
Pukul 5 sore Jen terbangun , ia segera mencuci wajah nya dan turun kebawah untuk menyiapkan makan malam .
" Bi , Apa Fira sudah pulang ??" tanya Jen yang belum menyadari di rumah itu ada beberapa orang termasuk putra nya Varrel .
" Belum nyonya , Tadi non Fira telepon katanya akan pulang Terlambat " Jawab bibi sambil tersenyum , sesuai permintaan Varrel bibi tidak memberi tahu Jen tentang kepulangan nya .
" Ya sudah bi gak apa-apa , Loh bi kenapa menyiapkan bahan makanan banyak sekali ?" tanya Jen bingung karena bibi menyiapkan bahan-bahan yang akan di masak sangat banyak
" Eh .. Itu nyonya !! " bibi bingung mau buat alasan apa " Em itu nyonya ... bibi tadi melamun jadi gak sadar kalau sudah sebanyak ini" itu lah alasan yang terlintas di pikiran bibi
" Ya sudah gak apa-apa nanti sekalian bagiin untuk Gabriel deh Bi masakan nya lagian sudah terlanjur juga kan " Jen menanggapi dengan senyuman , dia mulai memasak Sesuai bahan yang sudah di siapkan bibi ada Cumi Lada hitam , Cah kangkung , Udang goreng crispy dan gurame bakar tak lupa dengan sambal kecap untuk pelengkap .
Setelah semua nya matang Jen menyuruh bibi mengantar kerumah gabriel sebagian karena ini terlalu banyak sayang jika tidak habis , Safira juga seperti nya tidak makan malam dirumah .
Bibi hanya mengiyakan tapi tidak melakukan nya karena dia memang sengaja meyiapkan banyak bahan masakan Karen ada varrel dan sahabat sahabat nya.
Jen menaiki anak tangga ingin membangun kan Varo tapi ternyata di lihat nya putra nya telah selesai mandi .
" Kamu sudah selesai sayang ?"
" Sudah nih Bun , Abang mau ke kamar adek dulu ya Bun " ujar nya pada Jen
" Baiklah ! bunda mau lihat ayah dulu sudah bangun apa belum " Jen berjalan ke arah kamar nya melihat derren .
ceklek
" Ya ampun ternyata dia belum bangun " gumam Jen sambil berjalan menghampiri Derren
" Sayang bangun dong !!" Jen mengguncang bahu derren karena tak kunjung bangun juga
" Hm .. sebentar lagi " jawab nya dengan suara yang terdengar parau
" Baik lah , Aku mau mandi dulu , Setelah aku selesai kau harus sudah bangun oke !!"
" Hm "
Jen berjalan ke kamar mandi , Setengah jam Jen berlalu Jen telah selesai dengan acara mandi nya .
Di lihat nya derren masih belum bangun
" Mas !! Ayo bangun , kasian anak anak kalau nunggu lama makan malam nya " mendengar itu Derren langsung terduduk sambil mengusap mata nya .
Cup
Derren mencium singkat bibir Jen lalu ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri . Jen hanya menggeleng kan kepala nya melihat suami nya itu tak lupa dengan senyum manis nya .
Tak lama derren keluar dari kamar mandi , Setelah berganti pakaian mereka turun untuk makan malam .
Di meja makan Jen terkejut dengan makanan nya yang ternyata belum di bagi untuk gabriel
" Bi !!!!" Panggil Jen pada bibi
" Kenapa sayang ?" tanya derren sedangkan bibi yang di panggil tidak berani keluar
" Gak apa-apa yank ! ini loh tadi bibi menyiapkan bahan makanan terlalu banyak ,jadi karena sudah terlanjur aku memasak nya saja ,tadi bibi aku suruh kasih sebagian untuk Gabriel tapi ini malah di susun disini semua , Siapa yang mau habisin coba ? kan sayang mas kalau terbuang " ujar Jen pada derren
" Ya sudah panggil saja pelayan lain suruh anterin ke rumah gabriel "
Varo dan Jihan hanya diam mendengarkan pembicaraan orang tua nya dengan tenang sambil duduk di kursi nya masing-masing. walau umur Jihan masih satu tahun lebih tapi dia anak yang sangat pintar dia sudah bisa makan sendiri walau makanan nya masih makanan lunak dan Jen membuat kan khusus untuk nya .
