MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Episode 46


Di Sebuah Mall ternama salah satu milik Keluarga Admaja ,terlihat 4 orang sedang bersenang-senang mencoba berbagai permainan di Playground di mall itu seperti anak kecil padahal mereka sudah pada dewasa .tapi ya seperti itu lah mereka jika sedang berkumpul . Siapa lagi kalau bukan Jennie,Ara ,Radith dan Gabriel .


Setelah merasa Lelah bermain Mereka memutuskan Nonton Film Romantis komedi Mr. Pride Mrs. Prejudice walaupun mereka sudah berulang kali menonton film itu tapi mereka tak pernah bosan dengan alur cerita dari film tersebut.


Tepat pukul 5 sore mereka kembali kerumah masing masing, Jen pulang bersama Ara dan Radith pulang bersama Gabriel ke apartemen milik Radith , Hari ini cukup melelahkan untuk mereka tapi juga membahagiakan bisa melepas rindu akan kebersamaan mereka dulu sebelum mereka kembali ke kesibukan masing-masing.


*****


Kesibukan akhir akhir ini yang menyita waktu Jen untuk mengurus perusahaan tapi juga tidak melupakan keluarga nya , setelah seminggu yang lalu peresmian GA Company hari Minggu ini Jen dan derren Sedang berlatih di Dirumah karena Setelah saran dari Tuan Mike derren langsung menyiapkan Tempat berlatih dikediaman Admaja .


Aletha yang penasaran melihat kakak dan kakak ipar nya yang berisik di belakang rumah pun Berniat untuk melihat .


" Letha ,Letha mau kemana " Mama Anita yang sedang menggendong baby Varo menegurnya melihat aletha berjalan perlahan lebih tepatnya mengendap.


" Astaga .mama ! ngagetin aja deh "


" Lagian kamu ngapain jalan ngendap ngendap begitu ? "


" Ihh, itu loh letha penasaran kenapa kakak teriak teriak seperti orang bertengkar ,jadi letha ingin lihat ma "


" Ya ampun mama kirain apaan , itu Kakak mu sedang berlatih Muay Thai "


" Hah , serius ! tapi kenapa ada suara kak Jen juga ma "


" Hmm ,gak tau deh mama juga belum liat ,kalo gitu ayo kita kesana mama juga penasaran " Aletha dan Mama Anita pun berjalan ke belakang rumah tepat nya Ruang berlatih yang dibangun derren


" Ya Tuhan ,aku baru tau kalau disini ada tempat beginian "


" Lagian kamu sibuk terus di rumah sakit ,giliran dirumah ngamar aja " ledek Mama Anita


" iya ma ,akhir akhir ini aku emang sibuk banget ,dan maafin aunty ya sayang sekarang jarang main sama kamu ,kangen deh " Gemes nya pada Beby Varo


Mereka memutuskan duduk di kursi tunggu ruang berlatih itu .


Aletha dan Mama Anita melihat Jen sedang melatih Derren dengan serius ,hingga teriakan aletha menghentikan mereka


" Yeay kakak ipar hebat "


Beby Varo juga tak kalah heboh dengan celotehan nya . Jen dan derren memutuskan beristirahat menghampiri Mereka .


" Hai sayang seperti nya lagi bahagia banget " kata Jen yang Melihat Varo tidak berhenti berceloteh dan tertawa .


" iya kak dia seperti nya bahagia banget liat ayah bundanya berlatih seperti itu "


" Really? uhh sayang bunda kamu besok juga harus berlatih seperti ini ,oke " ujar Jen yang membuat Varo tertawa riang .


" Mama gak nyangka Lo kamu bisa beladiri seperti itu Jen "


" iya ma , awalnya jennie gak bisa kok tapi karena suatu kejadian Jen mau gak mau harus bisa setidaknya bisa melindungi diri sendiri "


" Kejadian? Kejadian apa Jen " kali ini bukan mama yang bertanya melainkan derren yang baru kembali mengambil minuman


" Bukan apa-apa mas ,itu udah lama banget awal awal aku kuliah di London " Katanya sambil meraih minuman di tangan derren


" Iya kak, Apa lagi ni ya pasti banyak deh resikonya saat berlatih" saut aletha " Iya itu emang bener , Dulu waktu aku pulang kuliah Bersama Ara,saat itu kami Berjalan sampai ditengah jalan Ara di hampiri seorang teman nya mereka ijin pergi sebentar jadi aku mutusin pulang ke apartemen sendiri ,karena ingin mempersingkat waktu aku memilih lewat jalan kecil disitu kejadian yang gak mengenakan terjadi , Aku dihadang beberapa Pria yang berniat melecehkan aku sampai Ayah Mike datang nyelamatin aku dan dari situ aku memutuskan untuk bisa jaga diri aku sendiri "


