MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Episode 86


" Disha !!" seru mama Alvin yang terkejut dengan keberadaan Disha


Dengan senyuman manis Disha meraih tangan Mama Alvin dan mencium punggung tangan wanita paru baya itu .


" Iya , Tante apa kabar ? "


" Baik sayang , Kamu bagaimana ? dan ini ?" mama Alvin mengelus lembut perut buncit Disha " Sudah berapa bulan ?" tanya nya


" Aku baik Tan , Ini sudah 8 bulan " jawab Disha mengelus lembut perut nya " Oh ya tan, kenalin ini Gabriel suami aku " Disha memperkenalkan gabriel pada mama Alvin


" Benarkah ? Hai saya Lira mama nya Alvin sahabat Disha . " ujar mama Alvin ramah sambil mengulurkan tangan nya pada Gabriel .


Gabriel tersenyum tipis menyambut uluran tangan wanita paruh baya itu .


Mama Alvin memang tau jika Disha sudah menikah tapi tidak tau jika Gabriel lah suami nya . karena saat pernikahan Meraka beliau sedang berada di luar negri .


" Gabriel ,Tante !" jawab nya singkat


" Eh , bagaimana kalau kita ngobrol ngobrol dulu sekalian makan malam mungkin ? " ajak mama Alvin pada mereka .


Disha melihat ke arah Gabriel tanda meminta persetujuan . Gabriel yang mengerti menganggukan kepala nya .


Kini mereka telah berada di salah satu Restoran mall tersebut .


Setelah pesan makanan mereka makan dalam diam karena Alvin juga sebenar nya merasa canggung pada Gabriel .


" Sha bagaimana kabar papa dan mama mu? " tanya mama Alvin Setelah mete selesai makan


" Baik Tante , Terakhir aku ketemu satu bulan lalu dan mereka baik baik saja " jawab Disha sambil tersenyum


" Apa papa mu masih memperlakukan mu dengan tidak baik?" tanya mama Alvin dengan hati hati .


Disha terdiam mendengar pertanyaan mama Alvin , Ya beliau emang tau bagaimana perlakuan papa Disha kepada Disha dulu . dia sangat di perlakukan dengan tidak adil. karena terlahir sebagai wanita . tapi kakak dan Mama nya sangat menyayangi diri nya


" Tidak Tante . papa sudah berubah dan sangat menyayangi ku" jawab nya tanpa menatap mama Alvin


" Benarkah?" tanya nya tak yakin tapi dia tidak bisa memaksa Disha untuk bicara " Bagus deh kalau begitu , Oh ya ini nomor Tante, nanti jangan lupa hubungi Tante jika kau sudah melahirkan , Tante juga ingin melihat cucu Tante .oke !" Ujar mama Alvin mengalihkan pembicaraan mereka sambil menyodorkan kartu nama beserta nomor telepon di dalam nya .


" Baik lah Tante !" jawab Disha tersenyum


" Uya sudah Tante permisi dulu , Mari Gabriel , Disha jaga kesehatan mu ya sayang !! " ujar nya pada Gabriel dan Disha . ia memeluk dan mencium pipi Disha sekilas .


" Iya Tante " jawab mereka bersama


" Gue duluan sha . Tuan Gabriel mari !" ujar Alvin lalu menyusul sang mama Setelah membayar tagihan makanan mereka.


Setelah dari restoran Disha dan Gabriel memutuskan untuk kembali ke rumah .


" Kamu bersihkan diri lalu istirahat lah lebih dulu . aku masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan " ucap Gabriel Setelah mereka sampai di rumah lalu ia berlalu ke ruang kerja nya tanpa menunggu jawaban Disha .


Disha yang melihat sikap sang suami sedikit bingung , karena tadi mereka masih baik baik saja . ada apa dengan nya ? pikir Disha


tapi dia tak ambil pusing lalu berjalan ke kamar membersihkan diri sebelum istirahat . karena perut nya yang sudah besar Dia jadi sering merasa lelah .


