
Di tempat lain Varrel benar benar sedang kesal pada ayah nya . bagaimana tidak Ayah nya itu yang tadi bilang ada mitting penting gak tau nya Malah hanya bertemu dengan teman lama nya dan di tambah lagi teman ayah nya itu juga membawa anak nya seorang gadis yang Masha Allah Varrel benar benar jengah di buat nya umur nya mungkin Lebih tua 2 tahun gadis itu dari Varrel tapi ya ampun Tingkah nya sungguh sangat menjijikkan kan menurut nya , Tatapan mata nya yang menatap varrel se akan akan ingin menerkam nya hidup hidup .
Karena mereka duduk berhadapan gadis itu bisa bisa nya Meraba kaki nya ,ingin rasa nya Varrel berteriak jika tidak mengingat orang tua mereka berteman baik . Varrel hanya bisa memasang wajah dingin datar dan tatapan mematikan pada gadis itu .tapi bukan nya takut Sania nama gadis itu malah semakin menjadi seketika Varrel berdiri dan menatap ayah nya
" Yah abang ke toilet dulu " ujar nya di angguki oleh derren . sepanjang berjalan ke toilet dia hanya bisa mengumpat dalam hati .
" Shit .shit .shit !!!! " Varrel memijit pelipis nya " Astaga gak habis pikir gue ada wanita seperti itu " Varrel bergidik ngeri jangan sampai dia bertemu dengan wanita seperti itu lagi lain waktu , jika sampai itu terjadi dia pasti akan memaki maki nya tanpa peduli apapun pikir nya .
Varrel membilas wajah nya dengan air dan merapikan sedikit pakaiannya ,ia melepas dasi dan mengantongi nya dalam saku juga membuka 2 kancing atas kemeja nya dia pun jadi tampak lebih tampan dan lebih muda .Varrel keluar dari toilet dan betapa terkejutnya di melihat gadis itu
" Astaga " decak nya mencoba mengabaikan Sania dia berjalan melewati wanita itu tapi sebelum itu Sania sudah mencekal tangan nya lebih dulu .
" Lepas " ucap nya dingin bukan nya melepas Sania malah menarik diri nya hingga kini wanita itu berada di hadapan nya .
" Lepas gue bilang " seru Varrel menghempaskan tangan Sania kuat hingga terlepas dan Sania sedikit mundur dari posisi nya .
" Santai dong tampan , Lo tau gak Lo itu sangat menarik dan gue akan buat Lo jadi milik gue suatu hari nanti " ujar nya santai dengan nada menggoda , tangan nya yang tak bisa diam meraba dada varrel , varrel dengan cepat mendorong wanita itu hingga tersungkur.
" Cih jangan bermimpi , dasar sampah !!" tegas Varrel pergi meninggalkan Sania yang kesal karena nya .
" Lihat saja Lo bakal jadi milik gue " ujar nya menyeringai
Kini Derren dan varrel sedang dalam perjalanan pulang , Varrel yang masih kesal hanya diam menatap keluar jendela ,derren melirik nya sesekali.
" Apa apa hmm ? " tanya derren yang melihat varrel sejak tadi hanyalah diam
Varrel menoleh kearah ayah nya
" Kenapa ayah masih bertanya , Ayah bilang akan ada pertemuan penting tapi malah bertemu dengan teman ayah " Omel varrel dan derren terkekeh mendengar ocehan putra nya
" Itu memang pertemuan penting bang , selain klien ayah dia juga teman ayah dulu waktu ayah ada pekerjaan di Amerika dia banyak membantu ayah dan kemarin dia mengabari jika dia datang kesini jadi kamu berjanji untuk bertemu menjalin silaturahmi " terang derren
" Iya yah . aku mengerti tapi aku tidak suka dengan putri nya itu ayah tau dia menggoda ku sejak duduk di restoran tadi maka itu aku memilih ke toilet ,malah dia juga mengikuti ku sampai kesana sungguh menjengkelkan ,di masa depan jika aku bertemu wanita seperti itu sebelum mereka menyentuh ku aku bersumpah akan memaki mereka apapun ke adaan nya" Derren terkekeh mendengar Perkataan Varrel
" Menggoda seperti apa yang kau maksud hmm?" Ujar derren menggoda
" Ayaaaah !!! Menyebalkan " Seru nya mengalihkan pandangan ke arah luar jendela kembali .