Bibi yang dari tadi di dalam memberanikan diri untuk keluar , dia hanya bisa berharap sebelum nyonya menanyakan hal hal yang tidak bisa ia jawab Varrel segera keluar dari persembunyiannya
" Bi , Kenapa makanan nya belum di antar ke tempat Gabriel ? dan malah di susun disini semua ? kan sayang bi kalau tidak habis dan terbuang "
" Eh .. itu ..." belum sempat Bibi menyelesaikan perkataannya tiba tiba seseorang memanggil Jen
" Bunda !!!"
**
Di kamar Varrel mereka berlima sedang melakukan chat grub kapan mereka akan keluar kamar . dan sesuai rencana Varrel akan keluar lebih dulu dan teman teman nya akan keluar setelah ia memanggil mereka ..
Varrel keluar dari kamar nya setelah membersihkan diri , perlahan ia menuruni anak tangga , Varrel memperhatikan bunda nya yang sedang mengomel karena makanan terlalu banyak dan bibi yang di suruh mengantar ke rumah Gabriel tidak mengantar nya .
Varrel terus saja memperhatikan dari sisi tangga terakhir yang memang tidak terlihat dari ruang makan ,sampai pada akhirnya bibi keluar dan di berondong pertanyaan oleh Jen hingga bibi bingung menjawabnya baru lah dia keluar dari persembunyiannya .
" Bunda !!!" panggil Varrel sambil berjalan ke arah meja makan .
Mendengar itu bibi bernafas lega karena tidak harus berbohong pada nyonya nya .
Merasa di panggil oleh seseorang yang Suara nya sangat Jen kenal , Jen mengalihkan pandangannya ke sumber suara tersebut , begitu juga dengan Derren ,Varo dan Jihan ..
" Abang !!!" seru Varo melompat dari tempat duduk nya langsung berlari menghampiri Varrel .
Dengan sigap Varrel Menggendong adik nya itu dan melayangkan ciuman bertubi pada nya .
" Stop !!!" seru Varo sambil mengelap bekas ciuman Varrel yang membuat Varrel terkekeh
" Loh Bang !! Kapan pulang ? kok gak kasih tau bunda atau ayah ?lalu bagaimana kuliah mu ? Kau naik apa waktu pulang? kenapa bunda tidak tau jika Kau naik pesawat pribadi ? apa kau naik pesawat umum ? " Cerca Jen , derren hanya menggeleng kan kepala melihat sikap istri nya bukan nya di suruh duduk dulu anak nya yang baru datang malah di cerca dengan berbagai pertanyaan
Sedangkan Varrel hanya tersenyum menanggapi pertanyaan bunda nya .Ia menurunkan Varo dan menghampiri ayah nya mencium tangan Derren dan derren memeluk nya sambil menepuk punggung pria yang sudah di anggap putra nya sendiri.
" Kapan sampai bang?" tanya derren
" Jam 4 tadi yah" jawab Varrel lalu ia menghampiri bunda nya
" Dasar anak nakal " ujar Jen memukul pelan lengan Varrel , Varrel mencium tangan Jen dan memeluk Jen ,
" Bunda sangat merindukan mu " Kata Jen melepas pelukan mereka
" Ayo kita makan malam dulu , nanti lagi kangen kangenan nya " Kata derren melerai mereka ,karena jika di biarkan pasti akan lama drama ibu dan anak itu .
" Iya yah , Hai adik Abang yang paling cantik kok diem aja sayang " kata Varrel sambil berjongkok menatap wajah indah adik perempuan nya yang sejak tadi hanya diam memperhatikan .
" Bunda !! Siapa ??" ujar Jihan melihat ke arah Jen ,walau dia melupakan varrel tapi dia tak menampakan takut pada orang yang tidak dia kenal .