Sedangkan gabriel di dalam ruang kerja nya , Berdiri menatap ke luar jendela dengan pandangan kosong . Ia berfikir bagaimana perlakuan papa Disha sebelum nya , kenapa Mama Alvin berkata seperti itu ? Apa yang sudah di lalui sang istri sebelum nya mengapa ia tidak tau apa apa tentang istri nya bahkan setelah dia jatuh cinta pada nya . Gabriel mengacak-acak rambut nya bagaimana bisa dia menjadi suami yang tak berguna dan tak tau apa apa tentang istri nya itu. Iya !! dia harus mencari tau pikir nya


Gabriel menghubungi seseorang untuk mencari tau tentang kehidupan Disha Sebelum menikah dengan nya .yang tak lain adalah Jennie


" Riel ...!"


" ...."


" Tolong Cari tau bagaimana Disha hidup di keluarga nya sebelum menikah dengan ku " ujar nya pada Jen


" ....."


" Hm , Ada sesuatu yang mengganjal di pikiran ku . besok aku jelas kan !!"


" ...."


" Baik lah sweety "


Di sebrang sana Jen mematikan hubungan ponsel nya secara sepihak yang membuat Gabriel kesal .


" Kebiasaan !!" gerutu nya sambil melihat ponsel nya . Lalu Gabriel keluar ruang kerja masuk ke kamar , Dilihat nya Disha sudah tertidur dengan damai .


" Kau pasti sangat lelah . hm ?maaf kan aku yang selama ini Kurang memperhatikan mu " gumam nya sambil merapikan anak rambut yang menutupi wajah Disha . lalu Gabriel beranjak ke kamar mandi membersihkan diri setelah itu ia beristirahat di samping sang istri memeluk nya dari belakang karena memang posisi Disha membelakangi nya . Semenjak hamil besar Disha memang susah mencari posisi nyaman untuk tidur jadi Gabriel tidak mau mengganggu kenyamanan sang istri dia hanya berani memeluk nya dan menenggelamkan wajah nya di tengkuk leher sang istri.


***


Jen saat Gabriel menelpon nya juga sedang berada di ruang kerja . malam itu juga dia mengerjakan Apa yang Gabriel minta dengan mengutus orang kepercayaan nya untuk mencari tau apa yang ingin Gabriel tahu .


Sedangkan diri nya . Sedang meretas perusahaan Orang tua wanita yang mencoba bermain main dengan nya . Ya siapa lagi kalau bukan Zoya .Wanita yang 6 bulan lalu bertemu dan Menggoda sang suami Pada saat pertemuan dengan kolega di luar kota . Dia sudah mendapat informasi dari orang orang kepercayaan nya.tentangbhal itu .bahkan suami nya sudah menghindar tapi wanita itu tak jera dan masih gencar menggoda nya . hingga saat derren merasa lelah dan beristirahat sebentar di salah satu sofa Di aula pertemuan itu ,Zoya memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil foto mereka dengan posisi yang sangat menggelikan menurut Jen .


" CK hanya perusahaan kecil !" gumam nya . jen tidak membuat nya bangkrut tapi dia akan menurunkan saham perusahaan itu sedikit demi sedikit . Hingga pada akhir nya mereka akan kebingungan mencari investor untuk perusahaan nya hingga berakhir pada nya . Dia akan membuat wanita itu berlutut dihadapan nya untuk meminta bantuan dari nya . Jen sekarang bukan lah Jen yang dulu yang akan mudah percaya dengan semut semut kecil seperti Zoya .


Tak butuh waktu lama Jen sudah menyelesaikan pekerjaan nya . Dia punya ruang khusus dirumah ini untuk nya ber operasi dengan Komputer komputer nya . Di dalam ruang baca terdapat Pintu tersembunyi yang hanya bisa terdeteksi dengan wajah nya saja . bahkan derren pun tak mengetahui nya .


" Yank !!!" terdengar suara derren dari Luar memanggil diri nya . Jen cepat cepat keluar dan menutup kembali ruangan itu . dia duduk di sofa membaca buku saat derren masuk kesana .