****
Dua hari berlalu hari bini Disha sudah boleh pulang Jen juga sudah bersiap untuk menjemput nya ,kali ini Jen berpenampilan seperti layak nya jika dia bepergian ,Ia berjalan dengan elegan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang VIP di mana Disha dirawat .
Sedang kan di rumah Gabriel dua hari ini merasa prustasi karena tak mendapati Disha , Ia ingin meminta maaf pada disha saat pulang dari kantor di hari Jen menghajar nya , walau bagaimanapun dia tidak ingin di musuhi oleh Jen sahabat sekaligus adik bagi nya ,itu lah yang ada di pikiran nya maka ia ingin meminta maaf pada istri nya itu ,tapi ternyata Disha tidak ada dirumah ,ia juga masih menyangkal jika ia sudah mulai menyukai Disha . dua hari ini dia sudah mencari Disha kemana mana tapi belum menemukan wanita itu . Tidak mungkin jika dia bertanya pada Jen yang ada dia akan mendapat Bogeman mentah dari Jen lagi .
" Pagi sha ,gimana udah merasa lebih baik ??" tanya Jen saat memasuki ruangan Disha
" Iya kak ,aku sudah jauh lebih baik , terima kasih ya kak sudah mau membantu ku " ujar nya tulus pada Jen
" Tidak perlu sungkan seperti itu ,sudah ku bilang jika kau adalah adik ku sekarang " ujar Jen tersenyum lembut dan mengusap pipi Disha
" Sha , Untuk sementara ikut lah dengan ku ,aku akan mengantarkan mu ke tempat yang aman ,biar kita beri pelajaran sedikit pada pria kurang ajar itu "
" Tapi kak , Aku tidak membawa apapun bahkan barang barang pribadi ku masih dirumah , Juga bagaimana dengan Pekerjaan ku di butik" ucap Disha yang bingung karena memang tak membawa apapun bagaimana mungkin dia pergi seperti ini , kalau pakaian mungkin bisa beli tapi laptop dan ponsel nya yang berisi Pekerjaan nya bagaimana dia bisa meninggalkan nya
" Kau tenang saja ,aku sudah menyuruh Nana untuk menyiapkan nya ,jangan khawatir oke !!! " kata Jen menenangkan
" Benar kah ?? Terima kasih banyak kak " Disha memeluk Jen menyalurkan rasa yang ada dalam diri nya . tidak bisa di pungkiri jika dia juga berat meninggalkan Gabriel walau bagaimanapun dia sudah mulai mencintai pria itu tapi kini rasa kecewa nya lebih besar dari itu .
Jen Membukakan pintu mobil untuk Disha ,kini mereka di jalan menuju tempat yang sudah disediakan Jen untuk nya . ternyata Jen membawa nya ke kota B tepat nya di yayasan Jen yang tidak diketahui siapa pun kecuali derren yang memang pernah kesini sekali saat kelulusan Varrel .
Keluar dari mobil Disha menatap bangunan di hadapan nya ,rumah yang nyaman dan asri karena memang yayasan itu terletak lumayan jauh dari kota udara nya masih sejuk dan menenangkan .
" Siang paman , Bi Anna "
" Selamat siang juga nona " sabun mereka
" Oh ya dimana anak anak bi " tanya Jen
" Sedang bermain di taman belakang non , kalau Safira belum pulang dari sekolah nya " terang bi Anna yang di mengerti oleh Jen " Ayo non silahkan masuk "
" Baik , ayo sha " Ajak Jen yang membuyarkan lamunan Disha
" Bi , paman kenal kan ini Disha dia adik saya , dan untuk sekarang dia akan tinggal disini " jelas Jen setelah mereka duduk di ruang tamu yang sudah di suguhi minuman dan cemilan ringan oleh bi Anna
" wah benarkah kah non , Bibi jadi senang Setelah den Varrel ikut dengan nona anak anak Nampak
sedih ,jadi mungkin dengan ada nya non Disha mereka akan senang kembali "
" Iya Bu, Tolong bantuan nya ya bi , sha kamu mau kan tinggal disini ? kamu tenang aja gak ada yang tau tempat ini kecuali kakak dan kak derren juga varrel tentunya , lagian bukan nya butik mu juga ada yang di kota ini ?"