Jen Tersenyum mendengar perkataan putri nya , wajar jika dia lupa pada Abang nya karena sudah 6 bulan yang lalu mereka bertemu dan saat itu usia Jihan masih 9 bulan .
" Sayang ini Abang , sama seperti Abang Varo " jelas Jen sambil mengelus Lembut kepala putri nya
" Benarkah ??" Jihan memperhatikan wajah Varrel yang sedang tersenyum pada nya .
"Ayah, bunda , Sebenarnya Aku pulang tidak sendiri tapi dengan teman teman ku , Apa boleh Mereka tinggal disini ? " tanya Varrel meminta izin pada Ayah dan bunda nya
" Teman mu ?? Ezhel dan Aiden ? tentu saja boleh !! dimana mereka ? bunda juga sangat merindukan mereka, Boleh kan mas ? " ujar Jen yang juga bertanya pada derren
" Iya , tentu saja boleh .. mereka bisa tinggal disini sampai kapan pun mereka mau " jawab derren kemudian
" Tapi yah , Bun ! tidak hanya mereka berdua tapi ada 2 orang lagi " Jelas varrel
" " Tidak apa apa , Bahkan jika kau membawa seluruh teman sekelas mu rumah kita masih bisa untuk di tempati mereka " gurau Jen " Laku dimana mereka ?" tanya nya lagi
" Terima Kasih Ayah bunda " Varrel mencium Pipi Derren dan Jen " Biar aku panggil mereka dulu " ujar nya lagi lalu varrel berjalan ke kamar tamu yang ada di bawah yang sudah di siapkan pelayan tadi untuk di tempat teman teman nya .
" Aku senang sayang , Varrel memutuskan liburan dengan pulang kesini apa lagi dia mengajak teman-teman nya , Tidak akan sunyi lagi nih rumah " ujar Jen sambil tersenyum
" Kau benar sayang " derren Juga membalas senyuman istri tercinta nya .
" Ayah ! Bunda Berapa lama Abang di rumah? Aku berharap Abang tidak kembali lagi ke London " kata Varo
" mungkin 2 Minggu sayang , bunda juga kurang tahu ,bunda juga berharap begitu , tapi kan Abang harus Kuliah hanya tinggal satu tahun lagi " jelas Jen pada varo
" Baik lah " jawab nya pasrah
" Oh ya !! Fira kemana yank ??" tanya derren yang baru menyadari jika Fira sejak tadi tidak ada
"Astaga !!" Jen menepuk jidat nya , ia lupa memberi tahu suami nya jika Fira sedang keluar
" Aku lupa memberi tahu mu , Fira tadi izin jalan jalan ,sekalian aja aku suruh belanja untuk kebutuhan nya Saat masuk kuliah nanti ,juga dia bisa hafal jalanan agar sewaktu-waktu tidak tersesat " Jelas Jen dan di angguki oleh derren
Tak berapa lama Varrel datang bersama Ezhel dan yang lain nya .
" Ayah , Bunda apa kabar ?" tanya Ezhel sambil mencium tangan Derren dan Jen di ikuti oleh Aiden .
" Kami baik , Kalian apa kabar ?" jawab derren
" Kami baik ayah " jawab Aiden dengan senyum sumringah
" Oh ya , Yah ,Bun kenalin ini Roza dan yang ini Vania " kata Varrel memperkenalkan Roza dan Vania pada ayah dan bunda nya
" Roza Om , Tante " Sapa Roza sambil tersenyum manis
" Gila ini mah , Orang tua Varrel masih muda banget ,mungkin kalau Varrel jalan sama bunda nya pasti di kira kekasih nya dan lagi tu ayah Varrel ganteng banget sumpah " batin Roza ,jiwa jomblo nya meronta-ronta melihat hot Daddy seperti derren . Derren dan Jen mah memang masih muda Orang umur Jen masih 27 tahun dan derren masih 31 tahun .
