MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 63


" Vania " Lirih nya , tak terasa air matanya sudah mengalir membasahi pipinya , Pikirannya sungguh tak bisa mencerna apa yang terjadi saat ini , Kekasihnya disana ! di ruangan itu telah terbaring lemah tak bernyawa . Jen memeluk Varrel mencoba memberi ketenangan pada pemuda itu .


Tak berapa lama seorang dokter keluar dan memberi kabar pada mereka .


" Maaf kan kami tuan , Kami sudah berusaha semampu kami tapi Nona Vania tidak bisa kami selamatkan , bukan hanya satu tapi ada 2 peluru yang menembus tubuh nya , Salah satu peluru itu mengenai hati nona Vania dan menyebabkan kerusakan yang parah " Jelas dokter itu pada derren , karena ia melihat hanya derren lah yang masih tampak tegar dan masih bisa diajak bicara.


" Baiklah , saya mengerti ! " Ucap derren dengan wajah yang datar .setelah itu dokter tersebut pamit dari hadapan Mereka . Masih ada dokter beserta Suster di dalam ruang operasi yang masih bertugas melepas peralatan yang terpasang di tubuh Vania .


" Sabar sayang !!" Ucap Jen sambil terus mengusap punggung Varrel .


" Bunda ! Dia ... Kenapa harus dia bunda " lirih Varrel dalam tangisannya .


" Jangan seperti ini Varrel ! Ini sudah menjadi takdir nya , Jika kau mencintai nya ,tolong jangan seperti ini " Ujar Jen dengan lembut " Sekarang , temui lah dia untuk terakhir kalinya " Lanjut Jen lagi , walau dia Juga syok tapi dia harus kuat demi Varrel .


" Ayo , Temui dia " Jen menopang tubuh Varrel membantunya berdiri , derren pun ikut membantu Varrel .


Dengan langkah lemah Varrel menerobos masuk ke dalam ruangan itu , Para dokter yang ada disana tertunduk lemah karena mereka gagal menyelamatkan orang yang penting dalam keluarga tuan muda mereka . Dokter dokter itu membungkuk memberi hormat melihat Derren serta Jen juga ikut masuk ke dalam ruangan itu .


Serena yang masih terpukul dengan semua kejadian itu hanya bisa mematung di tempatnya ,dengan tatapan kosong .


" Bee .. Kenapa kau tinggalkan aku dengan cara seperti ini ? Kenapa kau pergi dengan cara meninggalkan beban berat yang harus aku tanggung seumur hidup ku ? Kenapa ? Bagaimana aku menghadapi hari-hari ku tanpa adanya dirimu disamping ku sayang !! Vania .. Kembalilah !! Vania ..." Lirih Varrel sesegukan menciumi tangan Vania yang tak bernyawa .


" Vania .. bangun .. VANIA !!! aku tidak mengizinkan mu pergi dari hidupku ! Vania ...!!!" seru Varrel terus mengguncang tubuh Vania .


" Varrel .. Tenang lah !!" Seru Jen memegang pundak varrel


" Tapi .. bunda !! Vania ... Dia .." Varrel tak mampu lagi meneruskan perkataannya , pemuda itu menangis bersimpuh sambil menggenggam tangaan vania .


" Vania , Kembalilah " Varrel terus saja bergumam nama Vania , Derren yang melihat itu pun dapat merasakan kesedihan nya g varrel rasakan saat ini , Dia membayangkan bagaimana jika dia yang berada di posisi itu ? Apa yang akan dia lakukan tanpa cintanya ? Dia pun tak bisa membayangkan nya ,dan tak mau membayangkan nya .. Jen akan tetap berada disampingnya selamanya , Dia hanya bisa berdoa agar Dialah yang akan lebih dulu menghadap sang kuasa , Tapi jika dia pergi bagaimana dengan Jen ? Derren menggelengkan kepalanya membuang semua pikiran pikiran aneh dalam kepalanya .


Vania , Gadis itu tersadar di ruangan yang serba putih , Cahaya disana sangat terang ,ia terus menatap sekeliling melihat di sana terasa hampa ,tak ada satu orang pun disana ,ia seperti Berjalan tanpa arah berputar putar tetapi sepertinya tidak ada yang berubah , ia masih tetap kembali pada posisi dimana ia berdiri sebelum nya .