" Iya kak, aku mau "
" Ya sudah kalau begitu besok kakak akan kirim mobil untuk mu disini "
" eh tidak usah kak, kak Jen sudah banyak membantu ku aku tidak ingin merepotkan kakak lagi "
" kau ini bicara apa , tidak merepotkan sama sekali , dan untuk barang barang mu juga akan ada orang nanti yang mengantar kesini"
" Baiklah "
" Apa kau mau ikut menemui anak anak ku ?" tanya Jen tersenyum
" Boleh "
" Baik lah ayo . kami temui anak anak dulu ya bi " ujar Jen pada bi Anna
" Iya non" jawab nya, kiini mereka berjalan ke taman belakang menemui anak anak.
" Bunda aaaa " Teriak mereka bersama menghambur ke arah Jen dan memeluk dan mencium tangan Jen satu per satu .
Jen berjongkok mensejajarkan diri nya pada Mia .
" Hai anak manis ada apa ? apa kau tidak bahagia bunda berkunjung kesini?" tanya Jen pada Mia
" bunda , Mia kangen kakak arrel " Ujar Mia dengan polos nya
" Sabar ya sayang , kakak arrel lagi belajar Di sana ,besok kalau kakak arrel libur bunda akan menyuruh nya menemui Mia ,oke "
" Benar bunda ??"
" Iya sayang , sekarang kenalin ini Tante Disha dia adik bunda kalian juga bisa memanggil nya bunda ,mulai sekarang Tante Disha akan tinggal di sini bersama kalian . kalian mau kan ?"
" Wah benarkah ?? Mau bunda ... Mia senang kalau bunda Sasha disini jadi Mia gak kesepian kalau kakak kakak pada sekolah " ujar Mia riang
" Oke ,kalau begitu ayo dong beri sambutan pada bunda Sasha " ujar Jen dan mereka satu per satu menyalim tangan Disha dan memeluk hangat tubuh Disha yang memberi ketenangan tersendiri untuk nya . Dia pasti akan betah tinggal di sini pikirnya apa lagi memang pada dasarnya dia sangat menyukai anak anak .
Merasa berbincang bersama menghabiskan waktu sebelum makan siang . setelah makan siang Jen berpamitan pulang karena tidak ingin kesorean meninggalkan Suami dan anak nya kelamaan , karena sekarang dia tinggal sendiri jadi sedikit khawatir dengan mereka yang akan ngambek pada nya jika dia terlambat pulang .
Menempuh perjalanan sekitar dua jam Jen sampai di rumah nya ternyata derren dan varrel belum pulang karena masih jam 4 sore, setelah membersihkan diri Jen menyiapkan makan malam untuk keluarga nya tak berapa lama Derren dan varrel pulang .
"Sore bunda " ujar Varrel mencium pipi Jen dan langsung berlari ke kamar nya sebelum derren meneriaki nya karena mencium sang bunda . Derren memang begitu tak masalah jika Jen yang mencium nya tapi jika varrel yang mencium Jen sudah lah tanduk ayah nya itu akan muncul dari kepalanya .
satu
dua
tiga
Varrel menghitung sambil berlari
" VARREEELLL" Teriak derren sedangkan Jen hanya menggeleng kepala melihat tingkah Meraka dan varrel di kamar nya tertawa terbahak mendengar teriakan ayah nya .
" Dasar bocah tengik , awas kau ya !!!"
" Sudah lah mas , sama anak sendiri juga " ujar jen menenangkan nya " Sekarang mandi dulu gih aku udah siapain air nya di bathtub "
" Baiklah , tapi aku akan beri pelajaran pada anak itu nanti " ujar nya sambil menaiki anak tangga menuju kamar nya Jen hanya bisa menggelengkan kepala nya hal seperti itu hampir setiap hari terjadi tapi itu lah yang menambah erat ikatan keluarga mereka .