" Kamu ngapain ? ini sudah malam loh " kata derren men duduk kan tubuh nya di atas sofa samping Jen


" gak ada , Belum ngantuk saja ! mas kenapa belum tidur ?" tanya Jen meletakkan buku yang berada di tangan nya tadi di atas meja .


" Hm . aku baru selesai dengan Pekerjaan ku sayang ! coba jika varrel sudah selesai dengan study nya aku ingin banyak menghabiskan waktu bersama mu " derren menidurkan diri nya di atas paha Jen . tangan Jen dengan lembut mengelus rambut suami nya yang sudah agak panjang itu .


" Hmm .. tapi aku yakin jika dia tidak akan tega pada ku " Jawab derren sambil tersenyum menampakkan gigi putih nya yang rapi.


" Iya. tapi biarkan dia memilih jalan hidup nya ,dari kecil dia selalu belajar untuk membanggakan ku , Aku Hanay ingin dia menikmati masa muda nya " Ujar Jen sambil memikirkan betapa varrel sangat bekerja keras dalam belajar untuk membuat nya bangga. Sampai sekarang dia pun tidak tau kandung ayah varrel dimana . Ke esokan Hari nya Di Markas Black Devils


Seorang wanita berteriak histeris , terkadang tertawa dan terkadang juga menangis , Dan juga kadang dia akan diam dengan pandangan kosong .


Ya Niken ,mama dari Kenzo benar benar berakhir Gila ! Mungkin ini adalah hukuman untuk nya karena perbuatan nya di masa lalu bahkan sampai sekarang dia tidak berubah dan tak mau mengakui kesalahan nya .


Memang apa kesalahan anak itu . bahkan jika dia bisa meminta dia juga tidak mau lahir tanpa sosok seorang ibu .pikir Jen


" Iya ,aku janji tidak akan memaksa nya" Jawab Derren


" Mas . Bagaimana jika suatu saat Ayah kandung varrel datang dan meminta nya kembali ?" tanya jen ,dia ingin mendengar jawaban derren tentang hal ini


" Tidak !! sampai kapan pun dia tetap putra ku bahkan jika ayah kandung nya kembali aku akan tetap mempertahankan nya . pria seperti nya tidak pantas menjadi seorang ayah ! " ujar deren yang tidak akan menerima jika ayah kandung Varrel datang dan menuntut varrel pada mereka . mengingat apa yang dia lakukan pada putra nya derren tidak akan membiarkan pria itu mengambil putra nya . Jangan kan mengambil untuk melihat nya saja derren mungkin tidak akan mengizin kan nya .


" Kenapa begitu ? Bagaimana pun dia adalah ayah kandung varrel. dia berhak atas anak nya " ujar Jen memancing


" Semenjak dia memperlakukan varrel seperti itu , Dia bukan lagi orang tua untuk varrel " kata derren dingin dia menduduk kan tubuh nya menatap Jen serius


" Ada apa ? " tanya Jen


" Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau sendiri akan melepaskan varrel untuk pria seperti itu?" tanya derren serius


" Tidak . Dia putra ku dulu , sekarang dan selama nya " jawab Jen santai


" Apa kau mengetahui sesuatu tentang ayah kandung varrel?" tanya derren penuh curiga


" Mungkin ! aku masih menyelidiki nya " jawab Jen santai dia Barru saja menemukan sebuah fakta bahwa Zoya ternyata Kakak kandung Varrel dan Artinya Ayah Zoya adalah ayah kandung varrel . tapi Jen masih menyelidiki kebenaran tentang hal itu .jadi dia belum bisa memastikan ia atau tidak nya .


" Sudah lah . kita bahas besok lagi . aku lelah ! ayo tidur " ajak Jen lalu ia bangkit dan keluar dari ruagan itu tanpa menunggu derren


Derren terdiam mengetahui Jen tau sesuatu


tentang ayah varrel . Dia menatap sekeliling ruang baca lalu menyusul Jen ke kamar .