Sampai ia mendengar seseorang terus memanggil namanya , Gadis itu melangkahkan kakinya mencari sumber suara tersebut , Sampai ia melihat cahaya putih yang sangat terang dan menyilaukan matanya , Vania merasakan seseorang menarik tangannya untuk kembali , Gadis yang di penuhi dengan kebingungan tak tau jalan pun hanya bisa mengikuti langkah seseorang buang menggenggam tangannya dan terus memanggil namanya .Sampai saat tangan yang menggenggam tangan nya perlahan melepaskan tangan Vania .


**


" Maaf tuan muda ! Kami harus segera membersihkan jenazah pasien !!" ucap Salah satu perawat takut-takut , Jen yang mengerti itu mencoba berbicara pada Varrel .


" Rel ! Biarkan mereka mengerjakan tugas mereka , Kasian Vania jika terlalu lama begini " Ucap Jen mencoba membujuk Varrel . Varrel berdiri perlahan tangannya tapi tangannya masih tetap menggenggam tangan kekasihnya , Perlahan Varrel berbalik dan melepas genggaman tangannya ,hingga ia merasa seseorang menahan tangan varrel agar tak terlepas .


Varrel terkejut dan menoleh ke arah Vania , Dan benar saja tangan Vania lah yang menahan tangannya , Apa ini ? Apa ini nyata ? jika ini mimpi Varrel berharap ia tak ingin bangun lagi , ia ingin tetap Vania menggenggam tangannya seperti ini , selama nya .


Tapi tidak ! Ini nyata ..


" Varrel" Ujar Jen menoleh ke arah Varrel yang tak kunjung berjalan , pandangan mata Jen beralih pada tangan Varrel yang menggenggam tangan Vania Tadi , tapi tidak saat ini tangan Vania lah yang menggenggam tangan Varrel . Jen membulatkan matanya dan segera memanggil dokter .


" Dokter !! Cepat pasang kembali peralatan nya , pasien seperti nya masih bisa diselamatkan , Lihat lah !!" seru Jen membuat semua orang melihat ke arah tangan Vania yang menggenggam tangan Varrel , Tapi mata gadis itu tetap terpejam .. Jen mengecek nadi Vania dan ternyata benar , Vania kembali !


" Dia kembali , Ini sebuah keajaiban " Gumam Jen .


" Varrel , Tenang lah .. dia akan baik-baik saja! dokter akan segera mengurusnya , sebaiknya kita tunggu di luar " ujar Jen menggandeng tangan Varrel keluar , pemuda itu masih terkejut tak percaya dengan keajaiban yang terjadi , doanya terkabul . Ya Tuhan !! Terima kasih .pikirnya .Varrel terus mengucap rasa syukur dalam hatinya .


Derren bernafas lega mengetahui hal ini , Begitu juga dengan Serena yang sejak tadi menunggu di luar .Walau tak percaya tapi keajaiban itu benar-benar ada ! .


Tak berapa lama ,dokter keluar dari ruangan tersebut menghampiri Derren dan yang lainnya .


" Bagaimana keadaanya dok ?" tanya Jen


" Ini benar-benar sebuah keajaiban nona , Pasien bisa hidup kembali setelah di vonis meninggal ! Tapi .. Saat ini kondisinya sedang koma .saya tidak tau kapan ia akan bangun , dan kita memerlukan donor hati untuk mengganti kerusakan hatinya kalau tidak ini akan sangat berbahaya bagi nyawa nya " jelas dokter tersebut


" Hah!! Baik lah , lakukan yang terbaik ! Segera cari donor Hati yang cocok untuk nya , Dia sudah berhasil kembali dari maut ,aku yakin dia pasti akan baik-baik saja " ujar Jen


" Baiklah nona , kami akan melakukan yang terbaik ! Selama ia koma saya sarankan Sering-sering lah mengajak nya bercerita , ini dapat memancingnya agar segera sadar ,Walau dia koma tapi dia masih bisa mendengar apa yang kalian katakan, Nona Vania akan segera di pindahkan keruang ICU ,hanya 1 orang yang bisa menemuinya disana ,itu pun tidak bisa lama ,karena dia harus berada di ruangan yang benar-benar steril " Jelas Dokter itu .


" Baiklah ,terima kasih dokter !" Ucap derren , setelah itu Dokter tersebut pamit dari hadapan mereka.


