit memastikan penglihatan nya .
Perlahan ia menghampiri mereka .
" Abang !!! Eh salah .. Abang ipar" seru nya langsung memeluk Varrel dari samping karena di pangkuan Varrel ada Jihan
" Kakak ,mandi dulu sana , bau tau jangan peluk peluk Abang dulu " protes Jihan .
Fira hanya bisa nyengir dan mencium bau badannya . ia mengerutkan keningnya bingung .
"Kayanya gue gak bau-bau amat deh " gumam Fira tapi masih terdengar oleh Varrel . membuat pemuda itu terkekeh .
" Iya tapi intinya tetap bau kan dek , walau gak bau banget " jawab Varrel sambil terkekeh
" Hehe .. iya sih !! ya udah deh aku mau mandi dulu ,nanti kita ngobrol . oke !!" Entah dapat semangat dari mana . dia sudah bisa melupakan rasa kesalnya hari ini . melihat keluarga yang hangat membuat Fira tak ingin jauh dari keluarga ini . walau orang tua kandungnya sudah sering menghubungi nya meminta dirinya untuk tinggal disana . tapi Fira masih enggan meninggalkan keluarga ini. ntah lah
**Bersambung
Dia juga galau gak ketemu Vania
yang kesel seharian
Kasian kakak Fira kena marah
Hai Readers jangan lupa untuk like comment n vote nya ya** ..