Pagi hari nya Jen menyiapkan sarapan untuk keluarga nya . derren yang kala itu sudah bangun mencari Jen ke dapur,di lihat nya Jen sedang berkutat dengan alat alat dapur . perlahan derren mendekati nya dengan memeluk nya dari belakang , derren menenggelamkan wajah nya pada tengkuk leher Jen .


" Ada apa ? kenapa sudah bangun?" tanya Jen


" Tidak ada , Aku merindukan wangi tubuh mu " jawab derren mencium dan menghirup menikmati wangi tubuh Jen


" Jangan pernah ganti parfum mu ,oke !! aku menyukai wangi lembut ini" ujar deren lagi tanpa melepaskan pelukan nya .


" Jangan seperti ini ! Nanti di lihat orang " ujar Jen yang merasa risih dengan perlakuan suami nya yang mengendus endus tubuh nya .


ada apa dengan nya pikir Jen


" Biar kan saja! Ini rumah kita tidak ada yang akan berani menegur kita " jawab derren santai


" Iya tapi , malu mas !!" kata Jen sambil mendorong wajah derren " Aku juga lagi masak ! sudah tau "


" Biarkan seperti ini sebentar saja ,sayang !! setelah itu akan akan ke atas untuk mandi " Ucap nya dengan wajah imut yang membuat Jen pasrah


Dan benar tak lama derren melepaskan Jen mengecup bibir Jen sekilas lalu beranjak ke kamar untuk mandi membiarkan Jen menyelesaikan masakan nya . bukan tak ada pembantu yang ingin membantu nya tapi ini sudah menjadi kebiasaan nya untuk menyiapkan makanan sendiri untuk keluarga nya . dia ingin memanjakan suami dan anak nya dengan hasil masakan nya sendiri .


Tak lama sarapan pagi untuk mereka sudah siap .Jen membuat pan cake dan Susu coklat kesukaan derren . Dia tidak membuat kan nya kopi karena tidak sarapan nasi untuk menjaga kondisi lambung agar tetap sehat .


Setelah menata nya di meja Jen melihat ke atas ke kamar Varo yang ternyata lagi berganti pakaian Setelah mandi . dia melarang keras Alia membantu nya dan menyuruh Alia untuk pergi keluar .


" Bundaaaa!! kenapa tidak ketuk pintu lebih dulu " seru nya menutup tubuh mungil nya dengan selimut yang membuat Jen terkekeh


" Memang kenapa ? kau kan putra bunda ! kenapa hanya masuk kamar mu saja bunda harus ketuk pintu lebih dulu " jawab Jen santai menghampiri anak nya itu


" Tidak !! jangan mendekat ! bunda aku belum pakai baju ,bunda keluar dulu sana , aku mau ganti dulu " rengek Varo


" Ganti baju ya ganti saja ! kenapa bunda harus keluar ! kemari lah bunda pakai kan baju mu " Jen semakin senang menggoda anak nya itu


" No. no .no aku sudah besar ! ingat itu ! Aku bisa melakukan nya sendiri , Bunda keluar saja dulu" tolak Varo mentah mentah


" Besar apa nya ,kau bahkan baru sebesar ini" kata Jen sambil mengukur tinggi badan Varo


" Bunda jangan menggoda ku oke !!!" Varo menatap Jen dengan pandangan malas . dia tau jika sang bunda hanya menggoda nya saja .


" Baiklah Baiklah ! Bunda akan keluar kau puas ?"


" Ya .ya . ya . aku sangat puas !! " Jawab nya


lalu Jen berlalu keluar kamar Varo sambil terkekeh . saat ia membuka pintu bertepatan derren juga membuka pintu kamar nya sudah dengan ke adaan rapi . di lihat nya sang istri tertawa keluar dari kamar putra nya .


" Ada apa?" tanya derren penasaran


" Tidak , Anak mu sungguh lucu sekali" jawab Jen lalu Jen menceritakan apa yang terjadi di dalam pada derren yang membuat derren ikut tertawa terbahak bahak mendengar cerita Jennie. Sungguh anak nya itu sangatlah lucu .pikir nya


Bersambung


salam dari baby Varo