" Varrel ! Semua nya akan baik-baik saja ! sekarang lebih baik kau istirahat dulu "Kata Jen , ia melihat Varrel begitu lelah dan banyak pikiran .walau Vania masih hidup ,Tapi gadis itu belum bisa di nyatakan baik-baik saja , Hidupnya berada di tengah-tengah Kehidupan dan kematian !


" tidak bunda ! Aku akan menemaninya disini " tolak Varrel


" Ya sudah kalau begitu , Bunda akan mengabari orang tua Vania , dan meminta Fira kesini untuk mengantar pakaian ganti untuk mu , Istirahat kah di lantai atas ruangan pribadi keluarga kita , Bagaimana pun kau tidak bisa menemani Vania di ICU sepanjang waktu ,kau hanya bisa membesuknya sesekali " tutur Jen memberi pengertian pada Varrel .


" Baik bunda "


" Ya sudah , kami kembali dulu ! Jaga dirimu " Setelah berkata seperti itu ,derren dan Jen pun mengajak Serena kembali , Kini sudah tengah malam ,bahkan hampir pagi .


" Sekali lagi maaf kan aku Atas kejadian ini kak !" Ucap Serena pada varrel sambil menunduk , sebelum ia ikut bersama Jen dan derren . Varrel diam tak menjawab perkataan Serena ,ntah karena apa tapi pria itu enggan berbicara untuk saat ini .


" Sudah lah ,ini bukan salah mu , ayo pulang lah bersama kami " ujar Jen menenangkan Serena ,ia tau bagaimana perasaan gadis itu saat ini , rasa bersalah itu yang membuat gadis itu seperti ini ,tapi dia tak bisa apapun untuk merubah keadaan .


" Terimakasih kak " Ucap Serena tulus pada Jen , Jen hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi perkataan gadis itu .


" Sebaiknya kau pulang ke rumah kami saja untuk malam ini ,besok biar keanu menjemput mu " Ujar Jen , kini mereka telah berada di dalam mobil ,derren mengemudi mobil sendiri dan Jen yang duduk di sebelah nya .


" Apa yang kau pikirkan sayang ?" tanya derren sambil mengelus kepala Jen dengan tangan kirinya .


" Aku hanya memikirkan bagaimana caranya memberi pelajaran pada Soni " ucao Jen , Ia berkata bahwa dia sendiri yang akan memberi Soni pelajaran ,tapi ....


" Karena Vania disini yang menjadi korban ,Agar menghilangkan kekesalan varrel sebaiknya anak itu saja yang memberinya pelajaran " Ucap derren dan dibenarkan oleh Jennie .


Serena Tersenyum tipis melihat kehangatan hubungan derren dan Jennie , ia berharap suatu saat dia mendapat suami yang sifatnya hangat seperti derren . sungguh pasangan yang sangat serasi .pikir nya


Sesampainya dirumah ,Jen mengantarkan Serena ke kamar tamu dan memberi gadis itu pakaian ganti .


" Istirahat lah ! Kau pasti lelah " Ucap Jen sebelum pergi dari kamar itu .


" Sekali lagi terima kasih banyak kak " Ucap Serena tulus


"Tidak perlu sungkan " Jawab Jen Sambil Tersenyum .lalu dia kembali ke kamarnya . Dia juga merasa lelah sekali saat ini .


Setelah membersihkan diri Jen merebahkan tubuhnya di samping derren ,matanya menatap langit-langit kamarnya , Lama sekali ia tak membantai orang tapi hari ini ia melakukannya lagi . Huh rasanya Jen ingin sekali hidup normal dan sederhana bersama keluarga nya .mungkin jika Varo sudah dewasa nanti dia akan mengajak Derren hidup di desa menghabiskan masa tua mereka disana , Biar Varo dan Jihan yang mengurus perusahaan mereka kelak , Jen juga akan membantu Varrel membangun perusahaan nya sendiri sesuai keinginan anak itu dulu .Rasanya sangat melelahkan hidup seperti ini ,pikirnya .


" Apa yang kau pikirkan sayang ?" Tanya derren dengan lembut , ia menatap wajah cantik sang istri yang seperti banyak beban pikiran .


" Tidak ada , Aku hanya lelah " Jawab Jen Tersenyum dan memeluk derren , ia membenamkan wajahnya pada dada bidang derren , menghirup dalam-dalam aroma tubuh suaminya yang menjadi Favorit nya selama ini .