****
Di tempat lain setelah makan malam dirumah nya Willi Menghubungi Jen karena ada sesuatu yang penting untuk dibahas nya bersama Jen .
"....."
" Hallo La !! Aku ingin meminta bantuan mu "
" ......"
" Begini ......." Willi menceritakan rencana nya pada Jen , Jen yang mendengar itu bersorak senang di sebrang sana .
" ......"
" Oke . Makasih ya , kakak tutup dulu jangan lupa Minggu depan . by Ella " Willi menutup telpon nya ia tersenyum membayangkan rencana nya .
Di sisi lain dua orang insan sedang Bersenang senang menikmati kebersamaan mereka di taman kota sebelum berpisah besok .
" Nad , Ikut lah bersama ku besok " ujar Radith pada nada
" Maaf kak , aku gak bisa" jawab nya tertunduk
" hai sayang lihat aku, Apa kau tidak ingin tinggal bersama ku disana ??" tanya Radit meraih dagu nada agar melihat ke arah nya, Radith ingin meyakinkan nada agar ikut dengan nya ke London Inggris .
" Bukan begitu kak , tapi aku masih ingin disini , Karena Pekerjaan ku juga disini , aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan ku begitu saja " jelas nya
" Lalu bagaimana jika aku Rindu pada mu ?" tanya Radith dengan wajah memelas nya
" Astaga ,, kakak kan tinggal datang kesini apa susah nya "ujar nada terkekeh menggoda Radith
" itu kan akan sangat merepotkan kan sayang " Ujar Radith cemberut yang membuat nada melebar kan senyumannya
" kalau begitu tunggu lah sampai aku siap ikut bersama dengan mu , Kenapa tidak kakak saja yang pindah kesini "
" Mana bisa , karena dari awal aku yang memegang kendali perusahaan properti milik Jen yang ada di London , kalau aku Disini siapa yang akan mengurusnya disana ? sedangkan kevan dan Rio mengurus perusahaan jewelry disana " terang Radith pada nada yang di angguki oleh nada tanda dia mengerti
kini nada duduk bersandar pada dada bidang Radith " kak kau tau jika masa lalu ku dulu sangat menyakitkan , jadi bisakah kau berjanji untuk tetap Jujur pada ku apa pun ke adaan nya walau itu menyakit kan tapi itu akan lebih baik jika harus menerima kebohongan yang manis " ucap nada pada Radith " jika suatu saat kau tidak menyukai ku lagi kata kan lah terus terang pada ku dan jangan menghianati ku ,jika kau berterus terang kita bisa berpisah baik baik dan berteman " jelas nada
" Apa yang kau katakan sayang ,sampai kapan pun aku tidak akan mengkhianati mu .dan aku berjanji akan tetap Jujur pada mu , Oke !! sekarang mari kita bersenang-senang jangan ada kesedihan di malam ini aku ingin pergi dengan senyuman mu " ujar Radith menatap wajah nada . perlahan ia mendekat kan wajah nya dan mengecup singkat bibir sexi nada .
" Terima kasih telah menerima ku dalam hidup mu , aku tidak bisa berjanji akan selalu berada disamping mu ,tapi aku akan berjanji dimana pun aku berada , Ratu di hati ku hanya kau sayang " ujar Radith serius menatap ke dalam mata jernih nada , awal nya suasana begitu menyentuh sebelum jawaban nada keluar dari mulut nya .
" Gak usah lebay kak " sahut nada lalu berdiri tersenyum geli melihat wajah cemberut Radith.
**Bersambung
Maaf Kan kalau ada kesalahan dalam mengetik ya gays . jangan lupa like comment n vote nya . Visual nyusul ya
Jen big boss Black Devils
Derren The Big Boss Admaja Grup
Varrel
Disha
Nada
Radith
Ken
Note : Untuk umur Author agak lupa .
Jen sekarang 24 tahun
Derren 27 tahun
Ken 21 tahun
untuk yang lainnya , bagi yang tanya bisa di liat di part part sebelumnya. aku udah kasih untuk umur mereka .
Happy reading**