" Vania Om , Vania Tante " Vania menjabat tangan Derren dan Jen bergantian .Jen dan derren pun menyambut nya dengan senyuman
" Ya sudah , Ayo kita makan malam dulu " ajak Jen pada mereka
Varo dan Jihan juga sejak tadi hanya diam memperhatikan mereka saja dengan duduk di kursi nya dengan tenang .
Jen mengambilkan makan Derren dan anak anak nya " Ayo silahkan di makan , semoga kalian suka ya !" kata Jen sambil tersenyum pada mereka
" Iya bunda , pasti kami suka lah ,kan masakan bunda emang the best " jawab Ezhel dan di angguki oleh Aiden .Jen hanya tersenyum menanggapi Anak itu .
Setelah makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga .
" Bang , Berapa lama liburan semester nya ?" tanya derren
" 3 Minggu yah , Em rencana kami juga mau jalan jalan ke Bali yah ,gak apa apa kan yah ,Bun ?" tanya Varrel
" Ya gak apa-apa dong ! bagus kalau kalian mau jalan jalan , kalau bisa jangan ke Bali aja tapi ke tempat tempat wisata lain nya " jawab Jen dan hanya di angguki oleh derren .
Jen memperhatikan Vania , seperti pernah melihat gadis itu ,tapi Jen tidak mengingat nya.
" Hei Gadis kecil kamu kenapa makin cantik aja sih, Sini ikut kakak " ujar Ezhel gemas pada Jihan yang sejak tadi diam
" Bunda ??" ujar Jihan seolah bertanya pada bunda nya apakah orang ini baik atau tidak karena Jihan merasa asing pada mereka jadi dia tidak akan mau ikut begitu saja jika bunda nya belum mengizinkan nya .
Jen yang melihat itu mengerti dan mengangguk memberi izin . Jihan beranjak ke arah Ezhel dan Ezhel langsung menggendong bayi itu dalam pangkuan nya . Dan hal itu mampu membuat mereka semua gemas
" Varo apa yang kau lakukan dengan ponsel mu itu ? Setiap kita bertemu kau selalu saja bermain ponsel " Ujar Aiden seakan menggerutu karena Varo tadi dia ajak bermain tidak mau malah memilih bermain ponsel
" Kakak tau , Ini penting untuk hidup ku " jawab nya begitu saja tanpa mengalihkan pandangan
dari ponsel yang ada di tangan nya
" Roza dan Vania juga kuliah bareng Varrel ?" tanya Jen pada kedua gadis yang sejak tadi memperhatikan Varo dan Jihan .mungkin mereka merasa gemas dengan adik adik Varrel yang begitu ajaib kelakuan nya
" Iya Tante , Aku Satu kelas dengan Ezhel dan Aiden kalau Vania Satu kelas dengan Varrel, Mereka itu terlalu Jenius sampai sampai meninggalkan kami di S1 " jawab Roza yang mendapat cubitan oleh Vania
" Kenapa ??" tanya nya merasa tak bersalah
" Kau bisa tidak. tidak berlebihan seperti itu ?" bisik Vania ,sedangkan Roza hanya menyengir menampakan gigi putih tapi nya
" Wah benar kah ?" tanya jen antusias
" Benar Tante " jawab Roza , Vania hanya Tersenyum canggung karena dia merasa malu . ntah kenapa dia juga tidak tahu .
. Mereka asik bercerita dan bercanda , Roza yang bawaan nya memang bawel cepat akrab dengan orang tua Varrel . Begitu juga dengan Vania dia merasa nyaman berada di sana . Dia jadi merasa iri karena Keluarga nya tak sehangat ini . jangan kan untuk berbincang , untuk bertemu orang tua nya saja sulit .
Sampai terdengar suara seseorang mengucapkan salam dari luar .
" Assalamualaikum !!"
**Bersambung
Roza
Aiden
Hai hai hai ... Jangan lupa like comment n vote nya ya
Aku udah up 2rb kata lebih nih ..
Dan aku bakal lanjut up 1 chapter lagi hari ini kalau Like nya mencapai 2000 like hari ini ..
Happy reading n See you gays**