" Benarkah ? Tidak ada yang kau sembunyikan dari ku bukan?" tanya derren seraya membalas pelukan Jen dan mencium pucuk kepala sang istri .


" Tidak My Hubby ! Aku hanya memikirkan keinginan ku saja sayang " Jawab Jen sambil membelai dada bidang sang suami


" Keinginan apa ? hm?" derren meraih dagu Jen dan membelai pipi mulus .


" Setelah Varo dan jihan dewasa dan telah menikah nanti , bisa kah kita pergi dari tempat ini ? aku ingin hidup bersama mu menghabiskan masa tua kita di sebuah desa jauh dari keramaian , Hannya ada kita berdua , anak-anak sesekali akan datang mengunjungi kita bersama cucu-cucu kita kelak , Aku merasa lelah dengan kehidupan seperti ini , sayang mau kah kau hidup sederhana bersama ku kelak? " tanya Jen dengan serius , Derren terdiam mendengar keinginan Jen . ia tak pernah berpikir sampai kesana selama ini , Tapi apa dia bisa melepaskan diri anak-anak mereka begitu saja saat itu ?


Kini Derren memandang wajah Jen dengan serius .


" Apa kau yakin sayang ?"


" Hm , Aku sangat yakin ! jangan khawatir tentang anak-anak , Aku sudah memikirkannya,walau kita jauh tapi kita akan tetap mengawasi mereka dari sana , Kita tidak melepas tapi mengikat mereka dengan tali . Sama seperti melepaskan tapi tetap mengawasi , Kalau kita merasa mereka terlalu jauh kita bisa menarik mereka kembali kejalan yang benar " jelas Jen


" Bagaimana dengan anak anak yang lain , Varrel ? Fira ? Dan anak-anak yayasan " tanya derren " Apa kita akan melepas tanggung jawab pada mereka ?" tanya derren lagi


" Tentu saja tidak , keinginan ku itu masih lama sayang , Sebelum itu aku akan memastikan jika mereka hidup dengan baik , Varrel akan membangun perusahaan nya sendiri ,Fira ? Aku yakin Keanu akan menjaganya dengan baik , Orang tua kandungnya juga sudah di temukan , Anak-anak yayasan lainnya , Aku percaya pada Varrel jika dia bisa mengurus Meraka kedepannya setelah kita pergi , itu jika kau mau pergi bersama ku , tapi sepertinya kau sangat enggan meninggalkan kehidupan mewah ini " ujar Jen ,karena ia melihat keengganan di wajah suaminya .


" Bagaimana mungkin aku enggan untuk hidup bersama mu ? Aku hanya mengkhawatirkan anak-anak , Jika sudah memastikan mereka hidup dengan baik aku tidak akan ragu untuk hidup sederhana dengan mu " Jawab derren Serius


" Kau yakin ?" Tanya Jen menaikan sebelah Alisnya


" Hm , Aku sangat yakin " Jawab derren dengan tegas


" Aku akan memegang kata-kata mu "


" Baiklah, Kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan sayang ! Aku mencintaimu ,aku milikmu ! Kau bebas membawa ku kemana pun kau mau " Ujar derren Tersenyum Menggoda pada Jen .


Jen mengerutkan keningnya mencerna perkataan derren


" Kok seperti nya kayak gue aja yang jadi lakinya , disini sebenarnya yang suami siapa ? Kok jadi gue yang ngajak dia hidup bersama ? " Jen menatap derren tajam seolah di permainkan oleh suaminya itu .


Derren yang melihat tatapan sang istri hanya terkekeh karena berhasil mempermainkan Jen dengan perkataan nya sendiri .


" Jangan marah , oke !!" Ujar derren terkekeh , Jen hanya mencebikkan bibirnya menatap tak suka pada suaminya ya g terus saja mengejek diri nya .


.


.


.


**Bersambung


Sebenarnya ,Alurnya gak gini .. Aku mau hilangin tokoh Vania dan mau tumbuhan karakter baru yang mirip vania dan cocok untuk Varrel ,karakter yang barbar gitu ,tapi karena banyak banget pendukung Vania dan gak mau kalian kecewa ya udah aku bikin begini , Makanya kemaren ngeblank gitu gan bisa nulis karena harus ngerubah alur . tapi ya udah .. untuk kalian !


Derren



Jen



Jangan lupa like comment n vote nya ya .


Happy reading**