" kenapa kau tidak pernah menceritakan semuanya pada ku "


" itu kan hanya masa lalu yang tidak perlu di ingat mas, lagian orang orang itu sudah di beri pelajaran oleh ayah"


Setelah perbincangan mereka jennie dan derren kembali berlatih , aletha yang mendengar cerita Jen jadi berfikir dan juga ingin ikut belajar beladiri, setidaknya untuk melindungi diri nya sendiri.


Pukul 3 sore Jen menghentikan latihannya meninggalkan derren dan letha berlatih sendiri ,ia berniat ke supermarket berbelanja karena ia ingin menyiapkan makan malam untuk keluarga nya .


Karena dirasa sudah siap dan sudah ijin pada derren tadi ia bergegas pergi mengendarai mobilnya menuju supermarket terdekat .


saat ia sedang asik memilih bahan makanan tangan yang hendak meraih Buah Apple tidak sengaja bersentuhan dengan seseorang Yang sama sama hendak mengambil buah yang sama , Seketika mereka sama-sama menoleh ,mata mereka bertemu untuk beberapa saat


" Kau !!" seru mereka bersamaan


" Ah ,maaf silahkan anda ambil nona aku akan memilih yang lain " Orang itu menarik tangannya membiarkan Jen memilih buah yang di inginkan


" Tidak masalah tuan ,ambil saja " Jen melihat sekeliling tidak mendapati yang dicari nya


" Apa anda berbelanja sendiri ? " Menghilangkan penasaran nya karena melihat seorang pembisnis seperti William belanja seorang diri itu cukup mengejutkan untuk nya .


" Iya ,saya sendiri karena memang saya tinggal sendiri " Jen mengangguk kan kepalanya tanda mengerti lalu ia melihat ke arah Willi ia begitu tidak asing melihat wajah William sebenarnya saat pertemuan pertama mereka ia juga sudah merasa cukup mengenal nya tapi dimana ia tidak tau apalagi saat William juga mengatakan hal yang sama dengan pikirannya Jen jadi begitu penasaran dimana ia mengenal William .


" Kalau begitu saya pergi dulu silahkan tuan lanjutkan belanja nya " Jen berjalan menuju kasir setelah dirasa cukup dengan apa yang ia butuhkan .


Willi yang melihat Jen kesulitan membawa belanjaan nya menawarkan diri untuk membantu nya membawa ke mobil


" Sini saya bantu nona "


" Tidak perlu tuan , terimakasih " ntah kenapa perasaan Jen seperti pernah dekat dengan orang ini


" Tidak apa apa , seperti nya anda kesulitan kemarikan saya bantu bawa ke mobil anda " Willi meraih belanjaan Jen dan berjalan lebih dulu


" Tuan ,tuan ..!!" teriak nya melihat Willi membawa belanjaan nya ke arah yang salah "Astaga orang itu,mobil ku kan sebelah sana , tapi kenapa aku tidak bisa marah kepada nya " gerutu Jen mengejar Willi


" hei Tuan Willi ,Mobil saya sebelah sana ! " Ucapan Jen berhasil menghentikan langkah Willi dan menoleh ke belakang menatap Jen


" Kenapa tidak bilang dari tadi " Willi berbalik dan berjalan kearah yang ditunjuk Jen


" Kenapa menyalakan ku, Anda sendiri yang langsung berjalan tidak mendengar kan ku sama sekali " omel jennie mengikuti langkah Willi .


" Terimakasih tuan ,sudah membantu saya " ucap Jen setelah memasukkan belanjaan nya ke bagasi mobilnya tanpa menjawab Jen Willi pergi begitu saja


" Dasar pria aneh" gerutu Jen masuk ke mobil dan melaju dengan kecepatan sedang .


William masih berada di mobilnya berfikir tentang dirinya yang bertemu Jen tanpa sengaja


" Ada apa dengan ku , aku berniat menghancurkan derren sialan itu lewat istrinya tapi kenapa setelah melihat nona jennie aku seperti tidak bisa menyakiti nya ,Hah apa yang harus ku lakukan Tuhan ... Siapa sebenarnya dia itu aku merasa tidak asing dan pernah dekat dengan nya , Hais ntah lah " tidak ingin pusing memikirkan hal itu dia memilih kembali ke apartemen nya .